Islam

Islam

MediaMU.COM

May 22, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Istighosah dan Jenis Batasannya

Istighosah dan Jenis Batasannya

MEDIAMU.COM - Istighosah dan Jenis Batasannya

Definisi Istighosah

Istighosah merupakan suatu praktik doa bersama dalam Islam yang bertujuan untuk memohon pertolongan dan perlindungan kepada Allah SWT. Kegiatan ini dilakukan melalui pembacaan zikir, doa, dan kadang-kadang disertai tausiyah untuk meningkatkan keimanan serta ketakwaan kepada Allah. Istighosah sering diadakan dalam situasi tertentu, seperti menghadapi musibah, memperingati momen-momen penting Islam, atau sebagai sarana memperkuat tali silaturahmi antar umat. Dalam pelaksanaannya, Istighosah tidak hanya mengandalkan kekhusyukan individu tetapi juga kebersamaan komunitas, menunjukkan keutamaan berdoa bersama dalam mencari keberkahan dan perlindungan dari-Nya.

Manusia pasti akan dihadapkan pada ujian. Bagi umat Muslim, Allah SWT adalah satu-satunya tempat untuk mencurahkan keluh kesah dan memohon pertolongan. Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk meminta pertolongan kepada Allah SWT, salah satunya adalah melalui istighosah. Istighosah artinya adalah memohon pertolongan kepada Allah SWT agar kita terlepas dari kesulitan.

Sejarah dan Asal-Usul Istighosah dalam Islam

Sejarah dan asal-usul Istighosah dalam Islam berkaitan erat dengan tradisi doa bersama yang telah lama ada dalam kehidupan umat Muslim. Istighosah, yang berarti memohon bantuan atau pertolongan, merupakan praktik yang berakar pada ajaran Islam tentang kekuatan doa dan kebersamaan dalam menghadapi kesulitan atau musibah.

Meskipun tidak secara eksplisit disebutkan dalam Al-Qur'an, konsep meminta pertolongan kepada Allah melalui doa bersama mendapat dukungan dari hadis dan sunnah Nabi Muhammad SAW. Dalam berbagai kesempatan, Rasulullah SAW mengumpulkan para sahabatnya untuk berdoa bersama, memohon keampunan, rahmat, dan perlindungan dari Allah SWT, terutama saat menghadapi situasi sulit atau sebelum memulai suatu peristiwa penting.

Praktik ini kemudian berkembang dan diadopsi oleh umat Islam di berbagai belahan dunia sebagai bagian dari ekspresi keimanan dan kebutuhan spiritual, mengadaptasi dalam bentuk-bentuk zikir dan doa yang dikenal sebagai Istighosah, menegaskan pentingnya solidaritas dan dukungan bersama dalam komunitas Muslim.

Cara Melakukan Istighosah

Persiapan Istighosah

Persiapan Istighosah dalam Islam merupakan langkah awal yang esensial untuk memastikan kegiatan spiritual ini berlangsung dengan khidmat dan mendapatkan manfaat yang maksimal. Sebelum melaksanakan Istighosah, umat Islam dianjurkan untuk memilih waktu yang tepat, seperti malam hari, terutama pada malam Jum'at, karena dianggap memiliki keberkahan yang lebih. Tempat yang tenang dan nyaman, seperti masjid atau ruang terbuka yang dapat menampung jamaah, juga perlu dipersiapkan untuk mendukung konsentrasi dan kekhusyukan selama berdoa dan berzikir.

Selain itu, persiapan fisik dan mental juga sangat penting. Umat Islam disarankan untuk mandi dan mengenakan pakaian yang bersih sebagai simbolisasi penyucian diri sebelum berhadapan dengan Sang Pencipta. Mental dan niat yang tulus untuk mendekatkan diri kepada Allah serta memohon ampunan, perlindungan, dan berbagai keberkahan lainnya harus ditanamkan dalam hati setiap individu yang hadir.

Melalui persiapan yang matang, Istighosah diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas agama, tapi juga sarana pengembangan spiritual yang mendalam bagi setiap Muslim.

Langkah-langkah pelaksanaan Istighosah

Langkah-langkah pelaksanaan Istighosah memegang peranan penting dalam memastikan kekhusyukan dan keberkahan acara. Pertama, persiapan awal melibatkan penentuan waktu dan tempat yang sesuai, seringkali di malam hari di masjid atau di rumah, untuk mengumpulkan umat yang ingin berpartisipasi. Proses dimulai dengan pembukaan, biasanya dengan membaca basmalah dan salawat kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai bentuk penghormatan dan memohon keberkahan.

Setelah itu, dilanjutkan dengan pembacaan doa dan zikir bersama, yang merupakan inti dari Istighosah. Ini termasuk zikir-zikir seperti "La ilaha illallah", "Subhanallah", dan "Allahu Akbar", yang diikuti dengan doa-doa khusus yang memohon pertolongan dan perlindungan dari Allah SWT. Dalam beberapa kesempatan, Istighosah juga disertai dengan ceramah atau tausiyah dari seorang ulama, yang memberikan pencerahan dan nasihat spiritual kepada jamaah.

Langkah terakhir adalah doa penutup, di mana semua peserta memohon kepada Allah agar menerima doa dan zikir yang telah dipanjatkan, serta memohon ampunan dan keselamatan dunia akhirat. Adab dan tata cara yang sopan selama Istighosah, seperti menjaga kekhusyukan, kesopanan, dan kebersamaan, sangat ditekankan untuk mencapai tujuan spiritual yang maksimal.

Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari diterangkan juga mengenai istighosah,

"Matahari akan mendekat ke kepala manusia di hari kiamat, sehingga keringat sebagian orang keluar mencapai telinganya, ketika mereka berada pada kondisi seperti itu mereka beristighosah (meminta pertolongan) kepada Nabi Adam, kemudian kepada Nabi Musa, kemudian kepada Nabi Muhammad." (HR Bukhari)

Istighosah atau meminta pertolongan sendiri ini memiliki beberapa pembagian. Di antara nya sebagai berikut:

- istighosah yang diperintahkan

Tersemat di dalam Al-Qur'an dalam surah Al-An'am ayat 41-42 yang artinya "Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Terangkanlah kepadaku (bahwa) jika siksaan Allah sampai kepadamu (di dunia) atau hari Kiamat sampai kepadamu, apakah kamu (tetap) akan menyeru (Tuhan) selain Allah, jika kamu (merasa) orang yang benar?"

- istighosah yang di bolehkan

ialah untuk meminta bantuan kepada seseorang yang mempunyai sifat hayyun atau hidup, hadir atau ada di hadapan, serta qadir yang berarti mampu. Hal ini diterangkan dalam surat Al Qashash ayat 15.

- istighosah yang dilarang

selanjutnya istighosah yang dilarang berupa ketika kita meminta kepada selain Allah yang tidak mempunyai hayyun, hadir, dan qadir.

Kesimpulan

Kesimpulan dari pembahasan mengenai "Panduan Lengkap Istighosah: Cara, Manfaat, dan Keutamaannya dalam Islam" menegaskan bahwa Istighosah merupakan praktik spiritual yang sangat berharga dalam Islam. Melalui doa bersama dan zikir, umat Islam dapat menguatkan iman dan ketakwaan mereka, seraya memohon perlindungan dan pengampunan dosa kepada Allah SWT.

Praktik ini tidak hanya membawa ketentraman mental dan emosional, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antara sesama umat Muslim. Keutamaan Istighosah tercermin dalam berbagai dalil dan kisah sukses yang menunjukkan kekuatan doa bersama dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

Dengan melaksanakan Istighosah, kita diajak untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, memperkuat komunitas Muslim, dan mempraktikkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi umat Islam untuk menjadikan Istighosah sebagai bagian dari rutinitas spiritual mereka, memanfaatkan setiap kesempatan untuk berkumpul dan berdoa bersama demi mencapai keberkahan dalam kehidupan.

Ingin memperdalam pemahaman dan praktik Istighosah dalam kehidupan Anda? Kunjungi mediamu.com sekarang juga! Temukan panduan, doa, dan artikel inspiratif lainnya yang akan membantu Anda menghubungkan diri lebih dekat dengan Allah. Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan kedamaian spiritual. Klik di sini dan mulai perjalanan spiritual Anda!

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here