Islam

Islam

MediaMU.COM

Jun 22, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

 Macam- Macam Shalat Sunnah Rawatib Muakkad

 Macam- Macam Shalat Sunnah Rawatib Muakkad

Pengenalan Shalat Sunnah Rawatib Muakkad 

MEDIAMU.COM Macam- Macam Shalat Sunnah Rawatib Muakkad  Shalat sunnah rawatib muakkad, seringkali hanya disebut sebagai shalat sunnah rawatib, merupakan serangkaian shalat sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Shalat ini menjadi bagian penting dalam kehidupan umat Muslim, termasuk pengikut Muhammadiyah, sebagai sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda  " Barangsiapa yang shalat fardhu lalu dia shalat sunnah rawatib 12 rakaat, maka Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga"( HR. Muslim,No. 728).      

مَنْ صَلَّى الْفَرْضَ ثُمَّ صَلَّى سُنَّةَ الرَّوَاتِبِ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ              

Shalat Sunnah Muakkad Terdiri

Shalat sunnah rawatib muakkad terdiri dari beberapa jenis, termasuk shalat sunnah sebelum dan sesudah shalat fardhu. Secara umum, shalat ini meliputi dua rakaat sebelum Subuh, empat rakaat sebelum Zuhur dan dua rakaat sesudahnya, dua rakaat setelah Maghrib, dan dua rakaat setelah Isya. Pelaksanaannya dilakukan secara rutin dan konsisten, memberikan dampak spiritual yang mendalam bagi pelakunya.  

Shalat sunnah muakkad adalah shalat sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW kepada umat Islam untuk dikerjakan secara rutin dan berkelanjutan. Shalat sunnah muakkad terdiri dari beberapa jenis, yang meliputi:

Shalat Rawatib: Merupakan shalat sunnah yang dikerjakan sebelum atau sesudah shalat fardhu. Shalat Rawatib terdiri dari:

    • Dua rakaat sebelum Subuh
    • Empat rakaat sebelum Zuhur dan dua rakaat sesudahnya
    • Dua rakaat sesudah Maghrib
    • Dua rakaat sesudah Isya

Shalat Dhuha

Dianjurkan dikerjakan di waktu pagi, setelah matahari terbit sepenuhnya sampai menjelang waktu Zuhur. Jumlah rakaatnya minimal dua, dan maksimal tidak terbatas, biasanya dikerjakan dua, empat, enam, atau delapan rakaat.

Shalat Witir 

Shalat ini dikerjakan setelah shalat Isya dan sebelum masuk waktu shalat Subuh. Jumlah rakaatnya minimal satu rakaat, dan maksimal sebelas rakaat, dengan cara yang paling umum adalah tiga rakaat.

Shalat Tahajjud

Dikerjakan di waktu malam setelah terjaga dari tidur. Jumlah rakaat minimal dua dan bisa dikerjakan hingga sebanyak-banyaknya, umumnya dikerjakan delapan rakaat atau lebih.

Shalat Taubah

Shalat ini dikerjakan dengan niat memohon ampunan atas dosa-dosa kepada Allah SWT. Jumlah rakaatnya dua rakaat.

Shalat Istikhara

 Dikerjakan untuk memohon petunjuk kepada Allah SWT terkait suatu keputusan atau pilihan dalam hidup. Jumlah rakaatnya dua rakaat.

Shalat Tasbih

 Dikerjakan untuk memperbanyak tasbih dan pujian kepada Allah SWT. Jumlah rakaatnya empat rakaat, dan dalam setiap rakaat dibaca tasbih sebanyak tertentu.

Shalat Hajat

Dikerjakan ketika memiliki hajat atau kebutuhan tertentu yang ingin dipinta kepada Allah SWT. Jumlah rakaatnya dua rakaat.

Shalat-shalat sunnah muakkad ini dianjurkan untuk dikerjakan secara rutin karena memiliki banyak keutamaan dan manfaat, seperti mendapatkan pahala tambahan, menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan sebagai bentuk ibadah yang dapat meringankan dan membantu dalam menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan.

Apa Itu Muakkad

Muakkad dalam konteks keagamaan Islam merujuk kepada hadis yang memiliki tingkat kekuatan dan kesahihan tinggi, namun tidak setinggi hadis Mutawatir. Hadis Muakkad mencapai tingkat ini berkat banyaknya jalur periwayatan yang saling menguatkan, meskipun jumlah perawi di setiap tingkatan jalur tidak sebanyak dalam hadis Mutawatir.

Dalam konteks lain, terutama dalam praktik ibadah, muakkad bisa merujuk pada amalan yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan berdasarkan kebiasaan Nabi Muhammad SAW atau ditekankan dalam syariat Islam, namun tidak wajib. Misalnya, sholat sunnah rawatib adalah muakkad karena sangat dianjurkan untuk dilakukan bersamaan dengan sholat wajib.

Manfaat Melaksanakan Shalat Sunnah Rawatib Muakkad

Manfaat dari shalat sunnah rawatib muakkad tidak hanya terbatas pada pahala yang dijanjikan, tetapi juga dalam memperkuat iman dan keseimbangan  internal. Shalat ini menjadi sarana introspeksi dan refleksi diri, membantu umat Muslim untuk senantiasa terhubung dengan Allah SWT di tengah kesibukan dunia.  

Perbedaan Pendapat Ulama tentang Shalat Sunnah Rawatib Muakkad 

Dalam Islam, terdapat perbedaan pendapat para ulama mengenai pelaksanaan shalat sunnah rawatib muakkad. Beberapa ulama menekankan pada jumlah rakaat, sementara yang lain lebih menitikberatkan pada konsistensi pelaksanaan. Perbedaan ini menunjukkan kekayaan dan fleksibilitas dalam praktik ibadah di Islam.  

Kisah Inspiratif tentang Shalat Sunnah Rawatib Muakkad

Banyak kisah inspiratif yang menceritakan bagaimana shalat sunnah rawatib muakkad membawa perubahan positif dalam kehidupan individu. Sebagai contoh, seorang muslimah yang rutin melaksanakan shalat sunnah ini menceritakan bagaimana ia merasakan ketenangan dan kekuatan iman yang bertambah.  

Shalat Sunnah Rawatib Muakkad dalam Konteks Edukasi Dakwah Muhammadiyah 

Dalam edukasi dakwah Muhammadiyah, shalat sunnah rawatib muakkad diajarkan sebagai bagian dari praktik keagamaan yang harus diinternalisasi. Muhammadiyah, sebagai organisasi Islam yang berfokus pada pendidikan dan pemurnian ajaran Islam, menekankan pentingnya shalat sunnah ini sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah dan memperkuat jati diri Muslim.  

Kesimpulan dan Ajakan untuk Mengamalkan Shalat Sunnah Rawatib Muakkad  

pentingnya shalat sunnah rawatib muakkad dalam kehidupan seorang Muslim. Melalui praktik ini, kita tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi juga memperkuat hubungan kita dengan Sang Pencipta. Marilah kita bersama- sama mengamalkan shalat sunnah ini sebagai salah satu cara untuk memperkaya spiritualitas dan keimanan kita. 

Untuk informasi lebih lanjut dan mendalam mengenai Macam- Macam Shalat Sunnah Rawatib Muakkad serta berbagai topik islami lainnya, kunjungi website kami di mediamu.com. Temukan sumber ilmu yang beragam dan terpercaya

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here