Adab Mengiringi Jenazah

Adab Mengiringi Jenazah

Smallest Font
Largest Font

Perkembangan zaman telah mengubah banyak hal dalam kehidupan umat Islam, termasuk dalam tata cara mengiringi jenazah. Jika dahulu jenazah diusung dengan keranda secara bergantian oleh para pengiring, kini tradisi itu mulai bergeser. Karena jarak pemakaman yang sering kali jauh, jenazah lebih banyak dibawa menggunakan kendaraan.

Pergeseran ini menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat, terutama mengenai posisi para pengiring yang turut berkendaraan: apakah mereka harus berada di depan atau di belakang jenazah?

Dalam konteks ini, penjelasan para ulama memberikan panduan yang jelas. Berdasarkan kebiasaan pada masa Nabi Muhammad SAW, orang yang mengiringi jenazah dengan berjalan kaki dapat berada di depan, belakang, atau di sisi jenazah. Namun, bagi mereka yang berkendaraan, dianjurkan untuk berada di belakang rombongan jenazah. Ketentuan ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud dari al-Mughirah bin Syu‘bah, yang berbunyi:

الرَّاكِبُ يَسِيرُ خَلْفَ الْجَنَازَةِ وَالْمَاشِي يَمْشِي خَلْفَهَا وَأَمَا مَهَا وَعَنْ يَسَارِهَا قَرِيبًا مِنْهَا (رواه احمد وابوداود من حديث المغيرة بن شعبة)

Artinya: “Orang yang berkendaraan berjalan di belakang jenazah, sedangkan yang berjalan kaki boleh berjalan di belakang, di depan, atau di sampingnya, asalkan dekat dengannya.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Dengan demikian, posisi pengantar jenazah yang berkendaraan berada di belakang merupakan bagian dari adab yang diajarkan Rasulullah SAW. Hal ini bukan hanya soal posisi fisik, tetapi juga mencerminkan penghormatan terhadap jenazah. Ketika yang berjalan kaki berada di depan atau di sisi jenazah, mereka dapat lebih dekat dan terlibat dalam suasana duka, sedangkan yang berkendaraan menjaga ketertiban dari belakang.

Penjelasan lebih lengkap mengenai hal ini dapat ditemukan dalam Buku Tanya Jawab Agama Jilid 2 halaman 170, yang menegaskan pentingnya memelihara adab dan ketertiban dalam setiap prosesi keagamaan, termasuk dalam mengantarkan jenazah menuju tempat peristirahatan terakhir.

Wallahu a'lam bish-shawaab. 

Penulis: Yayan Suryana (Wakil Ketua PWM DIY)

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    3
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Berita Terkait