Idulfitri dan Degradasi Tradisi Silaturahmi
Selepas Bulan Ramadan, umat Islam merayakan hari raya Idulfitri. Terdapat tradisi yang selama ini berlaku di masyarakat Indonesia berupa syawalan atau halal bil halal. Saling mengunjungi dari satu rumah ke rumah lainnya untuk meminta maaf secara langsung. Tetapi kebiasaan ini dari tahun ke tahun cenderung meredup. Tergantikan ucapan yang cukup disampaikan melalui gawai.
Dengan satu tulisan atau konten yang dibuat bisa disebarkan secara luas ke banyak orang. Cepat dan praktis. Dalam satu hari, bisa meminta maaf kepada puluhan bahkan ratusan orang. Minusnya, sekarang terkadang orang tidak kenal dengan tetangga kanan-kirinya. Karena belum pernah bertemu. Apalagi anak-anak yang tidak dikenalkan dengan tetangga atau sanak saudara. Mereka menjadi semakin asing dengan lingkungan sekitar.
Rasulullah SAW. dan para sahabat gemar bersilaturahmi dan saling berkunjung. Meskipun tidak harus pada momen Idulfitri.
“Pernah ada seseorang pergi mengunjungi saudaranya di daerah yang lain. Lalu Allah pun mengutus Malaikat kepadanya di tengah perjalanannya. Ketika mendatanginya, Malaikat tersebut bertanya: 'Engkau mau kemana?' Ia menjawab: 'Aku ingin mengunjungi saudaraku di daerah ini.' Malaikat bertanya: 'Apakah ada suatu keuntungan yang ingin engkau dapatkan darinya?' Orang tadi mengatakan: 'Tidak ada, kecuali karena aku mencintainya karena Allah ‘Azza wa Jalla.' Maka malaikat mengatakan: 'Sesungguhnya aku diutus oleh Allah kepadamu untuk mengabarkan bahwa Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu karena-Nya.'" (HR Muslim).
Dalam hadis yang lain dijelaskan. “Berhak mendapatkan kecintaanKu, orang yang saling mencintai karena Aku. berhak mendapatkan kecintaanKu, orang yang saling menasehati karena Aku, berhak mendapatkan kecintaanKu, orang yang saling mengunjungi karena Aku, berhak mendapatkan kecintaanKu, orang yang saling memberi karena Aku. Mereka akan berada di mimbar-mimbar dari cahaya yang membuat iri para Nabi dan orang-orang shalih terhadap tempat mereka itu” (HR. Ibnu Hibban)
Dalam arti luas, menyambung silaturahim bisa mendatangkan kelapangan rizki dan panjang umur, dari Abu Hurairah, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Mari kita saling berkunjung dan menyambung silaturahmi.
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow