Berdoa Langsung Kepada Allah, Bukan Melalui Perantara

Berdoa Langsung Kepada Allah, Bukan Melalui Perantara

Smallest Font
Largest Font

Doa adalah bentuk penghambaan yang paling intim antara seorang hamba dengan Tuhannya. Dalam Islam, doa dipandang sebagai wujud kedekatan spiritual sekaligus pengakuan akan kelemahan manusia di hadapan Allah. Karena itu, doa seharusnya ditujukan langsung kepada Allah, bukan melalui perantara, sekalipun perantara itu adalah Rasulullah saw. 

Allah menegaskan hal ini dalam firman-Nya: “Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku perkenankan bagimu.” (QS. al-Mu’min: 60). Selain itu, dalam Surah al-A’raf ayat 55, dan 56 juga ditegaskan bahwa doa hanyalah untuk Allah. Prinsip ini menegaskan bahwa manusia cukup berdoa langsung kepada-Nya tanpa menyebut kemuliaan makhluk sebagai jalan penghubung.

Penjelasan lebih lanjut tentang hal ini dapat ditemukan dalam Buku Tanya Jawab Agama jilid 3 halaman 8–9. Di sana dijelaskan bahwa doa yang benar adalah doa yang disandarkan pada nama dan sifat-sifat Allah, bukan pada kemuliaan Nabi atau orang lain. Rasulullah saw. sendiri mencontohkan hal ini dalam doa istikharah. Beliau memohon dengan menyebut ilmu dan kekuasaan Allah sebagai sandaran utama.

Ungkapan seperti “Ya Allah, berkat kemuliaan Rasulullah selamatkanlah aku dan murahkan rezekiku” yang diucapkan dalam berdo'a, bukanlah bentuk doa yang sesuai dengan tuntunan syariat.

Doa yang dituntunkan dalam syariat adalah dengan mengungkapkan kalimat seperti “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan ilmu-Mu dan dengan kekuasaan-Mu…” Inilah wujud tauhid dalam berdoa, yakni menyerahkan segala urusan langsung hanya kepada Allah.

Berdoa langsung kepada Allah merupakan ajaran pokok yang harus dijaga. Menyebut sifat-sifat Allah dalam doa bukan hanya memperkuat keyakinan, tetapi juga menegaskan kemurnian tauhid seorang hamba. Dengan memahami prinsip ini, umat Islam diharapkan dapat menjaga kemurnian ibadah dan terhindar dari bentuk doa yang tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw. 

Wallahu a'lam bish-shawaab. 

Penulis: Yayan Suryana (Wakil Ketua PWM DIY)

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    1
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Berita Terkait