Islam

Islam

MediaMU.COM

Jun 22, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pengertian Tauhid dalam Islam dan Contoh Penerapannya

Pengertian Tauhid dalam Islam dan Contoh Penerapannya

MEDIAMU.COM Pengertian Tauhid dalam Islam dan Contoh Penerapannya,Tauhid merupakan prinsip dasar dalam Islam yang mengajarkan tentang keesaan Allah. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan pengertian tauhid dalam tiga aspeknya: Rububiyah, Uluhiyah, dan Asma’ wa Sifat, serta memberikan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari umat Islam.

Apa Pengertian Tauhid dalam Islam

Tauhid adalah konsep keesaan Allah dalam Islam, terbagi menjadi tiga aspek. Tauhid Rububiyah menekankan Allah sebagai satu-satunya Pencipta dan Pengatur alam semesta. Tauhid Uluhiyah berarti hanya Allah yang layak disembah. Sementara Tauhid Asma’ wa Sifat mengakui kesempurnaan nama dan sifat Allah, memahami karakteristik-Nya secara tepat sesuai ajaran Islam.

Tauhid Rububiyah

Tauhid Rububiyah mengakui Allah sebagai satu-satunya Pencipta, Pemelihara, dan Pengatur alam semesta. Ini menekankan monoteisme dalam penciptaan dan pengaturan alam. Ayat Al-Quran:

Surat Al-Mulk (67): Ayat 21

الَّذِي يُطْعِمُكُم مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّن يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَن يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَن يُدَبِّرُ الْأُمُورَ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ

"Katakanlah: 'Siapakah yang memelihara kamu dari langit dan bumi?'" (QS Al-Mulk: 21).

Contoh Tauhid Rububiyah

Tauhid Rububiyah adalah salah satu jenis tauhid yang mengakui dan meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Rabb (Pencipta, Pemelihara, dan Pengatur) alam semesta. Ini berarti bahwa segala sesuatu yang ada di alam semesta, baik yang hidup maupun yang tidak hidup, semuanya diciptakan, dipelihara, dan diatur oleh Allah semata.

Contoh penerapan tauhid Rububiyah dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:

Percaya bahwa Rezeki Datang dari Allah Seorang muslim yang memiliki keimanan kepada tauhid Rububiyah akan percaya bahwa rezeki yang dia terima, baik berupa uang, makanan, kesehatan, atau kesuksesan, semuanya berasal dari Allah. Dia akan bersyukur kepada Allah atas rezeki tersebut dan tidak akan bersikap sombong atau rakus.

Mengakui Allah sebagai Pencipta Seseorang yang mempercayai tauhid Rububiyah akan mengakui bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini, seperti hewan, tumbuhan, dan benda-benda lainnya, semuanya diciptakan oleh Allah. Dia tidak akan menyembah atau memuja makhluk lain selain Allah.

Berserah Diri kepada Kehendak Allah Dalam situasi sulit atau ketika menghadapi masalah, seseorang yang beriman kepada tauhid Rububiyah akan berserah diri kepada kehendak Allah. Dia akan percaya bahwa apa pun yang terjadi adalah karena kehendak Allah dan bahwa Allah memiliki rencana yang lebih baik untuknya.

Mempercayai Adanya Hari Akhir Tauhid Rububiyah juga berkaitan dengan kepercayaan terhadap adanya hari akhir, di mana semua makhluk akan dibangkitkan kembali oleh Allah untuk dihisab amal perbuatannya. Orang yang beriman akan mempersiapkan diri untuk hari tersebut dengan melakukan amal kebaikan dan menjauhi perbuatan maksiat.

Tidak Menyekutukan Allah Dalam aspek kehidupan apapun, termasuk dalam beribadah, seseorang yang menganut tauhid Rububiyah tidak akan menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun. Dia akan memurnikan ibadahnya hanya untuk Allah dan tidak menggantungkan harapan atau ketakutan kepada selain Allah.

Dengan demikian, tauhid Rububiyah adalah keyakinan dasar dalam Islam yang sangat mempengaruhi sikap dan perilaku seorang muslim dalam kehidupan sehari-hari.

Tauhid Uluhiyah 

Tauhid Uluhiyah adalah keyakinan bahwa hanya Allah yang layak untuk disembah. Ini mengarahkan semua bentuk ibadah, seperti sholat dan doa, hanya kepada-Nya. Ayat Al-Quran:

Surat Thaha (20): Ayat 13

وَأَنَا اخْتَرْتُكَ فَاسْتَمِعْ لِمَا يُوحَىٰ

“Dan Tuhanmu katakanlah: "Beribadatlah kepada-Ku, niscaya akan Kujadikan hati kamu puas" (QS Thaha: 13).

Contoh Tauhid Uluhiyah

Tauhid uluhiyah merupakan salah satu dari tiga jenis tauhid dalam ajaran Islam, yang lainnya adalah tauhid rububiyyah dan tauhid asma wa sifat. Tauhid uluhiyah berkaitan dengan pengakuan dan keyakinan bahwa Allah SWT adalah satu-satunya tuhan yang berhak untuk disembah dan diibadahi.

Contoh praktik tauhid uluhiyah dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:

Sholat Melaksanakan sholat lima waktu sebagai bentuk ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT dan merupakan salah satu rukun Islam. Sholat adalah bentuk pengakuan bahwa hanya Allah yang berhak untuk disembah.

Puasa Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan sebagai bentuk ketaatan kepada perintah Allah SWT dan sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Zakat Memberikan sebagian harta yang telah ditentukan kepada yang berhak menerimanya sebagai bentuk ketaatan kepada perintah Allah dan sebagai bentuk solidaritas sosial dalam Islam.

Haji Melaksanakan ibadah haji bagi yang mampu, sebagai wujud ketaatan kepada perintah Allah SWT dan sebagai bentuk pengakuan terhadap kebesaran-Nya.

Tauhid Asma' wa Sifat

Tauhid Asma’ wa Sifat menekankan pemahaman dan pengakuan terhadap nama-nama dan sifat-sif Allah yang sempurna. Setiap nama dan sifat-Nya memiliki makna dan pengaruh dalam kehidupan. Ayat Al-Quran: “

Surat Al-A'raf (7): Ayat 180

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Allah memiliki asma'ul husna (nama-nama yang terbaik)” (QS Al-A'raf: 180).

Hadis yang mendukung konsep tauhid secara keseluruhan: "Rasulullah SAW bersabda: 'Barangsiapa yang mati sambil ia mengetahui bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, ia akan masuk surga'." (HR. Muslim).

Contoh Tauhid Asma Wa Sifat

Tauhid asma wa sifat adalah salah satu dari tiga aspek tauhid dalam Islam, yang berkaitan dengan keyakinan terhadap nama-nama dan sifat-sifat Allah. Asma wa sifat berarti "nama-nama dan sifat-sif" dalam bahasa Arab. Tauhid asma wa sifat mengajarkan bahwa umat Islam harus mempercayai dan menghormati semua nama dan sifat Allah yang telah dijelaskan dalam Al-Qur'an dan Hadis, tanpa menyerupakan-Nya dengan makhluk-Nya atau mengubah makna sifat-sifat tersebut.

Contoh dari tauhid asma wa sifat adalah sebagai berikut:

Percaya bahwa Allah memiliki nama-nama yang indah dan sempurna (Asma'ul Husna) Seperti Ar-Rahman (Maha Pengasih), Al-Hakim (Maha Bijaksana), Al-‘Alim (Maha Mengetahui), dan lain-lain. Umat Islam dianjurkan untuk memanggil dan berdoa kepada Allah dengan nama-nama-Nya yang indah ini.

Mengakui sifat-sifat kesempurnaan Allah Seperti kehidupan (al-Hayy), pengetahuan (al-‘Alim), kekuasaan (al-Qadir), kehendak (al-Murid), pendengaran (as-Sami’), penglihatan (al-Basir), dan lain-lain. Sifat-sifat ini harus dipercayai sebagaimana adanya, tanpa mencoba membayangkan bentuk atau cara kerjanya.

Menghindari tasybih (penyerupaan) Tidak membandingkan Allah dengan makhluk-Nya. Misalnya, ketika Al-Qur'an menyebutkan bahwa Allah memiliki "tangan" atau "wajah", umat Islam percaya bahwa ini adalah sifat khusus yang tidak dapat dibandingkan atau disamakan dengan tangan atau wajah makhluk.

Menghindari ta'til (penafian) Tidak menolak atau mengingkari sifat-sifat Allah yang telah dinyatakan dalam Al-Qur'an dan Hadis. Misalnya, tidak boleh mengatakan bahwa Allah tidak memiliki kehendak atau tidak berbicara, karena ini bertentangan dengan ayat-ayat dan hadis yang menjelaskan sifat-sifat tersebut.

Menghindari takwil (penafsiran yang salah) Tidak menafsirkan sifat-sifat Allah dengan cara yang menyimpang dari pemahaman yang benar. Misalnya, ketika Al-Qur'an menyebutkan "tangan" Allah, tidak boleh ditafsirkan secara harfiah sebagai tangan fisik, tetapi harus dipahami dalam konteks yang sesuai dengan kemuliaan dan kesempurnaan Allah.

Dengan memahami dan mengamalkan tauhid asma wa sifat, umat Islam diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan mereka kepada Allah, serta menghindari kesalahan dalam memahami konsep tentang Allah.

Contoh Tauhid dalam Kehidupan Sehari-hari

Berdoa Hanya kepada Allah

Dalam tauhid, setiap doa dan permohonan diajukan langsung kepada Allah, mengakui kekuasaan-Nya yang absolut. Menghindari meminta bantuan dari selain Allah menegaskan keesaan dan kedaulatan-Nya, sebagaimana dijabarkan dalam Perbedaan Tauhid Rububiyah dan Uluhiyah dalam Islam

Memahami Qada dan Qadar

Tauhid mengajarkan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah. Mengakui qada dan qadar (ketetapan dan kehendak Allah) menegaskan keimanan kepada Tauhid Rububiyah, membedakan dari Tauhid Uluhiyah yang berfokus pada ibadah dan penghambaan kepada Allah.

Menghindari Syirik dan Praktik Takhayul 

Tauhid Uluhiyah menuntut penghambaan murni hanya kepada Allah, menjauhi syirik (mempersekutukan Allah) dan takhayul. Pemahaman ini membedakan antara Tauhid Uluhiyah dengan Tauhid Rububiyah, yang lebih fokus pada kepercayaan terhadap kekuasaan dan penciptaan Allah.

Menggunakan Nama-Nama Allah dalam Doa dan Ibadah 

Memanggil Allah dengan nama-nama-Nya yang indah dan sifat-sifat sempurna mengungkapkan penghormatan dan kecintaan seorang hamba. Hal ini menegaskan Tauhid Asma’ wa Sifat, membantu membedakan dari Tauhid Rububiyah dan Uluhiyah, yang lebih fokus pada penciptaan dan ibadah.

Pentingnya Tauhid dalam Kehidupan Muslim

Tauhid merupakan pondasi utama dalam ajaran Islam, memberikan arah dan makna yang mendalam bagi kehidupan seorang Muslim. Dengan memahami tauhid, seorang Muslim menegaskan keyakinan bahwa hanya ada satu Tuhan, Allah SWT, yang layak untuk disembah dan diandalkan. Hal ini bukan hanya tentang ritual ibadah, tetapi juga tentang cara pandang terhadap dunia dan interaksi sehari-hari.

Melalui tauhid, seorang Muslim belajar untuk menempatkan kepercayaan dan harapannya hanya kepada Allah. Ini membantu menghilangkan ketergantungan pada makhluk lain dan menumbuhkan rasa percaya diri yang bersumber dari keyakinan kepada kekuatan dan kasih sayang Allah. Dalam menghadapi tantangan hidup, tauhid memberikan kekuatan untuk tetap teguh karena segala sesuatu dianggap sebagai bagian dari rencana dan ketetapan Allah.

Tauhid juga mengajarkan umat Islam untuk hidup dengan nilai-nilai yang tinggi seperti kejujuran, kasih sayang, dan ketulusan. Ini karena dalam tauhid, setiap tindakan dan niat dinilai oleh Allah, mendorong perilaku yang baik dan menjauhkan dari perbuatan negatif. Selain itu, tauhid memperkuat hubungan antar sesama manusia, karena semua dianggap sama di hadapan Allah, tanpa memandang status sosial, ras, atau kebangsaan.

Singkatnya, tauhid tidak hanya sekedar konsep teologis, tetapi juga panduan praktis yang membimbing setiap aspek kehidupan seorang Muslim, membentuk karakter, perilaku, dan pandangan dunia mereka.

Kesimpulan

Tauhid dalam Islam bukan hanya konsep teologis, tapi juga panduan hidup yang membentuk keimanan dan perilaku seorang Muslim. Dari memahami keesaan Allah dalam Rububiyah, Uluhiyah, hingga Asma' wa Sifat, tauhid mengajarkan tentang penghambaan yang tulus serta kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai luhur. Praktiknya dalam kehidupan sehari-hari membawa kedamaian dan kekuatan, terutama dalam menghadapi tantangan. Untuk mengeksplorasi lebih dalam tentang tauhid dan kehidupan Muslim, kunjungi mediamu.com dan temukan beragam artikel menarik yang memperkaya pemahaman Anda.

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here