Islam

Islam

MediaMU.COM

Apr 22, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Apa Saja Najis Ma'fu Itu?

MEDIAMU.COM - Dalam ilmu fiqih, najis yang dimaafkan ini disebut dengan istilah najis ma’fu. Menurut Lailatul Badriyah dalam buku Fiqih Ibadah dalam Kehidupan, najis ma’fu adalah najis yang dimaafkan karena tidak terdeteksi panca indera (tercium, terlihat, terasa) dan bukan disebabkan secara sengaja.

Berikut adalah beberapa jenis najis yang dimaafkan seperti dikutip dari buku Praktis & Lengkap Shalat Wajib dan Sunnah oleh Asrifin An-Nakhrawie

1. Air kencing

Percikan air kencing termasuk ke dalam kategori najis ma’fu. Dengan catatan, percikan tersebut hanyalah sebagian kecil, tidak menyebar luas, dan sulit dilihat oleh mata. Sebagaimana dijelaskan dalam kitab bertajuk Al-Iqna’ fi Hilli alfadzi Abi Syuja’:

وَأما مَا لَا يُدْرِكهُ الْبَصَر فيعفى عَنهُ وَلَو من النَّجَاسَة الْمُغَلَّظَة لمَشَقَّة الِاحْتِرَاز عَن ذَلِك

Artinya: “Adapun apa-apa yang tidak terlihat oleh penglihatan maka dimaafkan meskipun itu adalah najis yang mughalladzah karena hal tersebut susah dihindari.”

2. Darah dan Nanah

Sama halnya dengan percikan air kencing, darah dan nanah termasuk dalam najis yang dimaafkan apabila hanya sedikit. Jika sudah terlalu menyebar, sebaiknya segera berganti dengan pakaian yang lebih bersih.

Abu Ja’far At-Thawawi dari Hanafiah mengatakan dalam kitabnya yang berjudul Syarhu Mukhtasor At Thahawi, “Dan apabila pada pakaian orang yang shalat ada darah atau nanah atau muntah atau kotoran besar atau kencing, atau yang serupa dengan itu dari benda-benda yang najis lebih besar dari koin dirham: maka tidak diperbolehkan (haram) dia mengerjakan shalat.”

3. Kotoran Binatang

Jenis kotoran binatang yang dimaksud dalam hal ini adalah yang menempel pada biji-bijian ketika diolah untuk dikonsumsi. Apabila kotoran tersebut tidak sengaja tertempel dan jumlahnya sedikit, maka termasuk najis yang dimaafkan.

Ini juga berlaku untuk kotoran ikan yang ada di dalam air. Jika kotoran ikan tersebut tidak mempengaruhi kejernihan air, maka tidak mengapa.

4. Muntahan Bayi

Muntahan bayi akibat kekenyangan atau gumoh juga termasuk najis ma’fu. Namun, muntahan ini hanya berlaku jika bayi tersebut masih mengandalkan ASI sebagai makanan utamanya. Untuk membersihkannya, cukup dengan membasuh bagian yang terkena najis dengan air sampai bersih

5. Bangkai hewan yang darahnya tidak mengalir

Najis lain yang dimaafkan adalah bangkai hewan yang darahnya tidak mengalir. Contohnya seperti bangkai lalat atau semut yang masuk ke dalam minuman. Bahkan, Rasulullah SAW memberikan saran agar mencelupkan seluruh tubuh lalat apabila minuman telah dihinggapi olehnya karena dapat dijadikan sebagai obat.

Rasulullah SAW bersabda, “Jika ada seekor lalat yang terjatuh pada minuman kalian maka tenggelamkan, kemudian angkatlah (lalat itu dari minuman tersebut), karena pada satu sayapnya ada Rasulullah SAW bersabda, “Jika ada seekor lalat yang terjatuh pada minuman kalian maka tenggelamkan, kemudian angkatlah (lalat itu dari minuman tersebut), karena pada satu sayapnya ada penyakit dan pada sayap lainnya terdapat obat." (HR. Al Bukhari).

Editor : Muhammad Fajrul Falaq. Tim Redaksi mediamu.com

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here