<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
    <channel>
        <title>MediaMU.COM &amp; Pesantren</title>
        <link>https://islam.mediamu.com/pesantrenrss/category/pesantren</link>
        <description>MediaMU.COM &amp; Title: Pesantren</description>
        <dc:language>id</dc:language>
        <dc:rights>Jl. Gedongkuning No.130 B, Rejowinangun, Kec. Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55171</dc:rights>
                                                    <item>
                    <title>Apakah Darah Luka Najis dalam Islam</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/apakah-darah-luka-najis-dalam-islam</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/apakah-darah-luka-najis-dalam-islam</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ MEDIAMU.COM -&nbsp;Najis dalam Islam merujuk pada segala sesuatu yang dianggap kotor dan tidak suci menurut hukum syariat. Dalam fiqih, najis terbagi menjadi dua kategori utama: najis mughaladhah (berat) dan khafifah (ringan). Najis mughaladhah meliputi najis yang harus dibersihkan dengan cara khusus, seperti darah dan air kencing hewan yang tidak halal, sementara najis khafifah biasanya lebih mudah dibersihkan. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM</strong> -&nbsp;Najis dalam Islam merujuk pada segala sesuatu yang dianggap kotor dan tidak suci menurut hukum syariat. Dalam fiqih, najis terbagi menjadi dua kategori utama: najis mughaladhah (berat) dan khafifah (ringan). Najis mughaladhah meliputi najis yang harus dibersihkan dengan cara khusus, seperti darah dan air kencing hewan yang tidak halal, sementara najis khafifah biasanya lebih mudah dibersihkan.</p><p>Dalil tentang najis dapat ditemukan dalam beberapa hadits, salah satunya dari Rasulullah SAW yang bersabda:<br />"Sesungguhnya air kencing anak kecil laki-laki itu tidak najis, hanya saja cukup dibersihkan dengan mencucinya" (HR. Abu Dawud).<br />Namun, untuk darah, sebagaimana dijelaskan dalam beberapa kitab fiqih, darah dianggap najis karena keluar dari tubuh manusia dan hewan yang tidak halal. Darah yang keluar dari tubuh manusia atau hewan halal dianggap najis berdasarkan konsensus ulama fiqih.</p><p>Darah yang keluar dalam jumlah sedikit atau banyak dari tubuh manusia, termasuk darah yang keluar melalui luka, tetap dikategorikan sebagai najis. Untuk membersihkan darah dari tubuh, cukup dengan mencuci menggunakan air mengalir sampai bersih. Hal ini berkaitan dengan prinsip dasar dalam Islam yang menekankan kebersihan dalam kehidupan sehari-hari, apalagi dalam konteks ibadah.</p><h2><strong>Hukum Darah dalam Fiqih Islam</strong></h2> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2025/01/11667848ca890ed7.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="75137" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 24 Jan 2025 08:47:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>M. Fajrul Falaq</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                        </channel>
</rss>