Islam

Islam

MediaMU.COM

Feb 22, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

12 Langkah Muhammadiyah (1938-1940)

Menjunjung tinggi firman Tuhan Allah SWT, yang termaktub di dalam Al-Qur’an dan mengambil tauladan akan perjalanan junjungan Nabi Muhammad SAW yang terhimpun didalam kitab Haditsnya, sebagaimana yang tersebut di bawah ini :

“Dan ketahuilah bahwa utusan Tuhan Allah ada pada kamu sekalian, yang mana kalau beliau yang menuruti kamu di dalam beberapa perkara, tentulah kamu sekalian keberatan. Akan tetapi Allah mempersukakan kamu sekalian kepada Iman dan telah memperhiaskannya di dalam hatimu sekalian; malah memperbencikan kamu sekalian daripada kekafiran, kecabulan dan kedurhakaan. Mereka itulah yang berjalan lurus, mendapat karunia dan kenikmatan dari Tuhan Allah yang Maha Mengetahui dan Bijaksana” (QS Al Hujurat ayat 7-8).

“Peringanlah dan jangan kamu mempersusahkan serta gembirakanlah dan jangan kamu membikin orang lari,” (HR Bukhari dari Anas).

“Sesungguhnya yang paling baik dari kamu sekalian, ialah yang paling bagus budi pekertinya.” (HR Bukhari dari Abdullah bin Amir).

“Beruntunglah orang yang meneliti keaiban (kesalahan) dirinya sendiri , daripada meneliti keaiban orang lain.” (HR Firdaus dari Anas).

“Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu sekalian orang-orang yang menegakkan keadilan, bersaksi kepada Tuhan Allah, meskipun mengenai dirimu sendiri atau kedua ayah bunda dan sanak saudaramu. Kalau keadaannya kaya atau miskin, maka Tuhan Allah lebih terdahulu dari keduanya. Maka janganlah kamu menuruti hawa nafsu pengadilanmu, kamu condong atau kamu tolak; sesungguhnya Tuhan Allah itu mengetahui pekerjaanmu.” (QS an Nisa’ ayat 135).

“Turutlah Tuhan Allah dan utusanNya serta janganlah kamu berselisihan yang menceraiberaikan kamu dang menghilangkan kekuatanmu. Maka sabarlah, sesungguhnya Tuhan Allah itu menyertai orang-orang yang sabar.” (QS al-Anfal ayat 46).

“Kebijaksanaan itu diberikan siapa yang dikehendaki oleh Tuhan Allah, dan barang siapa yang sudah diberi kebijaksanaan, dialah yang mendapat kebaikan yang banyak. Akan tetapi orang tidak ingat, kecuali yang sama mempunyai pikiran.” (QS al-Baqarah ayat 269).

Maka Hoofdbesturr (PP) Muhammadiyah dengan sungguh-sungguh melangsungkan langkahnya yang lebih luas dan menetapkan jejaknya yang kokoh, dalam tahun 1938-1940, akan:

  1. Memperdalamkan Masuknya Iman

Hendaklah iman itu ditablighkan, disiarkan dengan selebar-lebarnya, yakni diberi riwayatnya dan diberi dalil buktinya, dipengaruhkan dan digembirakan, sampai iman itu mendarah daging, masuk di tulang sungsum dan mendalam di hati sanubari kita, sekutu-sekutu Muhammadiyah seumumnya.

  1. Memperluaskan Faham Agama

Hendaklah faham agama yang sesungguhnya itu dibentangkan dengan arti yang seluas-luasnya, boleh diujikan dan diperbandingkan, sehingga kita sekutu-sekutu Muhammadiyah mengerti perluasan agama Islam, itulah yang paling benar, ringan dan berguna, maka mendahulukanlah pekerjaan keagamaan itu.

  1. Memperbuahkan Budi Pekerti

Hendaklah diterangkan dengan jelas tentang akhlaq yang terpuji dan akhlaq yang tercela serta diperbahaskannya tentang memakainya akhlaq yang mahmudah dan menjauhkan akhlaq yang madzmumah itu, sehingga menjadi amalan kita, ya seorang sekutu Muhammadiyah, kita berbudi pekerti yang baik lagi berjasa.

  1. Menuntunkan Amalan Intiqad

Hendaklah senantiasa melakukan perbaikan diri kita sendiri (self corectie), segala usaha dan pekerjaan kita, kecuali diperbesarkan, supaya diperbaikilah juga. Buah penyelidikan perbaikan itu dimusyawaratkan di tempat yang tentu, dengan dasar mendatangkan maslahat dan menjauhkan madlarat, sedang yang kedua ini, didahulukan dari yang pertama.

  1. Menguatkan Persatuan

Hendaklah menjadi tujuan kita juga, akan menguatkan persatuan organisasi dan mengokohkan pergaulan persaudaraan kita serta mempersamakan hak-hak dan memerdekakan lahirnya pikiran-pikiran kita.

  1. Menegakkan Keadilan

Hendaklah keadilan itu dijalankan semestinya, walaupun akan mengenai badan sendiri, dan ketetapan yang sudah seadil-adilnya itu dibela dan dipertahankan di mana juga.

  1. Melakukan Kebijaksanaan

Dalam gerak kita tidaklah melupakan hikmah, hikmah mana hendaklah disendikan kepada Kitabullah dan Sunnaturrasulillah. Kebijaksanaan yang menyalahi kedua pegangan kita itu, mestilah kita buang, karena itu bukan kebijaksanaan yang sesungguhnya.

Dalam pada itu, dengan tidak mengurangi segala gerakan ke-Muhammadiyaham, maka pada tahun 1938-1940 HB Muhammadiyah mengemukakan pekerjaan akan:

  1. Menguatkan Majlis Tanwir

Sebab Majlis ini nyata-nyata berpengaruh besar dalam kalangan kita Muhammadiyah dan sudah menjadi tangan kanan yang bertenaga disisi Hoofdbestuur (PP) Muhammadiyah, maka sewajibnyalah kita perteguhkan dengan diatur sebaik-baiknya.

  1. Mengadakan Konperensi Bagian.

Untuk mengadakan garis yang tentu dalam langkah-langkah Bagian kita, maka hendaklah kita berikhtiar mengadakan Konferensi Bagian, umpama: Konperensi Bagian Penyiaran Agama (Tabligh) seluruh Indonesia dan lain-lain sebagainya.

  1. Mempermusyawarahkan Putusan.

Agar dapat keentengan (keringanan) dan permudahan pekerjaan, maka hendaklah setiap ada keputusan yang mengenai kepala Majelis (Bagian), dimusyawarahkanlah dengan yang bersangkutan itu lebih dahulu, sehingga dapatlah mentanfidzkan dengan cara menghasilkannya dengan segera.

  1. Mengawaskan Gerakan Jalan.

Pemandangan kita hendaklah kita tajamkan akan mengawasi gerak kita yang ada di dalam Muhammadiyah, yang sudah lalu, yang masih langsung dan yang bertambah (yang akan datang/berkembang).

  1. Mempersambungkan Gerakan Luar.

Kita berdaya-upaya akan memperhubungkan diri kepada luaran (ekster), lain-lain persyarikatan dan pergerakan di Indonesia, dengan dasar Silaturahmi, tolong-menolong dalam segala kebaikan, yang tidak mengubah asasnya masing-masing, terutama perhubungan kepada persyarikatan dan pemimpin Islam. (lut)

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here