Mendoakan Orang yang Telah Meninggal
Mendoakan orang yang telah meninggal dunia merupakan bagian dari ajaran Islam yang penuh kasih dan kepedulian spiritual. Dalam Islam, doa bukan hanya bentuk penghormatan kepada yang telah wafat, tetapi juga wujud cinta dan solidaritas iman di antara sesama Muslim. Anak-anak, khususnya, dianjurkan untuk selalu memohonkan ampun bagi kedua orang tuanya yang telah meninggal. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an dan teladan Rasulullah saw. yang menekankan pentingnya doa sebagai amal jariyah yang terus mengalir pahalanya bagi orang yang telah tiada.
Menshalatkan jenazah pada hakikatnya adalah bentuk doa untuk memohonkan ampunan bagi almarhum. Doa yang dipanjatkan itu menjadi sarana spiritual agar Allah mengampuni dosa-dosa dan menerima amal baik orang tersebut. Dalam banyak hadis sahih, Rasulullah saw. memotivasi umatnya untuk mendoakan sesama muslim, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Ini menunjukkan bahwa doa lintas kehidupan adalah bagian dari ajaran Islam yang memiliki landasan kuat dalam sunnah dan amalan para sahabat.
Namun, kebiasaan sebagian masyarakat yang mengaitkan pembacaan surat Yasin sebagai sarana doa khusus untuk memohonkan ampun bagi orang yang telah meninggal tidak memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur’an dan Hadis. Tidak ada dalil sahih yang menjelaskan bahwa surat Yasin secara khusus ditetapkan sebagai bacaan untuk orang yang telah wafat. Oleh karena itu, praktik tersebut sebaiknya tidak dijadikan ketentuan agama yang diyakini memiliki keutamaan tersendiri. Islam selalu menekankan pentingnya mengikuti dalil yang sahih agar ibadah yang dilakukan bernilai benar di sisi Allah.
Sebagai gantinya, Rasulullah saw. telah mengajarkan doa yang bersumber dari hadis sahih riwayat Ahmad dan Ash-Habussunan dari Abu Hurairah, yaitu:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَصَغِيْرِنَا وَكَبِيرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا، اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الإِسْلَامِ، وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الْإِيمَانِ
Artinya: “Ya Allah, ampunilah orang (yang masih) hidup dan orang (yang sudah) mati di antara kami, yang kecil maupun besar, laki-laki maupun perempuan, yang hadir maupun tidak hadir. Ya Allah, siapa yang Engkau hidupkan di antara kami, hidupkanlah dalam keadaan Islam, dan siapa yang Engkau wafatkan di antara kami, wafatkanlah dalam keadaan iman.”
Selain itu, Al-Qur’an juga memuat doa yang mencakup makna serupa, yakni:
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ
Artinya: “Wahai Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah terdahulu beriman sebelum kami.” (QS. Al-Hasyr [59]: 10).
Doa ini menegaskan bahwa permohonan ampun bagi orang beriman yang telah wafat adalah amal yang diperintahkan langsung oleh Allah.
Dengan demikian, mendoakan orang yang telah meninggal adalah perbuatan yang sangat dianjurkan, namun hendaknya dilakukan sesuai tuntunan dalil yang sahih. Pembacaan surat Yasin tidak dilarang sebagai bentuk dzikir atau bacaan Al-Qur’an, tetapi tidak diyakini memiliki keistimewaan tertentu dalam praktik mendoakan mayit karena tidak tuntunan syar‘i. Umat Islam sebaiknya kembali kepada doa-doa yang diajarkan Rasulullah saw. agar ibadah yang dilakukan tidak sekadar tradisi, melainkan benar-benar bernilai ibadah yang diridhai Allah. Demikian Penjelasan yang terdapat dalam Buku Tanya Jawab Agama Jilid 2 halaman 178.
Wallahu a'lam bish-shawaab.
*)Penulis adalah Wakil Ketua PWM DIY.
What's Your Reaction?
-
5
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow