Islam

Islam

MediaMU.COM

Feb 22, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Lika - Liku Sejarah Muktamar Muhammadiyah

Foto Ilustrasi

MEDIAMU.COM - Lika - Liku Sejarah Muktamar Muhammadiyah 

Sejarah Istilah Pertemuan Muktamar 

Sejarah Muktamar Muhammadiyah dapat dipandang sebagai tonggak yang menandai derap maju Persyarikatan di dalam sejarah.

Mengutip Suara Muhammadiyah Edisi XII/2021, istilah muktamar mulai termaktub dalam AD Muhammadiyah sejak kira-kira 76 tahun silam. Penggunaan terminologi itu mengacu pada Putusan Perundingan Silaturahim Muhammadiyah di Yogyakarta tanggal 24-26 November 1946.

Adapun penamaan muktamar sebagai forum tertinggi di lingkungan Persyarikatan diawali pada 1950. Sebelum itu, nama yang biasanya dipakai adalah kongres. Lebih jauh lagi, pada masa-masa awal yakni periode 1912-1921, organisasi masyarakat (ormas) Islam itu sempat memakai istilah algemene vergadering (rapat umum) atau jaarvergadering (pertemuan tahunan).

Awal Masa Bakti Kepemimpinan di Muhammadiyah 

Dalam Rapat Umum ke-11, muncul kesepakatan untuk tidak lagi menggunakan istilah berbahasa Belanda, melainkan bahasa Indonesia, yakni perkumpulan tahunan. Hasil penting lainnya dari pertemuan puncak Muhammadiyah itu adalah naiknya KH Ibrahim menjadi ketua umum.

Secara nasab, hafiz Alquran tersebut adalah putra KH Fadlil Rachmaningrat, penghulu hakim Kesultanan. Masa baktinya berlangsung hingga tahun 1934

Muhammadiyah bahkan pernah memakai istilah Congress Dharurot untuk pertemuan tertinggi yang diselenggarakan secara terbatas pada 1944 dan 1946. Sebab, ketika itu terjadi peperangan dan revolusi fisik bangsa Indonesia dalam melawan penjajah.

Memasuki 1950, nama muktamar mulai digunakan Persyarikatan. Momen itu bertepatan dengan pertemuan tertinggi ke-31. Muktamar ke-31 tersebut dilaksanakan di Yogyakarta.

Mengenai lokasi acara, penyelenggaraan muktamar Muhammadiyah sejak ormas Islam ini berdiri hingga 1925 mengambil tempat di Yogyakarta. Setelah itu, Persyarikatan mulai menggelar muktamar di berbagai daerah luar Yogyakarta.

Muktamar yang Gagal di Laksanakan

Dalam artikelnya di Suara Muhammadiyah, Muhammad Yuanda Zara menjelaskan, Muktamar (Congress) ke-30 Muhammadiyah di Purwokerto pada 1941 sempat gagal dilaksanakan. Sebab, ketika itu penguasa Hindia Belanda (Indonesia) menetapkan bahwa negara dalam keadaan bahaya alias staat van oorlog en beleg (SOB). Padahal, panitia Congress ke-30 Muhammadiyah telah mempersiapkan logo, tempat acara, undangan, dan berbagai hal lainnya.

Ancaman yang dirasakan otoritas Hindia Belanda terutama datang dari ekspansi Jepang dalam kancah Perang Dunia II di palagan Asia Pasifik. Pemerintah kolonial Belanda juga mewaspadai dampak invasi pasukan Nazi Jerman atas anah air mereka sejak Mei 1940.

Sekira tiga tahun kemudian, tepatnya pada 1944, Muhammadiyah mengadakan muktamar darurat. Ini merupakan imbas dari situasi yang tidak kondusif sejak masuknya pendudukan Jepang di Indonesia. Karena bersifat darurat, jumlah peserta forum itu terbilang sedikit, tidak seramai biasanya.

Awal Muktamar - Hingga sekarang

Muktamar ke-1, tahun 1912, istilah: Algemene Vergadering, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-2, tahun 1913, istilah: Algemene Vergadering, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-3, tahun 1914, istilah: Algemene Vergadering, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-4, tahun 1915, istilah: Algemene Vergadering, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-5, tahun 1916, istilah: Algemene Vergadering, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-6, tahun 1917, istilah: Algemene Vergadering, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-7, tahun 1918, istilah: Algemene Vergadering, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-8, tahun 1919, istilah: Algemene Vergadering, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-9, tahun 1920, istilah: Algemene Vergadering, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-10, tahun 1921, istilah: Algemene Vergadering, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-11, tahun 1922, istilah: Jaarvergadering, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-12, tahun 1923, istilah: Perkumpulan Tahunan, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-13, tahun 1924, istilah: Congres, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-14, tahun 1925, istilah: Congres, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-15, tahun 1926, istilah: Congres, lokasi: Surabaya, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-16, tahun 1927, istilah: Congres, lokasi: Pekalongan, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-17, tahun 1928, istilah: Congres, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-18, tahun 1929, istilah: Congres, lokasi: Surakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-19, tahun 1930, istilah: Congres, lokasi: Minangkabau Bukittinggi, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-20, tahun 1931, istilah: Congres, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-21, tahun 1932, istilah: Congres, lokasi: Makassar, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-22, tahun 1933, istilah: Congres, lokasi: Semarang, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-23, tahun 1934, istilah: Congres, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-24, tahun 1935, istilah: Congres, lokasi: Banjarmasin, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-25, tahun 1936, istilah: Congres Seperempat Abad, lokasi: Jakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-26, tahun 1937, istilah: Congres, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-27, tahun 1938, istilah: Congres, lokasi: Malang, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-28, tahun 1939, istilah: Congres, lokasi: Medan, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-29, tahun 1940, istilah: Congres, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-30, tahun 1941, istilah: Congres, lokasi: Purworejo, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah. Kongres ini batal dilaksanakan karena instabilitas politik.

Muktamar Darurat, tahun 1944, istilah: Congres Dharurot untuk cabang-cabang Muhammadiyah se-Jawa Baru, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar Darurat, tahun 1946, istilah: Congres Dharurot untuk cabang dan ranting Muhammadiyah seluruh Jawa-Madura, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-31, tahun 1950, istilah: Muktamar, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Hoofdbestuur (HB) Moehammadijah

Muktamar ke-32, tahun 1953, istilah: Muktamar, lokasi: Purwokerto, penyelenggara: Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Muktamar ke-33, tahun 1956, istilah: Muktamar, lokasi: Palembang, penyelenggara: Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Muktamar ke-34, tahun 1959, istilah: Muktamar, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Muktamar ke-35, tahun 1962, istilah: Muktamar Setengah Abad atau Muktamar Anugerah, lokasi: Jakarta, penyelenggara: Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Muktamar ke-36, tahun 1965, istilah: Muktamar, lokasi: Bandung, penyelenggara: Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Muktamar ke-37, tahun 1968, istilah: Muktamar, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Muktamar ke-38, tahun 1971, istilah: Muktamar, lokasi: Ujung Pandang, penyelenggara: Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Muktamar ke-39, tahun 1975, istilah: Muktamar, lokasi: Padang, penyelenggara: Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Muktamar ke-40, tahun 1978, istilah: Muktamar, lokasi: Surabaya, penyelenggara: Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Muktamar ke-41, tahun 1985, istilah: Muktamar, lokasi: Surakarta, penyelenggara: Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Muktamar ke-42, tahun 1990, istilah: Muktamar, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Muktamar ke-43, tahun 1995, istilah: Muktamar, lokasi: Aceh, penyelenggara: Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Muktamar ke-44, tahun 2000, istilah: Muktamar, lokasi: Jakarta, penyelenggara: Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Muktamar ke-45, tahun 2005, istilah: Muktamar, lokasi: Malang, penyelenggara: Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Muktamar ke-46, tahun 2010, istilah: Muktamar Satu Abad, lokasi: Yogyakarta, penyelenggara: Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Muktamar ke-47, tahun 2015, istilah: Muktamar, lokasi: Makassar, penyelenggara: Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Muktamar ke-48, tahun 2020, ditunda menjadi 2022 karena pandemi Covid-19, istilah: Muktamar, lokasi: Surakarta, penyelenggara: Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Kesimpulan

Muktamar merupakan pertemuan Akbar organisasi Muhammadiyah yang memberikan tentang pembaharuan di setiap langkah kedepannya. Berkumpul di suatu tempat untuk mencapai harapan bersama.

Demikianlah artikel dari Muktamar Muhammadiyah serta penjelasan sejak awal hingga sekarang di Muktamar ke-48. simak artikel lainnya di mediamu.com

Editor: Muhammad Fajrul Falaq 

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here