Islam

Islam

MediaMU.COM

May 22, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Hukum Mengubur Ari-Ari dari Pandangan Islam

Hukum Mengubur Ari-Ari dari Pandangan Islam

MEDIAMU.COM - Ari-ari merupakan sebuah jaringan di dalam tubuh seorang wanita yang berfungsi sebagai penyalur oksigen dan makanan kepada janin selama masih berada di dalam perut. Setelah melahirkan, ada sebuah ritual yang biasa dilakukan, yaitu ritual mengubur ari-ari bayi yang baru dilahirkan, dan biasanya dilakukan oleh seorang ayah. Proses penguburan ari-ari biasanya tidak dilakukan dengan sembarangan. Ada ritual atau tata cara tersendiri sebagaimana adat yang telah berlaku di bumi Nusantara ini.


Sunnah Mengubur Ari-Ari Kesunnahan mengubur ari-ari bayi sebagaimana kesunahan membungkus dengan kain dan mengubur setiap bagian tubuh manusia yang terpotong saat hidup, seperti tangan, kuku, rambu dan semisalnya. Al-Khatib As-Syarbini menjelaskan

ا ما انفصل من حي أو شككنا في موته كيد سارق وظفر وشعر وعلقة ودم فصد ونحوه فيسن دفنه إكراما لصاحبها ويسن لف اليد ونحوها بخرقة أيضا كما صرح به المتولي 

Artinya, “Adapun bagian tubuh yang terpisah dari orang hidup atau yang masih kita ragukan kematiannya, seperti tangan pencuri, kuku, rambut, gumpalan darah sebelum menjadi janin, darah bekam dan semisalnya, maka sunah dikubur karena memuliakan orangnya. Sunah pula membungkus tangan yang terpotong dan semisalnya dengan kain, sebagaimana dijelaskan secara terang-terangan oleh Imam Al-Mutawalli.” (Muhammad Khatib As-Syirbini, Mughnil Muhtaj, [Beirut, Darul Fikr], juz I, halaman 349).  

Lebih tegas, Syekh Sulaiman Al-Bujairami sebagaimana dikutip Syekh Abdul Hamid As-Syirwani menyatakan, ari-ari termasuk dalam hukum bagian tubuh yang terpisah dari orang hidup

 أما المشيمة المسماة بالخلاص التي تقطع من الولد فهي جزء منه 


Artinya, “Adapun ari-ari yang dinamakan khalash yang dipotong dari bayi maka merupakan bagian dari tubuhnya.” (Muhammad Abdul Hamid As-Syirwani, Hasyiyatus Syirwani, [Beirut, Darul Fikr], juz III, halaman 161)


Adapun mengubur ari-ari sesuai syariat Islam adalah yaitu membaca doa basmallah dengan menyebut nama Allah SWT yang maha pemurah lagi maha penyayang. Setelah membaca doa mengubur ari-ari tersebut, Anda bisa melanjutkannya dengan membaca sholawat

Hukum Mengubur Ari Ari

Dalam Islam, mengubur ari-ari dianggap sebagai tindakan menghormati proses kelahiran, meski tidak diwajibkan. Praktik ini berdasarkan etika Islami yang menghormati setiap aspek kehidupan. Ari-ari, yang terkelupas pasca kelahiran, diperlakukan dengan hormat melalui penguburan. Ini mencerminkan penghargaan terhadap keajaiban penciptaan dan kehidupan.

Pandangan ini berasal dari interpretasi ulama, bukan dari instruksi langsung dalam Al-Quran atau Hadits. Oleh karena itu, perlakuan terhadap ari-ari beragam, tergantung pada tradisi lokal dan pemahaman keislaman. Mengubur ari-ari lebih merupakan refleksi adab dan budaya daripada kewajiban agama.

Bacaan Doa Mengubur Ari-Ari Bayi

Bacaan doa ketika mengubur ari-ari bayi merupakan praktik yang dilakukan dalam beberapa budaya, termasuk dalam Islam, sebagai bentuk penghormatan terhadap proses kehidupan. Doa ini diucapkan untuk meminta perlindungan dan berkah bagi bayi yang baru lahir.

Doa untuk mengubur ari-ari bayi dalam tradisi Islam biasanya meliputi meminta perlindungan dan berkah dari Allah SWT untuk bayi tersebut. Ari-ari, atau plasenta, sering dianggap sebagai sesuatu yang perlu dihormati dan dikubur dengan cara yang layak dalam beberapa budaya, termasuk di Indonesia.

Berikut adalah contoh bacaan doa yang bisa digunakan saat mengubur ari-ari bayi

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهُ سَلَامَةً لِفُلَانٍ

(sebut nama bayi) Ya Allah, jadikanlah ini sebagai keselamatan.

اَللّٰهُمَّ حَصِّنْهُ بِحِصْنِكَ الْحَصِيْنِ وَ اَمَانِكَ الْوَثِيْقِ

Ya Allah, lindungilah dia dengan perlindungan-Mu yang kokoh dan aman-Mu yang kuat.

اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَهُ فِيْ عُمُرِهِ وَ صِحَّتِهِ وَ رِزْقِهِ

Ya Allah, berkahilah dia dalam umurnya, kesehatannya, dan rezekinya.

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهُ مِنَ الصَّالِحِيْنَ وَ حُفَّظَةِ كِتَابِكَ الْكَرِيْمِ

Ya Allah, jadikanlah dia termasuk orang-orang yang shalih dan penghafal Kitab-Mu yang mulia.

سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَ بِحَمْدِكَ اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اَنْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَ اَتُوْبُ اِلَيْكَ

Maha suci Engkau ya Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi tidak ada tuhan selain Engkau, aku memohon ampunan dan bertobat kepada-Mu.

Cara Mengubur Ari-Ari Secara Syariat Islam

Mengubur ari-ari atau plasenta seorang bayi dalam ajaran Islam merupakan proses yang dilakukan dengan langkah-langkah sederhana, yang menunjukkan penghargaan terhadap kehidupan. Cara mengubur ari-ari sesuai dengan syariat Islam adalah sebagai berikut:

1. Pembersihan Ari-Ari

Sebagai tanda penghormatan, ari-ari bayi dibersihkan terlebih dahulu menggunakan air sebelum proses penguburan.

2. Menentukan Tempat Penguburan

Tempat yang akan digunakan untuk penguburan haruslah bersih dan terjaga dari gangguan, baik dari manusia maupun hewan, sehingga memastikan kehormatan ari-ari tersebut.

3. Penggalian Lubang

Lubang yang digali untuk penguburan harus cukup dalam, sekitar 30 sampai 60 centimeter, untuk mencegah ari-ari tersebut terbuka kembali karena ulah hewan atau pengaruh alam.

4. Posisi Penguburan Mengarah ke Kiblat

Apabila memungkinkan, letakkan ari-ari di dalam lubang dengan arah menghadap kiblat sebagai bentuk penghormatan.

5. Pembacaan Doa

Sebelum menutup lubang, disarankan untuk membacakan doa dengan harapan agar bayi mendapatkan perlindungan dan keberkahan dari Allah SWT.

6. Penutupan Lubang

Lubang kemudian ditutup dengan tanah hingga rata, memastikan ari-ari terkubur dengan sempurna.

7. Tidak Membuat Tanda Berlebihan pada Makam Ari-Ari

Tidak dianjurkan untuk menandai lokasi makam ari-ari secara mencolok, menunjukkan pentingnya kesederhanaan dan keikhlasan dalam proses ini.

Perlu diingat bahwa praktik ini dapat berbeda tergantung pada adat istiadat lokal dan pemahaman keagamaan. Proses penguburan ari-ari bukanlah sebuah kewajiban, melainkan lebih dianggap sebagai ungkapan penghormatan terhadap proses kelahiran dan kehidupan itu sendiri.

Ingin mendapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar kesehatan, gaya hidup, dan tips keluarga? Kunjungi website kami mediamu.com , portal Anda untuk sumber berita dan artikel yang mendalam dan bermutu. Diperbarui setiap hari dengan konten berkualitas, kami berdedikasi untuk memberikan Anda wawasan terbaru yang Anda butuhkan.

Editor : Muhammad Fajrul Falaq. Tim Redaksi mediamu.com

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here