Hukum dan Tata Cara Menjawab Adzan: Mengulik Sunnah yang Terlupakan
Oleh: Sri Wening
MEDIAMU.COM - Adzan merupakan panggilan suci masuknya waktu sholat fardhu dalam islam. Adzan bukan hanya sekedar pengingat waktu sholat, ia juga merupakan seruan seseorang untuk segera bergegas meninggalkan pekerjaanya. Namun, kebanyakan umat islam terlupa atau justru tidak tahu untuk menjawab adzan. Padahal, menjawab adzan juga tidak kalah penting dengan mendengarkannya.
Lalu bagaimanakah sebenarnya hukum menjawab adzan?
Rasulullah saw. Bersabda “Apabila seorang muadzin mengumandangkan adzan, maka balaslah seperti apa yang dia ucapkan, maka niscaya setelah adzan selesai minta apapun akan diberi” (HR.Bukhari dan Muslim)
Ustadz Nurfitri Hadi, MA, salah satu pembicara pada kajian di Instagram menyimpulkan bahwa hukum menjawab adzan adalah sunnah muakkadah, sunnah yang penekanannya sangat kuat dan sangat dianjurkan oleh seorang muslim. Keyakinan ini didasarkan pada besarnya keutamaan menjawab adzan, yang bahkan diberi nilai pahala lebih tinggi daripada aktivitas membaca Al-Qur'an yang dilakukan bersamaan dengan kumandang adzan tanpa merespons panggilan adzan tersebut.
Adapun, dijelaskan bahwa tata cara menjawab adzan ialah:
Apabila seorang muadzin mengumandangkan “Allahu akbar, Allahu akbar”
Kemudian dijawab dengan “Allahu akbar, Allahu akbar”
Kemudian muadzin mengatakan “Asyhadu ala ilaha ilallah”
Juga jawab dengan “Asyhadu ala ilaha ilallah”
Muadzin mengatakan “Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah”
Kita juga mengatakan “Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah”
Ketika muadzin mengatakan “Hayya ‘alash shalah”
Kemudian kita mengatakan “La hawla wa la quwwata illa billah”
Muadzin mengatakan “Hayya ‘alal falah”
Kita menjawab “La hawla wa la quwwata illa billah, summa qalla Allahu akbar, Allahu akbar, qalla Allahu akbar, Allahu akbar, tsuma qalla Lailaha ilallah, qalla Lailaha ilallah da khalal jannah”.
Setelah menjawab adzan membaca doa setelah adzan:
Allahumma rabba haadzihid da’watit taammah, wasshalaatil qaaaimah, aati muhammadanil wasiilata wal fadhiiilata, wab’atshu maqaaman mahmuuda alladzii wa’adtah
Artinya: Ya Allah, Pemilik seruan yang sempurna ini dan sholat yang ditegakkan, anugerahkanlah kepada Nabi Muhammad,wasilah (kedudukan yang tinggi di surga) dan keutamaan (melebihi seluruh makhluk), dan bangkitkanlah beliau dalam kedudukan terpuji (memberi syafa’at) yang telah Engkau janjikan).
Jadi, hukum menjawab adzan menurut Ustadz Nurfitri Hadi, MA, dalam kajian onlinenya di Intagram adalah sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat dianjurkan dan mendapat pahala serta jaminan surga bagi umat muslim yang mengamalkannya.
Mari kita hidupkan sunnah menjawab adzan sebagai rutinitas harian kita. Jangan biarkan waktu mustajab yang penuh rahmat berlarut sia-sia, karena setiap respons kita terhadap panggilan suci tersebut merupakan investasi pahala yang besar di sisi Allah.
Menjawab adzan adalah wujud kesadaran seorang hamba sebagai respon pertama kita kepada panggilan Allah. Ketika kita menjawab 'Allahu Akbar' dan 'Laa haula wa laa quwwata illaa billaah', kita menegaskan bahwa ketaatan kepada Allah lebih utama dari segala urusan duniawi. Dengan menghidupkan sunnah, kita bukan hanya mengejar pahala, tetapi juga bukti janji kesetiaan kita kepada-Nya, selangkah sebelum kita berdiri menghadap-Nya dalam sholat.
*Penulis adalah tim magang mediamu dan Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Ahmad Dahlan
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow