Islam

Islam

MediaMU.COM

Apr 22, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kisah Anak Durhaka di Zaman Rasulullah

Foto Ilustrasi

MEDIAMU.COM - Balasan kepada anak yang durhaka terhadap orang tua mereka, yang di berikan gambaran langsung di zaman rasulullah, ada seorang sahabat namanya ‘Alqamah. Ia seorang yang sangat taat kepada Allah, tekun beribadah, tak pernah tertinggal puasa dan shalatnya. Tak terkecuali zakat dan sedekahnya. Namun, di akhir hidupnya , ia kesulitan mengucapkan kalimat Lā ilāha illallāh. 

Setelah dilaporkan dan ditelusuri oleh Rasulullah saw, ‘Alqamah masih memiliki seorang ibu yang sudah tua dan hatinya pernah terluka gegara sikapnya. Menurut sang ibunda, ‘Alqamah terlalu lebih perhatian dan lebih mementingkan istrinya ketimbang ibunya. Itulah sebabnya, saat sakaratul maut, lidah ‘Alqamah kelu tak bisa mengucap kalimah thayyibah. 

Untungnya, Rasulullah saw. segera memintakan ampunan kepada sang ibunda untuk ‘Alqamah. Demi membuka pintu maaf sang ibunda, beliau sempat meminta para sahabat mengumpulkan kayu bakar untuk membakar ‘Alqamah. Mendengar demikian, jiwa keibuan ibunda ‘Alqamah pun bangkit dan hatinya pun luluh. 

Ia merasa tidak tega jika harus melihat jasad sang anak dibakar hidup-hidup di depan mata. Hingga akhirnya ia rela memaafkan ‘Alqamah daripada melihat jasadnya hangus terbakar api. Rasulullah saw menyampaikan kepada sang ibunda, “Duhai ibu, api akhirat jauh lebih pedih ketimbang api dunia.” Setelah dimaafkan, ‘Alqamah pun dengan mudahnya menghembuskan nafas terakhir seraya mengucap kalimah Lā ilāha illallāh. (Lihat: Syekh Zainuddin al-Malaibari, Irsyadul-‘Ibad, halaman 91).

Seorang ‘Alqamah saja yang taat ibadah kepada Allah, berada di ambang kematian su’ul khatimah. Tentunya ini menjadi sebuah pelajaran untuk kita, Agar selalu mendapatkan Rahmat dan ampunan Allah SWT. Simak artikel sebelumnya di mediamu.com

Editor : Muhammad Fajrul Falaq. Tim Redaksi mediamu.com

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here