Tahun Baru Hijriah: Momentum Evaluasi dan Pembaruan
Pergantian tahun bagi umat Islam bukan sekadar pergeseran angka dan waktu. Tahun Baru Hijriah merupakan momentum penting untuk menengok kembali sejarah perjuangan Rasulullah ﷺ dalam menyampaikan risalah tauhid di tengah berbagai tekanan, intimidasi, dan penindasan yang beliau hadapi di Mekah.
Peristiwa hijrah bukan hanya perpindahan tempat dari Mekah ke Madinah, melainkan sebuah ujian keimanan yang membedakan siapa yang benar-benar beriman dan siapa yang hanya mengaku beriman.
Hijrah menjadi indikator kesetiaan kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka yang rela meninggalkan kenyamanan, harta, bahkan kampung halaman demi mempertahankan iman, telah membuktikan ketulusan dan komitmen mereka terhadap perjuangan Islam.
Di sisi lain, hijrah juga merupakan langkah strategis dalam perjalanan dakwah Rasulullah ﷺ. Melalui hijrah, Islam memperoleh ruang yang lebih luas untuk berkembang, membangun peradaban, menegakkan keadilan, serta mewujudkan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan.
Karena itu, makna hijrah tetap relevan hingga hari ini. Pergantian tahun hendaknya menjadi momentum evaluasi dan muhasabah, baik pada tingkat personal, keluarga, organisasi, maupun bangsa. Sudah sejauh mana kualitas keimanan, ketakwaan, kejujuran, kepedulian sosial, dan komitmen kita dalam menegakkan nilai-nilai kebaikan? Sudahkah dakwah tauhid dan dakwah sosial yang kita lakukan benar-benar menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat?
Tahun Baru Hijriah mengajarkan bahwa perubahan tidak akan terjadi tanpa keberanian untuk berbenah. Hijrah adalah semangat untuk meninggalkan kelemahan menuju kekuatan, meninggalkan kemalasan menuju produktivitas, meninggalkan perpecahan menuju persatuan, serta meninggalkan berbagai bentuk kemungkaran menuju kehidupan yang lebih diridhai Allah.
Harapan kita bersama, semoga negeri yang kaya akan sumber daya dan keberagaman ini menjadi negeri yang mendapat ridha Allah, negeri yang baik, aman, adil, dan sejahtera, sebagaimana doa yang diabadikan dalam Al-Qur'an:
"Sebuah negeri yang baik dan Tuhan Yang Maha Pengampun." (QS. Saba' [34]: 15).
Semoga Tahun Baru Hijriah menjadi titik awal lahirnya semangat hijrah yang sesungguhnya: hijrah menuju keimanan yang lebih kokoh, ibadah yang lebih berkualitas, akhlak yang lebih mulia, serta pengabdian yang lebih besar bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.
Wallahua'lam bish-shawab.
Penulis: Yayan Suryana (Wakil Ketua PWM DIY)
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow