Takbir Hari Raya: Antara Dua Kali dan Tiga Kali Allahu Akbar

Takbir Hari Raya: Antara Dua Kali dan Tiga Kali Allahu Akbar

Smallest Font
Largest Font

Perbedaan cara melafalkan takbir pada Hari Raya kerap menjadi pertanyaan di tengah masyarakat. Sebagian jamaah terbiasa membaca takbir dengan dua kali ucapan Allahu Akbar, sementara yang lain melafalkannya tiga kali. 

Dalam tradisi Islam, lafaz takbir memang memiliki landasan dari hadits-hadits Nabi Muhammad saw. Oleh karena itu, praktik yang berkembang di masyarakat seharusnya dilihat dalam kerangka dalil-dalil yang ada. 

Penjelasan mengenai hal ini dapat ditemukan dalam Buku Tanya Jawab Agama jilid 3 halaman 141–142. Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa bentuk takbir yang dibaca oleh jamaah sebagaimana disebutkan di atas tidaklah keliru, karena memiliki dasar riwayat yang dapat dipertanggungjawabkan.

Salah satu riwayat berasal dari sahabat Umar melalui Ibnu Mas‘ud yang menyebutkan lafaz takbir sebagai berikut:

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan bagi Allah segala puji.

Dalam riwayat tersebut, ucapan Allahu Akbar pada awal takbir disebutkan dua kali, bukan tiga kali. Hal ini menunjukkan bahwa redaksi takbir yang dikenal luas di masyarakat memiliki dasar dari riwayat para sahabat.

Selain itu terdapat pula riwayat lain yang disampaikan oleh Abdur Razzaq dari Salman dengan sanad yang shahih, yang berbunyi:

كَبِّرُوا اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا

Artinya: Bertakbirlah: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dengan sebenar-benarnya kebesaran. 

Riwayat ini menunjukkan adanya variasi redaksi dalam melafalkan takbir. Dalam riwayat lain dari Salman juga disebutkan lafaz: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar kabīraa.  Variasi tersebut memperlihatkan bahwa tradisi takbir dalam Islam memiliki keluasan bentuk yang tetap berakar pada dalil.

Berdasarkan hadits-hadits tersebut dan dalil-dalil lain yang tidak seluruhnya dikutip, Mukhtamar Tarjih ke-20 di Garut memberikan tuntunan agar umat Islam memperbanyak bacaan takbir pada malam Hari Raya Idulfitri sejak terbenamnya matahari hingga pelaksanaan shalat Id keesokan harinya. 

Adapun pada Hari Raya Iduladha, takbir dianjurkan dibaca sejak setelah salat Subuh pada hari Arafah hingga akhir hari tasyrik dengan membaca Allahu Akbar, Allahu Akbar, laa ilaaha illallaahu Allahu Akbar, Allahu Akbar walillaahil halmd. 

Wallahu a'lam bish-shawab.

Penulis: Yayan Suryana (Wakil Ketua PWM DIY)

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    3
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    1
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Berita Terkait