Islam

Islam

MediaMU.COM

Feb 22, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pengertian Hadits Mursal dan Contohnya

Pengertian Hadits Mursal dan Contohnya

MEDIAMU.COM - Pengertian Hadits Mursal dan Contohnya

Hadits Mursal Adalah

Pengertian Hadits Mursal dan Contohnya Dalam kajian Islam, hadits mursal merupakan salah satu topik yang menarik perhatian. Sebagai bagian dari ilmu hadits, pemahaman tentang hadits mursal tidak hanya penting bagi akademisi, tetapi juga bagi umat Islam secara umum. Allah berfirman dalam Al-Qur'an, Surat Al-Mujadila ayat 7 :

"أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَا يَكُونُ مِن نَّجْوَىٰ ثَلَاثَةٍ إِلَّا هُوَ رَابِعُهُمْ وَلَا خَمْسَةٍ إِلَّا هُوَ سَادِسُهُمْ وَلَا أَدْنَىٰ مِن ذَٰلِكَ وَلَا أَكْثَرُ إِلَّا هُوَ مَعَهُمْ أَيْنَ مَا كَانُوا ۖ ثُمَّ يُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ"

" Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tidak ada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dia adalah yang keempat di antara mereka; tidak (pula) antara lima orang, melainkan Dia adalah yang keenam, tidak kurang dari itu dan tidak lebih, melainkan Dia bersama mereka di mana saja mereka berada. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan pada Hari Kiamat. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

Definisi Hadits Mursal

Hadits Mursal adalah hadits yang diriwayatkan oleh seorang tabi'in langsung dari Nabi Muhammad SAW, tanpa menyebutkan sahabat sebagai perantara. Dalam konteks ini, hadits mursal sering kali menimbulkan diskusi mengenai keautentikannya. Al-Qur'an dalam Surat Al-Hujurat ayat 6 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

"Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpa suatu kaum dengan kejahilan, lalu kamu menyesal atas perbuatanmu itu."

Sejarah dan Latar Belakang Hadits Mursal

Sejarah hadits mursal terkait erat dengan periode awal penyebaran Islam. Tokoh-tokoh seperti Imam Malik dan Abu Hanifah seringkali menggunakan hadits mursal dalam ijtihad mereka. Hal ini mencerminkan Surat Al-Imran ayat 103 yang berbunyi:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan berpeganglah kamu semua kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu dengan nikmat Allah kamu menjadi bersaudara. Dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya.

Contoh Dalil Mursal dan Analisisnya

Salah satu contoh hadits mursal adalah riwayat tentang larangan berbicara dalam keadaan marah.Meskipun hadits ini mursal, pesannya selaras dengan nilai-nilai yang Al-Qur'an ajarkan, seperti yang terdapat dalam Surat Al-A'raf ayat 199:

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

"Ambillah jalan tengah, dan perintahkanlah kepada manusia mengerjakan yang ma’ruf dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh."

Contoh Hadis Mursal

"عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "لا حِجَابَ بَيْنَ اللَّهِ وَدُعَاءِ الْوَالِدَيْنِ لِوَلَدِهِمَا." (رواه البيهقي)

"Dari Abdullah bin Abbas, dia berkata: Rasulullah SAW. bersabda, 'Tidak ada hijab antara Tuhan dan doa orang tua untuk anaknya.'" (HR. Al-Baihaqi)

Dalam hadis ini, tidak disebutkan nama perawi yang mendengar langsung dari Nabi Muhammad SAW., sehingga dapat dikategorikan sebagai Hadis Mursal.

Dalam hadis ini, tidak disebutkan nama perawi yang mendengar langsung dari Nabi Muhammad SAW., sehingga dapat dikategorikan sebagai Hadis Mursal.

Syarat Hadits Mursal

Syarat-syarat Hadis Mursal adalah sebagai berikut:

1. Isnad yang melompat

Hadis Mursal adalah hadis yang isnadnya melompat satu atau beberapa perawi dari generasi Nabi Muhammad SAW. ke generasi setelahnya tanpa ada perawi di antara keduanya.

2. Ketidakhadiran Perawi

Tidak disebutkan nama perawi yang mendengar langsung dari Nabi Muhammad SAW. atau tidak disebutkan perawi yang memperoleh hadis tersebut dari perawi yang langsung mendengar dari Nabi.

3. Pengetahuan Para Perawi

Perawi-perawi yang terlibat dalam hadis ini tidak mengetahui hadis tersebut atau mereka tidak mengenal satu sama lain.

4. Kredibilitas Perawi

Para perawi yang menyampaikan hadis tersebut harus dikenal sebagai perawi yang terpercaya dalam hal kejujuran, kecerdasan, dan ketepatan dalam menghafal dan menyampaikan hadis.

5. Kelayakan Tema

Meskipun isnadnya melompat, tema hadis tersebut haruslah sesuai dengan prinsip-prinsip agama Islam dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip yang sudah disepakati sebelumnya.

Meskipun Hadis Mursal dianggap memiliki kelemahan dari segi sanad (rantai perawi), namun kadang-kadang masih diterima sebagai sumber hukum Islam jika kriteria kredibilitas perawi dan kelayakan tema terpenuhi.

Perbedaan Hadis Mudallas dan Hadist Mursal

Perbedaan antara Hadis Mudallas dan Hadis Mursal adalah sebagai berikut:

1. Hadis Mudallas

Hadis Mudallas adalah hadis yang diriwayatkan dengan menghilangkan perawi yang sebenarnya menyampaikan hadis tersebut kepada perawi yang lebih tua, tetapi disamarkan identitasnya.

Perawi dalam Hadis Mudallas biasanya menghilangkan sebagian atau seluruh generasi perawi yang seharusnya menyampaikan hadis kepada perawi yang lebih tua.

Contoh mudallas adalah perawi yang menggunakan istilah "an" (dari) atau "haddatsana" (telah mengabarkan kepada kami) untuk menyembunyikan identitas perawi yang sebenarnya.

2. Hadis Mursal:

Hadis Mursal adalah hadis yang riwayatnya melompat satu atau beberapa perawi dari generasi Nabi Muhammad SAW. ke generasi setelahnya tanpa adanya perawi di antara keduanya.

Biasanya, tidak disebutkan nama perawi yang mendengar langsung dari Nabi Muhammad SAW. atau tidak disebutkan perawi yang memperoleh hadis tersebut dari perawi yang langsung mendengar dari Nabi.

Perbedaan utama Hadis Mursal adalah ketiadaan perawi di antara generasi Nabi dan generasi perawi yang menyampaikan hadis tersebut.

Dengan demikian, meskipun keduanya memiliki kelemahan dalam sanad (rantai perawi), namun penyebab kelemahan tersebut berbeda. Hadis Mudallas disebabkan oleh praktik menyembunyikan identitas perawi, sedangkan Hadis Mursal disebabkan oleh ketiadaan perawi di antara generasi.

Pentingnya Hadits Mursal dalam Studi Islam

Dalam studi Islam, hadits mursal memberikan nuansa berbeda dalam pemahaman teks-teks agama. Ayat Al-Qur'an, Surat Az-Zumar ayat 18 yang berbunyi:

الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ ۚ أُولَـٰئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ ۖ وَأُولَـٰئِكَ هُمْ أُولُو الْأَلْبَابِ

Artinya:
"(Yaitu) orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang terbaik darinya. Mereka itulah orang-orang yang Allah beri petunjuk, dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal."

Perdebatan dan Perspektif Terkait Hadits Mursal

Hadits mursal sering menjadi topik perdebatan di kalangan ulama. Beberapa mempertanyakan keabsahannya, sementara yang lain menilainya berguna dalam konteks tertentu. Perspektif ini mengingatkan pada Surat Al-Baqarah ayat 148:

وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ أَيْنَمَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Terjemahan Indonesia:
"Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semua. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu."

Contoh Hadis Mursal:

"Dari Abdullah bin Abbas, dia berkata: Rasulullah SAW. bersabda, 'Tidak ada hijab antara Tuhan dan doa orang tua untuk anaknya.'" (HR. Al-Baihaqi)

Dalam hadis ini, tidak disebutkan nama perawi yang mendengar langsung dari Nabi Muhammad SAW., sehingga dapat dikategorikan sebagai Hadis Mursal.

Kesimpulan Peran dan Relevansi Hadits Mursal

Pengertian Hadits Mursal dan Contohnya tetap relevan dalam konteks keagamaan dan pendidikan Islam saat ini. Sebagai bagian dari warisan Nabi Muhammad SAW, ia memberikan pelajaran tentang pentingnya kehati-hatian dan kedalaman dalam mempelajari agama. Sebagaimana Allah berfirman dalam Surat An-Nahl ayat 43:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُّوحِي إِلَيْهِمْ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

"Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu melainkan laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui."

Temukan Kebijaksanaan Abadi dalam Hadist seperti Pengertian Hadits Mursal dan Contohnya Kunjungi mediamu.com Sekarang! Dapatkan akses langsung ke sumber-sumber hadist yang kaya dan mendalam. Saksikan bagaimana ajaran-ajaran ini memberi pencerahan dalam kehidupan sehari-hari.

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here