Meraih Keberkahan Pagi dengan Shalat Dhuha

Meraih Keberkahan Pagi dengan Shalat Dhuha

Smallest Font
Largest Font

Shalat Dhuha adalah salah satu ibadah sunnah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Nabi Muhammad saw sendiri pernah melaksanakannya, sehingga menjadi tuntunan bagi umatnya. Shalat ini dilakukan di waktu pagi setelah matahari meninggi, bukan ketika baru terbit. Dengan kata lain, waktunya dimulai sejak matahari naik kira-kira setinggi tombak di ufuk timur hingga menjelang masuk waktu Zuhur.

Dalil tentang waktu pelaksanaan shalat Dhuha diriwayatkan oleh Muslim dari Ummu Hani. Diceritakan bahwa Rasulullah saw pada saat pembukaan kota Makkah melaksanakan shalat Dhuha sebanyak delapan rakaat setelah matahari meninggi. Hal ini menunjukkan bahwa ibadah ini bukan hanya sekadar amalan tambahan, tetapi juga memiliki dasar kuat dalam sunnah Nabi.

Adapun tata cara shalat Dhuha pada prinsipnya sama dengan shalat sunnah lainnya. Dilaksanakan minimal dua rakaat, bisa empat rakaat, bahkan delapan rakaat, dengan salam setiap dua rakaat. Fleksibilitas jumlah rakaat ini menunjukkan bahwa shalat Dhuha dapat menyesuaikan dengan kondisi dan kemampuan seseorang. Dengan begitu, siapa pun tetap bisa mengamalkannya tanpa merasa terbebani.

Hadits riwayat Muslim dari Abu Hurairah menjelaskan bahwa Nabi saw berwasiat kepadanya tiga hal: berpuasa tiga hari setiap bulan, melaksanakan dua rakaat shalat Dhuha, dan shalat witir sebelum tidur. Wasiat ini menggambarkan betapa pentingnya shalat Dhuha sebagai bagian dari keseharian seorang muslim. Bahkan, Aisyah ra pernah menyebut bahwa Rasulullah saw biasa melaksanakan empat rakaat Dhuha, dan terkadang menambah sesuai kehendaknya.

Lebih dari sekadar jumlah rakaat, shalat Dhuha adalah bentuk syukur atas nikmat kesehatan, waktu, dan kehidupan yang diberikan Allah. Rasulullah saw menyebut bahwa pada setiap sendi manusia ada kewajiban bersedekah, dan shalat Dhuha menjadi salah satu sarana untuk menggantikan sedekah itu. Dengan demikian, shalat ini bukan hanya ibadah personal, tetapi juga memiliki dimensi sosial karena mengajarkan kesadaran berbagi dan syukur.

Bagi umat Islam, meluangkan waktu sejenak di pagi hari untuk shalat Dhuha adalah kesempatan meraih ketenangan batin sekaligus keberkahan rezeki. Tidak heran jika banyak ulama menganjurkan agar ibadah ini dibiasakan. Penjelasan lebih rinci mengenai dalil dan praktik shalat Dhuha ini dapat ditemukan dalam Buku Tanya Jawab Agama jilid 3 halaman 125–126. Dengan memahami dasar dan keutamaannya, semoga semakin banyak umat Islam yang menjadikan shalat Dhuha sebagai bagian dari rutinitas spiritual harian.

Wallahu a'lam bish-shawaab.

Penulis: Yayan Suryana (Wakil Ketua PWM DIY)

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Berita Terkait