Dua Cara Membuat Allah Tertawa
Setiap hari kita menghabiskan waktu selama berjam-jam untuk urusan pekerjaan. Bahkan di antara terbuang di perjalanan. Apalagi bagi para pekerja di kota besar seperti Jakarta. Mereka harus berangkat setelah subuh, agar tidak terlambat sampai tempat kerja. Begitupun ketika pulang, terkadang sampai habis Isya baru sampai rumah.
Sehingga nyaris hanya sedikit waktu untuk keluarga apalagi bermasyarakat. Memang bekerja juga menjadi bagian dari ibadah dan insyaAllah berpahala. Jika belasan jam kita gunakan untuk urusan kerjaan. Sebagai seorang Muslim, kita bisa meluangkan setidaknya satu jam untuk membuat Allah SWT. tertawa.
“Ketahuilah, sesungguhnya Allah tertawa terhadap dua orang laki-laki: Seseorang yang bangun pada malam yang dingin dari ranjang dan selimutnya, lalu ia berwudhu’ dan melakukan shalat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman kepada para Malaikat-Nya, ‘Apa yang mendorong hamba-Ku melakukan ini?’ Mereka menjawab, ‘Wahai Rabb kami, ia melakukan ini karena mengharap apa yang ada di sisi-Mu dan takut dari apa yang ada di sisi-Mu pula.’ Allah berfirman, ‘Sesungguhnya Aku telah memberikan kepadanya apa yang ia harapkan dan memberikan rasa aman dari apa yang ia takutkan.” (HR. Ahmad).
Tentang keutamaan salat malam itu, juga disebutkan dalam hadis lain. “Sesungguhnya di malam hari terdapat waktu tertentu, yang bila seorang muslim memohon kepada Allah dari kebaikan dunia dan akhirat pada waktu itu, maka Allah pasti akan memberikan kepadanya, dan hal tersebut ada di setiap malam.” (HR. Muslim)
Satu jam yang bisa digunakan untuk salat malam. Untuk berzikir. Mengingat penguasa seluruh alam. Satu jam tambahan dengan jaminan setiap permohonan akan dikabulkan.
Allah SWT. juga akan tertawa menyaksikan hamba yang serius dalam berjihad. Sebagaimana disebtukan dalam hadis Dari Nu’aim bin Hammaar, “Bahwasannya ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Syuhadaa’ apa yang paling utama?” Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallambersabda : “Orang yang apabila masuk di barisan perang/jihad, maka mereka akan memfokuskan wajah-wajah mereka hingga terbunuh. Mereka itulah orang-orang yang pergi menempati kamar-kamar di surga yang tinggi. Rabb mereka tertawa kepada mereka. Dan apabila Rabb mu tertawa kepada seorang hamba di dunia, maka ia kelak tidak akan dihisab.” (HR. Ahmad).
Semoga kita bisa menjadi bagian dari golongan orang yang bisa membuat Allah SWT. tertawa. [e]
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow