Islam

Islam

MediaMU.COM

Apr 22, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kenali Apa Musaqah Itu, Dalil dan Syarat dari Pandangan Ulama

Foto Ilustrasi: Petani

MEDIAMU.COM - Agama islam jauh jauh hari telah mengatur berbagai bentuk kerja sama yang dilakukan dalam segala aspek kehidupan tak luput terutama yaitu kegiatan pertanian. Yaitu disebut musaqah.

Pengertian Musaqah dari Berbagai Pendapat?

Disadur dari buku Hukum Sistem Ekonomi Islam oleh Dr. Mardani, penduduk Madinah menyebut musaqah sebagai muamalah. Musaqah berasal dari kata saqa yang artinya menyirami. 

Also Read Apa itu Wushul ?

Musaqah juga diartikan sebagai bentuk lebih sederhana dari muzara'ah. Di mana penggarap hanya bertanggung jawab atas penyiraman dan pemeliharaan tanaman. Sebagai imbalannya, penggarap berhak mendapatkan nisbah tertentu dari hasil panen.

Secara umum musaqah adalah salah satu bentuk kerja sama antara pemilik lahan dan penggarap di mana penggarap bertugas untuk merawat tanaman saja. Adapun keduanya tetap melakukan bagi hasil sesuai kesepakatan dalam akad.

Dalil tentang memperkuat Musaqah

Sebagaimana terdapat dalam Al Quran surat Ar-Raad ayat 4 sebagai berikut:

وَفِى ٱلْأَرْضِ قِطَعٌ مُّتَجَٰوِرَٰتٌ وَجَنَّٰتٌ مِّنْ أَعْنَٰبٍ وَزَرْعٌ وَنَخِيلٌ صِنْوَانٌ وَغَيْرُ صِنْوَانٍ يُسْقَىٰ بِمَآءٍ وَٰحِدٍ وَنُفَضِّلُ بَعْضَهَا عَلَىٰ بَعْضٍ فِى ٱلْأُكُلِ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

Artinya: "Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman, dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian tanam-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir."

Hukum Penerapan Musaqah Dari Para Ulama

Kebanyakan ulama berpendapat bahwa musaqah hukumnya boleh atau mubah. Hal ini mengacu pada salah satu hadits nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Dari Ibnu Umar, sesungguhnya Nabi Muhammad SAW telah memberikan kebun beliau kepada penduduk Khaibar agar dipelihara oleh mereka dengan perjanjian: mereka akan memperoleh dari penghasilannya, baik dari buah-buahan maupun hasil tanamannya (HR. Muslim).

Bagi Jumhur ulama fiqih dari kalangan Malikiyah, Syafi'iyah, dan Hanabilah Musaqah bisa meliputi 5 rukun musaqah yaitu dua orang/ pihak yang melakukan transaksi, tanah yang dijadikan objek musaqah, jenis usaha yang akan dilakukan petani penggarap, ketentuan mengenai pembagian hasil musaqah dan shighat (ungkapan) ijab dan kabul.

Sedangkan bagi para Hanafiyah berpendapat bahwa yang menjadi rukun dalam akad musaqah adalah ijab dari pemilik tanah perkebunan, kabul dari petani penggarap, dan pekerjaan dari pihak penggarap

Dan bagi Malikiyah memiliki pemikiran bahwa objek musaqah berupa tanaman keras dan palawija dengan syarat akad musaqah dilakukan sebelum buah layak panen, tenggang waktu jelas, akad dilakukan setelah tanaman tumbuh, dan pemilik kebun tidak mampu mengolah dan memelihara tanaman tersebut. Simak Artikel lainnya di mediamu.com.

Editor : Muhammad Fajrul Falaq. Tim Redaksi mediamu.com

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here