Semua Nabi Mengajarkan Islam: Meluruskan Kesalahpahaman
Anggapan bahwa hanya Nabi Muhammad ﷺ yang beragama Islam, sementara nabi-nabi sebelumnya tidak, merupakan pemahaman yang keliru dan perlu diluruskan. Dalam ajaran Islam, seluruh nabi yang diutus oleh Allah membawa misi yang sama, yaitu mengajarkan tauhid dan mengajak manusia untuk berserah diri kepada Allah. Oleh karena itu, secara substansi, semua nabi adalah pembawa ajaran Islam dalam makna kepasrahan total kepada kehendak Allah Subḥānahu wa ta‘ālā.
Islam tidak hanya terbatas pada syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ, tetapi mencakup ajaran dasar yang telah disampaikan oleh para nabi sebelumnya. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah Swt. dalam Surah Asy-Syura ayat 13:
شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّىٰ بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَىٰ أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ
Artinya: “Dia telah mensyariatkan bagi kamu agama yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh, dan yang telah Kami wahyukan kepadamu, serta yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan Isa, yaitu: tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah di dalamnya.”
Ayat ini menunjukkan kesinambungan risalah para nabi dalam satu garis ajaran yang sama.
Lebih lanjut, Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa para nabi secara eksplisit menyatakan diri mereka sebagai Muslim, yakni orang-orang yang berserah diri kepada Allah. Nabi Nuh, misalnya, menyatakan bahwa dirinya diperintahkan untuk termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (Muslimin), sebagaimana disebutkan dalam Surah Yunus ayat 72. Demikian pula Nabi Ibrahim dan Nabi Ya’qub mewasiatkan kepada keturunannya agar tetap dalam keadaan Muslim hingga akhir hayat, sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 132.
Tidak hanya itu, Nabi Musa juga menegaskan kepada kaumnya agar bertawakal kepada Allah jika mereka benar-benar termasuk orang-orang yang berserah diri (Muslimin), sebagaimana disebutkan dalam Surah Yunus ayat 84. Hal ini memperkuat bahwa istilah “Islam” dalam pengertian dasar, yaitu kepasrahan kepada Allah, telah menjadi ajaran seluruh nabi sejak dahulu. Dengan demikian, tidak ada perbedaan prinsip dalam akidah yang mereka bawa, meskipun terdapat perbedaan dalam aspek syariat sesuai dengan kondisi umat masing-masing.
Dengan demikian, jelas bahwa semua nabi adalah pembawa ajaran Islam dalam esensinya, yaitu tauhid dan kepasrahan kepada Allah Subḥānahu wa ta‘ālā. Nabi Muhammad ﷺ hadir sebagai penutup para nabi yang menyempurnakan ajaran tersebut.
Penjelasan ini dapat dibaca dalam Buku Tanya Jawab Agama jilid 3 halaman 10–11, yang memberikan pemahaman komprehensif tentang kesatuan risalah para nabi dalam Islam.
Wallahu a'lam bish-shawab.
Penulis: Yayan Suryana (Wakil Ketua PWM DIY)
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow