Islam

Islam

MediaMU.COM

May 22, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pandangan Para Ulama Terkait Darah Istihadhah

gambar darah istihadhah / Pandangan Para Ulama Terkait Darah Istihadhah

MEDIAMU.COM - Menghitung darah istihadhah (darah haid yang tidak teratur) adalah penting bagi wanita Muslim untuk menjalankan ibadah-ibadah tertentu, terutama shalat. Istihadhah adalah kondisi haid yang tidak teratur atau berbeda dari haid biasa.

Also Read Penyakit Jiwa

Menghitung darah istihadhah membantu wanita menjaga kebersihan spiritual dan fisik. Dengan mengenali tanda-tanda istihadhah dan menghitung masa istihadhah, wanita dapat menjaga kebersihan badan dan pakaian serta melaksanakan ibadah dengan rasa nyaman dan tenang.

mayoritas ulama dari kalangan mazhab Syafi’iyah berpendapat bahwa cara menentukan adat haidh wanita cukup dengan satu kali haidh saja, yaitu hadidh yang pertama. Selanjutnya, ia sudah bisa menentukan dan memperkirakan waktu keluarnya darah dengan haidhnya yang pertama tersebut, karena sudah dianggap adat, 

وَتَثْبُتُ الْعَادَةُ بِمَرَّةٍ وَاحِدَةٍ. فَإِذَا حَاضَتْ فِي شَهْرٍ خَمْسَةَ أَيَامٍ، ثُمَّ اسْتَحِيْضَتْ فِيْ شَهْرٍ بَعْدَهُ رُدَّتْ إِلَى الْخَمْسَةِ

 Artinya, “Adat (kebiasaan haidh) bisa menjadi patokan dengan satu kali (haidh) saja. Maka, jika wanita mengalami pendarahan di bulan (pertama mengalami haidh) selama lima hari, kemudian haidh kembali di bulan selanjutnya, maka (cara menentukan waktu haidhnya) adalah lima hari (sebagaimana haidh pertamanya).”

 Yang berlandaskan hadits Rasulullah, yang menjadikan siklus haidh sebelumnya sebagai patokan dalam menentukan masa haidh di bulan setelahnya. 

Nabi bersabda: 

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ امْرَأَةً كَانَتْ تُهَرَاقُ الدَّمَ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ فَاسْتَفْتَتْ لَهَا أُمُّ سَلَمَةَ رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ: لِتَنْظُرْ عَدَدَ اللَّيَالِى وَالأَيَّامِ الَّتِى كَانَتْ تَحِيضُ مِنَ الشَّهْرِ قَبْلَ أَنْ يُصِيبَهَا الَّذِى أَصَابَهَا، فَلْتَتْرُكِ الصَّلاَةَ قَدْرَ ذَلِكَ مِنَ الشَّهْرِ، فَإِذَا خَلَّفَتْ ذَلِكَ فَلْتَغْتَسِلْ وَتَسْتَثْفِرْ بِثَوْبٍ ثُمَّ لِتُصَلِّى 

Artinya, “Dari Ummi Salamah, ada seorang perempuan yang mengalami pendarahan pada zaman Rasulullah, kemudian dia memintakan fatwa kepada Rasulullah, maka beliau menjawab: ‘Hendaklah kamu menghitung malam-malam dan hari-hari di mana kamu haidh di bulan sebelum mengalami pendarahan. Kemudian, tinggalkanlah shalat sebanyak hari di bulan tersebut. Dan, apabila telah melampaui hitungan hari tersebut, hendaklah mandi kemudian mengencangkan pakaian, selanjutnya kerjakanlah shalat,'” (HR Ahmad).

menurut Imam al-Mutawalli dan Abu Ali ibn Khairan adah haidh wanita bisa dijadikan tolok ukur haidh ketika sudah keluar dua kali. Dengan kata lain, haidh pertama kali wanita tidak bisa dijadikan patokan sebelum haidh yang kedua. 

Hanya saja, pendapat ini dianggap lemah (daif). Ketiga, menurut Imam ar-Rafi’i melalui riwayat dari Abul Hasan al-Ubbadi, tidak bisa dikatakan sebagai adah dalam menentukan haidh kecuali sudah pernah mengalami haidh sebanyak tiga kali. 

Jika hanya satu, atau dua, maka belum bisa dikatakan adah dan belum bisa dijadikan patokan haidh. 

Selanjutnya pendapat ulama mazhab Syafi’iyah tersebut, para ulama fiqih lintas mazhab juga memiliki pandangan dan pendapat yang senada dengan penjelasan di atas, di antaranya,

- menurut Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad, adah haidh wanita tidak bisa menjadi patokan sebelum mengalami dua kali haidh

- mazhab Imam Malik mengatakan bahwa patokan adah haidh wanita apabila sudah pernah menstruasi sebanyak tiga kali. (Imam Nawawi, II/417). 

Dengan ini kita bisa menarik kesimpulan dari beberepa penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa para ulama berbeda pendapat perihal cara menentukan adah (kebiasaan) haidh wanita untuk memastikan siklus haidh setelahnya. Jika mengikuti mayoritas ulama mazhab Syafi’i, maka satu kali haidh saja sudah cukup. Boleh juga dengan menunggu hingga dua kali haidh.

Ciri Ciri Darah Istihadhah

Berikut adalah poin-poin ciri-ciri darah istihadhah dengan lengkap,

1.Warna Darah

Darah istihadhah biasanya berwarna merah muda atau kecoklatan, berbeda dengan darah haid yang cenderung lebih gelap.

2. Konsistensi Darah

Darah istihadah cenderung lebih encer dibandingkan dengan darah haid yang lebih kental.

3. Durasi dan Waktu

Darah istihadah dapat keluar di luar waktu haid dan tidak memiliki pola waktu yang tetap, berbeda dengan darah haid yang memiliki siklus teratur.

4. Jumlah Darah

Darah istihadah biasanya keluar dalam jumlah yang sedikit dan tidak terus-menerus, berbeda dengan darah haid yang keluar lebih banyak dan terus-menerus.

5. Kondisi Fisik

Wanita yang mengalami istihadhah seringkali tidak merasakan gejala khas haid seperti kram perut atau mood swings.

5. Penyebab

Darah istihadhah biasanya disebabkan oleh faktor lain seperti infeksi, peradangan, atau gangguan kesehatan lainnya, bukan karena proses alami siklus menstruasi.

Cara Menghitung Darah Istihadhah

Istihadhah adalah kondisi perdarahan abnormal yang terjadi di luar masa haid atau nifas. Berikut adalah poin-poin cara menghitung darah istihadhah:

Identifikasi Waktu Haid Tentukan terlebih dahulu waktu haid yang biasa dialami, termasuk awal dan akhir periode haid.

Perbedaan Darah Kenali perbedaan antara darah haid (hayd) dan darah istihadhah. Darah haid biasanya lebih gelap dan kental, sedangkan darah istihadhah lebih terang dan encer.

Durasi Haid Normal Catat durasi haid normal, yang biasanya antara 6-10 hari. Setiap perdarahan di luar durasi ini dapat dianggap sebagai istihadhah.

Periode Istihadhah Setelah melewati durasi haid normal, perdarahan yang terjadi dianggap sebagai darah istihadhah.

Pembersihan Jika perdarahan berhenti sebelum mencapai 15 hari, wanita tersebut dianggap suci dan dapat melaksanakan ibadah seperti biasa.

Periode Suci Jika ada periode suci antara dua periode haid, maka periode tersebut dianggap sebagai masa suci, bukan istihadhah.

Konsistensi Perdarahan Jika perdarahan terus-menerus tanpa henti hingga periode haid berikutnya, maka seluruh periode tersebut dianggap sebagai istihadhah.

Perhitungan Waktu Sholat Selama istihadhah, wanita tersebut harus tetap melakukan sholat. Dia harus melakukan wudhu untuk setiap waktu sholat, dan boleh melaksanakan sholat meskipun masih mengalami perdarahan.

Periode Ibadah Lainnya Untuk ibadah lain seperti puasa, wanita tersebut harus menunggu hingga darah berhenti dan ia suci kembali.

Darah Haid dan Darah Istihadhah

Darah haid dan darah istihadhah memiliki beberapa perbedaan yang penting untuk dipahami, terutama bagi perempuan dalam menentukan status kebersihan dan kewajiban ibadahnya. Berikut adalah poin-poin perbedaan antara darah haid dan darah istihadhah.

Definisi 

Darah Haid Darah yang keluar dari rahim wanita secara alami pada interval tertentu, yang bukan disebabkan oleh penyakit atau kehamilan. Darah Istihadhah darah yang keluar dari rahim wanita di luar masa haid atau nifas, yang biasanya disebabkan oleh suatu kondisi atau penyakit.

Warna

Darah Haid Biasanya berwarna lebih gelap, seperti merah kehitaman atau merah kecoklatan. Darah Istihadhah Warna darahnya lebih terang, bisa merah muda atau merah segar.

Konsistensi

Darah Haid Darahnya kental dan bisa menggumpal. Darah Istihadhah Darahnya lebih encer dan tidak menggumpal.

Durasi dan Pola

Darah Haid Keluar secara periodik dengan durasi rata-rata 3-7 hari, dengan interval 28-35 hari. Darah Istihadhah Tidak berpola, bisa berlangsung terus-menerus atau tidak teratur.

Kesimpulan

Darah haid adalah darah yang keluar dari rahim wanita secara alami pada interval tertentu, sedangkan darah istihadhah adalah darah yang keluar di luar masa haid atau nifas akibat kondisi atau penyakit tertentu. Darah haid biasanya berwarna gelap, kental, dan berpola, sedangkan darah istihadhah lebih terang, encer, dan tidak berpola.

Dampak terhadap Ibadah Darah haid membuat wanita dianggap najis dan dilarang melakukan ibadah tertentu, sedangkan darah istihadhah tidak menghalangi wanita untuk melakukan ibadah, namun memerlukan wudhu sebelum shalat.Tindakan Wanita yang mengalami haid tidak perlu tindakan khusus selain menjaga kebersihan, sedangkan wanita yang mengalami istihadhah disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Pemahaman tentang perbedaan antara darah haid dan darah istihadhah penting bagi wanita dalam menentukan status kebersihan dan kewajiban ibadahnya sesuai dengan hukum syar'i.

Ingin mempelajari lebih lanjut tentang perbedaan antara darah haid dan darah istihadhah serta dampaknya terhadap ibadah dan kehidupan sehari-hari? Kunjungi mediamu.com untuk mendapatkan informasi lengkap dan tips kesehatan wanita yang akurat dan terpercaya. Jangan biarkan kebingungan menghalangi ibadah dan aktivitas Anda, temukan jawabannya sekarang di mediamu.com!

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here