Tata Cara Berdoa Setelah Pemakaman

Tata Cara Berdoa Setelah Pemakaman

Smallest Font
Largest Font

Setelah jenazah selesai dikubur, umat Islam dianjurkan untuk mendoakannya agar mendapatkan ampunan dan keteguhan hati dalam menjawab pertanyaan malaikat. Namun, masih sering muncul pertanyaan di masyarakat tentang bagaimana cara berdoa yang benar setelah pemakaman: apakah dilakukan bersama-sama atau sendiri-sendiri, berdiri atau duduk, menghadap kiblat atau tidak, serta apakah tangan perlu diangkat ketika berdoa. Penjelasan yang jelas mengenai hal ini dapat ditemukan dalam Buku Tanya Jawab Agama Jilid 2 halaman 171–173.

Menurut riwayat Abu Dawud dari Utsman bin Affan, Rasulullah saw. setelah selesai mengubur jenazah berdiri di dekat kubur lalu bersabda, “Mohonkanlah ampun dan keteguhan hati bagi saudaramu ini, karena ia sekarang sedang ditanya.” (HR. Abu Dawud, Al-Hakim, dan Al-Bazzar). Berdasarkan hadis ini, para sahabat diperintahkan untuk mendoakan jenazah secara individu, bukan berjamaah dengan suara keras. Kata “waqafa” dalam hadis tersebut berarti “berdiri”, sehingga dapat dipahami bahwa Rasulullah berdoa dalam posisi berdiri setelah pemakaman.

Namun, ada pula hadis lain yang menunjukkan bahwa Nabi saw. pernah duduk di dekat kubur sambil menghadap kiblat ketika menunggu proses penggalian liang lahat. Hal ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Al-Bara’ bin Azib yang menyebutkan, Rasulullah saw. duduk menghadap kiblat dan para sahabat pun duduk bersamanya. Dengan demikian, posisi berdoa di kubur dapat dilakukan baik dalam keadaan berdiri maupun duduk, tergantung pada situasi dan kenyamanan, tanpa mengurangi makna doa itu sendiri. 

Terkait dengan mengangkat tangan ketika berdoa, memang tidak ada hadis khusus yang secara langsung menjelaskan hal itu dalam konteks berdoa di kubur. Namun, dalam hadis umum disebutkan bahwa Nabi saw. biasa berdoa dengan membuka atau menengadahkan telapak tangannya. Rasulullah saw. bersabda, “Apabila kamu memohon kepada Allah, mintalah dengan telapak tangan bagian dalam, dan jangan dengan bagian luar.” (HR. Abu Dawud). Dalam riwayat lain yang disebutkan Ibnu Abbas, Nabi juga mengusap wajahnya dengan kedua tangan setelah berdoa.

Lebih lanjut, riwayat dari Salman yang juga menegaskan bahwa Allah adalah Zat Yang Maha Pemurah dan tidak akan menolak doa hamba-Nya yang menengadahkan tangan kepada-Nya. Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Tuhanmu, Maha Hidup lagi Maha Pemurah, malu kepada hamba-Nya yang menengadahkan tangan kepada-Nya lalu dikembalikan dalam keadaan kosong.” (HR. Abu Dawud). Karena itu, mengangkat tangan saat berdoa di kubur merupakan kebiasaan yang baik selama disertai keikhlasan hati.

Sahabat Ibnu Abbas bahkan menjelaskan bahwa dalam berdoa ada dua bentuk yang sama-sama benar, mengangkat tangan ketika memohon kebaikan, dan mengacungkan jari telunjuk ketika beristighfar memohon ampun. Bentuk yang kedua ini juga ditunjukkan dalam hadis tentang doa Nabi saat khutbah Jumat sebagaimana diriwayatkan oleh Ahmad dan At-Tirmidzi. Ini menunjukkan keluasan tuntunan Islam dalam adab berdoa, yang tidak hanya menekankan bentuk fisik, tetapi terutama kekhusyukan batin.

Dari seluruh keterangan tersebut dapat disimpulkan bahwa berdoa setelah pemakaman adalah amalan yang sangat dianjurkan, baik dilakukan dalam posisi berdiri maupun duduk, dengan atau tanpa mengangkat tangan. Yang terpenting adalah ketulusan niat dalam memohonkan ampunan dan keteguhan bagi almarhum. Sebab, inti dari doa bukan terletak pada bentuk lahiriah, melainkan pada kesungguhan hati di hadapan Allah. 

Wallahu a'lam bish-shawaab. 

Penulis: Yayan Suryana (Wakil Ketua PWM DIY)

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    5
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Berita Terkait