Dzikir Keras di Tengah Orang yang Sedang Salat

Dzikir Keras di Tengah Orang yang Sedang Salat

Smallest Font
Largest Font

Penulis: Yayan Suryana* 

Masjid adalah tempat beribadah bersama. Di dalamnya ada orang yang salat, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan berdzikir. Karena itu, suasana masjid semestinya memberi ketenangan dan membantu orang menghadirkan kekhusyukan. Namun, kita masih sering menjumpai dzikir atau pujian yang dilakukan dengan suara sangat keras, bahkan menggunakan pengeras suara, sementara sebagian jamaah masih melaksanakan salat. Ada yang masbuk dan sedang menyelesaikan rakaatnya, ada yang melaksanakan salat ba’diyah, atau salat tahiyyatul masjid. Di sinilah pentingnya meluruskan pemahaman tentang dzikir dengan suara keras.

Dzikir adalah ibadah yang sangat dianjurkan. Tetapi dzikir tidak berarti harus dilakukan dengan suara keras. Allah SWT berfirman, “Dan ingatlah Tuhanmu dalam dirimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, serta dengan tidak mengeraskan suara.” (QS. al-A’raf: 205). Ayat ini tidak berarti melarang semua bentuk dzikir jahr. Sebab, Abdullah bin Abbas r.a. meriwayatkan bahwa ia mengetahui selesainya salat Nabi ﷺ dari suara takbir yang terdengar. (HR. Bukhari). Karena itu, persoalannya bukan sekadar keras atau pelan, tetapi kapan, bagaimana, dan seberapa keras suara itu digunakan.

Nabi ﷺ sendiri pernah mengingatkan para sahabat ketika mereka mengeraskan suara dalam berdzikir. Beliau bersabda, “Wahai manusia, tenangkanlah diri kalian. Sesungguhnya kalian tidak menyeru Tuhan yang tuli dan tidak pula yang jauh. Kalian menyeru Zat Yang Maha Mendengar lagi Maha Dekat.” (HR. Muslim). Hadis ini mengajarkan bahwa Allah tidak membutuhkan suara yang keras agar mendengar doa dan dzikir kita. Dzikir yang baik bukan diukur dari kerasnya suara, tetapi dari ketundukan hati dan kesesuaiannya dengan tuntunan.

Lebih tegas lagi, Nabi ﷺ bersabda ketika mendengar sebagian sahabat mengeraskan bacaan Al-Qur’an di masjid, “Ketahuilah, sesungguhnya masing-masing kalian sedang bermunajat kepada Tuhannya. Maka janganlah sebagian kalian mengganggu sebagian yang lain.” (HR. Abu Dawud). Hadis ini sangat relevan dengan keadaan di masjid. Orang yang berdzikir sedang beribadah, tetapi orang yang sedang salat juga sedang bermunajat kepada Allah. Karena itu, jangan sampai ibadah kita mengganggu ibadah orang lain.

Persoalan ini sering terlihat setelah salat berjamaah. Imam telah salam, sebagian jamaah mulai berdzikir dengan suara keras, sementara jamaah yang masbuk masih menyelesaikan salatnya. Ada pula yang sedang salat sunnah ba’diyah atau juga salat tahiyyatul masjid. Jika suara dzikir sampai mengganggu bacaan dan konsentrasi mereka, maka kita perlu bertanya, apakah suara sekeras itu memang diperlukan? Dzikir adalah ibadah, tetapi menjaga kekhusyukan orang yang sedang shalat juga merupakan bagian dari adab dalam beribadah.

Dalam masalah ini, kita tidak perlu mempertentangkan dzikir jahr dan dzikir sirr secara berlebihan. Dzikir dengan suara terdengar memiliki dasar dalam hadis. Namun, menjadikan dzikir keras sebagai kebiasaan yang dilakukan dengan cara tertentu, serempak, dan tanpa memperhatikan keadaan jamaah lain, adalah persoalan yang berbeda. Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah dalam fatwanya tentang dzikir bersama juga mengingatkan pentingnya kembali kepada praktik Nabi ﷺ  dan tidak membuat tata cara ibadah yang tidak memiliki tuntunan yang jelas.

Akhirnya, yang diperlukan adalah sikap proporsional. Jangan mengatakan bahwa semua dzikir keras pasti salah, tetapi jangan pula menganggap bahwa semakin keras dzikir semakin utama. Masjid adalah ruang ibadah bersama. Ketika ada orang yang sedang salat, sudah semestinya suara dzikir, pujian, atau bacaan lainnya disesuaikan agar tidak mengganggu.

Dzikir tidak harus selalu sunyi, tetapi dzikir juga tidak harus mengalahkan suara orang yang sedang bermunajat dalam salatnya. Semoga kita dapat membangun masjid yang bukan hanya ramai dengan dzikir, tetapi juga penuh dengan ketenangan, kekhusyukan, dan adab.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

*) Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    1
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Berita Terkait