Islam

Islam

MediaMU.COM

Jun 22, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Cari Tahu Pengertian dan Isi Aqidah 50

Foto Ilustrasi

MEDIAMU.COM - Aqidah, sebagai pilar fundamental dalam agama, memiliki peran sentral dalam membimbing keyakinan dan tindakan umatnya. Aqidah 50, atau pemahaman tentang 50 prinsip aqidah, menandakan serangkaian keyakinan esensial yang membentuk inti keimanan seseorang. Dalam setiap aspeknya, Aqidah 50 menjadi panduan spiritual yang mendalam, menuntun umat dalam memahami esensi keberadaan, hubungan dengan Sang Pencipta, dan tanggung jawab moral terhadap sesama.

Memaknai Aqidah 50

Aqidah 50 adalah ilmu paling mendasar dalam Islam yang perlu diketahui seluruh umat Muslim. Ilmu tauhid ini membahas sifat jaiz maupun mustahil yang dimiliki Allah beserta para Nabi dan Rasul-Nya.

Also Read Pembelajar Sejati

merupakan salah satu asas dalam memahami Islam secara sempurna. Aqidah 50 bertujuan untuk membetulkan dan meneguhkan iman manusia kepada Allah SWT.

Aqidah 50 adalah ilmu mengenai pokoknya agama. Seperti namanya, Aqidah 50 mengandung satu bundelan (ikatan) pengetahuan mengenai sahnya iman dan Islam yang berjumlah 50.

Isi 50 Aqoid dan Artinya 

Dirangkum dari buku Doa Yuk: Kumpulan Doa Sehari-hari untuk Pembentukan Karakter Anak karya Mochamad Soleh, S.Ag., berikut adalah macam-macam sifat yang termasuk dalam aqoid/Aqidah 50 sebagai berikut.

1. Sifat Wajib bagi Allah

Wujud (Ada)

Qidam (Terdahulu/Awal)

Baqa’ (Kekal)

Mukhalafatu lil hawaditsi (Berbeda dengan makhluk lain)

Qiyamuhu binafsihi (Berdiri sendiri)

Wahdaniyah (Satu)

Qudrat (Berkuasa)

Iradat (Berkehendak)

‘Ilmun (Mengetahui)

Hayat (Hidup)

Sama’ (Mendengar)

Basar (Melihat)

Qalam (Berfirman)

Qadiran (Berkuasa)

Muridan (Berkehendak)

Aliman (Mengetahui)

Hayyan (Hidup)

Sami’an (Mendengar)

Bashiran (Melihat)

Mutakalliman (Berfirman atau berkata-kata)

2. Sifat Mustahil bagi Allah

Adam (Tiada)

Hudust (Ada yang mendahului)

Fana (Musnah)

Mumatsalatu lil hawaditsi (Ada yang menyerupai)

Ta’adud (Berbilang)

Ajzun (Lemah)

Ihtiyaju Lighairihi (Memerlukan yang lain)

Karahah (Terpaksa)

Jahlun (Bodoh)

Mautun (Mati)

Shamamun (Tuli)

Ama (Buta)

Bakamun (Bisu)

Kaunuhu Ajizan (Zat yang lemah)

Kaunuhu Murikhan (Zat yang terpaksa)

Kaunuhu Jahilun (Zat yang bodoh)

Kaunuhu Mayyitan (Zat yang mati)

Kaunuhu Ashamma (Zat yang tidak bisa mendengar)

Kaunuhu Ama (Zat yang tidak bisa melihat)

Kaunuhu Abkama (Zat yang tidak bisa berbicara)

3. Sifat Jaiz bagi Allah

Sifat jaiz bagi Allah hanya ada satu, yaitu fi’lu kulli mumkinin au tarkuhu yang artinya Allah mungkin mengerjakan sesuatu atau meninggalkannya. Sifat ini menunjukkan bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta didasari pada kehendak-Nya.

4. Sifat Wajib bagi Nabi dan Rasul

Siddiq (Benar atau jujur)

Tabligh (Menyampaikan)

Amanah (Dapat dipercaya)

Fathanah (Pintar atau cerdas)

5. Sifat Mustahil bagi Nabi dan Rasul

Kidzib (Berbohong atau berdusta)

Kitman (Menyembunyikan)

Khianat (Tidak dapat dipercaya)

Baladah (Bodoh)

6. Sifat Jaiz bagi Nabi dan Rasul

Sifat jaiz bagi Nabi dan Rasul hanya satu, yaitu a’radul basyariyah yang artinya para Nabi dan Rasul memiliki sifat-sifat yang sama sebagaimana manusia lainnya. Misalnya, manusia makan dan minum, maka Nabi dan Rasul juga melakukan hal tersebut.

Demikianlah isi dari akoit atau aqidah 50 yang disertai dengan artinya titik semoga bisa menjadi pengetahuan untuk kita semua. Simak artikel lainnya di mediamu.com

Editor: Muhammad Fajrul Falaq

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here