Islam

Islam

MediaMU.COM

Apr 22, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Tafsiran Surah Al-Mumtahanah Ayat 8-9

Tafsiran Surah Al-Mumtahanah Ayat 8-9

MEDIAMU.COM - Dalam ajaran Islam, kita diperintahkan untuk berbuat baik kepada seluruh makhluk Allah swt, termasuk di dalamnya sesama manusia baik yang muslim maupun non-muslim, tanpa perbedaan dan diskriminasi. Tidak ada larangan bagi umat Islam untuk berbuat baik kepada non-muslim selama mereka tidak mengajak kepada penyimpangan dan kemaksiatan atau hal-hal yang dapat merusak akidah.

Dalam konteks bermasyarakat, Al-Qur’an bahkan memerintahkan umat Islam agar senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi di antara umat beragama guna menciptakan lingkungan yang aman, tentram, damai, dan bebas dari tindakan diskriminasi. Sebab dengan itu, masing-masing pemeluk agama akan mampu menjalankan ajaran-ajaran agamanya secara sempurna.

Adanya perbedaan agama, pendapat, visi, dan misi hidup bukan berarti harus ada pertikaian dan pertentangan. Perbedaan adalah sebuah keniscayaan yang tak mungkin dihindari, karena itulah ia mesti dihadapi dengan bijaksana. Keragaman manusia merupakan sunatullah yang telah ditetapkan dan kita (manusia) hanya bertugas untuk menjaga persatuan-kesatuan agar keragaman itu tidak menjadi polemik berkepanjangan.

Al Mumtahanah Ayat 8-9

Islam amat menekankan perdamaian dan sebisa mungkin menghindari permusuhan, apalagi ketika hal itu sampai menimbulkan pertumpahan darah. Perbuatan adil mesti ditegakkan kepada siapa saja, tak terkecuali kepada orang-orang yang berbeda golongan dan keyakinan.

Surah Al Mumtahanah Ayat 8 Allah berfirman 

 لَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَاتِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ 

دِيَارِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَتُقْسِطُوْٓا اِلَيْهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ

Artinya: “Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil” (QS Al-Mumtahanah: 8). Imam Abu Abdillah Muhammad bin Umar bin Husain at-Taimi yang dijuluki dengan Fakhruddin ar-Razi (w. 606 H),

 Disebut di kitab tafsirnya mengatakan, ayat ini menjadi dasar untuk berbuat baik kepada pemeluk agama lain. Bentuk perbuatan baik itu, misalnya, adalah dengan cara memperlakukan mereka secara adil, berinteraksi dengan baik, tidak mengganggu keberadaan, dan saling tolong-menolong. (Imam Fakhruddin ar-Razi, Tafsir Mafatihul Ghaib, [Bairut, Darul Ihya at-Turatsi: 1999], juz X, h. 520).

Dari penjelasan ar-Razi di atas, dapat kita pahami bahwa berbuat baik dan bersikap toleran, serta menjalin pergaulan dengan pemeluk agama lain, merupakan ajaran Islam yang sesungguhnya. Membangun kerukunan dengan pemeluk agama lain dengan cara memberlakukan mereka dengan baik, sopan, adil, dan bijaksana termasuk wujud pengamalan pesan Al-Qur’an.

Allah pun melarang umat Islam untuk berteman dan bergaul dengan pemeluk agama lain, apabila mereka memerangi umat Islam, atau membantu kelompok-kelompok yang menyerang Islam. 

Surah Al Mumtahanah Ayat 9 Allah berfirman 

اِنَّمَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ قَاتَلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَاَخْرَجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوْا عَلٰٓى اِخْرَاجِكُمْ اَنْ تَوَلَّوْهُمْۚ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ

Artinya: “Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan mereka sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu dalam urusan agama dan mengusir kamu dari kampung halamanmu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, mereka itulah orang-orang yang zalim” (QS Al-Mumtahanah: 9).  

 Secara tegas, Allah swt melarang umat Islam untuk berkawan dan menjalin hubungan dengan pemeluk agama lain pada ayat di atas, hanya saja poin penting yang perlu dipahami adalah kaidah-kaidah dalam penafsiran Al-Qur’an, bahwa setiap ayat harus diletakkan dalam proporsi dan sesuai dengan konteksnya masing-masing, karena sejatinya ayat Al-Qur’an tidak turun dalam ruang hampa yang dengan sewenang-wenang bisa diterapkan di mana-mana. 

Tafsir Surat Al Mumtahanah Ayat 8-9

Surat Al-Mumtahanah dalam Al-Quran mengandung ayat 8 dan 9 yang berbicara tentang cara berperilaku terhadap orang-orang yang berbeda keyakinan atau tidak bersikap bermusuhan terhadap umat Islam. 

Ayat 8 mengatakan bahwa jika musuh-musuh tidak melakukan tindakan perang atau mengusir umat Islam dari tempat tinggal mereka, dan mereka juga tidak menawarkan perdamaian, maka tidak disarankan untuk berbuat baik kepada mereka. Ini berarti bahwa tidak ada kewajiban untuk berlaku baik terhadap mereka jika mereka tidak aktif bersikap hostil.

Di sisi lain, ayat 9 memerintahkan umat Islam untuk berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi mereka karena agama Islam dan tidak mengusir mereka dari tempat tinggal mereka. Allah menekankan pentingnya berlaku adil terhadap individu-individu ini, bahkan jika mereka bukan Muslim. Allah menyatakan bahwa Dia menyukai orang-orang yang berlaku adil.

Dengan demikian, ayat-ayat ini menekankan pentingnya prinsip keadilan dalam hubungan antara umat Islam dan non-Muslim, dan memberikan panduan tentang bagaimana berinteraksi dengan mereka dalam situasi yang berbeda.

Garis Besar Surat Al-Mumtahanah ayat 8-9

ayat tersebut mengajarkan bahwa Islam tidak melarang umatnya untuk berbuat baik dan adil kepada non-Muslim yang tidak memerangi mereka dalam urusan agama. Toleransi dan keadilan merupakan nilai yang ditekankan. Artikel ini juga membahas tentang sikap salah yang sering diambil oleh sebagian umat Islam, yaitu sikap "triumfalisme", yang menganggap agamanya lebih unggul dari yang lain.

Nilai Edukatif Surat Al-Mumtahanah ayat 8-9 dalam Toleransi

Nilai pendidikan yang terkandung dalam QS Al-Mumtahanah tentang toleransi bisa diklasifikasikan ke dalam dua kategori. Pertama adalah aspek kasih sayang, yang dapat ditunjukkan melalui tindakan seperti saling mengasihi, mencintai, memperhatikan, menjaga, dan memberikan bantuan satu sama lain. Kedua adalah aspek keadilan dan kebaikan, yang dapat diterapkan melalui tindakan saling menghormati, membantu, melengkapi, dan tidak membeda-bedakan satu sama lain.

Nilai Edukatif Surat Al-Mumtahanah ayat 8-9 dalam Edukasi

Nilai pendidikan yang terkandung dalam QS Al-Mumtahanah ayat 7-9 tentang toleransi bisa diklasifikasikan ke dalam dua kategori. Pertama adalah aspek kasih sayang, yang dapat ditunjukkan melalui tindakan seperti saling mengasihi, mencintai, memperhatikan, menjaga, dan memberikan bantuan satu sama lain. Kedua adalah aspek keadilan dan kebaikan, yang dapat diterapkan melalui tindakan saling menghormati, membantu, melengkapi, dan tidak membeda-bedakan satu sama lain.

Indahnya Toleransi

Toleransi tidak berarti seseorang harus meninggalkan keyakinannya sendiri atau mengikuti keyakinan orang lain. Sebaliknya, toleransi mencerminkan sikap teguh dan konsisten dalam mempertahankan prinsip dan kepercayaan diri. Dengan bersikap toleran, seseorang dapat mencegah terjadinya diskriminasi meskipun di tengah keberagaman kelompok atau golongan dalam masyarakat.

Toleransi berakar dari keinginan untuk menghindari konflik yang merugikan kedua pihak. Secara umum, sikap toleran mencakup penghargaan terhadap pemikiran yang berbeda dari kita, serta kerjasama dan bantuan antar manusia tanpa membedakan suku, ras, agama, dan golongan.

Maka, tidak boleh memaksakan ayat yang diturunkan dalam posisi perang, mislanya, untuk diterapkan dalam keadaan damai.

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here