Islam

Islam

MediaMU.COM

Feb 22, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pandemi dan Sinergi Dakwah PCM Prambanan Yogyakarta

Oleh: Ustadz Odjie
(MBS Prambanan Yogyakarta)

Keprihatinan dan kesedihan kita akibat dampak  beredarnya virus Covid-19 sudah beberapa bulan ini dirasakan. Para pedagang, petani, buruh harian, rakyat kecil dengan beragam profesi, nampaknya menjadi pihak yang paling terkena dampak secara ekonomi dalam kesehariannya. 

Seperti halnya pedagang pasar, penjual sayur di pasar Prambanan sudah beberapa minggu ini menikmati kesedihan karena sepinya pembeli. Belum lagi para buruh yang harus dirumahkan karena berhentinya proyek pembangunan. Tidak banyak yang bisa mereka perbuat, selain berdiam di rumah, menikmati ketidakpastian dampak adanya badai virus Korona di negeri ini. 

Pagi itu, suasana cerah di desa kecil perbukitan Prambanan mengiringi  senyum bahagia para warga yang mengisyaratkan harapan. Sekelompok pemuda berjalan datang dari pintu ke pintu, menyerahkan paket sembako yang dikemas rapi, berisi beras, gula, minyak dan beberapa keperluan harian lainnya.

Ratusan paket itu dibagikan kepada warga kecil yang membutuhkan bantuan.  ”Maturnuwun nggih mas, mugi-mugi Allah paring berkah,”  begitu ungkap seorang nenek dengan penuh haru ketika menerima sembako terbungkus plastik berwarna putih. 

Pembagian sembako ini bagi sebagian dari kita mungkin terlihat kecil nilainya. Tapi bagi mereka inilah rezeki yang sangat diharapkan. Tak henti-henti ungkapan syukur terucap dari para penghuni dusun.

Sekelumit cerita tadi adalah kisah nyata hari ini. Sebuah upaya nyata yang dilakukan oleh para anak-anak muda dari Prambanan gabungan dari aktivis Pemuda Muhammadiyah, Kokam dan Nasyiatul Aisyiyah.

Dengan dukungan penuh dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Prambanan, mereka membentuk posko peduli  yaitu Muhammadiyah Covid-19 Comand Center (MCCC) PCM Prambanan.

Gerakan sosial ini difokuskan bagi warga yang terdampak secara langsung adanya Covid-19. Rasanya, malu bagi kita yang setiap saat di rumah hanya berdebat dan menghujat dari dalam kamar menikmati media sosial tanpa berbuat apapun.

Lihatlah para aktivis Muhammadiyah ini. Dalam diam sepenuh hati mereka bergerak. Sudah satu bulan ini mereka mengumpulkan donasi dari para jamaah Muhammadiyah yang mampu dengan program paket seratus ribuan yang berhasil mereka wujudkan dalam paket sembako berisi beras, minyak, gula, masker, sabun, dll.

“Awalnya informasi donasi kita share dengan broadcast  di grup WA, alhamdulillah mendapat tanggapan bagus dari warga,” ujar salah satu aktivis yang enggan disebut namanya.

Ruang kelas di SMP Muhammadiyah 2 Prambanan Sleman tidak digunakan. Oleh karena siswanya diliburkan. Kemudian disulap menjadi gudang logistik dan posko.

Setiap hari dari pagi, siang hingga larut malam, denyut semangat para aktivis itu terus bergerak. Mulai dari kesigapan anggota Kokam yang menjemput donasi langsung dari rumah ke rumah, para aktivis Nasyiatul Aisyiyah (NA) yang juga ikut membantu mengemas produksi sabun cair, dan paket sembako lain. 

Secara bergilir, posko itu dijaga sekaligus digunakan untuk berkoordinasi dalam pendataan warga terdampak yang berhak dan layak menerima. Pendataan ini melibatkan unsur Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) masing-masing.

Dukungan penuh dari pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Prambanan seolah melengkapi sinergi indah ini. Tak mengherankan, jika sinergi dakwah ini mampu melahirkan sebuah gerakan hebat, sebuah kepedulian yang tidak banyak dilakukan oleh kita yang hanya mengeluh dan berharap bantuan semata. 

Hingga tulisan ini dibuat sudah lebih dari 800 paket sembako berhasil mereka distribusikan. Ada rasa optimis yang masih terpancar bahwa mereka mampu mengumpulkan hingga 1.000 paket senilai Rp 100 juta.

Sungguh takjub. Allahu Akbar! Inilah hikmah yang bisa dipetik, sisi lain adanya fenomena virus Korona yang melahirkan sebuah keterpanggilan dan kepedulian sosial sekaligus sinergitas dakwah yang luar biasa. 

Maka tidak heran dan rasanya pantas PCM Prambanan dengan dakwah kebersamaan ortom dan amal usahanya pernah dinobatkan menjadi PCM Terbaik tingkat nasional tahun 2019  yang lalu.

Gerakan sinergi dakwah yang dibalut dalam kepedulian sosial yang dimulai dari Ranting dan Cabang inilah yang patut kita tiru. Berbanggalah Muhammadiyah sebagai persyarikatan besar sudah luar biasa berperan dalam mendukung dan membantu pemerintah dalam menangani virus Korona ini.

Melalui penyediaan puluhan rumah sakit milik Muhammadiyah, ratusan dokter, perawat dan tenaga medis, ikut terjun dan semuanya bergerak dalam perjuangan ini: perang melawan wabah Korona.

Maka tidak heran, dalam sunyi senyap gerakan dakwah Muhammadiyah  dari tingkat ranting, cabang, daerah hingga pusat sangat terasa manfaatnya bagi masyarakat. Tak perlu banyak berdebat, menghujat atau menumpuk keluhan-keluhan yang membebani diri.

Melalui Muhammadiyah Covid-19 Comand Center (MMMC), Persyarikatan Muhammadiyah membuktikan dengan pandangan keislamannya yang kokoh serta dalam semangat dakwah dan tajdid, gencar turut berjuang, membela para tenaga kesehatan yang luar biasa berkhidmat dengan bertaruh nyawa, empati terhadap korban positif dan meninggal, serta terus mengedukasi warga melalui gerakan-gerakan sosial yang langsung ditenah masyarakat.  Kita masih yakin bahwa persyarikatan Muhammadiyah ini akan terus menebarkan manfaat, mencerahkan umat dan berjuang agar pandemi Covid-19 ini segera pergi.  Semoga!


(Yogyakarta, 19 April 2020)

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here