Islam

Islam

MediaMU.COM

Apr 22, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kisah Tsaubah Sahabat Nabi yang Dimerdekakan

Kisah Tsaubah Sahabat Nabi yang Dimerdekakan

MEDIAMU.COM - Kisah Tsaubah Sahabat Nabi yang Dimerdekakan 

Kisah Sahabat Tsauban

Tsauban adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal karena kesetiaannya dan perannya dalam menyebarkan ajaran Islam. Tsauban memiliki nama lengkap Tsauban bin Bujdud dan merupakan salah satu di antara para sahabat yang berasal dari kalangan non-Arab, lebih tepatnya dari Persia. Ia dikenal sebagai salah satu budak yang dibebaskan oleh Nabi Muhammad SAW dan kemudian dengan penuh kesetiaan mengikuti serta mendukung perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan Islam.

Setelah memeluk Islam, Tsauban sangat dekat dengan Nabi Muhammad SAW dan sering kali mendampingi beliau. Salah satu peran penting Tsauban adalah sebagai pembawa bendera dalam beberapa ekspedisi dan pertempuran yang dilakukan oleh kaum Muslimin, termasuk dalam Perang Khaibar. Ia juga terkenal karena kesetiaannya yang tinggi dan cintanya yang mendalam kepada Nabi Muhammad SAW. Dikisahkan bahwa Tsauban seringkali merasa sedih dan khawatir akan kesepian yang akan ia rasakan setelah wafatnya Rasulullah, menunjukkan betapa dalamnya cinta dan kecintaannya kepada Nabi.

Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, Tsauban terus berjuang dan berdakwah dalam menyebarkan ajaran Islam. Ia mengikuti beberapa Khalifah Rasulullah dalam berbagai peperangan dan misi dakwah, termasuk masa pemerintahan Abu Bakar As-Siddiq dan Umar bin Khattab. Kisah hidup Tsauban menginspirasi banyak umat Islam tentang pentingnya kesetiaan, cinta, dan dedikasi kepada ajaran Islam dan kepada Nabi Muhammad SAW.

Tsauban wafat pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, meninggalkan warisan spiritual yang kaya bagi umat Islam. Kisah hidupnya menjadi salah satu contoh teladan tentang bagaimana seorang sahabat Nabi yang dengan penuh kesetiaan dan cinta mendukung perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan ajaran Islam.

Budak yang Dimerdakakan Oleh Rasulullah 

Tsauban bin Yajdad radhiyallahu anhu kunyahnya adalah Abu Abdullah. Beliau adalah seorang hamba sahaya yang dimerdekakan oleh Rasulullah. 

Kisah Tsauban, sahabat Nabi, terkait dengan kehidupan dan kesetiaannya terhadap Rasulullah. 

Salah satu peristiwa terkenal adalah ketika Tsauban ragu tentang nasibnya di akhirat. Rasulullah memberikan nasihat dan doa untuknya, mengarahkannya pada kebenaran dan ketenangan. Tsauban adalah contoh kesetiaan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Hadist Riwayat Tsaubah 

Tsauban radhiyallahu anhu telah meriwayatkan 128 hadits dari Rasulullah ﷺ. Salah satu haditsnya yakni, 

إن الله زَوَى لي الأرض، فرأيت مشارقها ومغاربها، وإن أمتي سيبلغ ملكُها ما زُوِيَ لي منها. وأعطيت الكنْزين الأحمر والأبيض. وإني سألت ربي لأمتي أن لا يهلكها بسَنَةٍ عامةٍ، وأن لا يُسَلِّطَ عليهم عدوا من سوى أنفسهم فيَسْتَبِيحَ بَيْضَتَهُمْ؛ وإن ربي قال: يا محمد، إذا قضيتُ قضاءً فإنه لا يُرَدُّ، وإني أعطيتك لأمتك أن لا أهلكهم بسنة عامة، وأن لا أُسَلِّطَ عليهم عدوا من سوى أنفسهم يَسْتَبِيحَ بَيْضَتَهُمْ ولو اجتمع عليهم مَنْ بأقطارها، أو قال من بين أقطارحتى يكون بعضُهم يُهْلِكُ بعضًا ويَسْبِي بعضُهم بعضًا.

“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala menghimpun bumi kepadaku sehingga aku dapat melihat bagian timur serta bagian baratnya, dan kekuasaan umatku akan mencapai bumi yang dihimpunkan kepadaku. Aku diberikan dua perbendaharaan (berwarna) merah dan putih (yaitu; emas dan perak). Sungguh aku memohon kepada Rabbku untuk umatku (1) agar Dia tidak membinasakan umatku dengan bencana kelaparan yang menyeluruh, dan (2) agar tidak menguasakan mereka kepada musuh yang bukan dari golongan mereka sendiri sehingga akan membinasakan (kekuasaan) mereka. Sungguh Rabb-ku telah berfirman, “Wahai Muhammad, sesungguhnya aku jika menetapkan suatu ketetapan maka tidak akan dapat ditolak. Aku telah memberikanmu untuk umatmu bahwa (1) Aku tidak akan membinasakan mereka dengan bencana kelaparan yang menyeluruh, dan (2) Aku tidak akan menjadikan mereka dikuasai musuh yang bukan dari golongan mereka sendiri sehingga akan membinasakan (kekuasaan) mereka, meskipun musuh telah mengepung mereka dari seluruh penjuru dunia –atau di antara seluruh penjuru dunia- hingga sebagian mereka menghancurkan dan menjadikan tawanan sebagian yang lainnya.” (HR. Muslim)

Tsauban Sahabat Rasulullah

Tsauban, seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang berasal dari Persia, dikenal karena loyalitas dan komitmennya yang luar biasa terhadap Nabi. Sebagai mantan budak yang dibebaskan oleh Rasulullah SAW, ia memutuskan untuk tetap setia dan melayani Nabi dengan sepenuh hati setelah merdeka.

Cinta Tsauban kepada Rasulullah SAW sangat mendalam, hingga ia sering kali merasa gelisah dan sedih saat memikirkan kemungkinan terpisah dari Nabi di akhirat, bukan karena takut akan kematian itu sendiri. Keinginannya yang kuat untuk selalu berada di dekat dan di bawah perlindungan Nabi menunjukkan betapa besar cintanya.

Lebih dari sekedar kedekatan pribadi, Tsauban juga aktif dalam dakwah dan pertempuran untuk menyebarkan Islam, berpartisipasi dalam misi dan peperangan di bawah kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. Keberaniannya dan dedikasinya dalam misi ini menegaskan komitmennya terhadap penyebaran ajaran Islam.

Meskipun Nabi Muhammad SAW telah wafat, Tsauban terus mengemban misi dakwah, mengikuti contoh Rasulullah dalam menyebarkan agama Islam. Kisah hidupnya menjadi sumber inspirasi bagi umat Islam untuk mengikuti jejak sahabat Nabi dalam berkomitmen dan mencintai ajaran Rasulullah SAW dengan tulus.

Kepergian Tsauban meninggalkan pelajaran penting bagi umat Islam mengenai pentingnya kesetiaan, cinta, dan pengorbanan dalam menjalankan ajaran Islam dan mengikuti jejak Rasulullah SAW. Kisahnya menjadi bagian dari rangkaian kisah sahabat Nabi yang mengajarkan nilai-nilai keutamaan, loyalitas, dan cinta abadi terhadap Nabi Muhammad SAW.

Kisah Inspiratif Tsaubah

Gelar al-wafiyyu didapatkan olehnya karena keteguhan dan keistiqamahannya memegang janji. Sejak mengatakan, “Aku (mau), wahai Rasulullah”, Tsauban tidak pernah sekalipun meminta sesuatu kepada orang lain, baik itu harta benda ataupun pertolongan.

Tsaubah memilih mengambil sendiri cambuknya yang jatuh meski sedang mengendarai unta, padahal banyak orang yang bisa dimintai tolong olehnya. Dalam riwayat lain dikatakan (jalur Sulaiman bin Ahmad), bahwa Rasulullah berkata:  

 مَنْ يَتَكَفَّلُ لِي أَنْ لَا يَسْأَلَ النَّاسَ وَأَتَكَفَّلُ لَهُ بِالْجَنَّةِ؟ فَقَالَ ثَوْبَانُ: أَنَا، فَكَانَ ثَوْبَانُ لَا يَسْأَلُ أَحَدًا شَيْئًا   

Artinya, “Siapa yang (mau) menjamin kepadaku bahwa ia tidak akan meminta kepada manusia, dan aku akan menjaminnya masuk surga?” Tsauban menjawab: “Aku (mau, wahai Rasulullah).” Kemudian, (setelah itu) Tsauban tidak pernah meminta sesuatu pun kepada siapa pun.” (Al-Ashbahani, Hilyatul Auliyā’, juz I, halaman 181).

Sejak saat itu Tsauban tidak pernah meminta bantuan selain kepada Allah. Ia memegang teguh janjinya kepada Rasulullah, bahkan di keadaan paling ringan dan normal sekalipun seperti ketika cambuknya terjatuh.

Suatu keadaan yang wajar jika ada orang yang mengambilkannya, tapi ia menolak dan mengambilnya sendiri karena memegang teguh janjinya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Demikianlah artikel tentang seorang budak yang dimerdekakan oleh Rasulullah beserta kisah inspiratif di dalamnya. Semoga kita bisa memetik pelajaran dari kisah ini. Simak artikel lainnya di mediamu.com

Editor : Muhammad Fajrul Falaq 

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here