Islam

Islam

MediaMU.COM

Apr 22, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Penjelasan Shalat Tarawih Muhammadiyah

Penjelasan Shalat Tarawih Muhammadiyah

MEDIAMU.COM - Shalat Tarawih merupakan salah satu ibadah khusus yang dilaksanakan umat Islam selama bulan Ramadhan. Ibadah ini dilakukan setelah shalat Isya, sebagai bentuk tambahan ibadah di malam hari. Shalat Tarawih menjadi sarana bagi umat Muslim untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Menurut beberapa pendapat, jumlah rakaat Shalat Tarawih berbeda-beda, namun yang terpenting adalah kekhusyukan dan penghayatan dalam setiap gerakan dan doa yang dipanjatkan.

Sejarah dan Asal-usul Shalat Tarawih

Sejarah dan asal-usul shalat tarawih memiliki akar yang mendalam dalam tradisi Islam. Praktik ini pertama kali diperkenalkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai ibadah sunnah yang dilaksanakan pada malam bulan Ramadan. Setelah wafatnya Nabi, Khalifah Umar bin Khattab RA kemudian menghidupkan kembali praktik ini dengan mengumpulkan umat Islam untuk melaksanakan shalat tarawih secara berjamaah. Dari sinilah shalat tarawih menjadi tradisi tahunan yang diikuti oleh umat Islam di seluruh dunia sebagai bagian dari ibadah di bulan suci Ramadan.

Pandangan Muhammadiyah tentang Shalat Tarawih

Dasar Hukum Shalat Tarawih Menurut Muhammadiyah Dalil Al-Qur'an dan Hadis

Pandangan Muhammadiyah tentang shalat tarawih didasarkan pada dalil-dalil yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis. Salah satu hadis yang sering dikutip adalah

perkataan Nabi Muhammad SAW, "Shalatilah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat" (رواه البخاري).

Meskipun tidak ada perintah spesifik tentang jumlah rakaat dalam shalat tarawih, Muhammadiyah mengambil pendekatan bahwa shalat tarawih merupakan shalat sunnah yang jumlah rakaatnya disesuaikan dengan kemampuan dan kebiasaan Nabi Muhammad SAW.

Dalam Al-Qur'an sendiri, tidak secara eksplisit disebutkan tentang shalat tarawih, tetapi umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah di bulan Ramadan,

sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 185:

"Bulan Ramadan adalah bulan di mana Al-Qur'an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)"

(شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ).

Dari ayat ini, Muhammadiyah menekankan pentingnya memanfaatkan bulan Ramadan untuk meningkatkan ibadah, termasuk melaksanakan shalat tarawih.

Pendapat Muhammadiyah

Pendapat ulama Muhammadiyah tentang shalat tarawih menekankan pada pelaksanaan yang sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW. Mereka berpendapat bahwa jumlah rakaat shalat tarawih adalah sebelas, termasuk witir, berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA. Ulama Muhammadiyah juga menyarankan agar shalat tarawih dilaksanakan dengan khusyuk dan tidak tergesa-gesa, mengikuti tuntunan Rasulullah dalam melaksanakan ibadah. Hal ini sesuai dengan prinsip Muhammadiyah yang mengutamakan kesederhanaan dan kembali kepada Al-Qur'an dan Hadis sebagai sumber ajaran Islam.

Jumlah Rakaat Shalat Tarawih dalam Pandangan Muhammadiyah

Dalam pandangan Muhammadiyah, jumlah rakaat shalat tarawih yang disunnahkan adalah 11 rakaat, termasuk witir. Berikut adalah penjelasan mengenai argumentasi 11 rakaat shalat tarawih menurut Muhammadiyah, dengan memperhatikan kaidah SEO:

Jumlah Rakaat Shalat Tarawih dalam Pandangan Muhammadiyah: Argumentasi 11 Rakaat

Pendekatan Hadis Nabi Muhammad SAW

Muhammadiyah menekankan pentingnya mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW dalam setiap ibadah, termasuk shalat tarawih. Hadis yang diriwayatkan oleh Aisha RA, istri Nabi Muhammad SAW, menyatakan bahwa Nabi tidak pernah melaksanakan shalat tarawih lebih dari 11 rakaat, baik di bulan Ramadhan maupun di luar bulan Ramadhan. Hal ini menjadi dasar utama Muhammadiyah dalam menetapkan 11 rakaat sebagai jumlah rakaat shalat tarawih yang disunnahkan.

Konsistensi Ibadah

Muhammadiyah berpendapat bahwa jumlah rakaat shalat tarawih seharusnya konsisten dengan jumlah rakaat shalat malam (qiyamul lail) yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, yaitu 11 rakaat. Dengan demikian, pelaksanaan shalat tarawih 11 rakaat dianggap sesuai dengan tuntunan Nabi dan menjaga konsistensi dalam ibadah.

Pentingnya Kualitas Ibadah

Muhammadiyah menekankan bahwa kualitas ibadah lebih penting daripada kuantitasnya. Shalat tarawih 11 rakaat dianggap dapat memberikan kesempatan kepada umat Islam untuk lebih khusyuk dan merenungkan makna ayat-ayat Al-Qur'an yang dibacakan, daripada melaksanakan shalat tarawih dengan jumlah rakaat yang banyak namun tergesa-gesa.

Kemudahan bagi Umat

Dengan menetapkan jumlah rakaat shalat tarawih yang tidak terlalu banyak, Muhammadiyah berharap dapat memudahkan umat Islam untuk melaksanakan ibadah ini dengan khusyuk dan istiqamah selama bulan Ramadhan, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu atau kondisi fisik.

Muhammadiyah mengajarkan bahwa shalat tarawih 11 rakaat merupakan praktik yang sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW dan memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah mereka selama bulan Ramadhan. Argumentasi ini didasarkan pada hadis-hadis sahih dan pemahaman yang mendalam tentang esensi ibadah dalam Islam.

Manfaat dan Keutamaan Shalat Tarawih

Shalat tarawih merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadan. Melalui shalat tarawih, umat Islam memiliki kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah ini membantu meningkatkan keimanan dan ketakwaan seorang Muslim. Melaksanakan shalat tarawih secara berjamaah di masjid dapat meningkatkan kualitas ibadah seseorang. Suasana yang khusyuk dan tenang membantu memfokuskan diri pada doa dan zikir, serta menghindarkan dari gangguan pikiran duniawi.

Shalat tarawih berperan penting dalam proses pembersihan jiwa. Dengan membaca dan mendengarkan ayat-ayat Al-Qur'an selama shalat, hati menjadi lebih tenang dan pikiran menjadi lebih jernih, yang pada akhirnya membantu membersihkan jiwa dari sifat-sifat negatif seperti iri hati, dengki, dan kemarahan. Salah satu keutamaan shalat tarawih adalah peluang untuk meraih Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah pada sepuluh hari terakhir Ramadan, termasuk melalui shalat tarawih, dengan harapan mendapatkan keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.

Shalat tarawih yang dilakukan secara berjamaah juga memperkuat silaturahmi antar umat Islam. Kebersamaan dalam melaksanakan ibadah ini membangun rasa persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama.

Kesimpulan

Dalam pandangan Muhammadiyah, shalat tarawih diartikan sebagai ibadah sunnah yang khusus dilaksanakan pada bulan Ramadhan setelah shalat Isya. Ibadah ini dianggap sebagai sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat Islam selama bulan suci. Muhammadiyah menyarankan agar shalat tarawih dilakukan sebanyak 11 rakaat, mengikuti praktik yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Meskipun demikian, pelaksanaan shalat tarawih sebanyak 23 rakaat juga tidak dianggap salah atau dilarang, namun 11 rakaat lebih ditekankan.

Shalat tarawih dilaksanakan setelah shalat Isya dan dapat dilakukan hingga waktu sebelum shalat Subuh. Waktu pelaksanaannya bersifat fleksibel, sehingga umat Islam dapat menyesuaikannya dengan kondisi dan situasi masing-masing. Tata cara pelaksanaan shalat tarawih dalam pandangan Muhammadiyah sama seperti shalat sunnah pada umumnya. Shalat ini dilakukan dengan niat khusus untuk tarawih, dan dilaksanakan dua rakaat sekali salam. Setiap dua rakaat, diikuti dengan salam dan kemudian dilanjutkan dengan dua rakaat berikutnya hingga jumlah rakaat yang ditentukan terpenuhi.

Muhammadiyah menekankan bahwa shalat tarawih memiliki keutamaan yang besar, terutama dalam meningkatkan ketaqwaan dan keimanan selama bulan Ramadhan. Ibadah ini dianggap sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperoleh pahala yang berlimpah.

Ingin mengetahui lebih lanjut tentang shalat tarawih menurut pandangan Muhammadiyah? Kunjungi mediamu.com sekarang juga untuk mendapatkan informasi lengkap dan terpercaya seputar ibadah tarawih dan berbagai topik islami lainnya!

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here