Islam

Islam

MediaMU.COM

Feb 22, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pandangan Fiqih Tentang Haid

Pandangan Fiqih Tentang Haid

MEDIAMU.COM - Pandangan Fiqih Tentang Haid

Memaknai Istilah Haid 

Haid diartikan ketika keluarnya darah dari rahim wanita pada waktu-waktu tertentu yang bukan karena disebabkan oleh suatu penyakit (dalam keadaan sehat) atau tidak adanya proses persalinan, dimana keluarnya darah itu merupakan sunatullah yang ditetapkan oleh Allah kepada seoarang wanita. Minimal sehari semalam, dan maksimal 15 hari.

Pengertian Secara Bahasa 

Haid diambil dari kata (لانْيَس) artinya aliran. Pendapat dari Jauhari berkata dalam Ash Shihaah, Kata kerja dari haidh adalah hadha – yahidhu. Bentuk dari fi'il Masdarnya bisa haidh, bisa mahidh. Sedangkan isim failnya bisa ha-idh, bisa juga ha-idha

Ciri Darah Haid

Menurut dari seorang Syaikh yaitu Abu Malik mengatakan, “Darah haid berwarna hitam, kental, 

memiliki bau yang tidak sedap yang mengalir dari tempat khusus wanita (rahim) di waktu-waktu yang telah diketahui.”

Dalil Tentang Darah Haid

Disebutkan dari Aisyah , beliau berkata, bahwasanya Fathimah binti Abi Hubaisy suatu ketika sedang Darah. Rasulullah ` bersabda kepadanya, 

إِنَّدَمَالحَيْضِدَمٌأَسْوَادٌيـُعْرَفُ، فَإِذَاكَانَذَالِكَفَأَمْسِكِيْعَنِالصَّلاَةِ، فَإِذَا

كَانَالآخَرُفتـَوَضَّئِي وصَلِّي

“Darah haid adalah darah hitam sebagaimana kalian ketahui. Jika darahnya demikian, tinggalkanlah shalat, namun jika darahnya memiliki ciri-ciri lain (berarti darah istihadhah-pen), berwudhulah kemudian shalatlah.” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i dishahihkan Ibnu 

Hibban. Al Hakim berkata hadits ini shahih berdasarkan syarat Muslim)

Batasan Darah Haid

Dalam sebuah pendapat yang mengatakan bahwa tidak ada batasan tentang darah haid yang muncul dari seorang wanita dan tidak ada juga hadits yang mengikat tentang batasan dari darah haid ini untuk durasi waktu yang lama.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menerangkan, “Diantara para ulama ada yang berpendapat bahwa masa haid maksimal 15 hari dan minimal 1 hari semisal pendapat Asy Syafi’i dan Ahmad. Ada pula Yang berpendapat tidak ada batasan masa haid sama sekali semisal 

pendapat Malik. Mereka (ulama madzab Malikiyyah) beralasan tidak ada satupun hadits shahih dari Nabi ` tidak juga dari para sahabat beliau tentang masalah ini. Dan yang menjadi acuan masa haid wanita adalah kebiasaan. Allahu a’lam. (Majmu’ Fatawa, 21/623) 

Amalan yang Tidak Boleh Dilakukan Ketika Wanita Haid

1. Melaksanakan Salat

hadits Abu Sa’id beliau berkata, Nabi berkata:

ألَيْسَإِذَا حَاضَتْلمَْتُصَلِّوَلاَتَصُمْ؟ فَذالِكَنـقصَان دِينِهَاَ ,

Demikianlah Bukankah wanita haid tidak shalat dan tidak puasa?kekurangan agamanya.” (HR. Bukhari No. 1951 dan Muslim No. 80) 

2. Melaksanakan Puasa

Wanita yang sedang haid dilarang untuk berpuasa. Dalam hadits Aisyah beliau berkata, 

 الصَّلاةِِِكُنَّا يُصِيـْبـُنَا ذَالِكَ(تـَعْني: الحَيْضُ) فـَنـُؤْمَرُبِقَضَاءِالصَّوْمِوَلاَنـُؤْمَرُبقَضَاء

Dahulu kami mengalami haid. Kami diperintahkan mengganti puasa dan tidak diperintah mengganti shalat.” (HR. Muslim No. 265) 

3. Berhubungan suami-istri

Allah Ta’ala berfirman 

فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَفيِالْمَحِيضِ ,

Artinya : “Oleh sebab itu hendaknya kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh.” (QS. Al Baqarah: 222) 

4. Tawaf

berdasarkan hadits ‘Aisyah berkata

اِفـْعَلِيْمَايـَفْعَلُالحَاجُّغَيـْرَأنْلاَتَطوفي ʪلبـَيْتِحَتىَّتَطهري

“Lakukanlah amalan seperti yang dilakukan orang yang berhaji (kecuali thawaf di ka’bah sampai engkau suci.” (HR. Bukhari No. 1650)

5. Talak

firman Allah Ta’ala berfirman

أَيـُّهَا النَّبيُّإِذَا طَلَّقْتُمُالنِّسَآءَفَطَلِّقُوْهُنَّلعد

hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (secara wajar).” (QS. At Thalaq : 1).

Masa Iddah adalah batas waktu menunggu bagi sang istri untuk memastikan bahwa ia tidak hamil setelah dicerai suaminya yaitu selama 3 quru’ (3 kali siklus haid) atau jika dicerai dalam kondisi hamil maka masa iddahnya sampai melahirkan. 

Amalan yang Boleh Dilakukan Wanita Haid

1. Membaca Al Qur’an 

Membaca Alquran di sini dalam artian menurut berbagai ulama bersepakat boleh membaca Alquran namun tidak bisa menyentuh langsung mushaf Alquran.

2. Dzikir dan Do'a 

Hadits dari Aisyah berbunyi

أَنَّالنَّبيَّصَلَّى اللهُعَلَيْهِوَسَلَّمَكَانَيَذْكُرُاللهَعَلَىكُلّأحْيَانه

Artinya:Bahwasanya Nabi berdzikir kepada Allah di setiap keadaan"(HR. Muslim No. 373) 

3. Mendatangi Majelis Ilmu

Seorang wanita yang haid diperbolehkan untuk mendatangi majelis ilmu entah itu di sekolahan entah itu di balai pertemuan di gedung selain masjid. karena masjid tidak dianjurkan untuk wanita haid menetap

4. Sujud tilawah 

Wanita yang sedang haid dibolehkan untuk melakukan sujud tilawah ketika dia melewati surah Alquran yang dianjurkan untuk melaksanakan sujud tilawah.

5. Bercengkrama dengan suami selain jima’. 

Dibolehkan untuk bercengkrama dengan seorang suami seperti melakukan aktivitas sehari-hari yaitu makan mengobrol berdiskusi dan lain sebagainya selagi tidak berbuat berhubungan suami istri.

6. Memotong Kuku dan Rambut

Seorang yang haid diperbolehkan untuk memotong kuku dan rambut seperti halnya biasa. Di samping itu larangan atau dalil yang mengatur tentang memotong kuku dan rambut tidak ada sehingga kegiatan seperti ini diperbolehkan saja.

Kesimpulan

Demikianlah artikel berikut yang menerangkan pengertian dari haid serta beberapa amalan-amalan yang perlu dihindari ketika haid dan amalan yang bisa dilaksanakan oleh wanita yang sedang haid. Semoga bisa menjadi pengetahuan dan ilmu baru untuk kita semua. Simak artikel lainnya di mediamu.com

Editor: Muhammad Fajrul Falaq

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here