<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
    <channel>
        <title>MediaMU.COM &amp; Pemikiran</title>
        <link>https://islam.mediamu.com/pemikiranrss/category/pemikiran</link>
        <description>MediaMU.COM &amp; Title: Pemikiran</description>
        <dc:language>id</dc:language>
        <dc:rights>Jl. Gedongkuning No.130 B, Rejowinangun, Kec. Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55171</dc:rights>
                                                    <item>
                    <title>Berbuatlah Kebaikan Niscaya Allah Akan Lipatgandakan</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/berbuatlah-kebaikan-niscaya-allah-akan-lipatgandakan</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/berbuatlah-kebaikan-niscaya-allah-akan-lipatgandakan</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ MEDIAMU.COM - Berbuat kebaikan adalah fondasi penting dalam ajaran Islam, di mana setiap amal baik mendapat ganjaran dari Allah. Dalam Quran, Allah berfirman bahwa setiap tindakan baik, sekecil apapun, akan mendapatkan balasan yang lebih besar. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM</strong> - Berbuat kebaikan adalah fondasi penting dalam ajaran Islam, di mana setiap amal baik mendapat ganjaran dari Allah. Dalam Quran, Allah berfirman bahwa setiap tindakan baik, sekecil apapun, akan mendapatkan balasan yang lebih besar.</p><p>Kebaikan ini tidak hanya memperbaiki hubungan sosial, tetapi juga mendekatkan diri kita kepada Allah. Hadits Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan bahwa amal shaleh, termasuk sedekah dan membantu sesama, sangat dianjurkan dan akan mendapat balasan yang berlipat ganda dari Allah.</p><h2><strong>Janji Allah dalam Melipatgandakan Kebaikan</strong></h2><p>Allah SWT menjanjikan balasan yang berlipat ganda bagi setiap amal kebaikan yang dilakukan oleh umat-Nya. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 261, Allah menggambarkan sedekah sebagai benih yang tumbuh menjadi tujuh tangkai, masing-masing mengandung seratus biji. Ini menunjukkan bahwa kebaikan seperti sedekah akan dilipatgandakan pahalanya secara signifikan.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/08/11666be534ef2769.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="130233" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 15 Aug 2024 19:13:34 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>M. Fajrul Falaq</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Pusat Inspirasi</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/pusat-inspirasi</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/pusat-inspirasi</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Secara substantif dan peristilahan, konsep Islam Berkemajuan memiliki rujukan kesejarahan pada pemikiran Kyai Haji Ahmad Dahlan dan pemikiran resmi Muhammadiyah sesudahnya, yang memperkenalkan kata &ldquo;kemajuan&rdquo;, &ldquo;memajukan&rdquo;, dan &ldquo;berkemajuan&rdquo;.
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Secara substantif dan peristilahan, konsep Islam Berkemajuan memiliki rujukan kesejarahan pada pemikiran Kyai Haji Ahmad Dahlan dan pemikiran resmi Muhammadiyah sesudahnya, yang memperkenalkan kata &ldquo;kemajuan&rdquo;, &ldquo;memajukan&rdquo;, dan &ldquo;berkemajuan&rdquo;.</p>
<p>Islam Berkemajuan disebutkan sebagai &ldquo;Pandangan Keislaman&rdquo;, yang antara lain mengandung pemikiran Muhammadiyah adalah gerakan Islam yang melaksanakan misi dakwah dan tajdid untuk terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.&nbsp;</p>
<p>Bagi Muhammadiyah, Islam merupakan nilai utama sebagai fondasi dan pusat inspirasi yang menyatu dalam seluruh denyut-nadi gerakan.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11665321b768cc87.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="49970" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sat, 21 Oct 2023 04:09:58 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>MENGAMBIL ‘IBRAH DARI PERISTIWA GERHANA MATAHARI</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/mengambil-ibrah-dari-peristiwa-gerhana-matahari</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/mengambil-ibrah-dari-peristiwa-gerhana-matahari</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Kaum Muslimin dan Muslimat Rahimakumullah.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><em><strong>Kaum Muslimin dan Muslimat Rahimakumullah.</strong></em></p>



<p>Marilah kita berama-sama meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa, yaitu bersikap istiqamah dalam mengerjakan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya. Dengan yang demikian, mudah-mudahan kita akan menjadi umat yang terbaik dan unggul serta mendapat ridha Allah SWT.</p>



<p>Kejadian gerhana matahari menunjukkan kepada kita bagaimana pun kejadian itu, sehebatan apa pun, semuanya berada arahan dan perintah Allah, Betapa malangnya, sekiranya ada umat manusia yang menjadikan matahari, bulan dan sesuatu selain Allah sebagai Tuhan yang disembah akibat terpesona dengan kehebatannya yang tidak seberapa dibandingkan dengan kehebatan kekuasaan dan kebesaran Allah, sehingga mereka gagal memahami bahwa adanya kuasa yang lebih hebat yang menciptakan setiap sesuatu yang mereka kagumi selama ini, yaitu: Allah Yang Maha Esa. Begitu juga bagi umat manusia yang hanya bisa merasakan bagaimana hebatnya pergerakan matahari, bulan dan benda-benda angkasa yang lain di atas landasan orbitnya tanpa berlakunya perlanggaran antara satu sama lain, namun gagal untuk memahami keberadaan Allah yang mengatur segala pergerakan tersebut. Inilah antara lain kelemahan akal manusia yang terbatas kemampuannya, di mana tanpa panduan hidayah dan taufiq Allah, manusia tidak mampu mengenali Allah, Sang Pencipta dan Pemelihara Alam semesta, meskipun telah mengagumi alam ciptaanNya. </p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651a360de6386.webp?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="32600" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 16 Apr 2023 03:34:42 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        &amp;#039;ibrah,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                diy,
                                                                                                                                                                gerhana,
                                                                                                                                                                matahari,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mengambil,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                peristiwa,
                                                                                                                                                                pwm diy,
                                                                                                                                                                yogyakarta                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Manfaat dan Keutamaan Bergaul dengan Orang Sholeh dalam Kehidupan</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/manfaat-dan-keutamaan-bergaul-dengan-orang-sholeh-dalam-kehidupan</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/manfaat-dan-keutamaan-bergaul-dengan-orang-sholeh-dalam-kehidupan</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ MEDIAMU.COM - Bergaul dengan orang sholeh secara langsung mempengaruhi peningkatan iman dan taqwa seseorang. Melalui interaksi yang rutin, kita terpapar pada contoh-contoh ibadah yang khusyuk dan sikap yang sesuai syariat. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM</strong> - Bergaul dengan orang sholeh secara langsung mempengaruhi peningkatan iman dan taqwa seseorang. Melalui interaksi yang rutin, kita terpapar pada contoh-contoh ibadah yang khusyuk dan sikap yang sesuai syariat.</p><p>Orang sholeh cenderung mengingatkan kita untuk selalu berzikir, shalat tepat waktu, dan menjauhi maksiat. Pengaruh positif ini memperkuat keyakinan kita kepada Allah, sekaligus mendorong kita untuk lebih konsisten dalam menjalankan perintah-Nya dan meningkatkan kualitas hubungan spiritual kita.</p><h2>Mendapatkan Ilmu yang Bermanfaat</h2><p>Bergaul dengan orang sholeh memberikan kita akses langsung ke ilmu yang bermanfaat, baik dalam aspek spiritual maupun kehidupan sehari-hari. Orang sholeh sering memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang ajaran agama, sehingga pergaulan dengan mereka menjadi kesempatan untuk menimba pengetahuan tentang hukum-hukum Islam, etika, dan cara hidup yang benar.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/08/11666be481da8da2.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="83387" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 15 Aug 2024 17:52:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>M. Fajrul Falaq</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Tirai Pemikiran 11: Mukasyafah dan Musyahadah</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/tirai-pemikiran-11-mukasyafah-dan-musyahadah</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/tirai-pemikiran-11-mukasyafah-dan-musyahadah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Allah swt berfirman, Dan Dia Maha Menyaksikan segala sesuatu (QS Saba&rsquo;: 47). Dan yang menyaksikan dan yang disaksikan (QS Al-Buruj: 3). Dialah yang Maha Awal dan Maha Akhir, Maha Lahir dan Maha Batin dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu (QS Al-Hadid: 3). Ke mana pun engkau menghadap, di situlah wajah Allah (QS Al-Baqarah: 115). ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Allah swt berfirman, <em>Dan Dia Maha Menyaksikan segala sesuatu </em>(QS Saba&rsquo;: 47). <em>Dan yang menyaksikan dan yang disaksikan </em>(QS Al-Buruj: 3). <em>Dialah yang Maha Awal dan Maha Akhir, Maha Lahir dan Maha Batin dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu </em>(QS Al-Hadid: 3). <em>Ke mana pun engkau menghadap, di situlah wajah Allah </em>(QS Al-Baqarah: 115).</p><p>Kata <em>kasyf </em>ialah bentuk masdar yang berasal dari <em>kasyafa-yaksyifu-kasyfan </em>yang artinya menyingkapkan, menemukan, menghilangkan dan menampakkan. Dalam tasawuf, <em>kasyf </em>ialah pengetahuan yang diperoleh melalui kebiasaan berzikir, berkhalwat dan bermujahadah, juga hadir lewat firasat dan intuisi (<em>dzauq</em>) yang dalam manifestasinya berupa tersingkapnya tirai ketuhanan. <em>Mukasyafah </em>ialah tersingkapnya rahasia Allah yang tersembunyi. Para salik dapat menyaksikan yang gaib dengan terbukanya keyakinan melalui firasat (<em>firasah</em>). Hadis firasat berbunyi, <em>takutlah kalian akan firasatnya orang beriman sebab dia melihat dengan cahaya Allah </em>(HR Tirmidzi). Hadis firasat ini menjadi dasar bagi <em>kasyf </em>yang dialami para salik atau para wali.</p><p>Imam Al-Ghazali menggunakan istilah itu dalam salah satu karyanya yang berjudul <em>Mukasyafatul Qulub al-Muqarrib ila Hadrati &lsquo;Allamil Ghuyub </em>dengan maksud untuk mendekatkan diri kepada Allah yang Maha Gaib.Al-Ghazali dalam <em>Raudhah al-Thalibin wa &lsquo;Umdah al-Salikin </em>menyinonimkan dan menyamakan arti <em>mukasyafah</em> dengan <em>musyahadah, bashirah </em>(mata hati, mata batin) dan <em>mu&rsquo;aiyanah. </em>Dalam <em>&lsquo;Ilmu al-Auliya&rsquo; </em>Al-Hakim al-Tirmidzi menjelaskan bahwa ilmu seorang <em>muqarrib </em>(orang yang berada sangat dekat dengan Allah) yang telah menggenggam ilmu <em>inabah</em> (kepasrahan), ilmu hati atau ilmu yang berguna (<em>al-&lsquo;ilm al-nafi&rsquo;</em>) selaras dengan <em>mu&rsquo;ayanah </em>(penglihatan langsung) dan <em>muwaka&rsquo;annah </em>(keserupaan dalam <em>hadis ihsan</em>&mdash;<em>Kamu menyembah Allah seakan-akan kamu (ka&rsquo;annaka) melihat-Nya, walaupun kamu tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu</em>&mdash;penekanan penghayatan pada praktik <em>ka&rsquo;anniyah </em>[keseakanakanan] dalam perbuatan dan keyakinan).</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651ccd60a2a53.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="36123" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 26 Feb 2024 18:06:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                mukasyafah,
                                                                                                                                                                musyahadah,
                                                                                                                                                                pemikiran,
                                                                                                                                                                tirai                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>WAWASAN KEBHINEKAAN GLOBAL</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/wawasan-kebhinekaan-global</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/wawasan-kebhinekaan-global</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Dunia Yang Berwarna 
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>Dunia Yang Berwarna </strong></p>
<p>Dunia ini diisi oleh manusia dengan berbagai latar belakang, ras, suku, adat, agama, budaya, dan lain-lain. Ketika dunia ini diisi oleh manusia dengan kondisi yang sama maka dunia ini seperti hampa tidak ada warna yang menghiasinya.</p>
<p>Sejak jaman dahulu kala manusia selalu tinggal berpindah-pindah untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Ketika sudah mendapatkan tempat yang di inginkan mereka akan bertemu dengan manusia lain yang memiliki keragaman yang berbeda. Disitulah timbul interaksi, yang pada akhirnya mereka akan saling mengenal dan memahami satu sama lain. Disitu pula mereka akan belajar yang namanya menghargai dan menghormati orang lain dan budaya yang ada ditempat itu. Maka ketika manusia berpindah-pindah maka mereka akan beradaptasi dengan sesuatu yang baru.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11665387f44d8651.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="66946" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Wed, 25 Oct 2023 02:38:14 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        wawasan kebhinekaan global,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                harmoni,
                                                                                                                                                                damai,
                                                                                                                                                                bhineka                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>SEMANGAT IDUL QURBAN UNTUK MEMBANGUN PERADABAN INDONESIA YANG BERKEMAJUAN</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/semangat-idul-qurban-untuk-membangun-peradaban-indonesia-yang-berkemajuan</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/semangat-idul-qurban-untuk-membangun-peradaban-indonesia-yang-berkemajuan</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Pada hari ini Sabtu tanggal 10 Dzulhijjah 1443 H bertepatan dengan 9 Juli 2022&nbsp;M kita berkumpul kembali, duduk bersimpuh di tanah lapang&nbsp;di dinaungi langit membentang luas.&nbsp;Di tempat ini kita bersama-sama menggemakan pujian ”Keagungan” Allah, sehingga bumi dan langit menjadi saksi &nbsp;suara takbir, tahlil dan tahmid hamba hamba Allah yang beriman. Setelah itu, kita serentak sujud, meratakan dahi di atas tanah sembari berdoa memuji Allah. 



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Pada hari ini Sabtu tanggal 10 Dzulhijjah 1443 H bertepatan dengan 9 Juli 2022&nbsp;M kita berkumpul kembali, duduk bersimpuh di tanah lapang&nbsp;di dinaungi langit membentang luas.&nbsp;Di tempat ini kita bersama-sama menggemakan pujian ”Keagungan” Allah, sehingga bumi dan langit menjadi saksi &nbsp;suara takbir, tahlil dan tahmid hamba hamba Allah yang beriman. Setelah itu, kita serentak sujud, meratakan dahi di atas tanah sembari berdoa memuji Allah. </p>



<p>Denyut jantung yang fitrah, membuat kita larut berlinang air mata kegembiraan dan keharuan. Kita bergembira karena hari ini adalah hari kemenangan, dan kebahagiaan rasa haru karena kita kembali merenungkan perjuangan dan pengorbanan yang selalu seiring dengan kehidupan manusia.</p>



<p>Sejak tergelincirnya matahari tanggal 09 Dzulhijjah, seluruh Jamaah Haji dari berbagai negara di dunia, melakukan ibadah wukuf di Padang Arafah sebagai puncak prosesi ibadah haji, dengan hanya bepakaian dua helai kain putih yang tidak berjahit sebagai &nbsp;simbol fitrah kejadian manusia, bahwa manusia dilahirkan dalam keadaan tidak berpakaian, tidak serta merta membawa harta benda dan ilmu pengetahuan, dan pada akhirnya manusia pasti akan kembali menghadap kepada Sang Maha Pencipta, Allah&nbsp;Rabbul ‘Alamin dengan pakaian yang tidak berjahit pula. </p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651cb1f91e0c3.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="114805" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 10 Jul 2022 23:02:44 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        berkemajuan,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                idul qurban,
                                                                                                                                                                indonesia,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                membangun,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                peradaban,
                                                                                                                                                                pwm diy,
                                                                                                                                                                semangat                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Kerja Berat Seperti Apa yang Boleh Tidak Berpuasa?</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/kerja-berat-seperti-apa-yang-boleh-tidak-berpuasa</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/kerja-berat-seperti-apa-yang-boleh-tidak-berpuasa</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Pertanyaan: ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Pertanyaan:</p><p>Assalamualaikum wr. wb</p><p>Saya seorang pegawai di sebuah perusahaan swasta milik orang asing. Tugas saya kadang di kantor tapi sering di lapangan dan tidak jarang harus keluar masuk hutan. Tugas lapangan tersebut tidak tentu waktunya. Apabila dibutuhkan, baru satu minggu di kantor saya harus sudah turun ke lapangan lagi.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651a3736d317e.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="36216" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 22 Apr 2021 13:26:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        berat,
                                                                                                                                                                berpuasa,
                                                                                                                                                                boleh,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                kerja,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Salurkan Energi Positif dan Jangan Lupakan Hakikat</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/salurkan-energi-positif-dan-jangan-lupakan-hakikat</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/salurkan-energi-positif-dan-jangan-lupakan-hakikat</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Saya ingin mengawali tulisan ini dengan berbagi pengalaman dalam membuat cover lagu. Saya sudah cover lagu cukup banyak. Sejak kecil saya sudah membuat cover lagu yang hanya bisa didengar oleh orang terdekat. Ketika SD laman yang saya gunakan hanya Facebook, itu pun yang menonton paling banyak hanya 5 orang. Beranjak memasuki SMP barulah saya membuat akun Instagram. Tidak ada niatan sama sekali bahwa dengan memiliki akun itu saya akan membuat cover. Saya menjadi passive user karena kurang suka bermain Instgram pada waktu itu. Kemudian saya mulai memberanikan diri untuk mempublish cover pertama saya. Hanya suara berlatar gelapnya pintu dengan lagu “Just Give Me a Reason” by Pink. Yang didapatkan tentunya senang, karena ada yang menonton dan memberikan komentar. Merekapun menikmati lagu itu padahal tidak ada musik pendukungnya. Awal itu menjadi motivasi untuk berekspresi kedepannya. Hingga sampai pada titik keberanian dimana banyak yang menikmati, saya pun semakin rajin membuat cover. Penyemangatnya adalah mereka yang cocok dengan suara saya dan request dari teman-teman.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Saya ingin mengawali tulisan ini dengan berbagi pengalaman dalam membuat cover lagu. Saya sudah cover lagu cukup banyak. Sejak kecil saya sudah membuat cover lagu yang hanya bisa didengar oleh orang terdekat. Ketika SD laman yang saya gunakan hanya Facebook, itu pun yang menonton paling banyak hanya 5 orang. Beranjak memasuki SMP barulah saya membuat akun Instagram. Tidak ada niatan sama sekali bahwa dengan memiliki akun itu saya akan membuat cover. Saya menjadi <em>passive user</em> karena kurang suka bermain Instgram pada waktu itu. Kemudian saya mulai memberanikan diri untuk mempublish cover pertama saya. Hanya suara berlatar gelapnya pintu dengan lagu <em>“Just Give Me a Reason” by Pink</em>. Yang didapatkan tentunya senang, karena ada yang menonton dan memberikan komentar. Merekapun menikmati lagu itu padahal tidak ada musik pendukungnya. Awal itu menjadi motivasi untuk berekspresi kedepannya. Hingga sampai pada titik keberanian dimana banyak yang menikmati, saya pun semakin rajin membuat cover. Penyemangatnya adalah mereka yang cocok dengan suara saya dan <em>request </em>dari teman-teman.</p>



<p>Sejauh ini cover yang paling banyak ditonton adalah <em>Love</em><em> Story by Taylor Swif</em> dan <em>Lose by NIKI</em>. Jumlah penontonnya mungkin untuk sebagian orang biasa saja, namun secara pribadi memberikan kesenangan dan semangat. Sekitar empat ribu lebih pendengar yang bersedia memutar untuk mendengarkan kedua lagu itu. Semoga akan ada banyak yang senang dan terwakilkan kebahagiaan dan kesedihannya. Kelak juga berdoa agar lagu yang paling banyak ditonton nantinya ciptaan diri saya pribadi. Aamiin.</p>



<p><strong>Belajar Bernyanyi Secara Mandiri</strong></p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651cbc2f84535.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="37674" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 05 Mar 2021 23:19:39 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                energi,
                                                                                                                                                                hakikat,
                                                                                                                                                                lupakan,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                positif,
                                                                                                                                                                salurkan                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Manaqib Itu Syirik? Inilah Tanggapan sesuai Ulama</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/manaqib-itu-syirik-inilah-tanggapan-sesuai-ulama</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/manaqib-itu-syirik-inilah-tanggapan-sesuai-ulama</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Manaqib Itu Syirik? Inilah Tanggapan sesuai Ulama ajaran kepercayaan menggunakan benar serta menguatkan keimanan buat menjadi umat yang lebih baik. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM</strong> Manaqib Itu Syirik? Inilah Tanggapan sesuai Ulama tentang Manaqib, pada konteks Islam, merujuk pada pujian serta pengagungan terhadap keutamaan atau keistimewaan seseorang, terutama tokoh-tokoh agama atau spiritual. Tradisi ini telah usang terdapat di sejarah Islam sebagai bentuk apresiasi terhadap usaha serta keteladanan para tokoh kepercayaan .</p><h2>Maksud Manaqib dan Arti Manaqib</h2><p>Manaqib adalah istilah dalam bahasa Arab yang merujuk pada keutamaan, kebaikan, atau sifat-sifat terpuji seseorang atau kelompok tertentu. Dalam konteks Islam, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan keunggulan atau sifat-sifat luhur dari individu dalam sejarah Islam, terutama para sahabat Nabi Muhammad SAW atau tokoh-tokoh agama yang dianggap memiliki peran penting dalam penyebaran ajaran Islam atau melakukan perbuatan baik yang patut dijadikan contoh.</p><p>Penelitian tentang manaqib melibatkan pengkajian mendalam mengenai kehidupan, tindakan, dan kontribusi mereka dalam sejarah Islam. Hal ini bertujuan untuk memberikan penghormatan dan pemahaman yang lebih dalam terhadap prestasi dan peran mereka yang berarti dalam pengembangan dan penyebaran agama Islam.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/12/1166572c8cd3aeda.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="11739" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 07 Jan 2024 07:43:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>M. Fajrul Falaq</dc:creator>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            <media:keywords>apakah Manaqib Itu Syirik</media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Remaja Harus Pahami Pentingnya Kesehatan Tubuh dan Pikiran</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/remaja-harus-pahami-pentingnya-kesehatan-tubuh-dan-pikiran</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/remaja-harus-pahami-pentingnya-kesehatan-tubuh-dan-pikiran</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Usia remaja adalah saat dimana perkembangan secara fisik dan mental mengalami banyak perubahan. Melalui webinar bertema “Generasi Sehat Fisik dan Mental Ada pada Diriku” Al Birru Organizer mengajak dokter Rizki berbagi cara menjaga kesehatan fisik sejak usia muda, sedangkan Kak Laila berbagi pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan mental.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Usia remaja adalah saat dimana perkembangan secara fisik dan mental mengalami banyak perubahan. Melalui webinar bertema “Generasi Sehat Fisik dan Mental Ada pada Diriku” Al Birru Organizer mengajak dokter Rizki berbagi cara menjaga kesehatan fisik sejak usia muda, sedangkan Kak Laila berbagi pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan mental.</p>



<p>Mengapa remaja harus mulai memahami pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan pikiran? Karena dua hal ini sangat krusial, apalagi di masa sekarang banyak yang bisa menyulut pengaruh kesehatan. Contohnya adalah maraknya fast food dan penggunaan sosial media yang membuat diri sendiri membandingkan dengan orang lain tanpa mengetahui hal itu bisa menjadi penyebab tidak sehat secara fisik maupun mental.</p>



<p>Dokter Rizki mengawali dengan berbagi tentang informasi kesehatan. Menurut WHO “Kesehatan itu adalah secara komplit: fisik, mental, dan sosial.” Menurut pendapat lain secara umum, kesehatan adalah kemampuan untuk perform, hidup sehari-hari, dan hidup secara nyaman dalam satu tubuh. Kesehatan setiap kondisi bisa mempengaruhi satu sama lain. Contoh, apabila sedang stress, menyebabkan tidak enak untuk makan, mau bersosialisasi merasa tidak nyaman. Menjaga kesehatan secara utuh menjadikan lebih nyaman dalam beraktivitas dan bahagia.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651ccd65320b5.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="61018" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 24 Jan 2021 22:51:44 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                kesehatan,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                pahami,
                                                                                                                                                                penting,
                                                                                                                                                                pikiran,
                                                                                                                                                                remaja,
                                                                                                                                                                tubuh                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Cari Tahu Pengertian dan Isi Aqidah 50</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/cari-tahu-pengertian-dan-isi-aqidah-50</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/cari-tahu-pengertian-dan-isi-aqidah-50</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ MEDIAMU.COM - Aqidah, sebagai pilar fundamental dalam agama, memiliki peran sentral dalam membimbing keyakinan dan tindakan umatnya. Aqidah 50, atau pemahaman tentang 50 prinsip aqidah, menandakan serangkaian keyakinan esensial yang membentuk inti keimanan seseorang. Dalam setiap aspeknya, Aqidah 50 menjadi panduan spiritual yang mendalam, menuntun umat dalam memahami esensi keberadaan, hubungan dengan Sang Pencipta, dan tanggung jawab moral terhadap sesama.Memaknai Aqidah 50 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM</strong> - <span>Aqidah, sebagai pilar fundamental dalam agama, memiliki peran sentral dalam membimbing keyakinan dan tindakan umatnya. Aqidah 50, atau pemahaman tentang 50 prinsip aqidah, menandakan serangkaian keyakinan esensial yang membentuk inti keimanan seseorang. Dalam setiap aspeknya, Aqidah 50 menjadi panduan spiritual yang mendalam, menuntun umat dalam memahami esensi keberadaan, hubungan dengan Sang Pencipta, dan tanggung jawab moral terhadap sesama.</span></p><h2>Memaknai Aqidah 50</h2><p>Aqidah 50 adalah ilmu paling mendasar dalam Islam yang perlu diketahui seluruh umat Muslim. Ilmu tauhid ini membahas sifat jaiz maupun mustahil yang dimiliki Allah beserta para Nabi dan Rasul-Nya.</p><p>merupakan salah satu asas dalam memahami Islam secara sempurna. Aqidah 50 bertujuan untuk membetulkan dan meneguhkan iman manusia kepada Allah SWT.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/12/1166570f806c84c3.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="18679" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Wed, 06 Dec 2023 22:39:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        aqoid 50,
                                                                                                                                                                aqidah 50                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Kemuliaan Manusia</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/kemuliaan-manusia</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/kemuliaan-manusia</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Ideologis Islam yang berkemajuan untuk pencerahan merupakan bentuk transformasi Al-Ma&rsquo;un untukmenghadirkan dakwah dan tajdid secara aktual dalam pergulatan hidup keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan universal.
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Ideologis Islam yang berkemajuan untuk pencerahan merupakan bentuk transformasi Al-Ma&rsquo;un untuk<br />menghadirkan dakwah dan tajdid secara aktual dalam pergulatan hidup keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan universal.</p>
<p>Transformasi Islam yang bercorak kemajuan dan pencerahan itu merupakan wujud dari ikhtiar meneguhkan dan memperluas pandangan keagamaan yang bersumber pada Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan mengembangkan ijtihad di tengah tantangan kehidupan modern abad ke-21 yang sangat kompleks.</p>
<p>Islam yang berkemajuan menyemaikan benih-benih kebenaran, kebaikan, kedamaian, keadilan, kemaslahatan, kemakmuran, dan keutamaan hidup secara dinamis bagi seluruh umat manusia.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11665321b6a81216.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="49970" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 20 Oct 2023 06:17:41 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Meraih Kebahagiaan Hati di Tengah Pandemi</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/meraih-kebahagiaan-hati-di-tengah-pandemi</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/meraih-kebahagiaan-hati-di-tengah-pandemi</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ PADA masa pandemi Covid-19 ini masyarakat mengalami perubahan kehidupan pada bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. Pandemi ini menimbulkan berbagai permasalahan kompleks dan cenderung berdampak negatif. Misalnya dalam bidang ekonomi, khususnya sektor pariwisata, perhotelan, dan transportasi, mengalami kerugian cukup besar, sehingga beberapa perusahaan melakukan PHK terhadap karyawannya. Begitu juga bidang pendidikan, para pembelajar juga dirugikan karena pembelajaran dilakukan secara terbatas.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>PADA masa pandemi Covid-19 ini masyarakat mengalami perubahan kehidupan pada bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. Pandemi ini menimbulkan berbagai permasalahan kompleks dan cenderung berdampak negatif. Misalnya dalam bidang ekonomi, khususnya sektor pariwisata, perhotelan, dan transportasi, mengalami kerugian cukup besar, sehingga beberapa perusahaan melakukan PHK terhadap karyawannya. Begitu juga bidang pendidikan, para pembelajar juga dirugikan karena pembelajaran dilakukan secara terbatas.</p>



<p>Sebagian besar masyarakat merasakan dampak negatif tersebut, seperti kehilangan pekerjaan, pelaku dunia usaha mengalami kebangkrutan, dan pembelajaran di sekolah terganggu, sebagian masyarakat terkena Covid-19 dan menyebabkan kematian. Dari berbagai masalah tersebut masyarakat mengalami masalah luar biasa yang menyebabkan hati menjadi susah, sedih, takut, cemas, tidak bahagia, dan stress bahkan depresi.</p>



<p>Sumber perasaan tidak bahagia, sedih, susah adalah hati atau dalam Bahasa Arab disebut <em>qolbun</em>. Hati manusia ini sangat mudah berbolak-balik, karena sangat mudah dipengaruhi berbagai faktor. Saat hati kita baik, suasana kebatinan akan baik, namun saat hati buruk, maka suasana kebatianan pun akan buruk. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, Ketahuilah, sesungguhnya di setiap jasad ada sekerat daging. Manakala sekerat daging tersebut baik, akan baik pula seluruh jasad. Namun, manakala sekerat daging tersebut rusak, akan berakibat rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah, sekerat daging tersebut adalah hati/qalbu. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651ccd5e3048b.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="37992" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 19 Jan 2021 22:51:35 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                hati,
                                                                                                                                                                kebahagiaan,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                meraih,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                pandemi,
                                                                                                                                                                tengah                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Pertanyaan&amp;pertanyaan pada Hari Kiamat</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/pertanyaan-pertanyaan-pada-hari-kiamat</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/pertanyaan-pertanyaan-pada-hari-kiamat</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Dari Abu Barzah al Aslamiy berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “kedua telapak kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sampai ditanya tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang ilmunya untuk apa ia amalkan, tentang hartanya dari mana dia peroleh dan kema dia infakkan dan tentang tubuhnya untuk apa dia gunakan” Dia berkata hadis ini hasan shahih. (HR Tirmidzi : 2417)



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><em>Dari Abu Barzah al Aslamiy berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “kedua telapak kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sampai ditanya tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang ilmunya untuk apa ia amalkan, tentang hartanya dari mana dia peroleh dan kema dia infakkan dan tentang tubuhnya untuk apa dia gunakan” Dia berkata hadis ini hasan shahih. </em><strong>(HR Tirmidzi : 2417)</strong></p>



<p>Berikut adalah hadis yang menurut Imam Al Bani dinilai sebagai hadis yang shahih. Hadis yang menyampaikan berita amat penting tentang suatu peristiwa yang akan dialami oleh setiap hamba Allah di akhirat. Lima pertanyaan yang akan disuguhkan bahkan sebelum kedua telapak kaki bergeser di hari&nbsp; kiamat, yang menjadi bagian paling penting selama menjalani kehidupan di dunia.</p>



<p><em>Pertama,</em> adalah tentang umurnya untuk apa ia habiskan? Umur yang dimaksud adalah waktu semasa hidup di dunia sampai ia meninggal. Keseluruhannya itu untuk apa ia gunakan. Terlebih pada umur seorang itu saat sedang dalam keadaan terbaik, yakni pada masa mudanya. Sebab pada masa itulah seorang paling mampu untuk melakukan banyak hal. Masa dimana fisik nyaris mampu melakukan segalanya. Mampu melakukan ibadah apapun tanpa memiliki kelemahan yang berarti.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651cce3cdc1a0.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="77823" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 31 Dec 2020 21:12:30 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                hari kiamat,
                                                                                                                                                                ilham lukmanul hakim,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                pertanyaan                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Waspadalah dengan Ranjau&amp;Ranjau Iblis ini</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/waspadalah-dengan-ranjau-ranjau-iblis-ini</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/waspadalah-dengan-ranjau-ranjau-iblis-ini</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Jika Nabi Ibrahim digelar sebagai khalilullah, yaitu kekasih Allah (QS. 4: 125), maka Nabi Musa pun punya gelar sebagai kalimullah. Dikatakan kalimullah karena memang Nabi Musa adalah orang yang dapat berkomunikasi langsung dengan Allah (QS. 4: 164). Karena mengetahui bahwa Nabi Musa adalah kalimullah, Iblis pun memanfaatkan keistimewaan yang dimiliki oleh Nabi Musa tersebut. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Jika Nabi Ibrahim digelar sebagai <em>khalilullah, </em>yaitu kekasih Allah (QS. 4: 125)<em>, </em>maka Nabi Musa pun punya gelar sebagai <em>kalimullah</em>. Dikatakan <em>kalimullah </em>karena memang Nabi Musa adalah orang yang dapat berkomunikasi langsung dengan Allah (QS. 4: 164). Karena mengetahui bahwa Nabi Musa adalah <em>kalimullah, </em>Iblis pun memanfaatkan keistimewaan yang dimiliki oleh Nabi Musa tersebut.</p><p>Dalam suatu riwayat diceritakan bahwa iblis pernah menyesali segala perbuatan dosa yang telah dilakukannya sehingga timbul keinginannya untuk bertobat. Lalu iblis pun meminta tolong kepada Nabi Musa untuk merayu Allah supaya menerima tobatnya. Mengabulkan hajat iblis tersebut, Nabi Musa bersedia melakukannya. Nabi Musa pun melakukan komunikasi dengan Allah.</p><p>Setelah berkomunikasi dengan Allah, Nabi Musa menginformasikan kepada iblis bahwa Allah akan menerima tobatnya asal dengan satu syarat: sujud ke kuburan Nabi Adam. Mendengar informasi tersebut, iblis kembali merasa sombong dan marah besar, lalu berkata: &ldquo;Dahulu pada masa Adam masih hidup, aku enggan bersujud kepadanya. Bagaimana mungkin aku harus bersujud kepadanya setelah ia mati?&rdquo;.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651cce35d638d.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="40245" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 11 Dec 2020 00:11:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>M. Fajrul Falaq</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                iblis,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                ranjau,
                                                                                                                                                                waspada                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Berlindung dari 4 Musibah</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/berlindung-dari-4-musibah</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/berlindung-dari-4-musibah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Dari Abu Hurairah ia berkata: salah satu do’a Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah : “ Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusuk, dan dari jiwa yang tidak pernah merasa puas, serta dari do’a yang tidak didengar.”



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><em>Dari Abu Hurairah ia berkata: salah satu do’a Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah : <strong>“ Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusuk, </strong></em><strong><em>dan</em></strong><strong><em> dari jiwa yang tidak pernah merasa puas, serta dari do’a yang tidak didengar.”</em></strong><strong></strong></p>



<p>Hadis diatas diriwayatkan &nbsp;imam An-Nasaiy dalam kitab sunannya, bab <em>Al-Isti’azah min du’ain la yusma’ </em>(bab perlindungan dari do’a yang tidak didengar) nomor 7823. Hadis serupa juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam musnadnya nomor 9829 pada bab musnad Abi Hurairah. Sunan Abu daud pada <em>Bab fi al-isti’azah </em>&nbsp;(Bab dalam memohon perlindungan) nomor 1548. Ibnu majah nomor 250 pada <em>bab</em> <em>al-intifa’i bi al-‘ilmi wa al ‘amalu bihi</em> (mengambil manfaat dari ilmu dan beramal dengannya) dengan derajat shahih.</p>



<p>Imam muslim meriwayatkan matan hadis diatas sebagai bagian penutup dari doa yang panjang dengan redaksi yang sedikit berbeda, pada <em>Bab at-Ta’uzu min syarri ma ‘amala wa min syarri ma lam ya’mal </em>(Bab perlindungan dari keburukan yang telah dilakukan dan dari keburukan yang belum dilakukan ) nomor 2722, sebagai berikut :</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651cce3adacea.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="77823" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 03 Dec 2020 20:06:58 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        berlindung,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                musibah                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Apakah Guru Mursyid Itu?</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/apakah-guru-mursyid-itu</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/apakah-guru-mursyid-itu</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ MEDIAMU.COM - Apakah Guru Mursyid ItuArti Guru Mursyid ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>MEDIAMU.COM - Apakah Guru Mursyid Itu</p><h2>Arti Guru Mursyid</h2><p>Dalam perjalanan seorang salik / orang yang menempuh jalan untuk menuju ALLAH, pada umumnya seseorang akan memerlukan guru pembimbing, walaupun itu bukan hal mutlak seperti nabi Isa as yang begitu lahir langsung boleh berbicara dan jadi guru bagi orang2. Namun yang seperti itu sangatlah jarang terjadi.</p><h2><span>Doa Untuk Guru Mursyid</span></h2><p>Ya Allah, kami memohon kepada-Mu,<br />Berkahilah guru mursyid kami dengan kebijaksanaan dan pemahaman yang dalam tentang agama-Mu.<br />Lindungilah beliau dari segala kejahatan dan fitnah, dan berikanlah kesabaran serta keteguhan hati dalam menghadapi ujian.<br />Ya Allah, jadikanlah beliau sebagai pemandu yang menerangi jalan kami menuju kebenaran dan kebaikan.<br />Berikanlah beliau kesehatan dan kekuatan untuk terus menyebarkan ilmu-Mu.<br />Ya Allah, berilah beliau keberkahan dalam hidupnya dan jadikanlah setiap langkahnya sebagai amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.<br />Aamiin.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/12/116656e1e4d5161a.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="28173" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 04 Dec 2023 18:45:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>M. Fajrul Falaq</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        guru,
                                                                                                                                                                guru mursyid                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Mengenal Sekilas tentang Periwayatan Al&amp;Qur’an</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/mengenal-sekilas-tentang-periwayatan-al-quran</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/mengenal-sekilas-tentang-periwayatan-al-quran</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Segala puji bagi Allah yang telah berfirman bahwa sesungguhnya Alquran benar-benar diturunkan oleh Rabbil ‘ālamīn, dibawa turun oleh ar-Rūhul Amīn (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang Mundzirīn (pemberi peringatan), dengan bahasa Arab yang Mubīn (jelas). Untaian ayat QS. Asy-Syu’ara dari 192 – 195 tersebut memberi penegasan, salah satunya bahwa Alquran merupakan kitab suci yang diturunkan oleh Allah dengan bahasa Arab yang jelas.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Segala puji bagi Allah yang telah berfirman bahwa sesungguhnya Alquran benar-benar diturunkan oleh <em>Rabbil ‘ālamīn, </em>dibawa turun oleh <em>ar-Rūhul Amīn (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang Mundzirīn (pemberi peringatan), dengan bahasa Arab yang Mubīn (jelas). </em>Untaian ayat QS. Asy-Syu’ara dari 192 – 195 tersebut memberi penegasan, salah satunya bahwa Alquran merupakan kitab suci yang diturunkan oleh Allah dengan bahasa Arab yang jelas.</p>



<p>Sekalipun manusia berbicara dalam satu bahasa, namun tetap mengalami perbedaan dialek yang mencolok dari satu tempat ke tempat lain. Semua itu menunjukkan KeMahakuasaan Allah SWT yang telah menjadikan umat manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling mengenal (QS. Al-Hujurat: 13). Indonesia bahkan menjadi negara superpower dalam bidang bahasa/ kebudayaan (https://www.liputan6.com/), tercatat sekitar 718 bahasa tersebar dari Sabang hingga Merauke. Jumlah tersebut belum termasuk dialek dan subdialeknya. Dalam bahasa Inggris, terdapat perbedaan sistem ejaan antara Amerika dan Iggris, sekalipun ejaan sama namun ada juga yang berbeda dalam hal intonasi.</p>



<p>Prof. Dr. MM. Al-A’zami menyebut bahwa mayoritas Muslim di Mekah memiliki latar belakang budaya yang beragam. Islam berkembang melewati batas kesukuan dan mencakup seluruh Jazirah Arab, berbagai aksen terjadi kontak satu sama lain. Pengajaran Alquran pada suku yang berbeda dirasa perlu bahkan mengharuskan mereka meninggalkan dialek asli secara keseluruhan, serta meninggalkan dialek Arab Quraisy di mana Alquran diwahyukan. Guna memfasilitasi masalah tersebut, Nabi mengajarkan Alquran dengan dialek mereka (Sejarah Teks Al-Qur’an: dari Wahyu sampai Kompilasi). Adapun di antara para sahabat Nabi yang terkenal menjadi jalur periwayatan Alquran antara lain ‘Abdullāh ibn Mas’ūd; ‘Utsman ibn Affān; ‘Ali ibn Abi Thālib; Zaid ibn Tsābit; Ubay ibn Ka’b.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651cce31245d2.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="42559" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 29 Nov 2020 04:16:45 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        al quran,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mengenal,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                periwayatan,
                                                                                                                                                                sekilas                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Hukum Talqin Menurut Madzhab Malikiyyah</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/hukum-talqin-menurut-madzhab-malikiyyah</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/hukum-talqin-menurut-madzhab-malikiyyah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Hukum Talqin Menurut Madzhab Malikiyyah meresapi nilai-nilai keagamaan dan melibatkan diri dalam proses pewarisan ilmu agama secara menyeluruh. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM</strong> Hukum Talqin Menurut Madzhab Malikiyyah dan Memahami Prinsip-Prinsipnya Dalam ajaran Islam, talqin atau pewarisan ilmu merupakan konsep penting yang memiliki keterkaitan erat dengan penyebaran dan pewarisan ajaran agama. Dalam perspektif Madzhab Malikiyyah, talqin menjadi bagian integral dari sistem pendidikan keagamaan.</p><h2><span>Apa Itu Talqin</span></h2><p>Talqin merupakan istilah dalam tradisi Islam yang mengacu pada proses mengingatkan atau mengajar seseorang mengenai keimanan dan tata cara ibadah. Istilah ini berasal dari kata "al-qin" yang artinya mengajarkan atau memberi petunjuk. Dalam praktiknya, talqin seringkali dilakukan pada saat seseorang sedang menghadapi sakaratul maut atau setelah meninggal dunia, dengan tujuan agar individu tersebut tetap mengingat dan memegang teguh ajaran-ajaran Islam hingga akhir hayatnya.</p><p>Isi dari talqin biasanya mencakup kalimat-kalimat yang mengingatkan tentang keesaan Allah (Tauhid), serta kewajiban-kewajiban utama dalam Islam seperti shalat, puasa, zakat, dan haji bagi yang mampu. Selain itu, talqin juga sering mengingatkan tentang konsep kematian, akhirat, surga, dan neraka dalam ajaran Islam.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/12/116656ad509f3fb1.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="32341" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sat, 02 Dec 2023 06:57:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Nur Ahmad Muttaqin</dc:creator>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            <media:keywords>Hukum Talqin Malikiyyah</media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Contoh Khutbah Sholat &amp;#8216;Id di Rumah</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/contoh-khutbah-sholat-id-di-rumah</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/contoh-khutbah-sholat-id-di-rumah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Jama’ah Sholat Id rahimakullah yang kami hormati



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><em>Jama</em><em>’</em><em>ah Sholat Id rahimakullah yang kami hormati</em></p>



<p>Pagi ini gempita takbir, tahmid dan tahlil berkumandang di segenap pelosok negeri dan penjuru dunia. Sungguh pada pagi, ini kita dianjurkan untuk memperbanyak takbir, mengagungkan asma Allah SWT sebagai ungkapan rasa syukur kepada-Nya, setelah selama satu bulan kita melaksanakan amaliah ramadhan, kendati dalam suasana pandemi covid_19.</p>



<p>Pandemi covid_19 adalah salah satu musibah yang meupkan ujian dari Allah SWT atas dasar sifat rahman dan rahim_Nya. Sehingga kita harus menghadapinya dengan sabar, tawakal dan ikhtiar.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651cb234555f5.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="30601" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 21 May 2020 21:14:19 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        covid-19,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                era,
                                                                                                                                                                idul fitri,
                                                                                                                                                                khutbah,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mental,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                muh. wiharto,
                                                                                                                                                                muttaqin,
                                                                                                                                                                pandemi,
                                                                                                                                                                rumah                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Moral Profetis Ramadhan</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/moral-profetis-ramadhan</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/moral-profetis-ramadhan</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
Oleh : Muhammad Wiharto,S.Pd.I.,S.Sy.MA[1]
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ للهِ، نَحْمَدهُ ونَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَن لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ محَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ [آل عمران: 102]. ((يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُواْ اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا)) [النساء: 1]. ((يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا )) [الأحزاب: 70 – 71[.
أَمَّا بَعْدُ : وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا (7) فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا (8) قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا (9) وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا (10)
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Oleh : Muhammad Wiharto,S.Pd.I.,S.Sy.MA<a href="#_ftn1" name="_ftnref1">[1]</a></strong></p>
<p style="text-align: right;">السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ</p>
<p style="text-align: right;">إِنَّ الْحَمْدَ للهِ، نَحْمَدهُ ونَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَن لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ محَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ [آل عمران: 102]. ((يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُواْ اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا)) [النساء: 1]. ((يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا )) [الأحزاب: 70 – 71[.</p>
<p style="text-align: right;">أَمَّا بَعْدُ : وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا (7) فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا (8) قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا (9) وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا (10)</p>
<p>Kaum muslimien, sidang Id rahimakumullah</p>
<p>Pagi ini gempita takbir, tahmid dan tahlil berkumandang di segenap pelosok negeri dan penjuru dunia. Sungguh pada pagi ini kita dianjurkan Allah untuk memperbanyak takbir, mengagungkan asma Allah swt sebagai ungkapan syukur kepada-Nya, setelah selama satu bulan kita melaksanakan amaliah-amalaiah ramadhan yang semua itu kita peruntukkan Allah subhanahu wataala.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/assets/themes/oduu&amp;interactive/desktop/img/no&amp;image.jpg&amp;fit=1" length="0" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 14 Jun 2018 15:36:41 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        idul fitri,
                                                                                                                                                                khutbah,
                                                                                                                                                                moral,
                                                                                                                                                                muh. wiharto,
                                                                                                                                                                profetis,
                                                                                                                                                                ramadhan                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Idul Fitri &amp;#038; Asketisme Sosial</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/idul-fitri-asketisme-sosial</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/idul-fitri-asketisme-sosial</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
Oleh: M.Wiharto,S.Sy.,S.Pd.I.,M.A.*
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ للهِ، نَحْمَدهُ ونَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَن لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ محَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ [آل عمران: 102]. ((يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُواْ اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا)) [النساء: 1]. ((يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا )) [الأحزاب: 70 – 71[.
أَمَّا بَعْدُ : وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا (7) فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا (8) قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا (9) وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا (10)
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Oleh: M.Wiharto,S.Sy.,S.Pd.I.,M.A.*</strong></p>
<p style="text-align: right;">السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ</p>
<p style="text-align: right;">إِنَّ الْحَمْدَ للهِ، نَحْمَدهُ ونَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَن لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ محَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ [آل عمران: 102]. ((يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُواْ اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا)) [النساء: 1]. ((يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا )) [الأحزاب: 70 – 71[.</p>
<p style="text-align: right;">أَمَّا بَعْدُ : وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا (7) فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا (8) قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا (9) وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا (10)</p>
<p>Gempita Takbir, tahmid, dan tahlil sejak tadi malam telah berkumandang di seluruh pelosok negeri ini dan di berbagai belahan dunia. Dengan serentaknya hamba-hamba Allah bertakbir, bertahmid, dan bertahlil, seolah-olah kumandang suaranya bisa melingkupi jagat dan menembus langit. Semuanya menjadi senyap dan hening. Nyaris tidak ada suara yang terdengar dan tidak ada bunyi yang terkuping, kecuali gemuruh takbir dan ungkapan hati yang meyakini Kerahmanan dan Kerahiman Allah Sang Maha Pencipta dan Pemilik seluruh alam raya ini beserta segala isi dan penghuninya.</p>
<p>Semuanya khusyuk dan tunduk di hadapan Rabb semesta alam Yang Maha Luhur dan Maha Mulia, dengan kesadaran diri sebagai makhluk yang lemah, kecil dan tak berdaya kecuali atas seizin-Nya.  Begitulah menjelang dan di hari yang fitri ini umat Islam di mana-mana mengucapkan asma Allah sebagai tanda syukur dan penuh ungkapan rasa terima kasih atas segala karunia dan nikmat yang telah dianugerahkan-Nya. Sikap ini juga sebagai tanda kebahagiaan dan kemenangan kaum Muslimin yang sudah melatih diri memerangi hawa nafsu selama bulan Ramadhan:</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/assets/themes/oduu&amp;interactive/desktop/img/no&amp;image.jpg&amp;fit=1" length="0" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Wed, 13 Jun 2018 20:26:41 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        asketisme,
                                                                                                                                                                idul fitri,
                                                                                                                                                                moral spiritual,
                                                                                                                                                                sosial,
                                                                                                                                                                takbir                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Semangat Syawal Untuk Membangun Generasi Milenial Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/semangat-syawal-untuk-membangun-generasi-milenial-dalam-menghadapi-revolusi-industri-4-0</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/semangat-syawal-untuk-membangun-generasi-milenial-dalam-menghadapi-revolusi-industri-4-0</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
Oleh : Gita Danu Pranata*
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى جَعَلَ لِلْمُسْلِمِيْنَ عِيْدَ اْلفِطْرِ بَعْدَ صِياَمِ رَمَضَانَ
نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ -وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا
 مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ  وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ – وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا -يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا  -يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا أَمَّا بَعْدُ
اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ، اللهُ اَكْبَرْ وَ للهِ اْلحَمْدُ
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Oleh : Gita Danu Pranata*</strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى جَعَلَ لِلْمُسْلِمِيْنَ عِيْدَ اْلفِطْرِ بَعْدَ صِياَمِ رَمَضَانَ</strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ -وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا</strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong> مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ  وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ</strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ – وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ</strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ</strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ</strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا -يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا  -يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا أَمَّا بَعْدُ</strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ، اللهُ اَكْبَرْ وَ للهِ اْلحَمْدُ</strong></p>
<p>Alhamdulillah , segala puji dan syukur kepada Allah SWT atas semua nikmat dan karunia-Nya, pada hari ini jumat legi 1 Syawwal 1439 H bertepatan dengan 15 Juni 2018 Miladiyah kita kaum muslimin di seluruh persada negeri dapat menunaikan shalat Idhul Fitri mengikuti sunnah Nabi. Kita kumandangkan takbir, tahmid, dan tasbih sebagai wujud syukur kepada Allah sebagaimana firman-Nya :</p>
<p style="text-align: right;">شَهۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِيٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدٗى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٖ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهۡرَ فَلۡيَصُمۡهُۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٖ فَعِدَّةٞ مِّنۡ أَيَّامٍ أُخَرَۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلۡيُسۡرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلۡعُسۡرَ وَلِتُكۡمِلُواْ ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ</p>
<p>dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS al Baqarah : 185)</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/assets/themes/oduu&amp;interactive/desktop/img/no&amp;image.jpg&amp;fit=1" length="0" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Wed, 13 Jun 2018 20:18:43 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        generasi,
                                                                                                                                                                idul fitri,
                                                                                                                                                                industri 4.0,
                                                                                                                                                                millenial,
                                                                                                                                                                revolusi,
                                                                                                                                                                semangat,
                                                                                                                                                                syawal                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Sikap Mukmin Menghadapi Ujian dan Cobaan</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/sikap-mukmin-menghadapi-ujian-dan-cobaan</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/sikap-mukmin-menghadapi-ujian-dan-cobaan</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
Drs. H. Hamdan Hambali
السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
الحمد لله الذى وفقنا لتلاوة كتابه العزيز ومن عليه بتوفيقه و هدايته. أحمده و أستعينه و أعوذبه من شرورأنفسنا و سيئات أعمالنا. من يهد الله فلا مضل له و من يضلل فلا هادى له. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لاشريك له و أشهد أن محمدا عبده ورسوله. اللهم صل و سلم على عبدك و رسولك نبينا محمد و على أله و أصحابه و التابعين و تابع التابعين و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. الله أكبر&#8230; الله أكبر&#8230; الله أكبر&#8230;لا إله إلا الله و الله أكبر. الله أكبر و لله الحمد.
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Drs. H. Hamdan Hambali</strong></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;"><strong><u>السلام عليكم و رحمة الله و بركاته</u></strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">الحمد لله الذى وفقنا لتلاوة كتابه العزيز ومن عليه بتوفيقه و هدايته. أحمده و أستعينه و أعوذبه من شرورأنفسنا و سيئات أعمالنا. من يهد الله فلا مضل له و من يضلل فلا هادى له. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لاشريك له و أشهد أن محمدا عبده ورسوله. اللهم صل و سلم على عبدك و رسولك نبينا محمد و على أله و أصحابه و التابعين و تابع التابعين و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. الله أكبر&#8230; الله أكبر&#8230; الله أكبر&#8230;لا إله إلا الله و الله أكبر. الله أكبر و لله الحمد</span>.</p>
<p>Jama’ah Shalat Iedul Fitri Rahimakumullah…..</p>
<p>Pada pagi hari yang cerah ini marilah kita memanjatkan syukur kehadirat Allah SWT, atas nikmat, karunia, dan hidayah-Nya yang telah diberikan kepada kita semua. Sehingga kita telah dapat menyelesaikan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Mudah-mudahan puasa dan semua amal yang telah kita kerjakan di dalamnya diterima Allah SWT, sebagai amal ibadah yang bersih dari sifat riya’ dan takabur. Marilah kita tunjukkan rasa syukur kita dengan memperbanyak takbir, tahlil, dan tahmid.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/assets/themes/oduu&amp;interactive/desktop/img/no&amp;image.jpg&amp;fit=1" length="0" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 07 Jun 2018 20:59:13 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        cobaan,
                                                                                                                                                                idul fitri,
                                                                                                                                                                khutbah,
                                                                                                                                                                mukmin,
                                                                                                                                                                ujian                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Mendalami Makna Hati dari Perspektif Islam</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/mendalami-makna-hati-dari-perspektif-slam</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/mendalami-makna-hati-dari-perspektif-slam</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[  Anda dapat mendengarkan ceramah dan  taushiyah terkait makna hati di website resmi Muhammadiyah. Silakan kunjungi mediamu.com  ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM </strong>Mendalami Makna Hati dari Perspektif Islam</p><p>Pemahaman wacana hati mempunyai kedalaman yg luar biasa dalam tradisi keislaman. salah &nbsp;satu karya yg memberikan wawasan mendalam tentang hati ialah Al Hikam, formasi pesan tersirat atau aforisme yang ditulis oleh Ibn Athaillah al-Iskandari. dalam artikel ini, kita akan menjelajahi makna hati berdasarkan perspektif Al Hikam dan &nbsp;melihat beberapa ayat Al-Quran yang terkait.Makna Hati pada Al Hikam:</p><p>Al Hikam mengajarkan bahwa hati bukan hanya organ fisik, tetapi juga pusat spiritual serta emosional. Hati artinya daerah di mana iman serta keimanan kita berakar. Ibn Athaillah al-Iskandari menekankan pentingnya menjaga hati dari penyakit-penyakit spiritual serta mengarahkannya pada ketaatan pada Allah.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/116655f115e05de2.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="11373" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 23 Nov 2023 08:48:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            <media:keywords>al hikam tentang hati</media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Muhammadiyah: Wanita Muslimah Bekerja Di Luar Rumah</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/muhammadiyah-wanita-muslimah-bekerja-di-luar-rumah</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/muhammadiyah-wanita-muslimah-bekerja-di-luar-rumah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ MEDIAMU.COM - Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Arab Saudi Nur Fajri Romadhon mengungkap beberapa perempuan pada zaman Rasulullah bekerja di luar rumah. Fakta ini merupakan pertanda bahwa agama membolehkan perempuan melanjutkan pendidikan tinggi, kursus keterampilan, dan kegiatan-kegiatan lapangan lainnya. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM</strong> - Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Arab Saudi Nur Fajri Romadhon mengungkap beberapa perempuan pada zaman Rasulullah bekerja di luar rumah. Fakta ini merupakan pertanda bahwa agama membolehkan perempuan melanjutkan pendidikan tinggi, kursus keterampilan, dan kegiatan-kegiatan lapangan lainnya.</p><p>&ldquo;Muhammadiyah telah menegaskan kebolehan wanita bekerja sekalipun di luar rumah sebagaimana dalam Adabul Mar&rsquo;ah fil Islam: &lsquo;Nabi sendiri tidak melarang seorang wanita itu keluar rumah untuk keperluan iba&shy;dah, belajar, dan untuk keperluan lainnya&rsquo;,&rdquo; tutur Nur Fajri dalam keterangan tertulisnya pada Ahad (29/04).</p><p>Dalam firman Allah di Surah AL Qashash ayat 23, Allah mengisahkan dua putri seorang salih di negeri Madyan yang mana mereka bekerja di luar rumah dalam ranah peternakan demi membantu sang ayah yang sudah lansia. Dikuatkan dalam hadis: &ldquo;Sungguh telah diizinkan bagi kalian-wahai para wanita-untuk keluar rumah ketika ada kebutuhan&rdquo; [HR. Al-Bukhari no. 4795]. Menurut Nur Fajri, hadis tersebut merupakan tafsir dari QS. Al Ahzab ayat 33.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/116655ada173d88f.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="4386" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 20 Nov 2023 04:03:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Pembelajar Sejati</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/pembelajar-sejati</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/pembelajar-sejati</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
Oleh: Abdur Rauf *
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Oleh: Abdur Rauf *</strong></p>
<p><strong>Tuntutlah Ilmu</strong></p>
<p><em>“Tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahad.”</em> Itulah salah satu ungkapan hikmah yang sangat masyhur di telinga kita. Ungkapan hikmah tersebut mengisyaratkan bahwa usia tidaklah menjadi penghalang dalam menuntut ilmu. Dalam Islam, menuntut ilmu adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim. Sebagaimana pernah dituturkan oleh Nabi Muhammad SAW,”<em>Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim.</em>” Dengan demikian, sesungguhnya Islam tidak menghendaki penganutnya buta terhadap ilmu. Oleh karena itu, perintah membaca (<em>Iqra’</em>) menjadi wahyu pertama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Membaca termasuk salah satu aktifitas manusia dalam upaya memperoleh ilmu.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/assets/themes/oduu&amp;interactive/desktop/img/no&amp;image.jpg&amp;fit=1" length="0" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Wed, 25 Apr 2018 22:07:02 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        ilmu,
                                                                                                                                                                pembelajar,
                                                                                                                                                                sejati,
                                                                                                                                                                taqwa,
                                                                                                                                                                tawakal,
                                                                                                                                                                uad                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Belajar Menjadi Jujur</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/belajar-menjadi-jujur</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/belajar-menjadi-jujur</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p>Kita semua tentu sering dinasehati orangtua ataupun guru untuk menjadi orang yang jujur. Pesan tersebut memang terkesan sederhana, namun memiliki maksud yang sungguh luar biasa. Mengapa sikap jujur begitu penting? Karena kejujuran merupakan kunci atau pangkal dari segala amal baik seseorang. Tanpa sikap jujur, segudang amal kebaikan yang kita lakukan akan terasa sia-sia. Namun sebaliknya, segala amal perbuatan maksiat atau dosa yang disebabkan sifat jujur, akan ditinggalkan.</p>
<p>Sebagaimana Rasulullah Saw. bersabda: <em>“Sesungguhnya kejujuran itu akan mengantarkan (pelakunya) kepada kebajikan dan sesungguhnya kebajikan itu akan mengantarkan (pelakunya) ke surga; dan sesungguhnya seseorang yang benar-benar akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Sesungguhnya dusta itu akan mengantarkan (pelakunya) kepada keburukan dan keburukan itu akan mengantarkan (pelakunya) ke neraka; dan sesungguhnya seseorang yang selalu berdusta akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta”. </em>(HR. Bukhari-Muslim)</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/assets/themes/oduu&amp;interactive/desktop/img/no&amp;image.jpg&amp;fit=1" length="0" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 20 Apr 2018 00:01:35 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        amalan,
                                                                                                                                                                belajar,
                                                                                                                                                                berkembang,
                                                                                                                                                                jujur,
                                                                                                                                                                jum&#039;at,
                                                                                                                                                                surga                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Cinta dalam ISLAM</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/cinta-dalam-islam</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/cinta-dalam-islam</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
Oleh : Eko Harianto*
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Oleh : Eko Harianto*</strong></p>
<p>Bercinta dan perasaan cinta mungkin sesuatu yang sukar dielakkan pada zaman sekarang ini. Dengan kemudahan teknologi perhubungan, hampir mustahil pemuda di zaman ini tidak bercinta, walaupun sekurang-kurangnya hanya dengan ber-sms, facebook, whatsapp, twitter, instagram, line, dan sebagainya.</p>
<p>Islam merupakan agama yang mengajarkan pada cinta serta menganjurkan untuk menumbuhkan rasa cinta yang ada. Baik berupa cinta kepada Allah SwT, kepada Rasul-Nya, kepada Agama (keyakinan), kepada sesama manusia, maupun kepada makhluk hidup yang ada di sekitarnya.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/assets/themes/oduu&amp;interactive/desktop/img/no&amp;image.jpg&amp;fit=1" length="0" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 15 Apr 2018 22:51:18 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        allah,
                                                                                                                                                                cinta,
                                                                                                                                                                islam,
                                                                                                                                                                rasulullah,
                                                                                                                                                                sex,
                                                                                                                                                                zaman                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>PAK AR FAKHRUDIN NAIK ANGKUTAN UMUM</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/pak-ar-fakhrudin-naik-angkutan-umum</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/pak-ar-fakhrudin-naik-angkutan-umum</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p>Pak AR memang pimpinan ummat yang merakyat. Pengajian beliau di TVRI yogya ditonton oleh pemirsanya seperti rakyat banyak nonton ketoprak. Warga Muhammadiyah diseluruh pelosok indonesia hingga ke ranting ranting, bahkan ke kelompok kelompok jamaah kecil pingin mengundang dan mendengarkan pengajiannya pak AR. Salah satu Cabang Muhammadiyah yang mengundang beliau adalah PCM Cepu Blora dengan tokohnya bernama Bpk Ust Drs sutopo, SH. Aktifis dan penggerak Muhammadiyah Cepu alumni Madrasah Muallimin Muhammadiyah yogyakarta (lulus th 1963) yang berprofesi sebagai Hakim  dan pernah menjabat Kepala Pengadilan Agama di beberapa kabubaten.</p>
<p>Sesuai dengan pembicaraan pak Topo dengan pak AR, maka disepakati,  bahwa pak AR Fakhrudin bersedia hadir ke Muhammadiyah Cepu untuk silaturrshiim dan memberikan pengajian di Cepu. Sesuai pembicaraan sebelumnya pak AR akan datang ke Cepu sore hari agar malamnya bisa silaturrahim dg para aktifis dan pengurus Muhammadiyah serta paginya baru memberikan pengajian. Salah satu kebiasaan pak AR adalah bila datang ke suatu daerah tertentu, beliau selalu berusaha menemui dan bersilaturrahim dg tokoh tokoh ummat baik dari muhammadiyah maupun tokoh organisasi yang lain.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/assets/themes/oduu&amp;interactive/desktop/img/no&amp;image.jpg&amp;fit=1" length="0" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Wed, 28 Feb 2018 13:46:22 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        angkutan umum,
                                                                                                                                                                ar fakhruddin,
                                                                                                                                                                jogja,
                                                                                                                                                                pp muhammadiyah,
                                                                                                                                                                tvri                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Lafadz &amp;quot;Afala Ta&amp;apos;qilun&amp;quot; Dorong Manusia Agar terus Berfikir</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/lafadz-afala-taqilun-dorong-manusia-agar-terus-berfikir</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/lafadz-afala-taqilun-dorong-manusia-agar-terus-berfikir</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ mediamu.com - Al-Qur&rsquo;an merupakan firman-firman Allah yang suci dengan kandungan makna yang mulia sebagai panduan kehidupan umat Islam di dunia. Dengan gaya bahasa yang indah dan penuh makna, Al-Qur&rsquo;an mampu menyejukkan hati bagi yang membaca dan juga yang mendengarkannya. Selain dalam bentuk kalimat-kalimat pernyataan, Al-Qur&rsquo;an juga memuat kalimat-kalimat pertanyaan yang bersifat introspektif untuk menyadarkan manusia.
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>mediamu.com</strong> - Al-Qur&rsquo;an merupakan firman-firman Allah yang suci dengan kandungan makna yang mulia sebagai panduan kehidupan umat Islam di dunia. Dengan gaya bahasa yang indah dan penuh makna, Al-Qur&rsquo;an mampu menyejukkan hati bagi yang membaca dan juga yang mendengarkannya. Selain dalam bentuk kalimat-kalimat pernyataan, Al-Qur&rsquo;an juga memuat kalimat-kalimat pertanyaan yang bersifat introspektif untuk menyadarkan manusia.</p>
<p>Di antara kalimat pertanyaan tersebut menggunakan lafadz yaitu &ldquo;Afala Ta&rsquo;qilun?&rdquo; (Tidakkah kamu mengerti?), &ldquo;Afala Tadzakkarun?&rdquo; (Tidakkah kamu mengambil pelajaran?), &ldquo;Afala Tubsirun?&rdquo; (Tidakkah kamu melihat?), &ldquo;Afala Tasma'un?&rdquo; (Tidakkah kamu mendengarkan) dan kalimat-kalimat lainnya.</p>
<p>Kalimat yang digunakan untuk menyampaikan perintah berpikir itu. Lafadz &ldquo;Apakah tidak&rdquo;, merupakan bentuk kritisisme al-Qur&rsquo;an yang sangat tajam. Ia sedang menyindir mereka yang tak mau berpikir, merenung dan memperhatikan kehidupan. Dalam ilmu sastra Arab disebut &ldquo;<em>Istifham Inkari</em>&ldquo;. Seakan-akan Allah mengatakan &ldquo;kalian kok tidak berfikir. Ayo berpikir atau pikirkanlah&rdquo;.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/116654886e0a4c33.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="16704" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 06 Nov 2023 06:31:22 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        pemikiran,
                                                                                                                                                                lafadz,
                                                                                                                                                                afala ta qilun,
                                                                                                                                                                manusia,
                                                                                                                                                                berfikir,
                                                                                                                                                                kritis                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Kedamaian Didambakan</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/kedamaian-didambakan</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/kedamaian-didambakan</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Agama sesungguhnya mendambakan kerukunan, perdamaian nir kekerasan dan hubungan baik sesama. Kedamaian adalah sebuah hal yang mutlak dan didambakan oleh setiap manusia karena bermula dari hati setiap manusia.
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Agama sesungguhnya mendambakan kerukunan, perdamaian nir kekerasan dan hubungan baik sesama. Kedamaian adalah sebuah hal yang mutlak dan didambakan oleh setiap manusia karena bermula dari hati setiap manusia.</p>
<p>Tidak mungkin mampu memberikan kedamaian kepada orang lain jika hatinya sendiri tidak damai dan bermusuhan. Kehadiran Nabi Muhammad SAW adalah untuk menyingkirkan segala upaya kekerasan, termasuk di dalamnya adalah perang.&nbsp;</p>
<p>Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk membenci peperangan. Dalam Al-Qur&rsquo;an redaksi qital (perang/membunuh) tidak otomatis berbicara tentang perang. Islam sebagai agama yang menjunjung tinggi kedamaian, umat selalu berada pada posisi berjuang untuk mewujudkan cita-cita mulia itu menuju kedamaian, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadaban.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11565272a4a15bc0.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="49970" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sat, 14 Oct 2023 04:25:27 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Mari Kenali Peristiwa Penting Pada Bulan Rabiul Akhir</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/mari-kenali-peristiwa-penting-pada-bulan-rabiul-akhir</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/mari-kenali-peristiwa-penting-pada-bulan-rabiul-akhir</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ MEDIAMU.COM - Pada Bulan Rabiul akhir 2023 kali ini, bertepatan pada 16 Oktober 2013. Asal Usul dari nama bulan Rabiul akhir ini di sebutkan oleh uyut kelima Rasulullah shallallahu &lsquo;alaihi wasallam, yakni Kilab bin Murrah. Penamaan itu tidak terlepas dari peristiwa alam musim rabi&lsquo; atau musim semi yang terjadi di Jazirah Arab. Pada musim itu rerumputan menghijau, tanaman tumbuh subur, dan pepohonan banyak yang berbuah.Hukum Talqin Menurut Madzhab Malikiyyah ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM</strong> - Pada Bulan Rabiul akhir 2023 kali ini, bertepatan pada 16 Oktober 2013. Asal Usul dari nama bulan Rabiul akhir ini di sebutkan oleh <span>uyut kelima Rasulullah shallallahu &lsquo;alaihi wasallam, yakni Kilab bin Murrah. Penamaan itu tidak terlepas dari peristiwa alam musim rabi&lsquo; atau musim semi yang terjadi di Jazirah Arab. Pada musim itu rerumputan menghijau, tanaman tumbuh subur, dan pepohonan banyak yang berbuah.</span></p><h2><span>Hukum Talqin Menurut Madzhab Malikiyyah</span></h2><p>Dalam madzhab Malikiyyah, talqin mayit, yaitu mengajarkan dan membisikkan syahadat kepada orang yang sedang sekarat atau telah meninggal, memiliki beberapa pandangan hukum yang menarik untuk diperbincangkan. Madzhab ini, yang didirikan oleh Imam Malik bin Anas, memberikan penekanan khusus pada praktik-praktik yang berlandaskan Hadits dan amalan umat di Madinah.</p><p>Pertama, dalam madzhab Maliki, talqin mayit dilakukan dengan tujuan membantu dan memandu orang yang sekarat agar mengingat dan mengucapkan syahadat, yang merupakan pengakuan iman terakhir sebelum bertemu dengan Tuhannya. Hal ini didasarkan pada kepercayaan bahwa ucapan syahadat di akhir hayat dapat menjadi kunci pengampunan dan rahmat dari Allah SWT. Dalam madzhab ini, talqin dianggap sebagai bentuk dukungan spiritual bagi yang sekarat.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/11665438b7736aa8.png?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="149641" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 02 Nov 2023 11:48:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        rabiul awal,
                                                                                                                                                                kalender hijriah,
                                                                                                                                                                islam,
                                                                                                                                                                rasulullah                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Ujian Allah</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/ujian-allah</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/ujian-allah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Allah SWT berfirman, "Setiap jiwa pasti akan mati. Dan Kami uji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan; kepada Kamilah kalian kembali.&rdquo; (QS al-Anbiya&rsquo;: 35).&nbsp;
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Allah SWT berfirman, "Setiap jiwa pasti akan mati. Dan Kami uji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan; kepada Kamilah kalian kembali.&rdquo; (QS al-Anbiya&rsquo;: 35).&nbsp;</p>
<p>Ujian -- baik berupa keburukan maupun kebaikan -- sejatinya adalah untuk meningkatkan derajat di sisi Allah SWT.&nbsp;</p>
<p>Dijelaskan dalam buku tafsir "Al-Amtsal" karya Syekh Nasir Makarim, seluruh umat manusia -- termasuk golongan para Nabi -- sama-sama diberikan ujian oleh Allah SWT untuk mengukur potensinya.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/1166519e6e6194fe.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="49970" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 01 Oct 2023 21:57:41 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        aisyiyah,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                pwm diy,
                                                                                                                                                                muhasabah                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Teladan yang Baik</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/teladan-yang-baik</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/teladan-yang-baik</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Allah SWT berfirman, &ldquo;Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.&rdquo; (QS. Al-Qalam [68]:4).
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Allah SWT berfirman, &ldquo;Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.&rdquo; (QS. Al-Qalam [68]:4).</p>
<p>Nabi Muhammad SAW bernama lengkap Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim Al-Quraisy Al-Arabi. Nabi Muhammad SAW lahir dari rahim seorang ibu bernama Siti Aminah binti Wahab.&nbsp;</p>
<p>Nabi Muhammad SAW lahir pada 29 Agustus, hari Senin tanggal 12 bulan Rabiul Awal, Tahun Gajah, bertepatan dengan tahun 571 M.&nbsp;</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/1166519e6e6194fe.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="49970" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 01 Oct 2023 21:39:38 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        aisyiyah,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                pwm diy,
                                                                                                                                                                muhasabah                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Spirit Mawaddah</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/spirit-mawaddah</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/spirit-mawaddah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Kata mawaddah berasal dari bahasa Arab. Artinya, perasaan kasih sayang, cinta yang membara dan menggebu.
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Kata mawaddah berasal dari bahasa Arab. Artinya, perasaan kasih sayang, cinta yang membara dan menggebu.</p>
<p>Mawaddah ini, khususnya digunakan untuk istilah perasaan cinta yang menggebu pada pasangannya. Dalam Islam, mawaddah ini adalah fitrah yang pasti dimiliki oleh manusia. Muncul perasaan cinta yang menggebu ini karena hal-hal yang sebabnya bisa dari aspek kecantikan atau ketampanan pasangannya, moralitas, kedudukan dan hal-hal lain yang melekat pada pasangannya atau manusia ciptaan Allah SWT.</p>
<p>Kriteria calon istri menurut Islam dan kriteria calon suami, bisa menjadi aspek yang perlu dipertimbangkan untuk memunculkan cinta pada pasangan nantinya.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651a4ff930a7d.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="27104" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 10 Sep 2023 03:59:49 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>IDmediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        &#039;aisyiyah,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                pwm diy,
                                                                                                                                                                spirit mawaddah                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Pancasila Untuk Semua</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/pancasila-untuk-semua</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/pancasila-untuk-semua</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Pancasila Untuk Semua
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Pancasila Untuk Semua</p>
<p><span style="font-size: 32px;"><strong><b>وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَٰكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُوا۟ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ وَيَكُونَ ٱلرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا</b></strong></span></p>
<p><em><i>“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.” QS Al-Baqoroh: 143</i></em></p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651a4dfa7ebbb.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="8925" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 05 Sep 2023 12:43:31 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>IDmediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        &#039;aisyiyah,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                pancasila,
                                                                                                                                                                pwm diy,
                                                                                                                                                                zulfikar                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Membaca Ilmu Pengetahuan Dr. H. Nur Ahmad Ghojali, M.A. (Wakil Ketua PWM DIY)</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/membaca-ilmu-pengetahuan-dr-h-nur-ahmad-ghojali-m-a-wakil-ketua-pwm-diy</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/membaca-ilmu-pengetahuan-dr-h-nur-ahmad-ghojali-m-a-wakil-ketua-pwm-diy</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ &#8220;Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari &#8216;alaq. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar manusia dengan pena, mengajar manusia apa yang tidak diketahuinya.&#8221; (QS Al-&#8216;Alaq [96]: 1-5).
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>&#8220;Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari &#8216;alaq. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar manusia dengan pena, mengajar manusia apa yang tidak diketahuinya.&#8221; (QS Al-&#8216;Alaq [96]: 1-5).</p>
<p>Iqra&#8217; terambil dari akar kata yang berarti menghimpun. Dari menghimpun lahir aneka makna seperti menyampaikan, menelaah, mendalami, meneliti, mengetahui ciri sesuatu dan membaca baik teks maupun nonteks.</p>
<p>Wahyu pertama itu tidak menjelaskan apa yang harus dibaca. Karena Al-Quran menghendaki umatnya membaca apa saja selama bacaan tersebut bismi Rabbik, dalam arti bermanfaat untuk kemanusiaan. Iqra&#8217; berarti bacalah, telitilah, dalamilah, ketahuilah ciri-ciri sesuatu; bacalah alam, tanda-tanda zaman, sejarah maupun diri sendiri, yang tertulis maupun yang tidak.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651a373be7f5b.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="27104" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 04 Sep 2023 01:48:40 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>IDmediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        &#039;aisyiyah,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                nur ahmad ghajali,
                                                                                                                                                                pwm diy                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Perlunya Menanamkan Akhlak di Tengah Pandemi Covid&amp;19</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/perlunya-menanamkan-akhlak-di-tengah-pandemi-covid-19</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/perlunya-menanamkan-akhlak-di-tengah-pandemi-covid-19</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ YOGYAKARTA &#8212; Era digital menjadikan semua proses kehidupan semakin lancar jika dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Dan, kunci menanamkan akhlak, meski di tengah pandemi Covid-19, ialah kasih sayang orang tua dengan selalu melakukan pengawasan dalam penggunaan internet serta selalu menjadi pendengar yang baik bagi anak.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>YOGYAKARTA</strong> &#8212; Era digital menjadikan semua proses kehidupan semakin lancar jika dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Dan, kunci menanamkan akhlak, meski di tengah pandemi Covid-19, ialah kasih sayang orang tua dengan selalu melakukan pengawasan dalam penggunaan internet serta selalu menjadi pendengar yang baik bagi anak.</p>



<p>Hal tersebut disampaikan Prof Dr H Abdul Mu’ti, M.Ed, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, ketika mengisi kajian duha dengan tema &#8220;Tantangan dan Solusi Pendidikan Akhlak di Era Pandemi&#8221;. Kajian duha menjadi salah satu rangkaian kegiatan Ramadan di Kampus (RDK) 1442 H yang disiarkan langsung di kanal YouTube Masjid Islamic Center UAD pada Sabtu (24/4/2021).</p>



<p>&#8220;Hal ini penting dilakukan agar anak tidak stres selama menjalani sekolah daring. Kuatkan faktor mental anak dengan selalu melakukan kreativitas dalam mendidik akhlak anak,&#8221; kata Abdul Mu’ti.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651cbbba0890e.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="42925" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 27 Apr 2021 20:43:21 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        akhlak,
                                                                                                                                                                covid-19,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                menanamkan,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                pandemi,
                                                                                                                                                                tengah,
                                                                                                                                                                uad                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Sunatullah Perubahan Sosial dalam Al Qur’an</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/sunatullah-perubahan-sosial-dalam-al-quran</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/sunatullah-perubahan-sosial-dalam-al-quran</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ YOGYAKARTA &#8212; Terdapat banyak ayat Al Qur’an yang menyinggung masalah perubahan sosial. Namun setidaknya ada dua yang menjadi rujukan utama yaitu Surah ArRa’du: 11 dan Al Anfal: 53. Hal itu disampaikan Akhmad Arif Rif’an, S.H.I., M.S.I., anggota Majelis Tabligh PP Muhammadiyah yang juga dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dalam kajian virtual yang diselenggarakan Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (IC UAD), Senin 19 April 2021.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>YOGYAKARTA</strong> &#8212; Terdapat banyak ayat Al Qur’an yang menyinggung masalah perubahan sosial. Namun setidaknya ada dua yang menjadi rujukan utama yaitu Surah ArRa’du: 11 dan Al Anfal: 53. Hal itu disampaikan Akhmad Arif Rif’an, S.H.I., M.S.I., anggota Majelis Tabligh PP Muhammadiyah yang juga dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dalam kajian virtual yang diselenggarakan Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (IC UAD), Senin 19 April 2021.</p>



<p>Dalam surah Ar Ra’du: 11 disebutkan bahwa <em>“..Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri..”</em> Menurut Arif Rif’an, ayat ini menjadi gambaran perubahan suatu kondisi tidak ideal menjadi ideal, atau kondisi tidak baik menjadi baik.</p>



<p>Sebaliknya dalam surah Al Anfal: 53 disebutkan <em>“Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah diberikan-Nya kepada suatu kaum hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri..”</em> Hal ini menjadi gambaran atas perubahan kondisi dari yang awalnya baik menuju kondisi tidak baik.</p>



<!--nextpage-->



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651cbbb24cb81.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="68672" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 20 Apr 2021 14:20:51 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        al qur&amp;#039;an,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                perubahan,
                                                                                                                                                                sosial,
                                                                                                                                                                sunnatullah                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Literasi Kritis Sosial Masa Pandemi</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/literasi-kritis-sosial-masa-pandemi</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/literasi-kritis-sosial-masa-pandemi</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Bosan dengan kata &#8220;pandemi&#8221;, tapi itulah realita yang kita hadapi. Muak dengan kata &#8220;Covid-19&#8221;, tapi kita masih memghadapi secara luas.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Bosan dengan kata &#8220;pandemi&#8221;, tapi itulah realita yang kita hadapi. Muak dengan kata &#8220;Covid-19&#8221;, tapi kita masih memghadapi secara luas.</p>



<p>Baca, membaca, dibaca, bacalah! Sering kita dengar, sering kita resapi, lalu hilang begitu saja. Literasi, literasi, literasi. Layaknya aroma terasi yang menyengat, layaknya genderang yang meradang, terus dan tidak akan pernah berhenti.</p>



<p>Buku, koran, majalah adalah simbol literasi. Apa itu literasi? Apa itu perpustakaan? Anda membaca buku, menutup mata, menutup telinga dan tetangga Anda lapar tidak bisa makan karena tidak ada biaya, kerusakan ada di sekitar Anda. Apakah itu literasi?!</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651cbf6e04fef.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="64369" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 08 Apr 2021 23:08:16 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                hafidz nur ockta k.,
                                                                                                                                                                kritis,
                                                                                                                                                                literasi,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                pandemi,
                                                                                                                                                                sosial                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Edukasi, Prevensi dan Advokasi</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/edukasi-prevensi-dan-advokasi</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/edukasi-prevensi-dan-advokasi</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Pada hari Rabu, 7 April 2021, saya menerima kehadiran teman-teman dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pimpinan Pusat Muhammadiyah: mas Taufiq dan mas Pongki.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Pada hari Rabu, 7 April 2021, saya menerima kehadiran teman-teman dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pimpinan Pusat Muhammadiyah: mas Taufiq dan mas Pongki.</p>



<p>Anak-anak muda ini beserta timnya sehari-hari bertugas menangani berbagai urusan hukum secara praksis, yang terkait Muhammadiyah.</p>



<p>Kami berbincang tentang beberapa persoalan hukum dan penanganannya. Khususnya yang terkait dengan aset dan potensi ekonomi di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) maupun Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM).</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651cbf6916c23.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="69225" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Wed, 07 Apr 2021 23:53:34 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        advokasi,
                                                                                                                                                                ahmad syauqi soeratno,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                edukasi,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                prevensi                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Melarang Mudik Harusnya Tidak Seperti Akan Berperang</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/melarang-mudik-harusnya-tidak-seperti-akan-berperang</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/melarang-mudik-harusnya-tidak-seperti-akan-berperang</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Mirip suasana perang. Seluruh jalan penghubung dicegat aparat gabungan. Jika ada yang lewat ditanya ini itu. Ujung-ujungnya disuruh putar balik, kecuali yang memenuhi syarat khusus. Jika tetap ada yang nekat akan dikenai pasal hukuman. Sudah disiapkan titik-titik penghadangan. Melihat persiapannya, menunjukkan situasi dan kondisi yang benar-benar gawat bin darurat.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Mirip suasana perang. Seluruh jalan penghubung dicegat aparat gabungan. Jika ada yang lewat ditanya ini itu. Ujung-ujungnya disuruh putar balik, kecuali yang memenuhi syarat khusus. Jika tetap ada yang nekat akan dikenai pasal hukuman. Sudah disiapkan titik-titik penghadangan. Melihat persiapannya, menunjukkan situasi dan kondisi yang benar-benar gawat bin darurat.</p>



<p>Persiapan tentang itu disiarkan secara massif oleh media massa mainstream maupun sosial media. Sehingga langsung atau tidak langsung secara cepat dengan mudah terpublikasi ke seluruh penjuru negeri.</p>



<p>Namanya juga rakyat, selalu saja mencari celah untuk “melanggar hukum” meski tujuannya bukan melanggar hukum, bukan juga kriminal dan berbuat onar. Sekadar berkreasi agar tujuan dan keinginan tercapai. Apa respon masyarakat umum? Pergunakan jalan tikus. Jalan tikus adalah jalan-jalan kecil, bahkan mungkin jalan desa, yang bisa dilalui.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651cbf65efb63.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="50676" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 19 Apr 2021 01:14:57 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        berperang,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                heru prasetya,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                melarang,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                mudik                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Apakah Indonesia Semakin Jauh dari Islam?</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/apakah-indonesia-semakin-jauh-dari-islam</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/apakah-indonesia-semakin-jauh-dari-islam</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Setelah terbit pada 2004, “Ayat-ayat Cinta” kemudian meledak di pasaran. Ketika diangkat ke layar lebar pada 2008 dengan judul yang sama, karya Habiburrahman El Shirazy tersebut juga meledak. Film tersebut masuk dalam jajaran Box Office tersukses sepanjang sejarah perfilman Indonesia.&nbsp; Lahir setelah itu novel dan film yang oleh banyak pihak disebut novel religi atau Islami.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Setelah terbit pada 2004, <em>“Ayat-ayat Cinta”</em> kemudian meledak di pasaran. Ketika diangkat ke layar lebar pada 2008 dengan judul yang sama, karya Habiburrahman El Shirazy tersebut juga meledak. Film tersebut masuk dalam jajaran Box Office tersukses sepanjang sejarah perfilman Indonesia.&nbsp; Lahir setelah itu novel dan film yang oleh banyak pihak disebut novel religi atau Islami.</p>



<p>Fenomena <em>pop culture</em> tersebut kemudian merambah ke berbagai bidang. Tren busana Islami kemudian menggejala. Muncul <em>brand</em> fashion dan kosmetik yang secara spesifik beraroma Islami bahkan hingga target marketnya. Sebagai contoh adalah <em>Wardah</em> yang mengusung jargon “kosmetik halal”. Geliat tersebut bahkan menjadi gelombang tren ekonomi yang menjadikan naiknya minat pada perbankan syariah yang terus tampak sejak 2009-2010.</p>



<p>Kultur yang lebih suka saya sebut sebagai “beraroma religius” tersebut tampak mulai meredup sejak beberapa tahun ini. Budaya populer memang punya usia yang kadang relatif singkat. Namun karena beraroma religi atau Islami, meredupnya tren tersebut menimbulkan efek domino. Efek tersebut bahkan sampai pada rumah, dapur, dan kamar kita.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651cbf6adb45e.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="47684" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 11 Apr 2021 22:07:54 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                indonesia,
                                                                                                                                                                islam,
                                                                                                                                                                jauh,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                prayudha                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Tirai Pemikiran 1: Insan Kamil</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/tirai-pemikiran-1-insan-kamil</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/tirai-pemikiran-1-insan-kamil</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Hakikat insan kamil atau yang secara bebas dapat diartikan sebagai manusia sempurna atau manusia yang paling utama tidak lain adalah bayangan Tuhan dalam wujud manusia yang paling dicintai-Nya. Orang-orang terkasih dalam genggaman Tuhan banyak jumlahnya, tetapi yang paling sempurna dari semua manusia hanyalah insan kamil. Sosok itu adalah Nabi Muhammad saw. Kekasih Allah swt yang memiliki akhlak mulia. Para ulama adalah pewaris beliau, tetapi tidak mewarisi kesempurnaan beliau seutuhnya. Apa yang diutamakan dari seutama-utamanya manusia di muka bumi ini tidak ada yang sebanding dengannya.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Hakikat insan kamil atau yang secara bebas dapat diartikan sebagai manusia sempurna atau manusia yang paling utama tidak lain adalah bayangan Tuhan dalam wujud manusia yang paling dicintai-Nya. Orang-orang terkasih dalam genggaman Tuhan banyak jumlahnya, tetapi yang paling sempurna dari semua manusia hanyalah insan kamil. Sosok itu adalah Nabi Muhammad saw. Kekasih Allah swt yang memiliki akhlak mulia. Para ulama adalah pewaris beliau, tetapi tidak mewarisi kesempurnaan beliau seutuhnya. Apa yang diutamakan dari seutama-utamanya manusia di muka bumi ini tidak ada yang sebanding dengannya.</p>



<p>Setiap orang yang merindukannya ingin bertemu dengannya, setidaknya sekali dalam mimpinya. Itu dapat disebut sebuah kenikmatan. Kendatipun mimpi dapat ditafsirkan dalam berbagai makna, wujudnya tak mungkin tergantikan oleh yang lain. Hakikat citra (bentuk) Rasulullah saw dalam sosok yang dimimpikan dapat bermacam-macam. Dapat dipahami dalam alam mimpi bahwa citra beliau dimungkinkan dalam berbagai bentuk yang pantas sebagai representasi kesempurnaan beliau.</p>



<p>Insan kamil adalah representasi dari citra ketuhanan. Kelembutan hatinya, kasih sayang terhadap umat dan keluarganya, keteladanannya yang tak pernah padam menyinari alam semesta, keteguhannya beribadah sepanjang waktu, pengorbanan dan keberaniannya menegakkan keadilan dan agama Allah, senyumnya yang menundukkan keangkuhan, keberadaannya yang selalu dirindukan, semua pujian atas kebaikan dan kemuliaan akhlaknya pantas disandang oleh Nabi Muhammad saw.</p>



<!--nextpage-->



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651cce410a929.png?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="641945" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 04 Jan 2021 02:49:25 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                insan,
                                                                                                                                                                kamil,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                pemikiran,
                                                                                                                                                                tirai                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Fidyah: Bayar dengan Uang atau Bahan Makanan Pokok?</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/fidyah-bayar-dengan-uang-atau-bahan-makanan-pokok</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/fidyah-bayar-dengan-uang-atau-bahan-makanan-pokok</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Jawaban atas pertanyaan tersebut ialah keduanya boleh. Berikut penjelasannya berdasarkan Fatwa Tarjih mengenai FIDYAH DIBAYAR SEKALIGUS DAN FIDYAH DENGAN UANG yang telah disidangkan sejak Jum&#8217;at, 17 Ramadan 1431 H / 27 Agustus 2010 M untuk menjawab pertanyaan dari Hj. Maryam (Midai, Kepri).



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Jawaban atas pertanyaan tersebut ialah keduanya boleh. Berikut penjelasannya berdasarkan Fatwa Tarjih mengenai FIDYAH DIBAYAR SEKALIGUS DAN FIDYAH DENGAN UANG yang telah disidangkan sejak Jum&#8217;at, 17 Ramadan 1431 H / 27 Agustus 2010 M untuk menjawab pertanyaan dari Hj. Maryam (Midai, Kepri).</p>



<p>Perintah fidyah sebagaimana QS. Al-Baqarah: 184, “…Fidyatun tha’amun miskin.”</p>



<p>Mengenai pembayaran fidyah dengan uang, maka terdapat perbedaan pendapat ulama:</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651cbf617c1f8.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="58790" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sat, 27 Mar 2021 23:20:19 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        bahan,
                                                                                                                                                                bayar,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                fidyah,
                                                                                                                                                                makanan,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                pokok,
                                                                                                                                                                uang                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Sejauh Manakah Usaha Kita Menggapai Predikat Insan Kamil</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/sejauh-manakah-usaha-kita-menggapai-predikat-insan-kamil</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/sejauh-manakah-usaha-kita-menggapai-predikat-insan-kamil</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Di saat dicanangkannya &#8220;Manusia Indonesia Seutuhnya&#8221;, penulis membuat judul &#8220;Manusia Seutuhnya Menurut Konsep Islam dengan Sebutan Insan Kamil.&#8221; Point-pointnya saya ingat terus dan saya ajarkan di pengajian-pengajian walau penjabarannya tentu berbeda.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Di saat dicanangkannya &#8220;Manusia Indonesia Seutuhnya&#8221;, penulis membuat judul &#8220;Manusia Seutuhnya Menurut Konsep Islam dengan Sebutan Insan Kamil.&#8221; Point-pointnya saya ingat terus dan saya ajarkan di pengajian-pengajian walau penjabarannya tentu berbeda.</p>



<p>Insan kamil yaitu:</p>



<p>1. Mampu menyeimbangkan antara kepentingan dunia dan akhirat (Q.S. 28: 77) dan bbrp hadits yang berisi &#8220;Bekerjalah untuk duniamu seakan kamu akan hidup terus, dan beramallah utk akhiratmu seakan kamu akan mati besuk&#8221;.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651cce44ee3c5.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="47152" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 03 Jan 2021 22:11:06 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                insan,
                                                                                                                                                                kamil,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                menggapai,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                predikat,
                                                                                                                                                                sejauh,
                                                                                                                                                                usaha                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Berita Hoax Tetap Subur karena Ada yang Diuntungkan</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/berita-hoax-tetap-subur-karena-ada-yang-diuntungkan</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/berita-hoax-tetap-subur-karena-ada-yang-diuntungkan</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Belum lama ini di grup-grup WhatsApp beredar poster berisi ajakan mendirikan Shalat Jum’at Virtual. Dalam poster itu ada foto dengan keterangan di sampingnya “Profesor Komarudin Hidayat” dan di bawahnya ada tulisan “Khatib/Imam Shalat”. Informasi lain tentang Tema Khutbah yaitu “Demokrasi: Aku, Kami dan Kita”.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Belum lama ini di grup-grup WhatsApp beredar poster berisi ajakan mendirikan Shalat Jum’at Virtual. Dalam poster itu ada foto dengan keterangan di sampingnya “Profesor Komarudin Hidayat” dan di bawahnya ada tulisan “Khatib/Imam Shalat”. Informasi lain tentang Tema Khutbah yaitu “Demokrasi: Aku, Kami dan Kita”.</p>



<p>Keterangan-keterangan lain yang menyertai poster tadi semakin meyakinkan masyarakat bahwa itu asli alias beneran bukan hoax. Artinya, selain benar-benar mengajak mendirikan shalat Jum’at secara online, Profesor Komarudin sebagai calon imam dan khotib sudah bersedia. Seakan-akan begitu. Menurut kelaziman, jika seseorang belum bisa dihubungi atau belum menyatakan kesanggupan, ada keterangan tambahan “dalam konfirmasi”. Nah, ini tidak ada keterangan seperti itu.</p>



<p>Tentu saja poster tersebut menjadi pertanyaan besar di kalangan awam “benarkah shalat Jum’at virtual dibolehkan?” Apalagi disitu mencantumkan nama seorang tokoh.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651cbf6466e29.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="30784" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sat, 20 Mar 2021 23:02:48 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        berita,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                hoax,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                subur,
                                                                                                                                                                untung                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Membaca Ayat Kauniyah Allah SWT</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/membaca-ayat-kauniyah-allah-swt</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/membaca-ayat-kauniyah-allah-swt</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Membaca tidak selamanya yang tertulis di buku, bahkan saat kita memandang arah langit, terbentang luas semesta dan cakrawala. Dengan itu kita sedang membaca ayat kauniyah-Nya. Lantas sepantasnya jiwa menjadi cerah seiring dengan ucapan, Robbanaa maa kholaqta hadza bathilaa, Subhaanaka fa qinaa &lsquo;adzaabannaar &ldquo;Duhai Tuhan kami, yang Maha Mengatur, Mengurus dan Memenuhi segala kebutuhan makhlukNya, tiadalah semua yang telah Engkau ciptakan ini hanyalah sia-sia belaka. Maha Suci Engkau, maka hindarkan dan lindungilah kami dari azab neraka.&rdquo; ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Membaca tidak selamanya yang tertulis di buku, bahkan saat kita memandang arah langit, terbentang luas semesta dan cakrawala. Dengan itu kita sedang membaca ayat kauniyah-Nya. Lantas sepantasnya jiwa menjadi cerah seiring dengan ucapan, Robbanaa maa kholaqta hadza bathilaa, Subhaanaka fa qinaa &lsquo;adzaabannaar &ldquo;Duhai Tuhan kami, yang Maha Mengatur, Mengurus dan Memenuhi segala kebutuhan makhlukNya, tiadalah semua yang telah Engkau ciptakan ini hanyalah sia-sia belaka. Maha Suci Engkau, maka hindarkan dan lindungilah kami dari azab neraka.&rdquo;</p><p>Kita tahu bahwa kelak setiap amal akan dimintai pertanggungjawaban. Keadilan Allah membawa pada balasan surga dan neraka bagi makhlukNya yaitu manusia dan jin. Bagi mereka yang mampu mengambil pelajaran atas ayat-ayat yang selalu ditampakkan kepada kita, kemudian bersegera mensyukurinya dengan melakukan amal shalih tanpa diiringi kesyirikan di dalamnya. Maka mereka itulah yang beruntung, berhasil, dan akan selamat.</p><p>Langit, bak kitab besar milik Allah SWT. Di sana tampak ayat-ayatNya yang lain selain yang ada pada Al-Quran Al Kariim.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651ccd63bb462.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="67190" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 19 Mar 2021 10:11:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        allah swt,
                                                                                                                                                                ayat,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                kauniyah,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                membaca,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Harta dan Anak adalah Fitnah</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/harta-dan-anak-adalah-fitnah</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/harta-dan-anak-adalah-fitnah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Harta dan anak adalah dua hal yang sangat diharapkan kehadiranya oleh hampir setiap orang. Untuk mendapatkan keduanya banyak orang rela berjuang, bersusah payah, bekerja keras, dan mengorbankan apapun yang dimilikinya. Tidak sedikit pejabat yang rela melanggar hukum demi mendapatkan pundi-pundi uang. Banyak wanita yang rela mengorbankan harga dirinya demi mengumpulkan harta. Demikian juga anak, banyak orang rela melakukan apapun demi kebahagiaan anak-anaknya.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Harta dan anak adalah dua hal yang sangat diharapkan kehadiranya oleh hampir setiap orang. Untuk mendapatkan keduanya banyak orang rela berjuang, bersusah payah, bekerja keras, dan mengorbankan apapun yang dimilikinya. Tidak sedikit pejabat yang rela melanggar hukum demi mendapatkan pundi-pundi uang. Banyak wanita yang rela mengorbankan harga dirinya demi mengumpulkan harta. Demikian juga anak, banyak orang rela melakukan apapun demi kebahagiaan anak-anaknya.</p>



<p>Kecintaan kepada harta dan anak adalah fitrah setiap manusia. Allah SWT. Secara jelas berfirman di dalam surat al-Imran 3:14</p>



<p>&#8220;Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651ccd6c61adc.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="50782" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 09 Mar 2021 22:59:14 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        anak,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                fitnah,
                                                                                                                                                                harta,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Aku Perempuan, Aku Bergerak</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/aku-perempuan-aku-bergerak</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/aku-perempuan-aku-bergerak</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Beberapa orang masih menganggap menjadi perempuan sudah kodratnya berakhir di dapur. Padahal, sejalan dengan terbukanya akses pendidikan, pemikiran terhadap perempuan yang produktif pun menjadi lebih terbuka. Dahulu rasanya untuk bisa berkegiatan di luar rumah adalah sebuah anugerah, tapi sekarang sudah menjadi hal wajar.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Beberapa orang masih menganggap menjadi perempuan sudah kodratnya berakhir di dapur. Padahal, sejalan dengan terbukanya akses pendidikan, pemikiran terhadap perempuan yang produktif pun menjadi lebih terbuka. Dahulu rasanya untuk bisa berkegiatan di luar rumah adalah sebuah anugerah, tapi sekarang sudah menjadi hal wajar.</p>



<p>Sekarang saatnya perempuan bergerak memberdayakan segala kemampuannya demi kemajuan dan pengembangan diri. Perempuan sudah seharusnya tidak terkurung dalam belenggu “penjara” yang menjadikannya sulit bergerak dalam melakukan berbagai kegiatan. Saya yakin, beberapa perempuan paham bahwa bekerja bukanlah hal wajib, tetapi kalau diam saja tanpa memberikan sumbangsih buah pikir atau tenaga rasanya ada yang kurang.</p>



<p><strong>Produktif</strong><strong> Adalah…</strong></p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651ccd6ae4c0f.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="22491" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 02 Mar 2021 22:39:29 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        aku,
                                                                                                                                                                bergerak,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                perempuan                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Remaja Cerdas Tanpa Insecuritas</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/remaja-cerdas-tanpa-insecuritas</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/remaja-cerdas-tanpa-insecuritas</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ SEBELUM membahas lebih jauh mengenai remaja, kita harus tahu terlebih dahulu apa yang dinamakan remaja? Kita sudah sering dengar pula mengenai remaja. Biar tidak salah kaprah mengenai definisi remaja, maka kita perlu mencari tahu terlebih dahulu arti remaja itu sendiri.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>SEBELUM membahas lebih jauh mengenai remaja, kita harus tahu terlebih dahulu apa yang dinamakan remaja? Kita sudah sering dengar pula mengenai remaja. Biar tidak salah kaprah mengenai definisi remaja, maka kita perlu mencari tahu terlebih dahulu arti remaja itu sendiri.</p>



<p>Menurut World Health Organization (WHO), yang disebut remaja adalah mereka yang berada pada tahap transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa. Batasan usia remaja menurut WHO adalah 12-24 tahun.</p>



<p>Masa remaja juga biasa dikenal sebagai masa coba-coba. Ini dikarenakan pada masa ini kaum remaja sedang suka mencoba hal-hal baru, yang menurut mereka seru dan keren.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651ccd697a404.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="32926" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 16 Feb 2021 22:59:31 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        cerdas,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                insecuritas,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                remaja                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Mengapa Berlomba ke Mars?</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/mengapa-berlomba-ke-mars</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/mengapa-berlomba-ke-mars</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Pada Selasa, 9 Februari 2021, pesawat antariksa Al Amal atau Hope telah sampai di Mars. Wahana ini diluncurkan oleh United Arab Emirates Space Agency pada tanggal 19 Juli 2020 lalu.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Pada Selasa, 9 Februari 2021, pesawat antariksa Al Amal atau Hope telah sampai di Mars. Wahana ini diluncurkan oleh United Arab Emirates Space Agency pada tanggal 19 Juli 2020 lalu.</p>



<p>Hope tidak akan mendarat di Mars, namun mengorbit di planet tersebut. Wahana antariksa Hope akan mengumpulkan data cuaca Mars dan perubahan iklim di Mars. Presiden UAE, Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan, memang menginginkan agar misi ini dapat meningkatkan pemahaman manusia terhadap atmosfer Mars.</p>



<p>Kolaborasi internasional itu terdiri atas tim dari Amerika Serikat, Jepang, dan tentunya UAE mewujudkan misi ini. Hope ini juga sebagai tonggak sejarah karena merupakan misi pertama ke Mars yang dilakukan oleh negara di jazirah Arab dan juga di negara yang mayoritas muslim. Oleh karena itu, misi ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Arab.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651cbc91f0536.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="75593" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Wed, 10 Feb 2021 10:52:35 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        berlomba,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                mars,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mengapa,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                yudhiakto pramudya                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Tirai Pemikiran 10: Mudzakarah, Muhasabah, Mujahadah dan Muraqabah</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/tirai-pemikiran-10-mudzakarah-muhasabah-mujahadah-dan-muraqabah</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/tirai-pemikiran-10-mudzakarah-muhasabah-mujahadah-dan-muraqabah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Dalam tasawuf, seorang murid dapat mengambil manfaat dari pengetahuan sang mursyid dengan langkah musyawarah atau tanya jawab antara murid kepada mursyidnya seputar masalah agama seperti syari&rsquo;ah, ibadah dan aqidah, persoalan pribadi yang menyangkut dosa-dosa, penyakit hati dan jiwa yang gelap&mdash;murid berterus terang kepada mursyid tentang perbuatan maksiat yang dilakukan (mujaharah bil ma&rsquo;shiyah), hingga menyangkut maqamat dan ahwal. Tentang perbuatan maksiat yang telah diakui, al-Nawawi dalam Al-Adzkar, mengingatkan tiga rukun taubat yaitu: segera bertaubat kepada Allah dengan meninggalkan perbuatan itu, menyesalinya dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.Mudzakarah Artinya ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Dalam tasawuf, seorang murid dapat mengambil manfaat dari pengetahuan sang mursyid dengan langkah musyawarah atau tanya jawab antara murid kepada mursyidnya seputar masalah agama seperti syari&rsquo;ah, ibadah dan aqidah, persoalan pribadi yang menyangkut dosa-dosa, penyakit hati dan jiwa yang gelap&mdash;murid berterus terang kepada mursyid tentang perbuatan maksiat yang dilakukan (<em>mujaharah bil ma&rsquo;shiyah</em>), hingga menyangkut <em>maqamat </em>dan <em>ahwal</em>. Tentang perbuatan maksiat yang telah diakui, al-Nawawi dalam <em>Al-Adzkar, </em>mengingatkan tiga rukun taubat yaitu: segera bertaubat kepada Allah dengan meninggalkan perbuatan itu, menyesalinya dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.</p><h2><span>Mudzakarah Artinya</span></h2><p><em>Mudzakarah</em> termasuk dalam salah satu dari lima dasar tarekat yang penting, yakni mudzakarah, zikir, mujahadah, ilmu dan cinta (<em>mahabbah</em>)<em>.</em> Mudzakarah dapat dimaknai sebagai bertukar pikiran, berdiskusi, berunding, memberi pertimbangan, nasihat ataupun konsultasi, mengingatkan tentang sesuatu. Juga seakar dengan kata <em>tadzkirah</em> yang artinya peringatan. Mudzakarah tidak lain adalah etika praktis dalam Islam yang bentuknya dapat berupa musyawarah, dalam konteks tasawuf yakni musyawarah antara murid dengan mursyid. <em>Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah di antara mereka </em>(QS. Al-Syura: 38). <em>Orang yang bermusyawarah adalah orang yang dapat dipercaya </em>(HR Bukhari dan Tirmidzi).</p><h2>muhasabah Artinya</h2><p>Adapun <em>muhasabah</em> berarti perhitungan, yakni memperhitungkan, mengevaluasi, mengoreksi diri dan meminta tanggung jawab atas perbuatan diri kita sendiri agar dapat dilakukan perbaikan atau dalam bahasa yang sederhana seringkali diterjemahkan sebagai &ldquo;introspeksi diri.&rdquo; Dalam <em>Al-Burhan al-Muayyad</em>, Ahmad Rifai menegaskan bahwa &ldquo;rasa takut (<em>khauf</em>) akan mendatangkan muhasabah, muhasabah akan mendatangkan <em>muraqabah </em>(perasaan selalu diawasi oleh Allah) dan <em>muraqabah </em>akan mendatangkan sikap selalu menyibukkan diri kepada Allah.&rdquo; Sikap lalai (<em>ghaflah</em>) dalam melakukan muhasabah akan membuat manusia lupa diri, tidak bertanggung jawab dan akan diliputi oleh hawa nafsu yang mengekang jiwa seseorang untuk dekat dengan Allah.<em> </em><em>Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.</em><em> Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik </em>(QS Al-Hasyr: 18-19). <em>Berbahagialah orang yang sibuk memperhatikan aib dirinya sendiri daripada sibuk memperhatikan aib orang lain&rdquo;</em> (HR Al-Tirmidzi dan Ibnu Majah).</p><h2>Mujahadah Artinya</h2> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651ccd68170d0.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="64569" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 07 Feb 2021 21:06:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                mudzakarah,
                                                                                                                                                                muhasabah,
                                                                                                                                                                mujahadah,
                                                                                                                                                                muraqabah,
                                                                                                                                                                pemikiran,
                                                                                                                                                                robby h abror,
                                                                                                                                                                tirai                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Tirai Pemikiran 9: Maqamat dan Ahwal</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/tirai-pemikiran-9-maqamat-dan-ahwal</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/tirai-pemikiran-9-maqamat-dan-ahwal</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Maqamat ialah bentuk jamak mu’annats salim dari maqam yang berarti kedudukan atau derajat. Dalam tasawuf dipahami sebagai kedudukan salik yang meniti jalan spiritual dalam mengintensifkan ubudiyah kepada Allah melalui taubat, taqwa, mujahadah, riyadhah, wara’, zuhud, muraqabah, faqir dan adab. Sedangkan ahwal bentuk jamak dari hal yaitu keadaan, suasana atau perasaan dalam hati seorang sufi yang muncul secara spontan dan langsung karena hak Allah kendatipun tanpa usaha, seperti rasa takut (khauf), berharap (raja’), sedih dan rindu. Kedudukan (maqam) adalah abadi, sedangkan suasana (hal) akan cepat menghilang. Kedudukan diperoleh dengan usaha, sedangkan suasana diturunkan Allah sebagai anugerah ke dalam hati seorang hamba, seperti kilatan cahaya yang datang dan kemudian lenyap.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><em>Maqamat </em>ialah bentuk <em>jamak</em> <em>mu’annats salim </em>dari <em>maqam </em>yang berarti kedudukan atau derajat. Dalam tasawuf dipahami sebagai kedudukan salik yang meniti jalan spiritual dalam mengintensifkan <em>ubudiyah </em>kepada Allah melalui taubat, taqwa, <em>mujahadah, riyadhah, wara’, zuhud, muraqabah, faqir </em>dan<em> adab</em>. Sedangkan <em>ahwal </em>bentuk jamak dari <em>hal </em>yaitu keadaan, suasana atau perasaan dalam hati seorang sufi yang muncul secara spontan dan langsung karena hak Allah kendatipun tanpa usaha, seperti rasa takut (<em>khauf</em>), berharap (<em>raja’</em>), sedih dan rindu. Kedudukan (<em>maqam</em>) adalah abadi, sedangkan suasana (<em>hal</em>) akan cepat menghilang. Kedudukan diperoleh dengan usaha, sedangkan suasana diturunkan Allah sebagai anugerah ke dalam hati seorang hamba, seperti kilatan cahaya yang datang dan kemudian lenyap.</p>



<p>Jika <em>maqamat </em>diperoleh oleh seorang sufi melalui intensitas ibadah, maka <em>ahwal </em>dirasakan secara psikologis dalam hati secara langsung. Jika <em>maqamat </em>merupakan stasiun-stasiun yang harus ditempuh dan dilewati oleh para pejalan spiritual (<em>salik</em>) agar dapat mendekatkan diri (<em>taqarrub</em>) kepada Allah, <em>ahwal </em>merupakan keadaan psikologis para salik yang diperoleh secara langsung dan spontan sebagai anugerah dari <em>al-Haqq. </em>Jika <em>maqamat </em>sebagai keadaan yang bersifat abadi atau permanen, <em>ahwal </em>lebih bersifat kondisional, tentatif atau temporer.</p>



<p>Seorang salik yang berada dalam satu tingkatan atau stasiun (<em>maqam</em>)hendaknya ia menyempurnakannya hingga dapat naik ke tingkat yang lebih tinggi. Ketika berada dalam <em>maqam al-tawakkul </em>yang disyaratkan oleh Al-Kalabadzi maka ia harus menyempurnakannya sebelum naik ke <em>maqam al-ridha. </em>Di antara para sufi terdapat beberapa perbedaan dalam menentukan jumlah tingkatan atau susunan <em>maqamat. </em>Dalam <em>Al-Luma’, </em>Abu Nashr al-Sarraj al-Thusi memaparkan tujuh <em>maqam </em>yang harus dijalani dan dilalui oleh salik, yaitu: <em>al-taubah, al-wara’, al-zuhd, al-faqr, al-shabr, al-tawakkul, </em>dan <em>al-ridha. </em>Dalam <em>Ihya’ Ulumiddin, </em>Abu Hamid al-Ghazali menyebutkan delapan urutan <em>maqam </em>yang dimulai dari <em>al-taubah, al-shabr, al-faqr, al-zuhd, al-tawakkul, al-mahabbah, al-ma’rifah </em>hingga <em>al-ridha. </em>Sedangkan dalam <em>Al-Ta’aruf li Madzahib al-Tashawwuf, </em>Abu Bakr Muhammad al-Kalabadzi menegaskan sepuluh tingkatan <em>maqam, </em>yaitu: <em>al-taubah, al-zuhd, al-shabr, alfazqr, al-tawadlu’, al-taqwa, al-tawakkul, al-ridha, al-mahabbah </em>dan <em>al-ma’rifah.</em></p>



<!--nextpage-->



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651ccd66a191a.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="59563" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sat, 06 Feb 2021 22:40:09 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        ahwal,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                maqamat,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                pemikiran,
                                                                                                                                                                robby h abror,
                                                                                                                                                                tirai                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Tirai Pemikiran 8: ‘Uzlah dan Khalwat</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/tirai-pemikiran-8-uzlah-dan-khalwat</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/tirai-pemikiran-8-uzlah-dan-khalwat</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Ada yang menyamakan ‘uzlah dengan khalwat disebabkan keinginan yang sama untuk meninggalkan hawa nafsu dan godaan duniawi. Ada pula yang menggunakannya secara bergantian dan bersamaan sebagai dua sisi dari sekeping mata uang. Sehingga ketika disebut ‘uzlah sekaligus dimaksudkan sebagai khalwat. Tetapi ada juga yang dengan tegas membedakannya.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Ada yang menyamakan <em>‘uzlah</em> dengan <em>khalwat</em> disebabkan keinginan yang sama untuk meninggalkan hawa nafsu dan godaan duniawi. Ada pula yang menggunakannya secara bergantian dan bersamaan sebagai dua sisi dari sekeping mata uang. Sehingga ketika disebut ‘uzlah sekaligus dimaksudkan sebagai khalwat. Tetapi ada juga yang dengan tegas membedakannya.</p>



<p><em>‘Uzlah </em>secara etimologis artinya mengasingkan diri dari keramaian atau menarik diri dari kerumunan. Adapun <em>khalwat </em>berarti menyendiri atau menyepi dengan senantiasa menempa diri dalam latihan spiritual (<em>riyadhah</em>). Kemiripan maknanya terletak pada tujuannya, yakni menepis perbuatan maksiat dengan menempuh tahapan-tahapan (<em>maqamat</em>) perjalanan salik atau zahid dengan memperbanyak zikir, meninggalkan yang haram dan berserah diri dalam intensitas <em>‘ubudiyah </em>kepada al-Haqq. Dalam hadis Qudsi disebutkan Allah swt berfirman, <em>ahli zikir kepada-Ku adalah teman duduk-Ku </em>(HR Ahmad).</p>



<p>Syaikh Ahmad Zaruq dalam <em>Qawa’id al-Tashawwuf </em>menyamakan iktikaf dengan khalwat dari aspek tujuannya, jika iktikaf dilakukan di dalam masjid, khalwat tidak harus di masjid. Khalwat lebih spesifik daripada ‘uzlah. Khalwat dapat mengintensifkan peneguhan jalan spiritual (<em>suluk</em>) untuk membersihkan hati dari kotoran-kotoran duniawi, mengosongkan hati dari kesibukan dunia yang menghalangi diri dari berzikir kepada Allah dan selalu bertafakur atas setiap nikmat-Nya. Al-Kasymiri dalam <em>Faidh al-bari ‘ala Shahih al-Bukhari</em> menyamakan iktikaf yang dilakukan oleh kalangan fuqaha’ dengan khalwat yang dilakukan oleh kalangan sufi.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651ccd623bc20.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="42121" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 31 Jan 2021 22:06:52 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        &amp;#039;uzlah,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                khalwat,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                pemikiran,
                                                                                                                                                                robby h abror,
                                                                                                                                                                tirai                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Tirai Pemikiran 7: Wara’ dan Zuhud</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/tirai-pemikiran-7-wara-dan-zuhud</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/tirai-pemikiran-7-wara-dan-zuhud</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Pada awalnya manusia terlalu larut menikmati kehidupan yang serba mubah itu sehingga terjebak dalam sikap hidup yang berlebih-lebihan. Karena takut terjerumus pada hal-hal yang haram, kemudian mengambil sikap wara’. Wara’ ialah menepis segala hal yang syubhat (perkara yang samar hukumnya) karena takut terjerumus dalam keharaman.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Pada awalnya manusia terlalu larut menikmati kehidupan yang serba mubah itu sehingga terjebak dalam sikap hidup yang berlebih-lebihan. Karena takut terjerumus pada hal-hal yang haram, kemudian mengambil sikap <em>wara’. Wara’ </em>ialah menepis segala hal yang <em>syubhat </em>(perkara yang samar hukumnya) karena takut terjerumus dalam keharaman.</p>



<p><em>Wara’ </em>setidaknya dapat dibagi tiga tingkatan. <em>Pertama, wara’</em>nya orang awam dengan meninggalkan yang <em>syubhat </em>agar tidak ternodai oleh dosa-dosa. <em>Kedua, wara’</em>nya orang <em>khawwash</em> yang menepis segala yang mengotori hati dan dari pikiran yang mengacaukannya. <em>Ketiga, wara’</em>nya orang <em>khawwashul khawwash </em>yang ditempati ahli makrifat (<em>‘arif</em>), yakni menolak segala ketergantungan dan menutup pintu harapan kepada selain Allah, sehingga hati selalu terjaga dari semua yang melalaikan, melenakan diri dan melupakan <em>al-Haqq</em>. <em>Tinggalkan apa-apa yang meragukanmu kepada apa-apa yang tidak meragukanmu </em>(HR Tirmidzi). <em>Kebajikan ialah budi pekerti yang baik, adapun dosa adalah apa yang meresahkan hatimu dan engkau enggan orang lain mengetahuinya </em>(HR Muslim). <em>Jadilah orang yang wara’, niscaya akan menjadi manusia yang paling taat ibadahnya </em>(HR Ibnu Majah). <em>Wara’ </em>tidak lain adalah ibadah yang paling tinggi derajatnya.</p>



<p>Seorang ‘arif meneladani Nabi saw karena kecintaannya kepada <em>al-Haqq </em>dan menikmati manisnya iman dalam ketakwaannya. Dalam <em>Thabaqat al-Shufiyyah, </em>Abu Abdurrahmah al-Sullami menyitir pernyataan Syah al-Karmani, bahwa <em>wara’ </em>dengan menjauhi syubhat itu tanda takwa, sedangkan takut (<em>khauf</em>) itu tanda kesedihan dan bersungguh-sungguh dalam ketaatan pada <em>al-Haqq</em> adalah tanda harapan (<em>raja’</em>).</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651ccd5c28901.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="41640" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 22 Jan 2021 22:26:33 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                pemikiran,
                                                                                                                                                                robby h abror,
                                                                                                                                                                tirai,
                                                                                                                                                                wara&amp;#039;,
                                                                                                                                                                zuhud                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Tirai Pemikiran 6: Makrifat</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/tirai-pemikiran-6-makrifat</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/tirai-pemikiran-6-makrifat</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Makrifat (ma’rifah) artinya mengetahui. Dalam tasawuf berarti mengetahui nama-nama dan sifat-sifat al-Haqq dalam puncak spiritual yang melalui keajegan dalam bermunajat pada Tuhan dalam diam dan kembali kepada-Nya dalam segala hal. Seorang ahli makrifat (‘arif)telah melewati tiga tahap spiritual, yaitu syari’at (ibadah ritual), tarikat (jalan keinsafan) dan hakikat (kepasrahan dan kebenaran sempurna). Dalam meniti tiga tahapan tersebut seorang ‘arif akan mengalami tiga tingkatan keadaan jiwa. Yaitu, jiwa yang mengendalikan dan memperbudak (al-nafs al-ammarah) yang berada pada kondisi kelalaian (maqam al-ghaflah), jiwa yang selalu menyesali diri sendiri (al-nafs al-lawwamah) yang terdapat dalam tingkat keterjagaan dan taubat (maqam al-yaqzah), dan jiwa yang tenang (al-nafs al-muthmainnah) yang terdapat dalam tingkat pertemuan (maqam al-wajd).



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Makrifat (<em>ma’rifah</em>) artinya mengetahui. Dalam tasawuf berarti mengetahui nama-nama dan sifat-sifat <em>al-Haqq</em> dalam puncak spiritual yang melalui keajegan dalam bermunajat pada Tuhan dalam diam dan kembali kepada-Nya dalam segala hal. Seorang ahli makrifat (<em>‘arif</em>)telah melewati tiga tahap spiritual, yaitu syari’at (ibadah ritual), tarikat (jalan keinsafan) dan hakikat (kepasrahan dan kebenaran sempurna). Dalam meniti tiga tahapan tersebut seorang ‘arif akan mengalami tiga tingkatan keadaan jiwa. Yaitu, jiwa yang mengendalikan dan memperbudak (<em>al-nafs al-ammarah</em>) yang berada pada kondisi kelalaian (<em>maqam al-ghaflah</em>), jiwa yang selalu menyesali diri sendiri (<em>al-nafs al-lawwamah</em>) yang terdapat dalam tingkat keterjagaan dan taubat (<em>maqam al-yaqzah</em>), dan jiwa yang tenang (<em>al-nafs al-muthmainnah</em>) yang terdapat dalam tingkat pertemuan (<em>maqam al-wajd</em>).</p>



<p>Dalam ilustrasi yang lebih sederhana, seorang ‘arif telah mengetahui rahasia dari tiga huruf hijaiyyah <em>jim-ha-kha</em>, yaitu <em>takhalli minal akhlaqil madzmumah &nbsp;</em>(kosongkan dirimu dari akhlak yang tercela), <em>tahalli bil akhlaqil mahmudah </em>(isilah dirimu dengan akhlak yang terpuji, akhlak yang mulia), dan penampakan diri (<em>tajalli</em>) <em>al-Haqq </em>dalam manifestasi teofaniknya.&nbsp;</p>



<p>Adapun tentang macam makrifat setidaknya dapat dibagi dua, yaitu yang pertama <em>makrifat al-Haqq</em>, yaitu mengetahui keesaan Tuhan dari nama dan sifat-Nya yang tampak pada makhluk, dan <em>makrifat hakikat</em> yang mustahil dicapai karena manusia tak mungkin mampu meliputi seluruh ilmu pengetahuan. <em>Sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya </em>(QS Thaha: 110).</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651ccd6f45e21.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="33207" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 19 Jan 2021 08:28:03 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                makrifat,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                pemikiran,
                                                                                                                                                                tirai                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Tirai Pemikiran 5: Tasawuf</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/tirai-pemikiran-5-tasawuf</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/tirai-pemikiran-5-tasawuf</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Tasawuf (tashawwuf) secara etimologis berasal dari kata tashawwafa-yatashawwafu-tashawwufan, yang berarti proses pemurnian seringkali diidentikkan dengan makna kesucian (tashfiyah) masdar dari shafa. Tasawuf adalah ilmu sekaligus jalan spiritual bagi para sufi dan para perindu al-Haqq untuk melakukan pemurnian dan penyucian jiwa mereka dalam rangka menepis nafsu yang buruk (al-nafs al-ammarah bi al-su’). Mereka berusaha keras untuk menaklukkan potensi buruk (fujur) dan mengoptimalkan potensi yang baik (taqwa). Allah swt berfirman, dan jiwa serta penyempurnaan (ciptaannya). Maka Allah ilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang menyucikan jiwanya. Dan telah merugi (gagal) orang-orang yang mengotorinya (QS al-Syams: 7-10).



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Tasawuf (<em>tashawwuf</em>) secara etimologis berasal dari kata <em>tashawwafa-yatashawwafu-tashawwufan, </em>yang berarti proses pemurnian seringkali diidentikkan dengan makna kesucian (<em>tashfiyah</em>) masdar dari <em>shafa. </em>Tasawuf adalah ilmu sekaligus jalan spiritual bagi para sufi dan para perindu <em>al-Haqq </em>untuk melakukan pemurnian dan penyucian jiwa mereka dalam rangka menepis nafsu yang buruk (<em>al-nafs al-ammarah bi al-su’</em>). Mereka berusaha keras untuk menaklukkan potensi buruk (<em>fujur</em>) dan mengoptimalkan potensi yang baik (<em>taqwa</em>). Allah swt berfirman, <em>dan jiwa serta penyempurnaan (ciptaannya). Maka Allah ilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang menyucikan jiwanya. Dan telah merugi (gagal) orang-orang yang mengotorinya </em>(QS al-Syams: 7-10).</p>



<p>Istilah tasawuf juga memiliki beberapa pengertian. Ada yang menyebutnya berasal dari kata <em>shafwah</em> yaitu orang pilihan atau orang yang suci. Ada yang berpendapat dari kata <em>shaff, </em>karena mereka berlomba dalam ketaatan dengan berdiri di barisan pertama. Ada yang menyebutnya berasal dari kata <em>shuf </em>atau <em>shufah, </em>yang berarti kain dari bulu karena kepasrahan pada <em>al-Haqq </em>seperti dibentangkannya kain wol. Ada yang menisbatkan pada kain wol yang kasar (<em>shuf khasyin</em>) disebabkan kehidupan mereka yang keras, hidup sederhana dan zuhud. Ada yang mengartikan sebagai sifat (<em>shifah</em>) karena mereka selalu berusaha menghiasi diri dengan sifat yang terpuji dan akhlak yang mulia. Ada pula yang mengartikan bersih atau suci (<em>shafa’</em>) sebab mereka selalu membersihkan dan menyucikan diri dari kotoran-kotoran dunia. Ada yang menyinonimkan dengan <em>sophia </em>(<em>shuffiyah), </em>yakni kebijaksanaan. <em>Ada</em> pula yang berpendapat sebagai <em>ahl al-suffah, </em>yaitu mereka yang ikut hijrah bersama Nabi Muhammad saw dari Mekkah ke Madinah, berdiam diri di masjid, tidur dengan meletakkan pelana (<em>suffah</em>) sebagai bantalnya.</p>



<p>Kajian tasawuf atau sufisme (mistisisme Islam) sebagaimana ilmu lainnya telah lama dikenal dalam sejarah. Surutnya rasa ingin tahu orang terhadapnya bukan tanpa sebab. Dominasi ilmu fiqih dan kajian ilmu Islam lainnya cukup kuat sehingga baik tasawuf maupun filsafat mengalami peminggiran dan penyingkiran yang telak. Bukan hanya tidak dapat mempelajarinya bahkan sekadar mengenalnya akan menerima tuduhan dan serangan yang sangat emosional dan tidak berdasar. Dalam tasawuf terdapat berbagai praktik spiritual seperti zuhud, asketisme, cinta (<em>mahabbah</em>), dan terbitlah berbagai istilah seperti kesatuan (<em>ittihad</em>) yang dikenalkan oleh Abu Yazid al-Busthami, inkarnasi (<em>al-hulul</em>) yang dikembangkan al-Hallaj dan <em>wahdatul wujud </em>Ibnu ‘Arabi.</p>



<!--nextpage-->



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651ccd591de43.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="56057" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sat, 16 Jan 2021 22:45:22 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                pemikiran,
                                                                                                                                                                tasawuf,
                                                                                                                                                                tirai                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Umat Islam Hadir dalam Angka atau Peran Serta?</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/umat-islam-hadir-dalam-angka-atau-peran-serta</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/umat-islam-hadir-dalam-angka-atau-peran-serta</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Populasi umat Islam di dunia semakin bertambah. Ada 1,8 miliar muslim di seluruh penjuru dunia, atau sekitar 25% dari penduduk planet bumi pada 2015. Tahun 2020 pemeluk Islam diperkirakan mencapai 1,9 miliar, dibandingkan dengan 2,3 miliar pemeluk Kristen sebagai penduduk terbanyak. Dengan jumlah yang besar ini, peran umat Islam terus ditunggu kehadirannya di pentas kehidupan masyarakat.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Populasi umat Islam di dunia semakin bertambah. Ada 1,8 miliar muslim di seluruh penjuru dunia, atau sekitar 25% dari penduduk planet bumi pada 2015. Tahun 2020 pemeluk Islam diperkirakan mencapai 1,9 miliar, dibandingkan dengan 2,3 miliar pemeluk Kristen sebagai penduduk terbanyak. Dengan jumlah yang besar ini, peran umat Islam terus ditunggu kehadirannya di pentas kehidupan masyarakat.</p>



<p>Apabila melihat umat Islam hanya dari jumlah atau angka, keberadaannya tidak selalu menguntungkan. Jumlah manusia yang besar itu memerlukan modal dan dukungan yang besar seperti tempat tinggal, pekerjaan, jaminan kesehatan dan pendidikan. Tanpa dukungan ini, jumlah manusia yang besar itu dapat menjadi tanggungan yang berat. Namun demikian, dengan angka mendekati dua miliar itu, umat Islam perlu menilik dirinya sendiri dari aspek kualitas, seperti tingkat literasi (baca, tulis, pemahaman dan penerapannya), serta peran sertanya dalam kehidupan sehari-hari dan masa depan manusia secara luas.</p>



<p>Menilai peran muslim dalam kehidupan itu penting. Melalui tuntunan-Nya, Allah menjelaskan bahwa “<em>[Orang-orang yang bertaqwa itu adalah] orang-orang yang beriman tentang adanya hal yang ghaib, mendirikan shalat, dan menginfakkan sebagian dari apa yang telah kami berikan; dan orang-orang yang beriman atas apa yang telah Kami turunkan kepadamu (Al-Qur’an) dan apa yang telah diturunkan kepada orang-orang sebelum kamu (Taurat dan Injil), dan mereka yakin atas kehidupan akhirat</em>” (QS Al-Baqarah ayat 3-4). Dalil ini dapat menjadi dasar bahwa kualitas pribadi umat Islam ditentukan oleh kadar keimanan, ibadah (shalat), keilmuan (mengkaji Al-Qur’an), dan kadar kemanfaatan bagi manusia lainnya (melalui infaq). Bila dicermati, perintah shalat pun tidak hanya berhenti dalam gerak dan doa dalam shalat itu sendiri. Namun, diharapkan, kedekatan seorang muslim dengan Allah (melalui shalatnya) dapat membentuk perilakunya yang semakin baik dan terhindar dari keburukan. Oleh karena itu, iman, ibadah dan perilaku di masyarakat adalah satu paket bagi kualitas seorang muslim.</p>



<!--nextpage-->



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651cb2eade1a4.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="121137" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 14 Jan 2021 22:08:13 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        angka,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                hadir,
                                                                                                                                                                islam,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                peran,
                                                                                                                                                                serta,
                                                                                                                                                                umat                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Tirai Pemikiran 4: Syari’at, Tarikat dan Hakikat</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/tirai-pemikiran-4-syariat-tarikat-dan-hakikat</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/tirai-pemikiran-4-syariat-tarikat-dan-hakikat</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Untuk mencapai puncak makrifat dalam dunia tasawuf, seorang salik meniti jejak Tuhan melalui tiga tahap, yaitu syari’at (syari’ah), tarikat (thariqah) dan hakikat (haqiqah). Syari’at itu ibarat kendaraan, tarikat adalah jalannya, dan hakikat adalah tujuan perjalanannya. Salik adalah seorang pejalan, lebih khusus lagi, seorang sufi dan zahid yang melakukan perjalanan spiritual (suluk) dan hamba Allah yang tekun beribadah kepada-Nya dengan senantiasa menaati dan menunaikan syari’at.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Untuk mencapai puncak makrifat dalam dunia tasawuf, seorang salik meniti jejak Tuhan melalui tiga tahap, yaitu syari’at (<em>syari’ah</em>), tarikat (<em>thariqah</em>) dan hakikat (<em>haqiqah</em>). Syari’at itu ibarat kendaraan, tarikat adalah jalannya, dan hakikat adalah tujuan perjalanannya. Salik adalah seorang pejalan, lebih khusus lagi, seorang sufi dan zahid yang melakukan perjalanan spiritual (<em>suluk</em>) dan hamba Allah yang tekun beribadah kepada-Nya dengan senantiasa menaati dan menunaikan syari’at.</p>



<p>Syari’at adalah upaya dan realisasi dari ketaatan hamba Allah dalam menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Jalan terang yang menjadi basis praksis ubudiyah (ibadah) dan pondasi tasawuf yang mengandung aturan-aturan hukum, ajaran Islam secara formal yang mengarahkan akhlak dalam bermuamalah dan kehidupan lahiriah lebih teratur, lurus dan disiplin. Pendakian stasiun-stasiun (<em>maqamat</em>) dan keadaan-keadaan jiwa (<em>ahwal</em>) dalam tasawuf wajib dijalani melalui syari’at. Mengabaikan syari’at dapat menjerumuskan seseorang pada sifat munafik dan merasa diri sudah sufi (<em>mustashwifin</em>) padahal penuh kepalsuan. Kewajiban melaksanakan syari’at menjadi syarat mutlak dalam mencapai hakikat.</p>



<p>Dalam kepatuhannya menjalankan perintah-perintah syari’at, seorang sufi menapaki tarikat, yakni menempuh jalan spiritual menuju hakikat. Tarikat adalah jalan kecil (<em>path</em>), suluk, jalan spiritual. Dalam tarikat ditekankan adanya praktik-praktik ibadah melalui zikir dan wirid (<em>riyadhah</em>) harian secara berjamaah di bawah asuhan seorang syeikh, mursyid, guru, pembimbing atau pemandu. Tarikat adalah praktik-praktik batin tasawuf, yakni lintasan menuju hakikat yang berupa jalan penghayatan ruhani dan spiritual untuk membersihkan diri (<em>tazkiyah al-nafs</em>).</p>



<!--nextpage-->



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651ccd5aa15a0.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="48665" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Wed, 13 Jan 2021 01:45:13 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                hakikat,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                pemikiran,
                                                                                                                                                                syari&amp;#039;at,
                                                                                                                                                                tarikat,
                                                                                                                                                                tirai                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>MENJADI MUKMIN YANG KUAT</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/menjadi-mukmin-yang-kuat</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/menjadi-mukmin-yang-kuat</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p><strong>SLEMAN</strong> &#8212; Umat Islam dan warga Muhammadiyah harus menjadi orang-orang dan umat yang kuat dalam hal iman, ekonomi, politik, sosial dan budaya. Ini perintah agama Islam, tandas Drs. H. Muhammad Jamaludin Ahmad, yang menjadi penceramah dalam acara Pengajian Ahad Pagi gabungan antara Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Purwomartani Selatan, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Purwomartani Tengah, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Purwomartani Utara, Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Purwomartani, dan Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah Purwomartani, Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada hari Ahad, 23 Jumadil Akhir 1439/11 Maret 2018 di Masjid Baiturrahman Bayen, Purwomartani.</p>
<p>Salah satu cara yang paling mudah untuk membangun umat Islam yang kuat dalam semua bidang adalah menyelenggarakan pengajian rutin setiap hari Ahad pagi. Jamaludin, yang merupakan Wakil Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini, mencontohan PRM-PRM di Gunung Kidul, Banjarmasin, Banjarnegara dan Magelang yang telah berhasil membangun kekuatan umat Islam dengan pengajian Ahad pagi. Jumlah jamaah pengajian mereka telah mencapai angka di atas 1.000 orang.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/assets/themes/oduu&amp;interactive/desktop/img/no&amp;image.jpg&amp;fit=1" length="0" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 11 Mar 2018 11:38:09 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        jamaludin ahmad,
                                                                                                                                                                pra,
                                                                                                                                                                prm,
                                                                                                                                                                purwomartani,
                                                                                                                                                                sleman                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Perubahan Istilah yang Tidak Menyelesaikan Masalah</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/perubahan-istilah-yang-tidak-menyelesaikan-masalah</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/perubahan-istilah-yang-tidak-menyelesaikan-masalah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ BARANGKALI negeri ini memang layak diberi label negeri istilah. Sudah terlalu banyak persoalan yang diselesaikan bukan pada substansi tetapi dengan mengubah istilah. Di kolom ini pada bulan November 2020 saya menulis tentang ralat istilah “new normal”. Istilah tersebut dilontarkan pejabat pemerintah dan akhirnya diralat oleh pejabat lainnya.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>BARANGKALI negeri ini memang layak diberi label negeri istilah. Sudah terlalu banyak persoalan yang diselesaikan bukan pada substansi tetapi dengan mengubah istilah. Di kolom ini pada bulan November 2020 saya menulis tentang ralat istilah “new normal”. Istilah tersebut dilontarkan pejabat pemerintah dan akhirnya diralat oleh pejabat lainnya.</p>



<p>Sebenarnya “new normal” untuk mengistilahkan sebuah situasi dan kondisi baru yang harus dilakukan manusia terkait adanya Covid-19. “New normal” bukan kehidupan baru, tapi kebiasaan baru dalam menjalani hidup misalnya harus mengenakan masker, cuci tangan menggunakan sabun setelah memegang/menyentuh benda, dan social distancing alias jaga jarak.</p>



<p>Sayangnya, dengan datangnya istilah “new normal” ada euphoria dalam kehidupan sehari-hari. Seakan-akan semua sudah berjalan normal kembali. Lockdown mandiri yang dilakukan masyarakat di kampung-kampung diminta disudahi. Akibatnya seluruh tempat keramaian yang sebelumnya ramai menjadi ramai kembali tanpa mengindahkan protokol kesehatan. Misalnya, supermarket, rumah makan, tempat wisata, dan acara-acara yang mendatangkan orang banyak. Mereka lupa (atau pura-pura lupa) bahwa corona masih gentayangan di sekitarnya.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651ccd6dd0915.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="30238" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 10 Jan 2021 23:27:26 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                heru prasetya,
                                                                                                                                                                istilah,
                                                                                                                                                                masalah,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                menyelesaikan,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                perubahan                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Tirai Pemikiran 3: Wahdatul Wujud</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/tirai-pemikiran-3-wahdatul-wujud</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/tirai-pemikiran-3-wahdatul-wujud</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Wujud bentuk masdar dari wajada dan wujida, yang berarti menemukan dan ditemukan. Istilah wujud sering diterjemahkan sebagai being atau existence, yakni ada. Meskipun padanan kata itu dianggap belum memadai untuk menggantikan istilah wujud. Wujud dalam konteks ini yang dimaksudkan adalah wujud Tuhan sebagai realitas absolut dan mutlak. Dalam diskursus tasawuf, mereka yang menemukan Tuhan dalam alam dan dalam diri mereka sendiri disebut sebagai ahlu al-kasyf, yakni mereka yang menyingkapkan dan menemukan Tuhan. Wujud secara praksis adalah syuhud, yakni tindakan menyaksikan dan juga merenungkan.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Wujud bentuk masdar dari <em>wajada </em>dan <em>wujida, </em>yang berarti menemukan dan ditemukan. Istilah <em>wujud </em>sering diterjemahkan sebagai <em>being</em> atau <em>existence,</em> yakni ada. Meskipun padanan kata itu dianggap belum memadai untuk menggantikan istilah <em>wujud. </em>Wujud dalam konteks ini yang dimaksudkan adalah wujud Tuhan sebagai realitas absolut dan mutlak. Dalam diskursus tasawuf, mereka yang menemukan Tuhan dalam alam dan dalam diri mereka sendiri disebut sebagai <em>ahlu al-kasyf, </em>yakni mereka yang menyingkapkan dan menemukan Tuhan. Wujud secara praksis adalah <em>syuhud, </em>yakni tindakan menyaksikan dan juga merenungkan.</p>



<p><em>Wahdat al-wujud</em> istilah yang diidentikkan dengan nama besar Muhyiddin Ibnu ‘Arabi, meskipun tidak ditemukan penyebutannya dalam berbagai karyanya. Di Barat orang menyebutnya dengan banyak nama, seperti: monisme, panteisme, panenteisme, monisme ontologis, monisme panteistik, monisme eksistensial, mistisisme natural, dan sebagainya. Semuanya tidak memadai untuk disepadankan dengan istilah <em>wahdatul wujud</em>. <em>Wahdatul wujud</em> adalah doktrin tentang transendensi Tuhan yang dipelihara dalam diskursus teoretik dan amali dalam tasawuf atau irfan.</p>



<p>Wujud Tuhan adalah satu-satunya wujud, sehingga tidak ada wujud selain wujud-Nya. Selain Tuhan, apapun itu tidak mempunyai wujud. Jika wujud hanya milik Tuhan, maka alam ini tidak lain adalah “pinjaman” dari wujud Tuhan. Matahari dengan sinar cahayanya yang menerangi bumi adalah “pinjaman” bagi penghuninya. Semua akan kembali kepada pemiliknya. Jika ketiadaan (<em>‘adam</em>) adalah kegelapan, maka cahaya (<em>nur</em>) itulah wujud yang paling nyata.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651cce485ef52.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="53075" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 08 Jan 2021 11:04:21 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                pemikiran,
                                                                                                                                                                robby h abror,
                                                                                                                                                                tirai,
                                                                                                                                                                wahdatul,
                                                                                                                                                                wujud                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Lima Potensi Ini Harus Dipahami Manusia</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/lima-potensi-ini-harus-dipahami-manusia</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/lima-potensi-ini-harus-dipahami-manusia</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ YOGYAKARTA &#8212; Secara fisik, manusia sekarang sedang diuji oleh Allah SWT. Manusia yang diciptakan dalam sebaik-baik bentuk, sedang diuji oleh virus mini bahkan tidak bisa dilihat oleh mata telanjang. Virus itu adalah Corona, yang sekarang ini di Indonesia memasuki bulan ke-12 (satu tahun).



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>YOGYAKARTA</strong> &#8212; Secara fisik, manusia sekarang sedang diuji oleh Allah SWT. Manusia yang diciptakan dalam sebaik-baik bentuk, sedang diuji oleh virus mini bahkan tidak bisa dilihat oleh mata telanjang. Virus itu adalah Corona, yang sekarang ini di Indonesia memasuki bulan ke-12 (satu tahun).</p>



<p>“Ini betul-betul mampu mengubah kebiasaan, atau bisa juga disebut manusia kembali kepada kebiasaan lama,” kata Ugung Dwi Ario Wibowo, psikolog dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), dalam Muhammadiyah With You, Kamis (7/1) malam.</p>



<p>Muhammadiyah With You diselenggarakan setiap malam oleh Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) PWM DIY secara online. Peserta selain Pimpinan PWM DIY, MCCC DIY, para dokter dan tenaga kesehatan, juga santri Covid-19.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651cce433c736.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="32492" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 07 Jan 2021 22:51:39 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                dipahami,
                                                                                                                                                                manusia,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                potensi                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>USTADZ JAMAL: ALHAMDULILLAH ADA MUHAMMADIYAH</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/ustadz-jamal-alhamdulillah-ada-muhammadiyah</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/ustadz-jamal-alhamdulillah-ada-muhammadiyah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p><strong>SLEMAN</strong> &#8211; Perjalanan Muhammadiyah sejak didirikan oleh KH Ahmad Dahlan tahun 1912 menampakkan hasil luar biasa. Bukan hanya bukti fisik berupa bangunan dan karya sosial, juga pemahaman agama berdasarkan Alqur&#8217;an dan tuntunan Rasulullah SAW.</p>
<p>Upaya sabar Mbah Kiai Dahlan untuk membangun nilai-nilai keislaman setidaknya ditunjukkan ketika mengaji Surat Al &#8216;Ashr dan Alma&#8217;un dengan para santrinya.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/assets/themes/oduu&amp;interactive/desktop/img/no&amp;image.jpg&amp;fit=1" length="0" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 04 Feb 2018 02:32:35 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        ahmad dahlan,
                                                                                                                                                                jamaludin ahmad,
                                                                                                                                                                lpcr,
                                                                                                                                                                muhammadiyah diy,
                                                                                                                                                                nogotirto,
                                                                                                                                                                sleman                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Ikrar Halal: Solusi Kewajiban Sertifikasi Halal Bagi Usaha Mikro</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/ikrar-halal-solusi-kewajiban-sertifikasi-halal-bagi-usaha-mikro</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/ikrar-halal-solusi-kewajiban-sertifikasi-halal-bagi-usaha-mikro</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ BAGI seorang muslim, mengkonsumsi makanan dan minuman halal adalah bagian dari kesempurnaan ibadah, karena Allah memerintahkan manusia untuk mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal dan thoyyib. &nbsp;Seorang muslim berharap keberkahan atas makanan dan minuman yang dikonsumsi, sehingga memberikan efek yang baik pada tubuh dan kebaikan atas semua aktivitas yang dijalani.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>BAGI seorang muslim, mengkonsumsi makanan dan minuman halal adalah bagian dari kesempurnaan ibadah, karena Allah memerintahkan manusia untuk mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal dan thoyyib. &nbsp;Seorang muslim berharap keberkahan atas makanan dan minuman yang dikonsumsi, sehingga memberikan efek yang baik pada tubuh dan kebaikan atas semua aktivitas yang dijalani.</p>



<p>Negara melalui UU Jaminan Produk Halal (UU nomor 33 tahun 2014) memberikan jaminan kepada umat Islam, bahwa produk yang diedarkan di wilayah Negara Republik Indonesia harus bersertifikat halal. Sertifikat ini diharapkan memberikan kemudahan bagi umat Islam untuk memilih produk halal dan membedakannya dari produk yang tidak jelas status kehalalannya.</p>



<p>Di sisi lain, kewajiban sertifikat halal ini memberikan beban bagi usaha kecil dan mikro, karena untuk mendapatkan sertifikat halal sebagai jaminan kehalalan produk memerlukan biaya dan effort yang tidak kecil. Pemenuhan kriteria pada Sistem Jaminan Halal (SJH) yang dituntut dalam sertifikasi halal adalah tidak mudah bagi usaha kecil dan mikro. Oleh karenanya dalam UU 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, pemerintah merevisi ketentuan kewajiban sertifikasi halal pada usaha kecil dan mikro tersebut dengan didasarkan atas pernyataan pelaku usaha mikro dan kecil <em>(self declare)</em> yang akan dilaksanakan berdasarkan standar yang ditetapkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651cce38d823a.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="72996" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 07 Jan 2021 22:43:18 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                halal,
                                                                                                                                                                ikrar,
                                                                                                                                                                kewajiban,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mikro,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                nurkhasanah,
                                                                                                                                                                sertifikasi,
                                                                                                                                                                solusi,
                                                                                                                                                                usaha                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>SENTILAN TAJAM UNTUK PIMPINAN MUHAMMADIYAH</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/sentilan-tajam-untuk-pimpinan-muhammadiyah</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/sentilan-tajam-untuk-pimpinan-muhammadiyah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p><strong>YOGYA</strong> &#8211; Sentilan tajam disampaikan Ustadz H Hamdan Hambali, Wakil Ketua PWM DIY. Ketika memandu sesi pertama Rapat Koordinasi Majelis/Lembaga di lingkungan PWM DIY ia mengajak seluruh pimpinan Muhammadiyah melihat kembali AD/ART Muhammadiyah.</p>
<p>&#8220;Jangan-jangan kita ini belum memenuhi syarat sebagai pimpinan,&#8221; tegas Ustadz Hamdan dalam acara yang berlangsung di Gedung PWM DIY Jalan Gedongkuning Yogyakarta, Ahad 28 Februari 2018.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/assets/themes/oduu&amp;interactive/desktop/img/no&amp;image.jpg&amp;fit=1" length="0" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 28 Jan 2018 03:05:33 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        diy,
                                                                                                                                                                editor,
                                                                                                                                                                hamdan hambali,
                                                                                                                                                                majelis &amp;amp; lembaga,
                                                                                                                                                                pwm,
                                                                                                                                                                rakorwil,
                                                                                                                                                                sentilan                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Tirai Pemikiran 2: Imago Dei</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/tirai-pemikiran-2-imago-dei</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/tirai-pemikiran-2-imago-dei</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Imago berarti tiruan, imitasi. Manusia diciptakan dari gambar, rupa atau citra Tuhan (Imago Dei). Seperti termaktub dalam hadis Imago Dei yang terkenal yang berbunyi, “Tuhan menciptakan Adam dalam citra-Nya” (HR Bukhari dan Muslim).Al-Ghazali menekankan arti cinta manusia pada Tuhannya sebagai representasi dari keserupaan dan persamaan. Manusia diciptakan serupa dengan Tuhannya. Tuhan memerintahkan kepada Manusia untuk meniru sifat-Nya. Keserupaan itu misalnya tercermin dalam sifat kelembutan dan belas kasih.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Imago berarti tiruan, imitasi. Manusia diciptakan dari gambar, rupa atau citra Tuhan (<em>Imago Dei</em>). Seperti termaktub dalam hadis <em>Imago Dei </em>yang terkenal yang berbunyi, “Tuhan menciptakan Adam dalam citra-Nya” (HR Bukhari dan Muslim).Al-Ghazali menekankan arti cinta manusia pada Tuhannya sebagai representasi dari keserupaan dan persamaan. Manusia diciptakan serupa dengan Tuhannya. Tuhan memerintahkan kepada Manusia untuk meniru sifat-Nya. Keserupaan itu misalnya tercermin dalam sifat kelembutan dan belas kasih.</p>



<p>Manusia sebagai ciptaan Tuhan yang tertinggi dan terbaik. Dalam diri manusia ada potensi Tuhan yang menjadikannya mampu melakukan persembahan pada Tuhannya. Manusia dapat merasakan kehadiran Tuhan dalam hidupnya. Setiap peristiwa alam dalam kehidupan sehari-hari dapat disaksikan dengan penglihatan yang terberi. Dengan mata hati dirasakannya kesejukan, kedamaian, panas, dingin dan seterusnya. Dalam kesibukannya mencari dan mengisi dunia ini, kebanyakan manusia lalai dan lupa akan tugasnya sebagai ciptaan yang punya kewajiban moral untuk menyembah pada dan mengabdikan seluruh hidupnya hanya untuk Allah swt.</p>



<p>Kehidupan dunia adalah ladang akhirat. Tetapi kebanyakan manusia menjadi pragmatis dan lupa diri sehingga jejak Tuhan hilang dalam tugas sucinya. Kehidupan tidak lagi sebagai ladang amal kebaikan melainkan semesta citraan duniawi yang menyebabkan nilai-nilai ilahiah menjadi tereduksi. Manusia tertipu oleh dunia disebabkan instrumen ragawi dan ruhani yang seharusnya digunakan untuk meniti jejak Tuhan telah dipenuhi oleh jeratan duniawi yang mendangkalkan perannya sebagai khalifah di muka bumi.</p>



<!--nextpage-->



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651cce469670d.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="33817" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 05 Jan 2021 02:30:58 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                imago dei,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                pemikiran,
                                                                                                                                                                robby h abror,
                                                                                                                                                                tirai                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Din Syamsuddin adalah Adikku dan Doa Kita</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/din-syamsuddin-adalah-adikku-dan-doa-kita</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/din-syamsuddin-adalah-adikku-dan-doa-kita</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Dia adalah adikku yang sudah lama aku kenal&nbsp; sehingga aku tahu betul sifat dan budinya. Dia adalah orang baik, pintar, berprinsip, dan punya cita-cita. Dia senang bergaul dan maunya ingin membahagiakan semua orang yang ada di sekelilingnya.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Dia adalah adikku yang sudah lama aku kenal&nbsp; sehingga aku tahu betul sifat dan budinya. Dia adalah orang baik, pintar, berprinsip, dan punya cita-cita. Dia senang bergaul dan maunya ingin membahagiakan semua orang yang ada di sekelilingnya.</p>



<p>Dulu dia pernah jadi anak buahku. Uang gajinya boleh dikatakan habis untuk mentraktir dan membantu adik-adik seperjuangan.</p>



<p>Dia benar-benar idola atau mungkin tepatnya uswah hasanah&nbsp; bagi teman-teman dan para juniornya.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651cce3f21a2f.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="37823" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 03 Jan 2021 22:53:48 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        adik,
                                                                                                                                                                din syamsudin,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                do&#039;a,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Bahagia dengan Ilmu</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/bahagia-dengan-ilmu</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/bahagia-dengan-ilmu</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Ilmu itu adalah cahaya untuk mengetahui kebenaran (ma&rsquo;rifatul haq). Ilmu adalah cahaya yang bersumber dari Allah SWT. Ilmu akan membawa seseorang pada kesadaran akan ketundukan dan ketaatan kepada Allah SWT. Seseorang yang berilmu sejatinya akan tahu siapa dirinya dan bagaimana seharusnya dia bersikap dalam hidupnya. Semakin tinggi ilmu seseorang seharusnya dia akan semakin tahu Tuhannya dan semakin jauh dari ketergantungan pada dunia. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Ilmu itu adalah cahaya untuk mengetahui kebenaran (<em>ma&rsquo;rifatul haq</em>). Ilmu adalah cahaya yang bersumber dari Allah SWT. Ilmu akan membawa seseorang pada kesadaran akan ketundukan dan ketaatan kepada Allah SWT. Seseorang yang berilmu sejatinya akan tahu siapa dirinya dan bagaimana seharusnya dia bersikap dalam hidupnya. Semakin tinggi ilmu seseorang seharusnya dia akan semakin tahu Tuhannya dan semakin jauh dari ketergantungan pada dunia.</p><p>Belajar sebuah ilmu tidak bisa dilepaskan dari Sang Pemilik ilmu sendiri. Seseorang yang membaca, menelaah, meneliti dan mengkaji sebuah ilmu tidak akan bisa meraih kebenaran dan kebahagiaan dari ilmu tersebut apabila dia melepas diri dari Sang Pemilik ilmu itu sendiri. Pengetahuan akan menjadi penghalang bagi dirinya mendapatkan kebenaran dan kebahagiaan. Ilmunya akan mengantarkan dirinya pada perbuatan maksiat dan terjebak pada kebahagiaan semu. Karenanya, kebenaran ilmu tidak sebatas yang dapat diindera atau dinalar semata.</p><p>Proses mendapatkan ilmu tidak terbatas pada pemahaman terhadap teks Ilahi yang ada (bayani). Tidak pula pada pembuktian secara ilmiah melalui metode dan pendekatan keilmuan (burhani). Tetapi proses mendapatkan ilmu bisa dimulai dengan pembersihan jiwa, <em>mujahadah</em> untuk semakin dekat dengan Sang Pemilik ilmu, berharap penuh Dia anugerahkan ilmu-Nya (irfani). Ketiga cara itu sangat mungkin dilakukan, karena sejatinya ilmu ada yang memang bisa diraih dengan usaha sungguh-sungguh dan ada pula yang didapat karena anugerah Allah semata, karena kasih sayang-Nya.</p><!--nextpage--> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651cce3453eb1.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="53301" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 28 Dec 2020 02:00:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>M. Fajrul Falaq</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        bahagia,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                ilmu,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                miftahulhaq,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Keutamaan Membantu Janda–Janda Susah</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/keutamaan-membantu-janda-janda-susah</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/keutamaan-membantu-janda-janda-susah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Agama Islam adalah rahmatan lil &#8216;alamin (penebar kebaikan bagi seluruh alam). Salah satu misinya adalah menghilangkan penderitaan dan mengantarkan manusia pada kebahagiaan. Prof. Quraish Shihab dalam bukunya &#8220;Membumikan al-Qur&#8217;an&#8221;mengatakan bahwa Pemberitaan tentang Nabi Adam as. dan Hawa dalam al-Qur&#8217;an yang sempat transit di surga adalah untuk melihat gambaran kehidupan surga yang sejahtera baik lahir maupun batin. Dengan demikian dia akan tahu bagaimana menjalankan tugas menjadi khalifah di bumi dan bagaimana membangun serta memakmurkanya. Nabi Adam as. bersama istrinya diharapkan dengan usaha yang sungguh-sungguh dan dengan petunjuk Ilahi dapat mewujudkan bayang-bayang surga di permukaan bumi, yaitu kehidupan yang penuh dengan kesejahteraan baik lahir maupun batin.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Agama Islam adalah rahmatan lil &#8216;alamin (penebar kebaikan bagi seluruh alam). Salah satu misinya adalah menghilangkan penderitaan dan mengantarkan manusia pada kebahagiaan. Prof. Quraish Shihab dalam bukunya &#8220;Membumikan al-Qur&#8217;an&#8221;mengatakan bahwa Pemberitaan tentang Nabi Adam as. dan Hawa dalam al-Qur&#8217;an yang sempat transit di surga adalah untuk melihat gambaran kehidupan surga yang sejahtera baik lahir maupun batin. Dengan demikian dia akan tahu bagaimana menjalankan tugas menjadi <em>khalifah</em> di bumi dan bagaimana membangun serta memakmurkanya. Nabi Adam as. bersama istrinya diharapkan dengan usaha yang sungguh-sungguh dan dengan petunjuk <em>Ilahi </em>dapat mewujudkan bayang-bayang surga di permukaan bumi, yaitu kehidupan yang penuh dengan kesejahteraan baik lahir maupun batin.</p>



<p>Pada kenyataannya kehidupan ini memang tidak selamanya indah. Ada batu kerikil yang terkadang membuat kita tersandung. Ada ujian hidup yang tidak dapat kita elakkan datangnya. Fakta inilah yang terjadi saat ini, di tengah pandemic covid-19 begitu banyak permasalahan yang muncul di tengah masyarakat. Salah satu permasalahan yang ada adalah kasus perceraian pasangan suami istri. Angka perceraian di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tergolong tinggi. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) DIY mencatat pada 2019 angka perceraian menembus 1.490 dengan gugatan sebanyak 1.059 dan talak sebanyak 431 kasus perceraian. Hal ini tentu tidak bisa dianggap remeh karena begitu besar dampak negatif yang akan muncul karena perceraian tersebut.</p>



<p>Di balik tingginya kasus perceraian, permasalahan janda di tengah masyarakat menjadi sangat penting untuk menjadi perhatian. Pada sebagian kasus sebab jandanya seorang perempuan adalah karena perceraian yang bisa jadi karena perempuan itu sendiri yang menginginkan perceraian. Beruntung jika perempuan tersebut memiliki pekerjaan, sehingga tidak begitu berat memikirkan bagaimana melanjutkan kehidupan pasca perceraianya. Namun berbeda ketika jandanya perempuan karena sebab ditinggal mati oleh suaminya, atau sebab cerai tapi pada posisi perempuan tidak memiliki pekerjaan. Maka yang tersisa adalah permasalahan di masyarakat bagaimana memenuhi kebutuhan hidupnya. Belum lagi jika memiliki anak yang banyak, dan mantan suami tidak bertanggung dengan kehidupan anak-anaknya.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651cce375820b.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="50782" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 18 Dec 2020 22:52:03 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                janda,
                                                                                                                                                                keutamaan,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                membantu,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                susah                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Mukti Fajar Lolos sebagai Anggota Komisi Yudisial</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/mukti-fajar-lolos-sebagai-anggota-komisi-yudisial</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/mukti-fajar-lolos-sebagai-anggota-komisi-yudisial</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Mukti Fajar Nur Dewata,&nbsp; cicit Ki Lurah Hasyim, meneruskan jejak Dr HM Busyro Muqoddas, SH, M.Hum sebagai Komisi Yudisial (KY) masa jabatan 2020-2025. Kebetulan, Mukti Fajar ND dan Busyro Muqoddas sama-sama cicit Ki Lurah Hasyim. Busyro cicit Kyai Sudjak bin Hasyim, sedangkan Mukti Fajar cicit Kyai Zen bin Hasyim.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Mukti Fajar Nur Dewata,&nbsp; cicit Ki Lurah Hasyim, meneruskan jejak Dr HM Busyro Muqoddas, SH, M.Hum sebagai Komisi Yudisial (KY) masa jabatan 2020-2025. Kebetulan, Mukti Fajar ND dan Busyro Muqoddas sama-sama cicit Ki Lurah Hasyim. Busyro cicit Kyai Sudjak bin Hasyim, sedangkan Mukti Fajar cicit Kyai Zen bin Hasyim.</p>



<p>Terdapat tujuh calon anggota KY yang ikut uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang digelar Komisi III DPR RI pada Selasa (1/12/2020) pukul 10.00 WIB: Joko Sasmito dan M Taufiq HZ (perwakilan unsur praktisi hukum), Sukma Violetta dan Bin Ziyad Khadafi (perwakilan unsur praktisi hukum), Amzulian Rifai dan Mukti Fajar Nur Dewata (perwakilan unsur akademisi hukum) dan Siti Nurjanah (perwakilan unsur masyarakat).</p>



<p>Pemilihan calon anggota KY sudah dilakukan tim khusus bentukan Jokowi sejak Maret 2020. Tim panitia seleksi itu adalah Maruarar Siahaan, Harkristuti Harkrisnowo dan Edward Omar Sharif Hiariej. Akhirnya pada 28 September 2020 pansel mengajukan tujuh nama calon anggota KY ke Presiden Jokowi untuk kemudian diajukan ke DPR RI dan mendapatkan persetujuan.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651cce2f913ac.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="36010" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 03 Dec 2020 20:00:33 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        anggota,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                komisi,
                                                                                                                                                                lolos,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                mukti fajar,
                                                                                                                                                                yudisial                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Toko Wajah</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/toko-wajah</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/toko-wajah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Namanya Martin Aspen. Dia disebut sebagai analis intelijen Swiss yang telah membuat laporan berisi serangkaian tindakan penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan Joe Biden. Laporan setebal 64 halaman tersebut juga dilengkapi dengan foto Martin Aspen. Sangat meyakinkan.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Namanya Martin Aspen. Dia disebut sebagai analis intelijen Swiss yang telah membuat laporan berisi serangkaian tindakan penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan Joe Biden. Laporan setebal 64 halaman tersebut juga dilengkapi dengan foto Martin Aspen. Sangat meyakinkan.</p>



<p>Ternyata laporan tersebut adalah fiktif. Martin Aspen juga fiktif. Foto yang dipasang pada dokumen setebal 64 halaman itu juga hanya rekayasa. Tidak pernah ada wajah seperti itu di dunia ini meskipun yang mirip mungkin ada. Wajah tersebut diproduksi oleh Artificial Intelligence (AI).</p>



<p>AI sebenarnya adalah sebuah metode dalam bidang matematika untuk mengenali sebuah pola. AI menjadi sangat mungkin digunakan sejak perkembangan perangkat komputasi yang semakin ampuh. Sebelum itu AI tidak mampu berbuat apa-apa karena ia butuh proses yang sangat panjang dan rumit. Tanpa mesin yang mampu menghitung ratusan ribu data dalam satu detik, AI hampir mustahil diterapkan menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari-hari.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651cce32bb294.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="42888" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 29 Nov 2020 04:27:03 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                toko,
                                                                                                                                                                wajah                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Songsong Milad 1 Abad Mu&amp;#8217;allimaat Yogyakarta</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/songsong-milad-1-abad-muallimaat-yogyakarta</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/songsong-milad-1-abad-muallimaat-yogyakarta</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p><strong>YOGYAKARTA</strong> &#8212; Tahun 2018 menjadi tahun yang sangat spesial bagi Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta.</p>
<p>Pada tahun 2018 ini, seperti disampaikan Direktur Mu&#8217;allimaat, Agustyani Ernawati, S.Pd, Madrasah Mu&#8217;allimaat Muhammadiyah Yogyakarta genap berusia 1 abad.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/1165189fb2371d8.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="117826" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Wed, 18 Jul 2018 23:04:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        1 abad,
                                                                                                                                                                milad,
                                                                                                                                                                mu&#039;allimaat,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                songsong                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Dakwah Ala Buya HAMKA</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/dakwah-ala-buya-hamka</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/dakwah-ala-buya-hamka</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Oleh: Abdur Rauf * ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p><p style="text-align: left;"><strong>Oleh: Abdur Rauf *</strong></p><p>Buku yang ditulis oleh Irfan Hamka dengan judul &ldquo;Ayah&rdquo; bercerita tentang kisah Buya Hamka. Irfan Hamka merupakan putera kandung Buya Hamka sendiri. Irfan Hamka menuturkan bahwa tujuan buku ini ditulis adalah untuk memperluas syiar dan mengenang Buya Hamka. Irfan Hamka juga berharap semoga buku ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi serta menambah keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.</p><p>Alhamdulillah saya sudah membaca buku karya Irfan Hamka yang berjudul &ldquo;Ayah&rdquo; ini. Saya juga menyarankan kepada saudara sekalian supaya membaca buku ini. Saya yakin para pembaca akan dibuat takjub dan terpesona dengan isi buku ini. Banyak hal yang dapat kita teladani dari sosok Buya Hamka. Saya pikir, buku ini cukup mewakili bagi siapa saja yang ingin berkenalan dengan Buya Hamka. Saya sendiri &ndash;meskipun tidak hidup se-zaman dengan beliau- amat sangat mengagumi Buya Hamka. Saya berkenalan dengan beliau lewat karya-karyanya yang luar biasa. Alhamdulillah beberapa karya beliau saya punya meskipun belum semuanya. Pernah beberapa kali saya sampai meneteskan air mata ketika membaca buku karya Buya Hamka. Begitulah dahsyatnya sentuhan seorang alim Buya Hamka.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/01/1166593bf861e816.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="76596" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 12 Apr 2018 22:55:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        curhat,
                                                                                                                                                                dakwah,
                                                                                                                                                                hamka,
                                                                                                                                                                inspirasi,
                                                                                                                                                                masyarakat,
                                                                                                                                                                motivasi,
                                                                                                                                                                syiar                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>DAKWAH DI ERA MILLENNIAL</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/dakwah-di-era-millennial</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/dakwah-di-era-millennial</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p>Era Millennial menggambarkan masyarakat yang konsumstif tak berfikir panjang serta daya nalar yang cenderung lemah, terlebih Millennial bukan hanya bicara soal penanda era kelahiran seseorang melainkan Millennial adalah sebuah gaya hidup, bertumbuh di era pergantian abad menjadikan anak-anak muda tersebut mengalami sebuah transformasi gaya hidup yang drastis, terutama sejak dikenalnya pemanfaatan teknologi, kehidupan sosial menjadi nilai penting, didukung dengan kuatnya arus informasi di masa kini lantas sebuah akitifitas penyebaran kebenaran (dakwah) harus selalu di dengungkan sampai dunia berakhir sehingga para pembawa misi kebenaran seyogyanya memahami pola gerakan yang harus di susun secara strategis di era millennial dengan memahamai obyek serta hal pendukung di sekitarnya.</p>
<p>Menjalankan misi kebenaran pastilah manusia harus menempuh jalan komunikasi hal ini senada dengan perintah Allah SWT sebagai manusia harus berimbang antara hububungan kepada Allah SWT <em>(Hablumminallah)</em> dan hubungan kepada manusia <em>(Hablumminannas)</em>, pada kasus lain juga di terangkan bahwa kesholehan pribadi akan tidak sempurna jika tidak dibersamai dengan kesholihan sosial <em>(Dari Abu Hamzah Anas bin Malik, khadim (pembantu) Rasulullah saw</em> <em>dari Nabi saw, Beliau berkata, “Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai untuk saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri” HR Imam Bukhori) </em>lebih dalam lagi pada surat Al-Maun yang sekarang banyak menjadi kesemangatan para aktivis sosial bergerak dimana dalam surat tersebut dengan tegas Allah SWT memberikan aba-aba bahwa orang yang mendustakan agama ialah orang yang menghardik anak yatim, tidak menganjurkan memberi makan orang miskin, sehingga disini bisa kita ambil simpul bahwa kepekaan social adalah bagian dari sebuah keimanan seseorang dalam mejalankan syariat agamanya, komunikasi dakwah nampaknya dalam hal ini menjadi bagian pembahasan yang tepat dimana para manusia pembawa misi kebenaran ia harus mampu membahasakan dengan tepat di depan para obyeknya sehingga di dalam komunikasi dakwah sudah sangat jelas capaian yang di harapkan yakni komunikasi yang efekstif, efesien, berorientasi dan berprioritas dengan 4 hal ini komunikasi dakwah tidak sebatas manusia di terima di tengah masyarakat namun di tengah masyarakat mampu membawa misi secara cultural.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/assets/themes/oduu&amp;interactive/desktop/img/no&amp;image.jpg&amp;fit=1" length="0" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 06 Apr 2018 14:51:17 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dakwah,
                                                                                                                                                                era,
                                                                                                                                                                imm,
                                                                                                                                                                millenial,
                                                                                                                                                                syuhada                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>RINA RATIH,  SELALU TERBITKAN BUKU DI HARI ULANG TAHUNNYA</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/rina-ratih-selalu-terbitkan-buku-di-hari-ulang-tahunnya</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/rina-ratih-selalu-terbitkan-buku-di-hari-ulang-tahunnya</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p>Ditemui mediamu.com di sela-sela kesibukkanya di kantor LPM UAD. Dr. Rina Ratih, S.S., M.Hum., dosen UAD kelahiran 2 April yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat KKN UAD ini sangat produktif menulis. Tercatat setiap kali di hari ulang tahunnya pasti menerbitkan satu buku baru. Luar biasa. Apa yang menjadi rahasia alumni UAD ini begitu konsisten dalam kepenulisan?</p>
<p>Sembari menunjukkan karya terbarunya kumpulan cerita ana; Surti, Mawar dan Kupu-kupu, dosen teladan di UAD dan Kopertis wilayah V ini  bercerita tentang proses kreatifnya.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/assets/themes/oduu&amp;interactive/desktop/img/no&amp;image.jpg&amp;fit=1" length="0" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 05 Apr 2018 06:11:20 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        buku,
                                                                                                                                                                lpm,
                                                                                                                                                                rina ratih,
                                                                                                                                                                uad,
                                                                                                                                                                ulang tahun                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>KKN&amp;Mu, SEBUAH GAGASAN VISIONER LPM UAD</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/kkn-mu-sebuah-gagasan-visioner-lpm-uad</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/kkn-mu-sebuah-gagasan-visioner-lpm-uad</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p>Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) UAD menggagas berbagai macam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang meliputi: KKN Reguler yang dilaksanakan di dusun-dusun dalam wilayah Provinsi DIY, KKN Alternatif yang dikerjasamakan dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta dan Pimpinan Muhammadiyah Bantul, dan KKN Khusus. Termasuk dalam KKN Khusus itu antara lain KKN Muhammadiyah untuk Negeri (KKN-Mu) yang melibatkan lebih dari tiga puluh Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), KKN Pencerahan, Pembelajaran, dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN P3M) yang diterjunkan di seluruh kecamatan yang ada dalam sebuah kabupaten/kota, dan KKN Pembelajaran dan Pemberdayaan untuk Negeri (KKN PPuN) yang pelaksanaannya dikerjasamakan dengan sebuah PDM, sebuah PTM, atau sebuah PDM dan sebuah PTM. Diantara KKN PPuN yang menonjol adalah KKN Anak Bangsa yang dilaksanakan oleh kader-kader Muhammadiyah dan mengambil lokasi di daerah perbatasan. Selain itu, UAD juga mengirimkan peserta KKN yang dilaksanakan Kemenristek Dikti, yakni KKN Kebangsaan dan KKN PPM.</p>
<p>Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah untuk Negeri atau yang lebih akrab disingkat KKN-Mu merupakan salah satu gagasan dari LPM UAD bersama LSBO PP Muh. Program yang merupakan bentuk pengabdian mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah ini pertama-tama dilontarkan oleh Jabrohim yang saat itu menjadi Kepala LPM UAD dan Ketua LSBO PP Muhammadiyah. Jabrohim mengatakan bahwa Muhammadiyah itu organisasi besar namun belum ada kegiatan mahasiswa yang secara bersama-sama diikuti seluruh perguruan tinggi Muhammadiyah. Atas dasar itu LSBO merancang tiga kegiatan besar, yaitu: Pertama, Pekan Seni Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Kedua, Pekan Olahraga Muhammadiyah. Ketiga, sosialisasi program Muhammadiyah dibidang seni budaya dan olahraga di masyarakat, dan KKN-Mu merupakan satu diantara program besar dari LPM UAD bersama LSBO.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/assets/themes/oduu&amp;interactive/desktop/img/no&amp;image.jpg&amp;fit=1" length="0" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Wed, 04 Apr 2018 18:34:06 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        gagasan,
                                                                                                                                                                kkn,
                                                                                                                                                                lpm,
                                                                                                                                                                masyarakat,
                                                                                                                                                                uad,
                                                                                                                                                                visioner                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>DEVIASI INTELEKTUALITAS DI KALANGAN MAHASISWA</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/deviasi-intelektualitas-di-kalangan-mahasiswa</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/deviasi-intelektualitas-di-kalangan-mahasiswa</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p><strong>YOGYAKARTA</strong>, sebuah nama kota yg serat akan nilai keilmuannya, bahkan nyaris seluruh tanah air mengenalnya sebagai kota pelajar sebuah kota dimana menjamur dari ujung kota Jogja sampai pada pusat kota kaum intelektual yang menjejaki langkahnya di kota darah biru Muhammadiyah ini. Tepat pada tahun 1912 Terkenang sosok pembawa api pembaharuan (K.H. Ahmad Dahlan) Sosok yang adil sejak dalam pemikiran dari kajian yang mendalam sampai pada aksi yg tak terhentikan, senyawa pembaharuan beliau cukup sederhana yakni mempraktekkan apa yg beliau kaji (ilmu) sehingga menghasilkan konsep Al Maun (amal) yg tidak sebatas teori namun d barengi dengan aksi murni penegakan, pembelaan, pemberdayaan kaum mustadhafin yg sangat serat makna dengan bermodal mantra Iman ilmu amal (pelajaran kh Ahmad dahlan 7 falsafah ajaran dan 17 kelompok ayat suci Alquran. KRH Hadjid) beliau mampu membawa api perubahan dengan nyaris sempurna terbukti dg eksistensi Muhammadiyah yg telah masuk abad kedua tidak tertinggal sebagai ortom Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang bergerak pada garis intelektualnya telah berumur 54 tahun bergerak dengan ruh unggul dalam moral, anggun dalam intelektual.</p>
<p>Era milenial ini banyak kita jumpai pada aktivis di dunia mahasiswa dimana mereka secara terpaksa memikul beban moral seorang terpelajar yang tinggi secara intelektualitas dan integritas, dimana hal ini menjadi bukti di babak baru era milenial bahwa kaum intelektual hanya berkutat soal teori dan teori ketika ada beberapa kaum intelektual naik tingkat pada tingkatan diskusi namun berhenti pada aksi yg bener bener membumi. Hal ini terbukti agenda para aktivis berteriak lantang hanya pada pusaran teori tidak pada tataran praksis sehingga dari sinilah deviasi (penyimpangan) intelektualitas mahasiswa semakin menjamur dimana mereka sengaja menciptakan deviasi intelektualitas hanya sekedar menutupi label kaum intelektual. Faktanya pemberdayaan yang massif dari para aktivis belum kentara dan terasa bahkan sekalipun beberapa kali mengatasnamakan gerakan intelektualitas namun fakta lapangan pemberdayaan yg difahami hanya berpusat pada donasi pemberian bantuan sifatnya simbolik dan eventual bukan pendampingan pemberdyaan yang seharusnya lebih mencerminkan sisi humanitas dari seorang aktivis intelektual.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/assets/themes/oduu&amp;interactive/desktop/img/no&amp;image.jpg&amp;fit=1" length="0" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Wed, 14 Mar 2018 12:20:53 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        deviasi,
                                                                                                                                                                imm,
                                                                                                                                                                intelektualitas,
                                                                                                                                                                mahasiswa,
                                                                                                                                                                milad 54th                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>WALIKOTA YOGYAKARTA MENSYUKURI NIKMAT BERUSIA 54 TAHUN</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/walikota-yogyakarta-mensyukuri-nikmat-berusia-54-tahun</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/walikota-yogyakarta-mensyukuri-nikmat-berusia-54-tahun</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p><strong>YOGYAKARTA</strong> &#8212; &#8220;Selamat ulang tahun ke-54 pak Walikota, semoga tetap amanah hingga akhir jabatan.&#8221;</p>
<p>Itulah salah satu ucapan yang disampaikan kepada Walikota Yogyakarta, Drs H. Haryadi Suyuti, di Balaikota Timoho Yogyakarta, Jum&#8217;at (9/2/2018).</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/assets/themes/oduu&amp;interactive/desktop/img/no&amp;image.jpg&amp;fit=1" length="0" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sat, 10 Feb 2018 07:43:03 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        haryadi,
                                                                                                                                                                nikmat,
                                                                                                                                                                ulang tahun,
                                                                                                                                                                walikota,
                                                                                                                                                                yogyakarta                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>ADA SYIRIK POLITIK DALAM SUKSESI KEPEMIMPINAN</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/ada-syirik-politik-dalam-suksesi-kepemimpinan</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/ada-syirik-politik-dalam-suksesi-kepemimpinan</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
Oleh : Imam Mahdi, S.IP, M.A.
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Oleh : Imam Mahdi, S.IP, M.A.</strong></p>
<p>Menjelang pesta demokrasi tahun depan, hampir semua calon pemimpin berupaya agar popularitasnya naik. Segala macam cara dihalalkan agar terkesan bersahabat, bersahaja, berwibawa dan membela kaum mustad’afin. Mulai dengan membuat jargon yang pro rakyat, pembagian makanan, pengobatan gratis atau bahkan dengan turun tangan langsung membantu masyarakat <em>grass root</em>. Tidak dengan jalan itu saja, safari politik pun dilakukan dengan keliling daerah, kalau perlu mengunjungi seluruh pulau di negeri ini. Bahkan ada yang tidak malu untuk mengklaim dirinya sebagai pembela kaum miskin, meskipun secara nyata, berdasarkan fakta dia telah tindakan yang mendeskreditkan rakyat. Atau mereka yang mencaplok nama-nama tokoh tertentu sebagai reingkarnasi-nya.</p>
<p>Memang dalam politik hal tersebut sah-sah saja, tidak ada yang perlu diperdebatkan. Politik ala Machiavelli memang menghalalkan hal tersebut. Atau jika kita menggunakan pendekatan Thomas Hobbes, maka <em>homo homini lupus</em> dapat kita jadikan sebagai rujukan. Bahwa kandidat, calon pempimpin yang lain merupakan serigala yang harus dimatikan, kontestasi yang berakhir dengan konflik. Hanya saja jika kita tilik lebih jauh, tidak ada gunanya jika kepedulian tersebut tanpa didasari oleh niat yang tulus, ikhlas. Tidak ada manfaatnya juga kita menggunakan pendekatan kaum realis dalam menciptakan tatanan politik di negeri ini. Tidak ada faedah cara tersebut jika hanya menampilkan sisi kepedulian yang bersifat formalitas hedonistik.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/assets/themes/oduu&amp;interactive/desktop/img/no&amp;image.jpg&amp;fit=1" length="0" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 02 Feb 2018 06:46:28 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>FIKIH INFORMASI SEBAGAI BASIS BUDAYA BERKEADABAN</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/fikih-informasi-sebagai-basis-budaya-berkeadaban</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/fikih-informasi-sebagai-basis-budaya-berkeadaban</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p>Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih Muhammadiyah XXX di Makassar pada 23-26 Januari 2018 mengusung tema: “Penguatan Spiritualitas, Perlindungan terhadap Anak dan Pengelolaan Informasi menuju Masyarakat Berkemajuan” diselenggarakan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah bertempat di Universitas Muhammadiyah Makassar dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.</p>
<p>Jadi ada tiga tim penyusun materi Munas Tarjih kali ini yaitu: <em>pertama</em>, Tim Fikih Informasi beranggotakan lima penulis Dr. H. Robby Habiba Abror, M.Hum., Dr. Moh. Soehadha, Dr. Muh. Azhar. Saptoni, M.A. dan Ruslan Fariadi, M.S.I. <em>Kedua, </em>Tim Fikih Perlindungan Anak: Dr. Fattah Santoso, M.A., Dr. Khaeruddin Hamsin, Lc, LLM, Alimatul Qibtiyah, Ph.D., Ro’fah, Ph.D., Nur Ismanto, M.Si., dan Lailatis Syarifah. <em>Ketiga, </em>Tim Tuntunan Ibadah (Pengambangan HPT) beranggotakan Dr. Fuad Zein, M.A., Asep Sholahuddin, M.Pd.I., Atang Solihin, SPd.I dan Dr. Much. Ihcsan Lc, M.A..</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/assets/themes/oduu&amp;interactive/desktop/img/no&amp;image.jpg&amp;fit=1" length="0" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Wed, 24 Jan 2018 00:07:38 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        makassar,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                munas,
                                                                                                                                                                nasional,
                                                                                                                                                                robby abror,
                                                                                                                                                                tarjih                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                        </channel>
</rss>