Islam

Islam

MediaMU.COM

Apr 22, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

WAWASAN KEBHINEKAAN GLOBAL

Dunia Yang Berwarna

Dunia ini diisi oleh manusia dengan berbagai latar belakang, ras, suku, adat, agama, budaya, dan lain-lain. Ketika dunia ini diisi oleh manusia dengan kondisi yang sama maka dunia ini seperti hampa tidak ada warna yang menghiasinya.

Sejak jaman dahulu kala manusia selalu tinggal berpindah-pindah untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Ketika sudah mendapatkan tempat yang di inginkan mereka akan bertemu dengan manusia lain yang memiliki keragaman yang berbeda. Disitulah timbul interaksi, yang pada akhirnya mereka akan saling mengenal dan memahami satu sama lain. Disitu pula mereka akan belajar yang namanya menghargai dan menghormati orang lain dan budaya yang ada ditempat itu. Maka ketika manusia berpindah-pindah maka mereka akan beradaptasi dengan sesuatu yang baru.

Seorang manusia akan dikatakan bisa beradaptasi dan sukses apabila dia bisa berinteraksi dengan orang lain. Karena dengan interaksi dan saling mengenal membuat wawasan menjadi semakin terbuka dan banyak hal positif yang bisa didapatkan.

Akan tetapi dengan terjadinya interaksi dan saling mengenal manusia juga tidak boleh melupakan yang namanya toleransi dalam kehidupan. Karena ketika manusia memiliki toleransi antar sesama manusia maka mereka bisa hidup berdampingan selamanya dengan damai.

------------------------------------------

Negeri Penuh Harmoni

Indonesia adalah negara kepulauan dengan luas terbesar di dunia. Dari pulau-pulau di Indonesia ini 5 pulau terbesar adalah pulau Papua, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan Jawa. Indonesia memiliki keragaman budaya, ras, suku bangsa, kepercayaan, agama, dan bahasa. Sesuai semboyan Bhineka Tunggal Ika, maka meskipun memiliki keragaman budaya, Indonesia tetap satu.

Keragaman yang ada di Indonesia adalah kekayaan dan keindahan bangsa Indonesia. Untuk itu kita semua harus terus menjaga keberagaman tersebut menjadi suatu kekuatan untuk bisa mewujudkan persatuan dan kesatuan nasional menuju Indonesia yang lebih baik.

Demi terwujudnya Indonesia yang lebih baik maka kita harus memiliki sikap toleransi. Toleransi dimaknai sebagai kesediaan melakukan pengorbanan untuk kepentingan bersama saat kita punya kekuatan mendahulukan kepentingan kelompok sendiri. Toleransi sendiri ada 2 macam, yaitu toleransi murah atau biasa disebut dengan toleransi pasif dan toleransi mahal.

Berikut juga beragam praktik toleransi di pelosok negeri ini :

  1. Ini kisah dari Sawai, Pulau Seram, Maluku. Wilayah tersebut merupakan satu-satunya tempat di provinsi Maluku yang tidak terkena kerusuhan (1999-2004). Kepala Sekolah SMPN 2 Sawai saat itu mengumpulkan warga sekitar dan mengucapkan Hapwama, yang berarti semua saling menggendong, alias semua adalah saudara tanpa melihat agama. Ketika ada kaum Nasrani dari luar wilayah datang menghasut, warga Sawai yang Kristen lah yang mengusirnya. Begitu pula ketika ada kaum Muslim yang datang menghasut, warga Sawai yang Muslim lah yang mengusirnya. (dikisahkan oleh Heny Supolo Sitepu, Yayasan Cahaya Guru, Beritasatu.com, 2021)
  2. Dari Surabaya, kisah toleransi ditunjukkan oleh seorang guru bernama Imam Syafii (muslim) dan beberapa rekannya diundang rapat persiapan festival ekstrakurikuler SMA sederajat se-Surabaya di SMA Katholik St Louis. Lalu ketika rapat yang dihadiri para kepala sekolah itu memasuki waktu istirahat, ia dan beberapa rekannya hendak makan siang serta melaksanakan salat d Imam mengungkapkan jika saat itu, pihak sekolah sudah menyediakan tempat salat di salah satu ruangan yang nyaman. Namun ketika mereka mulai mengambil air wudhu, rupanya pihak sekolah terlihat dengan tergesa-gesa berusaha mencopot salib yang terpasang di dinding ruangan tersebut. Melihat hal itu, Imam langsung meminta pihak sekolah untuk tidak mencopot salib yang ada di ruang tersebut. Kemudian, Imam dan beberapa rekannya ini melanjutkan ibadah salat dzuhur dengan khusyuk di ruangan itu. (Brilio.net, 2018)
  3. Dari bumi Cendrawasih, Timika, Papua. Sebanyak 65 pemuda dan pemudi lintas agama ikut mengamankan pelaksanaan shalat Idul Fitri 1440 Hijriy (Kompas.com, 2019)

Selain toleransi, sikap moderat juga dibutuhkan untuk menciptakan negeri yang harmoni. Moderat bisa diartikan berada di tengah-tengah, seimbang dan tidak berlebihan. Dengan menerapkan kehidupan moderat kita bisa memiliki hidup yang nyaman dan damai. Sikap moderat tidak hanya dalam kehidupan beragama, melainkan bisa dalam segala aspek kehidupan.

Berperilaku moderat dengan toleransi berkehidupan yang tinggi juga dapat menjaga dari segala bentuk ancaman dan perpecahan di negara ini.

-----------------------------------------

Damai Dimulai dari Diri

Sebagai manusia kita wajib mencintai dan berterimakasih kepada diri kita sendiri sebelum ke orang lain. Karena diri kita telah berjuang selama ini tanpa kenal lelah untuk menjalankan segala bentuk kegiatan yang kita inginkan dan berkorban banyak hal dari apapun yang kita ingin capai.

“Jangan pernah merasa insecure dengan apa yang kita miliki, karena orang lain belum tentu bisa memilikinya”.

Di dalam diri kita terdapat hawa nafsu yang harus kita kendalikan, dan terkadang itu sulit untuk dilakukan. Oleh sebab itu damai dimulai dari diri kita sendiri. Karena ketika kita bisa mengontrol hawa nafsu maka kita bisa menguasai diri dan pikiran kita untuk selalu berbuat dan berpikir positif. Tetapi ketika kita tidak bisa mengontrol hawa nafsu maka kita akan selalu berbuat dan berpikir negatif ke orang lain, walupun orang lain belum tentu memiliki salah dengan kita.

------------------------------------------

Sekolahku yang Bhineka

Sekolah adalah jembatan awal untuk melaksanakan program kebhinekaan yang dapat memberikan manfaat untuk siswa dan seluruh warga sekolah. Program-program itu bisa beragam bentuknya, bisa olahraga, budaya, dan lain-lain.

Pada olahraga misalnya, sekolah bisa mengadakan kegiatan latih tanding, pertandingan antar kelas maupun lainnya. Hal ini untuk mempersatukan semua warga sekolah serta menghilangkan stigma tentang adik kelas, kakak kelas, dan lainnya.

Karena selama ini apabila tidak ada kegiatan yang sifatnya positif disekolah, maka stigma adik kelas, kakak kelas akan terus berkembang dan menimbulkan perpecahan di sekolah sendiri. Adapun dalam membentuk lingkungan yang bhineka, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan seperti di bawah ini:

a. Menjaga sekolah tetap damai

Untuk menjaga kedamaian sekolah kita harus meningkatkan kapasitas dan mengurangi kerentanan sehingga resiko akan menjadi lebih kecil

Kerentanan dan resiko dipengaruhi oleh beberapa faktor baik itu yang bersifat ancaman maupun yang bersifat kerentanan. Ancaman misalnya berasal dari faktor eksternal atau luar dan tidak bisa dikendalikan, contoh tentang berita hoaks yang marak berkembang di luar.

Sedangkan kerentanan biasanya berasal dari faktor dalam sekolah. Hal ini masih bisa dikendalikan karena kurangnya wawasan, kesadaran dan keterampilan serta titik lemah yang perlu diperbaiki. Kerentanan ini misalnya adanya tindakan tidak menghargai agama lain, hal ini terjadi karena adanya kurangnya kesadaran dari dalam diri siswa.

Untuk mengurangi ancaman dan kerentanan maka kita harus meningkatkan kapasitas sekolah misalnya dengan menerapkan kesadaran diri, kebijakan sekolah, dan melakukan praktik baik di sekolah. Dengan menerapkan kesadaran disertai dengan adanya kebijakan dari sekolah serta melakukan praktik baik di sekolah maka dapat mengurangi tingkat ancaman dan kerentanan sehingga sekolah akan menjadi nyaman dan aman.

b. Membangun Sistem Meningkatkan Kapasitas

Apa maksud dari sekolah damai? sekolah damai adalah sekolah yang aman, menyenangkan dan nyaman untuk seluruh warga sekolah. Semua warga sekolah merasa sekolah menjadi rumah kedua bagi mereka karena ada rasa nyaman dan aman ketika berada di sekolah.

Untuk menciptakan sekolah damai diperlukan beberapa kebijakan dan program yang mendukung. Diantaranya program sekolah ramah anak, pembuatan slogan sekolah yang memiliki makna mendalam untuk sekolah tersebut.

Program sekolah ramah anak, hal ini bisa terjadi apabila beberapa komponen bisa tercukupi. Diantaranya tidak adanya kasus kekerasan disekolah, tidak adanya kasus bullying, dan tidak adanya kejahatan seksual yang terjadi di sekolah.

Kasus-kasus di atas bisa ditekan dengan dibentuknya satgas di sekolah dengan melibatkan peran sekolah, murid, walimurid, serta warga lingkungan sekitar. Selain itu tugas guru yaitu memberikan pemahaman kepada siswa secara berulang-ulang terkait kasus tersebut.

Apabila semua itu bisa terlaksana maka bukan tidak mungkin akan tercipta sekolah damai. Sekolah yang diimpikan serta dicita-citakan oleh semua orang.

 -------------------------------------------

Kesimpulan

“Kebhinekaan Global adalah perasaan menghormati dan bertoleransi terhadap keberagaman yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia baik suku, budaya, ras, dan agama. Dengan kita memiliki rasa saling menghormati dan bertoleransi serta menumbuhkan sikap moderasi maka kita bisa hidup damai, aman, nyaman di manapun tempatnya baik di sekolah maupun lingkungan tempat kita tinggal”.

 

Oleh : Kelas 004 Pendidikan Jasmani dan Kesehatan PPG Dalam Jabatan Angkatan II Gelombang I Tahun 2023

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here