Doa Pernikahan: Dari Redaksi Singkat Menuju Harapan Peradaban

Doa Pernikahan: Dari Redaksi Singkat Menuju Harapan Peradaban

Smallest Font
Largest Font

Dalam tradisi masyarakat Muslim, ucapan selamat dan doa pernikahan sering kali disampaikan dengan beragam redaksi yang panjang dan penuh harapan. Namun, jika merujuk langsung pada tuntunan Nabi Muhammad saw., doa bagi orang yang telah melangsungkan akad nikah sejatinya sangat sederhana, ringkas, dan sarat makna.

Kesederhanaan ini justru menunjukkan kedalaman ajaran Islam dalam memaknai pernikahan sebagai ikatan sakral yang bertumpu pada keberkahan, bukan semata kemegahan seremoni.

Hal tersebut didasarkan pada hadis sahih riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik. Dalam riwayat itu, Nabi saw. melihat bekas wangi-wangian berwarna kuning pada diri Abdurrahman bin Auf.

Setelah mengetahui bahwa Abdurrahman baru saja menikah dengan mahar yang sangat sederhana, Nabi saw. mendoakan beliau dengan ucapan singkat: “Baarakallahu laka” (semoga Allah memberkahimu), seraya menganjurkan walimah meskipun hanya dengan seekor kambing. Doa singkat ini menunjukkan bahwa inti pernikahan adalah keberkahan ilahi, bukan besarnya mahar atau kemeriahan pesta.

Para ulama kemudian mengembangkan redaksi doa tersebut menjadi lebih lengkap tanpa keluar dari substansi maknanya. Salah satu doa yang populer adalah “Baarakallahu lakuma wa jama‘a bainakuma fi khairin wa sa‘adah”, yang mengandung harapan agar Allah memberikan keberkahan kepada kedua mempelai dan mempersatukan mereka dalam kebaikan dan kebahagiaan. 

Penambahan ini bukan untuk mengganti sunnah Nabi, melainkan untuk memperluas makna doa sesuai dengan kebutuhan dan konteks kehidupan rumah tangga.

Dalam perkembangan selanjutnya, sebagian ulama juga menambahkan doa agar pasangan pengantin dikaruniai keturunan yang saleh dan menjadi penyejuk mata, bukan hanya bagi orang tua, tetapi juga bagi Islam dan masyarakat luas. 

Doa ini menegaskan bahwa pernikahan dalam Islam tidak berhenti pada kebahagiaan personal, melainkan memiliki dimensi sosial dan peradaban yang lebih luas melalui lahirnya generasi yang berakhlak dan bermanfaat.

Dengan demikian, doa pernikahan dalam Islam mencerminkan keseimbangan antara kesederhanaan sunnah dan keluasan harapan. Masyarakat Muslim semestinya tidak terjebak pada formalitas ucapan semata, tetapi memahami makna mendalam dari doa tersebut sebagai permohonan keberkahan, kebaikan, dan keberlanjutan nilai-nilai Islam dalam kehidupan keluarga. 

Penjelasan ini dapat ditemukan dalam Buku Tanya Jawab Agama jilid 2 halaman 146, yang menguraikan dasar hadis dan pengembangannya secara proporsional sesuai dengan tradisi keilmuan Islam. 

Wallahu a'lam bish-shawab.

Penulis: Yayan Suryana (Wakil Ketua PWM DIY)

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    1
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Berita Terkait