<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
    <channel>
        <title>MediaMU.COM &amp; Kisah</title>
        <link>https://islam.mediamu.com/kisahrss/category/kisah</link>
        <description>MediaMU.COM &amp; Title: Kisah</description>
        <dc:language>id</dc:language>
        <dc:rights>Jl. Gedongkuning No.130 B, Rejowinangun, Kec. Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55171</dc:rights>
                                                    <item>
                    <title>Muharram dan Jejak Keselamatan Para Nabi: Dimensi Teologis Bulan Haram</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/muharram-dan-jejak-keselamatan-para-nabi-dimensi-teologis-bulan-haram</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/muharram-dan-jejak-keselamatan-para-nabi-dimensi-teologis-bulan-haram</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Muharram memiliki kedudukan istimewa dalam kesadaran keagamaan umat Islam. Selain termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah, Muharram juga sering dikaitkan dengan berbagai peristiwa penyelamatan para nabi dan rasul. Karena itu, Muharram tidak hanya mengandung dimensi historis, tetapi juga memiliki makna teologis yang mendalam tentang pertolongan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Muharram memiliki kedudukan istimewa dalam kesadaran keagamaan umat Islam. Selain termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah, Muharram juga sering dikaitkan dengan berbagai peristiwa penyelamatan para nabi dan rasul. Karena itu, Muharram tidak hanya mengandung dimensi historis, tetapi juga memiliki makna teologis yang mendalam tentang pertolongan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.</p><p>Dalam berbagai riwayat dan tradisi Islam disebutkan bahwa tanggal 10 Muharram atau hari Asyura dihubungkan dengan sejumlah peristiwa penting, seperti diselamatkannya Nabi Nuh a.s. dari banjir besar, Nabi Ibrahim a.s. dari api Namrud, Nabi Musa a.s. dari kejaran Fir'aun, serta diterimanya taubat Nabi Adam a.s. Walaupun sebagian riwayat tersebut memiliki tingkat validitas yang beragam, peristiwa penyelamatan Nabi Musa a.s. memiliki dasar yang kuat dalam hadis-hadis sahih.</p><p>Ketika Nabi Muhammad ﷺ tiba di Madinah, beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Mereka menjelaskan bahwa hari tersebut merupakan hari ketika Allah menyelamatkan Nabi Musa dan Bani Israil dari Fir'aun. Nabi kemudian bersabda: "<em>Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian</em>." Lalu beliau berpuasa dan memerintahkan kaum Muslimin untuk berpuasa pada hari itu (HR. Bukhari dan Muslim).</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2026/06/116a3bc84d6d149.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="86229" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Wed, 24 Jun 2026 19:07:36 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Dr. Nawari Ismail, Pemerhati Peta Dakwah Itu Telah Berpulang</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/dr-nawari-ismail-pemerhati-peta-dakwah-itu-telah-berpulang</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/dr-nawari-ismail-pemerhati-peta-dakwah-itu-telah-berpulang</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Hari kedua Idulfitri 1446 H atau tahun 2025 Masehi. Kabar duka datang dari Berbah Sleman. Dr. Nawari Ismail, M.Ag., dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan juga Anggota Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY wafat.&nbsp; ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Hari kedua Idulfitri 1446 H atau tahun 2025 Masehi. Kabar duka datang dari Berbah Sleman. Dr. Nawari Ismail, M.Ag., dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan juga Anggota Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY wafat.&nbsp;</p><p>Mengutip situs <em>umy.ac.id</em>, Nawari Ismail merupakan doktor lulusan Universitas Indonesia (UI) pada tahun 2010. Sementara S1 Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kemudian melanjutkan Program S2 di Program Magister Studi Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan Konsentrasi Sosial Budaya Islam.</p><p>Selain menjadi dosen dan pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) UMY periode 2011 -2013. Ia mengajar mata kuliah Sosiologi Agama, Metodologi Penelitian, dan Epistemologi Islam. Ia juga aktif di Persyarikatan Muhammadiyah.</p><h3>Kenangan Penulis</h3> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2025/04/11667eb818e19378.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="148312" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 01 Apr 2025 13:05:38 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Eko Triyanto</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Kisah Anak Durhaka Zaman Rasulullah dan Tingkat Kemasyhuran Hadist</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/kisah-anak-durhaka-zaman-rasulullah-dan-tingkat-kemasyhuran-hadist</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/kisah-anak-durhaka-zaman-rasulullah-dan-tingkat-kemasyhuran-hadist</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ MEDIAMU.COM - Kisah Anak Durhaka Zaman Rasulullah dan Tingkat Kemasyhuran Hadist ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM</strong> - Kisah Anak Durhaka Zaman Rasulullah dan Tingkat Kemasyhuran Hadist</p><p></p><h2>Awal Mula Alqomah Sakratul Maut</h2><p>dikisahkan bahwa pada zaman Rasulullah ada seorang pemuda yang bernama Alqamah. Dia seorang pemuda yang giat beribadah, rajin shalat, banyak puasa dan suka bersedekah. Suatu ketika dia sakit keras, maka istrinya mengirim utusan kepada Rasulullah untuk memberitahukan kepada beliau akan keadaan Alqamah. Maka, Rasulullahpun mengutus Ammar bin Yasir, Shuhaib ar-Rumi dan Bilal bin Rabah untuk melihat keadaannnya.&nbsp;</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/12/116658598e891f60.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="52563" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Wed, 14 Feb 2024 02:02:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>M. Fajrul Falaq</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        al-qomah,
                                                                                                                                                                shahih hadist tentang al-qomah                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Para Pemanah di Zaman Rasulullah SAW.</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/para-pemanah-di-zaman-rasulullah-saw</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/para-pemanah-di-zaman-rasulullah-saw</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Memanah adalah satu di antara tiga olah raga yang dianjurkan Rasulullah SAW. yakni berkuda, berenang dan memanah. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Memanah adalah satu di antara tiga olah raga yang dianjurkan Rasulullah SAW. yakni berkuda, berenang dan memanah.</p><p>Dalam sebuah hadits disebutkan keutamaan memanah, &ldquo;Barangsiapa yang menembak satu panah kepada musuh baik kena atau tidak kena, pahalanya setara dengan memerdekakan budak.&rdquo; (HR. Ibnu Majah 2286, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah)</p><p>Di zaman Rasulullah, ada banyak sahabat yang ahli dalam memanah. Karena keahlian ini, mereka mendapat kesempatan untuk turut serta berjuang ke medan perang.</p><h3>1. Rafi bin Khadij RA</h3> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2025/04/1167f1bcd773805.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="92864" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 06 Apr 2025 06:30:33 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Eko Triyanto</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>PCM Minggir (2) : Bersama Membendung Perpindahan Agama</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/pcm-minggir-2-bersama-membendung-perpindahan-agama</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/pcm-minggir-2-bersama-membendung-perpindahan-agama</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Pada akhir 2014 seorang pemuda bernama Rateka Winner Lee atau lebih akrab dipanggil Rateka mengunggah video yang akhirnya menjadi viral. Pria keturunan Cina tersebut menunjukkan kepedulian terhadap agamanya, meski bukan seorang ulama. Ia membuat konten YouTube merekam aktivitas kristenisasi terselubung yang terjadi di Car Free Day (CFD) Jakarta. Video tersebut menyadarkan banyak orang, termasuk para aktivis dakwah, yang kemudian membuat kegiatan-kegiatan dakwah di CFD. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><span>Pada akhir 2014 seorang pemuda bernama Rateka Winner Lee atau lebih akrab dipanggil Rateka mengunggah video yang akhirnya menjadi viral. Pria keturunan Cina tersebut menunjukkan kepedulian terhadap agamanya, meski bukan seorang ulama. Ia membuat konten YouTube merekam aktivitas kristenisasi terselubung yang terjadi di Car Free Day (CFD) Jakarta. Video tersebut menyadarkan banyak orang, termasuk para aktivis dakwah, yang kemudian membuat kegiatan-kegiatan dakwah di CFD.</span></p><p><span>Atas aksinya tersebut Rateka sempat mendapatkan ancama pembunuhan. Sebelumnya Rateka sadar jika videonya tersebut akan berbuntut panjang dan penuh risiko. Ketika ditanya wartawan mengapa dia berani mengungkapkan aksi kristenisasi terselubung tersebut. Ia menjawab, "Pertama, Anda tidak perlu jadi orang alim untuk bisa peduli sama agama. Meskipun Anda brengsek, kalau sudah menyangkut agama harus maju. Kedua, jangan pandang sebelah mata pengemis. Ketidakpedulian kita sama mereka ternyata dimanfaatkan. Padahal, potensi zakat kita kan besar dan kita sudah diajarkan untuk menyisihkan 2,5 persen harta kita. Terakhir, untuk mengingatkan ada bahaya itu, bisa share video saya."</span></p><p><span>Jauh sebelum 2014, di Kecamatan Minggir proses penyebaran agama Katolik cukup masif. Terutama melalui lembaga pendidikan. Terdapat beberapa lembaga pendidikan yang beroperasi di Minggir, Kanisius, Sanjaya dan Budi Mulia (Katolik) serta Bopkri (Kristen). Karena kurangnya sekolah negeri, maka sebagian siswa muslim juga bersekolah di sana. Sehingga nyaris mereka tidak mendapatkan pendidikan agama Islam di sekolah. Setelah bekerja, sebagian mereka juga mendapatkan bantuan dari pihak gereja untuk mendapatkan pekerjaan. Rasa simpati dan merasa berhutang budi tersebut membuat sebagian mereka berpindah agama.</span></p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2025/03/1167d8077929e72.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="43988" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 20 Mar 2025 06:08:45 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Eko Triyanto</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>PCM Minggir (1) : Mengubah Tantangan Menjadi Perjuangan</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/pcm-minggir-1-mengubah-tantangan-menjadi-perjuangan</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/pcm-minggir-1-mengubah-tantangan-menjadi-perjuangan</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Minggir, nama sebuah kecamatan (kini disebut kapanewon) yang terletak di ujung barat Kabupaten Sleman. Menjadi satu di antara 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Sleman. Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Kulon Progo, Kecamatan Tempel di utara, Seyegan di timur dan Moyudan di Selatan. Letaknya yang berada di pinggiran aliran sungai Progo, tidak membuat Minggir terpinggirkan. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Minggir, nama sebuah kecamatan (kini disebut kapanewon) yang terletak di ujung barat Kabupaten Sleman. Menjadi satu di antara 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Sleman. Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Kulon Progo, Kecamatan Tempel di utara, Seyegan di timur dan Moyudan di Selatan. Letaknya yang berada di pinggiran aliran sungai Progo, tidak membuat Minggir terpinggirkan.</p><p>Sejak zaman kolonial, Belanda menjadikan Minggir sebagai sentra pertanian, khususnya tebu. Bahkan, pada tahun 1922 Belanda sempat membangun pabrik gula (PG) yang dinamakan Sendangpitu. Merupakan pabrik gula terakhir yang dibangun Belanda di Yogyakarta. Kini sisa bangunan pabrik masih bisa dilihat di Lapangan Padon Sendangrejo Minggir.</p><p>Menurut catatan, KabareMinggir.com, selain PG Sendangpitu, di Yogyakarta setidaknya terdapat 18 pabrik gula lain yang dibangun Belanda. Di antaranya PG Cebongan, PG Medari, PG Sewugalur, PG Gesikan, PG Bantul, PG Gondanglipuro, PG Barongan, PG Demakijo, PG Rewulu, PG Padokan, PG Sedayu, PG Klaci, PG Kedaton Pleret, PG Pundong, PG Kalasan, PG Randugunting, PG Beran, dan PG Wonocatur.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2025/03/1167d8077929e72.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="43988" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 17 Mar 2025 18:29:41 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Eko Triyanto</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Kisah Inspiratif Taubat Malik bin Dinar Dari Kegelapan Menuju Cahaya</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/kisah-inspiratif-taubat-malik-bin-dinar-dari-kegelapan-menuju-cahaya</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/kisah-inspiratif-taubat-malik-bin-dinar-dari-kegelapan-menuju-cahaya</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Telusuri kisah inspiratif taubat Malik bin Dinar, dari kehidupan maksiat menuju cahaya kebijaksanaan dan spiritualitas. Artikel ini menggali pelajaran berharga dari perjalanan hidupnya yang mengubah ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM </strong>Kisah Inspiratif Taubat Malik bin Dinar Dari Kegelapan Menuju Cahaya Dalam dunia yang penuh dengan godaan dan kesalahan, kisah <a href="https://islam.mediamu.com/tata-cara-sholat-taubat-lengkap-dengan-doanya"><strong>taubat</strong></a> Malik bin Dinar menawarkan sinar harapan dan inspirasi. Sebagai seorang yang dikenal dengan perjalanan spiritualnya yang mendalam, Malik bin Dinar mengalami transformasi luar biasa dari kehidupan yang penuh dengan maksiat menjadi salah satu sufi terkemuka. Kisahnya bukan hanya tentang perubahan, tapi juga tentang kekuatan rahmat Allah SWT. Dalam pembahasan ini,</p><p>QS. Al-Zumar ayat 53 :</p><p>قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا &nbsp;إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/02/11665c702928e064.png?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="2305702" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sat, 10 Feb 2024 04:43:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Nur Ahmad Muttaqin</dc:creator>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            <media:keywords>Kisah Inspiratif Taubat Malik bin Dinar</media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Kisah Tongkat Baru dan Tongkat Cantik</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/kisah-tongkat-baru-dan-tongkat-cantik</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/kisah-tongkat-baru-dan-tongkat-cantik</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Oleh: Erik Tauvani Somae ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p><p style="text-align: left;"><strong>Oleh: Erik Tauvani Somae</strong></p><p>Orang tua itu tidak pernah melewatkan salat berjamaah di masjid dekat rumahnya. Kala azan berkumandang, langkah demi langkah ia ayunkan pelan-pelan untuk menjaga keseimbangan. Sambil berjalan, kepalanya sering kali menunduk, seolah ia sedang menandai setiap langkahnya dengan zikir. Sesekali memandang ke depan untuk memastikan bahwa jarak tujuan kian dekat.</p><p>Ia tidak sendiri. Ada tongkat yang senantiasa menemaninya ke mana pun ia pergi. Tongkat kaki empat. Tanpa tongkat ini, mungkin kenikmatan bisa salat berjamaah di masjid dan bersua dengan para jamaah hanya akan menjadi angan-angan belaka.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/12/11657c8710e86fb.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="30475" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 29 Apr 2018 01:35:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        cantik,
                                                                                                                                                                erik taufani,
                                                                                                                                                                kakek,
                                                                                                                                                                kisah,
                                                                                                                                                                syafi&#039;i ma&#039;arif,
                                                                                                                                                                tokoh,
                                                                                                                                                                tongkat                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                        </channel>
</rss>