Islam

Islam

MediaMU.COM

Apr 22, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kedamaian Didambakan

Agama sesungguhnya mendambakan kerukunan, perdamaian nir kekerasan dan hubungan baik sesama. Kedamaian adalah sebuah hal yang mutlak dan didambakan oleh setiap manusia karena bermula dari hati setiap manusia.

Tidak mungkin mampu memberikan kedamaian kepada orang lain jika hatinya sendiri tidak damai dan bermusuhan. Kehadiran Nabi Muhammad SAW adalah untuk menyingkirkan segala upaya kekerasan, termasuk di dalamnya adalah perang. 

Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk membenci peperangan. Dalam Al-Qur’an redaksi qital (perang/membunuh) tidak otomatis berbicara tentang perang. Islam sebagai agama yang menjunjung tinggi kedamaian, umat selalu berada pada posisi berjuang untuk mewujudkan cita-cita mulia itu menuju kedamaian, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadaban.

Seruan, ajakan, dan anjuran agar hidup damai sebenarnya sudah selalu disampaikan, bahkan digelorakan. Namun bersamaan waktunya dalam menggelorakan kedamaian itu, ternyata juga terjadi perpecahan, konflik, dan peperangan.

Kedamaian merupakan dambaan semua manusia. Dalam agama, diperintahkan setiap umatnya untuk menyebarkan kedamaian dalam kehidupan. Dalam Islam pun, Nabi Muhammad SAW telah memerintahkan dan memberi contoh kepada umat Islam untuk menebar kedamaian dengan menebar salam apabila bertemu dengan orang lain, baik orang yang dikenal maupun tidak dikenalnya.    

Dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 216 disebutkan: “Diwajibkan atas kamu berperang. Padahal perang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu. Padahal ia amat baik bagimu. Boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui. Sedangkan kamu tidak mengetahui.” 

Dalam ayat tersebut Allah SWT memerintahkan perang kepada umat Islam. Namun, sebenarnya umat Islam merasa berat dan tidak senang terhadap peperangan. Jiwa umat Nabi Muhammad SAW sudah terdidik untuk cinta pada perdamaian sehingga ketika turun ayat ini Allah SWT menambahkan dengan kalimat wa huwa kurhul lakum (padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci). Kekerasan dalam peperangan dengan korban yang tidak sedikit harus dihentikan. (Dr. H. Nur Ahmad Ghojali, M.A./Wakil Ketua PWM DIY)

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here