<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
    <channel>
        <title>MediaMU.COM &amp; Kemuhammadiyahan</title>
        <link>https://islam.mediamu.com/kemuhammadiyahanrss/category/kemuhammadiyahan</link>
        <description>MediaMU.COM &amp; Title: Kemuhammadiyahan</description>
        <dc:language>id</dc:language>
        <dc:rights>Jl. Gedongkuning No.130 B, Rejowinangun, Kec. Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55171</dc:rights>
                                                    <item>
                    <title>Muhammadiyah di Tengah Kompetisi Ekosistem Dakwah</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/muhammadiyah-di-tengah-kompetisi-ekosistem-dakwah</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/muhammadiyah-di-tengah-kompetisi-ekosistem-dakwah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Penulis: Yayan Suryana*  ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><em><strong>Penulis: Yayan Suryana* </strong></em></p><p>Selama ini tantangan sebuah gerakan keagamaan sering dibayangkan datang dari kelompok yang berbeda secara ideologis, pemikiran, atau manhaj. Perbedaan itu membuat batas antargerakan relatif mudah dikenali. Muhammadiyah dapat melihat di mana letak perbedaannya, apa yang harus ditegaskan, dan bagaimana identitas gerakannya dipertahankan.</p><p>Namun, lanskap dakwah hari ini mengalami perubahan. Tantangan tidak selalu datang dari gerakan yang berbeda secara mencolok. Justru yang perlu mendapat perhatian adalah berkembangnya institusi dan komunitas yang memiliki medan gerak yang semakin beririsan dengan Muhammadiyah.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2026/10/116abe1758e75a8.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="69233" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 15:18:51 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Ketika Pemikiran Keilmuan di Muhammadiyah Belum Sampai ke Akar Rumput</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/ketika-pemikiran-keilmuan-di-muhammadiyah-belum-sampai-ke-akar-rumput</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/ketika-pemikiran-keilmuan-di-muhammadiyah-belum-sampai-ke-akar-rumput</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Penulis: Yayan Suryana*  ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><em><strong>Penulis: Yayan Suryana* </strong></em></p><p>Muhammadiyah sesungguhnya merupakan salah satu organisasi Islam yang memiliki tradisi intelektual sangat kuat. Produksi pemikiran keislaman di lingkungan Persyarikatan berlangsung melalui banyak ruang. mulai dari pimpinan, majelis dan lembaga, perguruan tinggi Muhammadiyah, para ulama dan cendekiawan, forum kajian, musyawarah, Muktamar, Tanwir, hingga berbagai forum tarjih. </p><p>Di antara lembaga yang memiliki posisi sangat strategis tentu saja Majelis Tarjih dan Tajdid. Ia bukan sekadar lembaga yang menghasilkan jawaban atas persoalan keagamaan, tetapi juga menjadi salah satu think tank keislaman Muhammadiyah yang terus mengembangkan manhaj pemikiran sesuai dengan tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah serta perubahan kehidupan masyarakat.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2026/09/116aa61fcd217b0.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="1513130" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 13 Sep 2026 11:00:36 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Burhani: Ketika Muhammadiyah Belajar dari Akal dan Realitas</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/burhani-ketika-muhammadiyah-belajar-dari-akal-dan-realitas</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/burhani-ketika-muhammadiyah-belajar-dari-akal-dan-realitas</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Penulis: Yayan Suryana*  ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><em><strong>Penulis: Yayan Suryana*</strong></em> </p><p>Ada anggapan bahwa beragama berarti cukup mengikuti teks dan tidak perlu terlalu banyak berpikir. Anggapan semacam ini justru bertentangan dengan banyak pesan Al-Qur’an yang mendorong manusia menggunakan akalnya. Islam memerintahkan manusia membaca wahyu sekaligus membaca alam. Dalam konteks Muhammadiyah, semangat penggunaan akal tersebut mendapatkan tempat dalam pendekatan burhani. </p><p>Jika bayani bertanya "apa kata wahyu?", maka burhani bertanya lebih jauh: mengapa demikian, bagaimana menjelaskannya secara rasional, dan bagaimana ajaran tersebut diterapkan dalam kenyataan? Karena itu, burhani menjadi salah satu pendekatan penting dalam Manhaj Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2026/09/116a9ab44d8c869.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="98350" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 04 Sep 2026 19:08:42 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Ketika Dahlan Memeluk &amp;apos;Anak nDugal&amp;apos;</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/ketika-dahlan-memeluk-anak-ndugal</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/ketika-dahlan-memeluk-anak-ndugal</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Dalam dunia pendidikan hari ini, label “anak nakal” masih sering terdengar akrab. Murid yang ramai di kelas dianggap mengganggu. Anak yang sulit diatur dicap melawan. Remaja yang gemar berkumpul di jalanan sering dipandang sebagai masalah sosial yang harus dijauhi. Padahal, di balik sikap keras atau perilaku seperti itu, kadang tersembunyi kebutuhan besar untuk dipahami dan diterima. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Dalam dunia pendidikan hari ini, label “anak nakal” masih sering terdengar akrab. Murid yang ramai di kelas dianggap mengganggu. Anak yang sulit diatur dicap melawan. Remaja yang gemar berkumpul di jalanan sering dipandang sebagai masalah sosial yang harus dijauhi. Padahal, di balik sikap keras atau perilaku seperti itu, kadang tersembunyi kebutuhan besar untuk dipahami dan diterima.</p><p>Fenomena tersebut terasa semakin kompleks di era digital. Banyak anak muda tumbuh di tengah limpahan hiburan, tetapi miskin ruang dialog. Mereka mudah terhubung melalui layar, namun sering kesepian secara emosional. Tidak sedikit di antara mereka yang akhirnya mencari pengakuan melalui perilaku negatif. Hal ini dilakukan sekadar agar keberadaannya diperhatikan oleh lingkungan sekitar.</p><p>Dalam situasi seperti itu, pendekatan pendidikan yang terlalu keras justru sering gagal menyentuh akar persoalan. Hukuman mungkin mampu menciptakan ketertiban sesaat, tetapi belum tentu melahirkan kesadaran. Anak muda yang dipaksa tunduk sering hanya belajar takut, bukan memahami makna. Karena itu, pendidikan sejatinya membutuhkan lebih dari sekadar disiplin. Ia memerlukan ruang percakapan yang manusiawi.</p><h3>Strategi Jitu</h3> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2026/05/116a0179c5a715c.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="122512" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 11 May 2026 06:40:49 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Dzikril Firmansyah</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Ahmad Dahlan, Teladan yang Menyala</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/ahmad-dahlan-teladan-yang-menyala2</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/ahmad-dahlan-teladan-yang-menyala2</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Di tengah dunia yang semakin riuh oleh kata-kata, manusia justru semakin haus keteladanan. Media sosial dipenuhi nasihat moral, ceramah agama, dan motivasi kehidupan yang berseliweran tanpa henti. Namun, pada saat yang sama, publik juga semakin sering menyaksikan ironi, di mana ucapan tidak selalu sejalan dengan tindakan. Kepercayaan sosial perlahan terkikis karena manusia terlalu mudah berbicara, tetapi sulit memberi contoh nyata. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Di tengah dunia yang semakin riuh oleh kata-kata, manusia justru semakin haus keteladanan. Media sosial dipenuhi nasihat moral, ceramah agama, dan motivasi kehidupan yang berseliweran tanpa henti. Namun, pada saat yang sama, publik juga semakin sering menyaksikan ironi, di mana ucapan tidak selalu sejalan dengan tindakan. Kepercayaan sosial perlahan terkikis karena manusia terlalu mudah berbicara, tetapi sulit memberi contoh nyata.</p><p>Fenomena itu terasa sangat dekat dalam dunia pendidikan dan kehidupan beragama hari ini. Banyak anak yang tumbuh dengan limpahan teori tentang akhlak, tetapi miskin figur yang benar-benar dapat diteladani. Sekolah mengajarkan kejujuran, sementara murid menyaksikan banyak manipulasi di ruang publik. Pengajian menyerukan kesederhanaan, tetapi kehidupan sosial justru dipenuhi perlombaan pencitraan.</p><p>Dalam situasi seperti itu, keteladanan menjadi sesuatu yang mahal. Orang mungkin masih mau mendengar ceramah, tetapi belum tentu bisa percaya. Sebab manusia pada dasarnya lebih mudah meniru apa yang dilihat dibanding sekadar menerima apa yang didengar. Di titik inilah pendidikan sesungguhnya bekerja paling dalam, yaitu melalui contoh hidup yang nyata.</p><h3>Dahlan dan AR Sutan Mansur</h3> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2026/05/116a0179c5a715c.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="122512" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 10 May 2026 06:21:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Dzikril Firmansyah</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Pahami Makna dan Pengertian dari Al Jadid Artinya</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/pahami-makna-dan-pengertian-dari-al-jadid-artinya</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/pahami-makna-dan-pengertian-dari-al-jadid-artinya</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ MEDIAMU.COM - "Al Jadid" berasal dari bahasa Arab yang berarti "yang baru" atau "inovasi." Istilah ini sering digunakan dalam berbagai konteks, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam diskusi akademis dan keagamaan. Dalam konteks Islam, Al Jadid merujuk pada ide-ide baru yang muncul untuk memperbaiki atau memperbaharui praktik keagamaan, tanpa mengabaikan ajaran fundamental yang telah ada. Konsep ini mendorong umat Muslim untuk beradaptasi dengan perubahan zaman sambil tetap berpegang pada prinsip-prinsip Islam yang asli. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM - </strong>"Al Jadid" berasal dari bahasa Arab yang berarti "yang baru" atau "inovasi." Istilah ini sering digunakan dalam berbagai konteks, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam diskusi akademis dan keagamaan. Dalam konteks Islam, Al Jadid merujuk pada ide-ide baru yang muncul untuk memperbaiki atau memperbaharui praktik keagamaan, tanpa mengabaikan ajaran fundamental yang telah ada. Konsep ini mendorong umat Muslim untuk beradaptasi dengan perubahan zaman sambil tetap berpegang pada prinsip-prinsip Islam yang asli.</p><p><strong>Arti dalam Konteks Bahasa Arab</strong><br />Dalam bahasa Arab, "Al" berarti "yang," sedangkan "Jadid" berasal dari akar kata "jadid," yang berarti "baru." Penggunaan kata ini dalam bahasa Arab mengindikasikan adanya sesuatu yang inovatif atau berbeda dari yang telah ada sebelumnya. Dalam konteks sosial dan budaya, "Al Jadid" juga bisa mencakup pembaruan pemikiran, tradisi, dan cara hidup yang sesuai dengan kebutuhan dan tantangan zaman modern.</p><p>Dengan memahami definisi dan arti dari Al Jadid, kita dapat lebih mudah mengapresiasi pentingnya pembaruan dalam Islam dan bagaimana konsep ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan masyarakat yang lebih progresif dan adaptif.</p><h2>Konsep Al Jadid dalam Islam</h2> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/10/1166fb574e44be4.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="141905" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 01 Oct 2024 01:58:51 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>M. Fajrul Falaq</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Manfaat Ziarah Kubur dan Pandangan Muhammadiyah</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/manfaat-ziarah-kubur-dan-pandangan-muhammadiyah</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/manfaat-ziarah-kubur-dan-pandangan-muhammadiyah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Artikel ini membahas manfaat ziarah kubur dalam Islam dan pandangan khusus dari Muhammadiyah terhadap praktik ini. Pelajari cara melakukan ziarah yang sesuai dengan syariat Islam dan menghindari praktik bid&#039;ah, dengan panduan dan rekomendasi dari Muhammadiyah.

 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM</strong> - Ziarah kubur didefinisikan sebagai kegiatan mengunjungi makam orang yang telah meninggal. Praktik ini umum dalam banyak budaya, khususnya di kalangan umat Muslim, sebagai cara mengenang dan mendoakan almarhum. Dalam Islam, ziarah kubur bertujuan menguatkan ingatan akan kehidupan setelah kematian dan mempertebal iman kepada Tuhan. Kunjungan ini sering kali diisi dengan pembacaan doa dan refleksi diri, menekankan aspek spiritual daripada ritualistis.</p><p>Ziarah kubur memiliki latar belakang historis dan keagamaan yang mendalam dalam Islam. Praktik ini bersumber dari hadis Nabi Muhammad SAW, yang menganjurkan umatnya untuk mengunjungi kuburan sebagai pengingat akan realitas kematian. Sejak zaman Nabi, ziarah kubur dijadikan sarana untuk mendoakan arwah yang telah berpulang, sekaligus mengingatkan pada kehidupan akhirat. Tradisi ini terus dilestarikan sebagai bagian dari ekspresi keimanan dan spiritualitas dalam masyarakat Muslim, menguatkan nilai-nilai ketaqwaan dan kesadaran akan hari akhir.</p><p>Ziarah kubur dalam Islam bertujuan untuk mengingatkan umat Muslim tentang kefanaan hidup dan realitas kematian. Kunjungan ini mendorong refleksi diri dan peningkatan iman, di mana pengunjung berdoa bagi orang yang telah meninggal, memohon ampunan dan rahmat dari Allah bagi mereka. Selain itu, ziarah kubur memperkuat ikatan emosional antara yang hidup dan yang telah meninggal, memelihara rasa solidaritas dan kesetiaan dalam komunitas Muslim. Praktik ini juga mengajarkan pentingnya berbuat baik dan berempati kepada sesama.</p><h2>Manfaat Ziarah Kubur</h2> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/05/1166653cfb6d3775.png?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="884060" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 27 May 2024 00:11:42 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>M. Fajrul Falaq</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        doa ziarah,
                                                                                                                                                                syariat islam,
                                                                                                                                                                spiritualitas islam,
                                                                                                                                                                praktik islam,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                ziarah kubur                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Ketika Al&amp;Qur’an Bertemu Dunia yang Berubah: Membumikan Islam Berkemajuan</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/ketika-al-quran-bertemu-dunia-yang-berubahmembumikan-islam-berkemajuan</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/ketika-al-quran-bertemu-dunia-yang-berubahmembumikan-islam-berkemajuan</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Penulis: Arif Jamali Muis*  ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><em><strong>Penulis: Arif Jamali Muis* </strong></em></p><p>Pada tulisan sebelumnya, <a href="https://www.instagram.com/p/DceyasPExdY/?stkn=MTYxbHA4aGgxYWdhbA==">“Tauhid di Tengah ‘Tuhan-Tuhan’ Baru”</a>, saya membahas karakteristik pertama Islam Berkemajuan, yaitu tauhid sebagai pusat orientasi kehidupan. Setelah fondasi itu diteguhkan, Risalah Islam Berkemajuan (RIB) masuk pada karakteristik kedua: bersumber pada Al-Qur’an dan Sunnah <em>(al-Ruju’ ila al-Qur’an wa al-Sunnah)</em>. Jika tauhid menentukan kepada siapa hidup diarahkan, Al-Qur’an dan Sunnah memberikan nilai, petunjuk, dan cara pandang agar arah itu tidak kehilangan pijakan. </p><p>Sepintas, rumusan tersebut terdengar biasa kita dengar. Setiap Muslim tentu memahami bahwa Al-Qur’an dan Sunnah merupakan sumber ajaran Islam. Namun RIB tidak berhenti pada penegasan normatif itu. Al-Qur’an ditempatkan sebagai sumber keyakinan, pengetahuan, hukum, norma, moral, sekaligus inspirasi sepanjang zaman, sedangkan Sunnah menghadirkan kehidupan Nabi Muhammad ﷺ sebagai contoh bagaimana nilai Al-Qur’an diwujudkan dalam kehidupan nyata.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2026/09/116a9fb8a74236c.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="234406" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 08 Sep 2026 14:27:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Muhammadiyah Tidak Bermazhab: Menghidupkan Kembali Dinamika Intelektual Islam</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/muhammadiyah-tidak-bermazhab-menghidupkan-kembali-dinamika-intelektual-islam</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/muhammadiyah-tidak-bermazhab-menghidupkan-kembali-dinamika-intelektual-islam</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Penulis: Yayan Suryana*  ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><em><strong>Penulis: Yayan Suryana* </strong></em></p><p>Ketika dikatakan bahwa Muhammadiyah “tidak bermazhab”, ungkapan ini sering kali dipahami secara sederhana sebagai tidak mengikuti salah satu mazhab fikih, seperti Hanafi, Maliki, Syafi‘i, atau Hanbali. Padahal, dalam sejarah intelektual Islam, mazhab memiliki pengertian yang jauh lebih luas. Mazhab dapat menunjuk pada corak pemikiran dalam fikih, teologi atau akidah, bahkan tasawuf. </p><p>Dalam pengertian yang lebih substantif, mazhab merupakan hasil dari suatu cara berpikir, metodologi, dan tradisi intelektual yang dikembangkan oleh ulama dalam memahami sumber-sumber ajaran Islam. Karena itu, lahirnya berbagai mazhab sesungguhnya merupakan tanda penting dari dinamika dan produktivitas intelektual Islam. </p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2026/09/1166a9d2c1508c56.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="41559" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 06 Sep 2026 15:54:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Irfani: Menghidupkan Hati dan Menghadirkan Ihsan dalam Gerakan Muhammadiyah</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/irfani-menghidupkan-hati-dan-menghadirkan-ihsan-dalam-gerakan-muhammadiyah</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/irfani-menghidupkan-hati-dan-menghadirkan-ihsan-dalam-gerakan-muhammadiyah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Penulis: Yayan Suryana*  ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><em><strong>Penulis: Yayan Suryana* </strong></em></p><p>Dibandingkan bayani dan burhani, istilah irfani mungkin terdengar lebih asing bagi sebagian warga Muhammadiyah. Bahkan, ketika pendekatan ini mulai dirumuskan dalam Manhaj Tarjih dan Tajdid, muncul kekhawatiran bahwa irfani akan membawa Muhammadiyah terlalu dekat dengan praktik tasawuf atau tradisi spiritual yang tidak semuanya sejalan dengan semangat tajdid. Kekhawatiran tersebut dapat dipahami, mengingat Muhammadiyah sejak awal memiliki perhatian kuat terhadap pemurnian akidah dan ibadah dari praktik-praktik yang dianggap tidak memiliki dasar yang kuat.</p><p>Namun, jika irfani dipahami secara proporsional, sesungguhnya ia bukan sesuatu yang asing bagi Muhammadiyah. Irfani berbicara tentang hati, penghayatan, kepekaan batin, kesadaran spiritual, empati, keikhlasan, <em>zuhud</em>, dan <em>wara’</em>. Semua itu merupakan bagian penting dari ajaran Islam.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2026/09/116a9be48cc64a9.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="173847" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sat, 05 Sep 2026 16:46:15 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Penjelasan Shalat Tarawih Muhammadiyah</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/penjelasan-shalat-tarawih-muhammadiyah</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/penjelasan-shalat-tarawih-muhammadiyah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ shalat tarawih menurut pandangan Muhammadiyah, termasuk pengertian, jumlah rakaat, waktu pelaksanaan, tata cara, dan keutamaannya. Shalat tarawih merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan setelah shalat Isya. Muhammadiyah menyarankan pelaksanaan sebanyak 11 rakaat sesuai dengan praktik Nabi Muhammad SAW, namun pelaksanaan 23 rakaat juga tidak dilarang. Waktu pelaksanaannya bersifat fleksibel, dan tata cara pelaksanaannya sama seperti shalat sunnah lainnya.  ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM</strong> - Shalat Tarawih merupakan salah satu ibadah khusus yang dilaksanakan umat Islam selama bulan Ramadhan. Ibadah ini dilakukan setelah shalat Isya, sebagai bentuk tambahan ibadah di malam hari. Shalat Tarawih menjadi sarana bagi umat Muslim untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Menurut beberapa pendapat, jumlah rakaat Shalat Tarawih berbeda-beda, namun yang terpenting adalah kekhusyukan dan penghayatan dalam setiap gerakan dan doa yang dipanjatkan.</p><h2><span>Asal Usul Shalat Tarawih</span></h2><p>Sejarah dan asal-usul shalat tarawih memiliki akar yang mendalam dalam tradisi Islam. Praktik ini pertama kali diperkenalkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai ibadah sunnah yang dilaksanakan pada malam bulan Ramadan. Setelah wafatnya Nabi, Khalifah Umar bin Khattab RA kemudian menghidupkan kembali praktik ini dengan mengumpulkan umat Islam untuk melaksanakan shalat tarawih secara berjamaah. Dari sinilah shalat tarawih menjadi tradisi tahunan yang diikuti oleh umat Islam di seluruh dunia sebagai bagian dari ibadah di bulan suci Ramadan.</p><h2>Pandangan Muhammadiyah tentang Shalat Tarawih</h2><h3>Dasar Hukum Shalat Tarawih Menurut Muhammadiyah&nbsp;Dalil Al-Qur'an dan Hadis</h3><p>Pandangan Muhammadiyah tentang shalat tarawih didasarkan pada dalil-dalil yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis. Salah satu hadis yang sering dikutip adalah</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/03/11665ff2da941939.png?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="464564" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sat, 23 Mar 2024 19:29:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>M. Fajrul Falaq</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        ibadah sunnah,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                shalat tarawih                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Bayani: Ketika Al&amp;Qur’an Menjadi Kompas Gerakan Muhammadiyah</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/bayani-ketika-al-quran-menjadi-kompas-gerakan-muhammadiyah</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/bayani-ketika-al-quran-menjadi-kompas-gerakan-muhammadiyah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Penulis: Yayan Suryana*  ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><em><strong>Penulis: Yayan Suryana* </strong></em></p><p>Tahun 2000 menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan pemikiran keislaman Muhammadiyah. Melalui Munas Tarjih ke-24 dan 25, Majelis Tarjih dan Tajdid menegaskan tiga pendekatan dalam memahami dan mengembangkan ajaran Islam: bayani, burhani, dan irfani. </p><p>Kehadiran tiga pendekatan ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah tidak cukup hanya membaca teks agama, tetapi juga perlu menggunakan akal untuk membaca realitas dan menggunakan hati untuk menghadirkan nilai-nilai agama dalam kehidupan. Dari ketiganya, bayani menjadi fondasi pertama karena Islam adalah agama yang memiliki sumber utama berupa wahyu.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2026/09/116a99577de3b25.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="433564" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 03 Sep 2026 18:18:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Makna Tulisan Syahadat di Logo Muhammadiyah Simbolisme dan Signifikansi</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/makna-tulisan-syahadat-di-logo-muhammadiyah</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/makna-tulisan-syahadat-di-logo-muhammadiyah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[  Makna Tulisan Syahadat di Logo Muhammadiyah cerminan dari nilai-nilai, keyakinan, dan komitmen organisasi ini terhadap Islam dan masyarakat ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><span><strong>MEDIAMU.COM</strong> - Makna Tulisan Syahadat di Logo Muhammadiyah Simbolisme dan Signifikansi</span></p><h2><span>Syahadat Muhammadiyah</span></h2><p>Syahadat Muhammadiyah adalah suatu bentuk pengakuan dan keyakinan yang menjadi dasar ajaran Islam yang dianut oleh warga Muhammadiyah, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Poin utama dari syahadat ini adalah pengakuan bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Ini merupakan inti dari rukun iman yang harus dipegang teguh oleh setiap muslim, termasuk anggota Muhammadiyah.</p><p>Syahadat ini tidak hanya sebagai ucapan, tetapi juga sebagai komitmen untuk mengikuti ajaran-ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Hal ini mencakup mengamalkan Al-Quran dan Sunnah dalam segala aspek kehidupan. Bagi Muhammadiyah, syahadat ini juga mendorong anggotanya untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan pendidikan, sesuai dengan prinsip dan misi organisasi untuk memajukan umat manusia sesuai dengan nilai-nilai Islam.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/01/116659fe3b6df974.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="80022" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 11 Jan 2024 09:00:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            <media:keywords>Makna Tulisan Syahadat di Logo Muhammadiyah</media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Arti logo Matahari di Logo Muhammadiyah</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/arti-lambang-matahari-di-logo-muhammadiyah</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/arti-lambang-matahari-di-logo-muhammadiyah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Arti Lambang Matahari di Logo Muhammadiyah Lambang matahari dalam logo Muhammadiyah tidak hanya sekedar simbol estetika, melainkan juga mengandung makna filosofis yang mendalam ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><span><strong>MEDIAMU.COM - </strong>Arti Lambang Matahari di Logo Muhammadiyah</span></p><h2><span>Arti Logo Matahari</span></h2><p>Arti Lambang Matahari di Logo Muhammadiyah,Lambang matahari dalam <strong><a href="https://islam.mediamu.com/serba-serbi-logo-muhammadiyah-dari-sejarah-visual-sampai-filosofinya">logo Muhammadiyah</a></strong> tidak hanya sekedar simbol estetika, melainkan juga mengandung makna filosofis yang mendalam. Dalam banyak tradisi, matahari dianggap sebagai sumber cahaya dan kehidupan. Dalam konteks Muhammadiyah, matahari melambangkan pencerahan, kejernihan dalam berpikir, serta semangat untuk membawa umat Islam menuju pemahaman yang lebih murni dan autentik tentang ajaran Islam. Matahari dalam logo ini merepresentasikan harapan akan kemajuan dan pencerahan bagi umat Islam di Indonesia, yang sesuai dengan prinsip-prinsip pembaharuan yang dianut oleh Muhammadiyah.</p><h2>Arti dari Jumlah Sinar Matahari</h2><p>Jumlah sinar matahari pada logo Muhammadiyah juga memiliki makna khusus. Ada yang menginterpretasikan jumlah sinar tersebut sesuai dengan jumlah rukun Islam, yaitu lima, yang mencerminkan dasar-dasar keimanan dalam Islam. Interpretasi lain mengaitkan sinar matahari dengan jumlah waktu sholat dalam sehari, sebagai pengingat akan pentingnya ibadah dalam kehidupan seorang Muslim.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/01/116598d2ad70ebc.png?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="290132" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sat, 06 Jan 2024 17:46:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Nur Ahmad Muttaqin</dc:creator>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            <media:keywords>Arti Lambang Matahari</media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Filosofi yang Menginspirasi di Balik Logo Muhammadiyah</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/filosofi-yang-menginspirasi-di-balik-logo-muhammadiyah</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/filosofi-yang-menginspirasi-di-balik-logo-muhammadiyah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Filosofi yang Menginspirasi di Balik Logo Muhammadiyah menciptakan rasa persatuan dan kesatuan dalam menjalankan misi dan visi organisasi yang Menginspirasi di Balik Logo Muhammadiyah menciptakan rasa persatuan dan kesatuan dalam menjalankan misi dan visi organisasi ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM </strong>Filosofi yang Menginspirasi di Balik<strong> <a href="https://islam.mediamu.com/serba-serbi-logo-muhammadiyah-dari-sejarah-visual-sampai-filosofinya">Logo Muhammadiyah</a></strong> Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada tanggal 18 Rabī&rsquo; al-awwal 1330 Hijriyah, bertepatan dengan 8 November 1912. Organisasi ini berdiri dengan misi untuk memajukan pemahaman Islam dan mengedukasi masyarakat melalui pendekatan yang moderat dan kontemporer. Muhammadiyah berkembang pesat, tidak hanya sebagai sebuah gerakan keagamaan, tetapi juga sebagai kekuatan sosial dan pendidikan. Muhammadiyah memegang prinsip utama mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, menandai komitmennya pada pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.</p><p>Dalam konteks sosial, Muhammadiyah aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Organisasi ini dikenal dengan berbagai programnya yang mencakup pendirian rumah sakit, sekolah, dan universitas yang tersebar di seluruh Indonesia. Muhammadiyah aktif tanggapi bencana alam, isu sosial, tunjukkan komitmen pada nilai kepedulian, kesejahteraan masyarakat.</p><p>Secara keagamaan, Muhammadiyah berusaha mengajarkan Islam dengan pendekatan yang rasional dan terbuka terhadap dialog. Organisasi ini menekankan pentingnya memahami dan mempraktikkan ajaran Islam sesuai dengan konteks zaman dan masyarakat yang dinamis.Muhammadiyah menjalankan kegiatan dakwah dan pendidikan agama dengan cara yang mengedepankan toleransi dan saling menghargai di antara berbagai kelompok masyarakat.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/01/11665978387de343.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="12705" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 05 Jan 2024 04:37:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Nur Ahmad Muttaqin</dc:creator>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            <media:keywords>Filosofi Logo Muhammadiyah</media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Mengenal Arti Lambang Muhammadiyah</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/mengenal-arti-lambang-muhammadiyah</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/mengenal-arti-lambang-muhammadiyah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ mengenal arti lambang muhammadiyah Setiap unsur lambang Muhammadiyah mengajarkan nilai, prinsip hidup,berkontribusi positif bagi masyarakat ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>mengenal arti lambang Muhammadiyah, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, didirikan oleh<a href="https://profil.mediamu.com/kh-ahmad-dahlan-sosok-inspiratif-pendiri-muhammadiyah"> KH. Ahmad Dahlan</a> pada tanggal 18 November 1912 di Yogyakarta. Sebagai organisasi yang memiliki peran penting dalam pergerakan dan pendidikan di Indonesia, Muhammadiyah menggunakan lambang yang kaya akan makna dan simbolisme.</p><p>Lambang Muhammadiyah dirancang untuk menggambarkan identitas, filosofi, dan prinsip-prinsip yang dianut oleh organisasi ini. Dalam lambang tersebut, terdapat simbol bintang dan bulan sabit yang umum dikenal sebagai simbol Islam, menggambarkan bahwa Muhammadiyah berdiri di atas dasar keislaman yang kuat. Bintang dan bulan sabit ini juga melambangkan cahaya yang menerangi kegelapan, sebuah metafora dari peran Muhammadiyah dalam memberikan pencerahan kepada umat.</p><p>Selain itu, terdapat kalimat tauhid, "لا إله إلا الله محمد رسول الله" (Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah), yang terletak di bagian tengah lambang. Kalimat ini menegaskan komitmen Muhammadiyah terhadap aqidah Islam dan mengingatkan anggotanya akan pentingnya menjaga keimanan.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/12/116658ba2bc47a9d.png?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="40723" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Wed, 27 Dec 2023 06:30:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Nur Ahmad Muttaqin</dc:creator>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            <media:keywords>arti lambang muhammadiyah</media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Mu’allimin dan Kader Zaman Baru</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/muallimin-dan-kader-zaman-baru-1</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/muallimin-dan-kader-zaman-baru-1</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Penulis: Arif Jamali Muis* ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><em><strong>Penulis: Arif Jamali Muis*</strong></em></p><p>Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta bukan sekadar sekolah. Sejak awal kelahirannya, Mu’allimin memikul amanah yang jauh lebih besar: menjadi tempat persemaian kader Muhammadiyah. Dari ruang kelas, masjid, asrama, dan kehidupan sehari-harinya diharapkan lahir generasi yang memahami agama, mencintai ilmu, mampu memimpin, dan bersedia mengabdikan dirinya bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.</p><p>Sejarah panjang itu tentu membanggakan. Tetapi sekolah kader tidak boleh terlalu lama hidup dalam kebanggaan sejarah. Zaman terus bergerak. Pertanyaan Mu’allimin hari ini bukan lagi sekadar siapa saja tokoh besar yang pernah dilahirkannya, tetapi kader seperti apa yang harus dipersiapkan untuk menghadapi masa depan.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2026/07/1166a6ae1a33113f.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="37993" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 30 Jul 2026 12:29:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Jenis Do&amp;apos;a Ifititah Menurut Muhammadiyah</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/jenis-doa-ifititah-menurut-muhammadiyah</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/jenis-doa-ifititah-menurut-muhammadiyah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ MEDIAMU.COM - Jenis Do'a Ifititah Menurut MuhammadiyahMemaknai Do'a Ifititah&nbsp; ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM</strong> - Jenis Do'a Ifititah Menurut Muhammadiyah</p><h2>Memaknai Do'a Ifititah&nbsp;</h2><p>Bacaan doa iftitah yang selalu diucapkan oleh setiap muslim di dalam melaksanakan salat fardu maupun salat sunnah yang lainnya. Bacaan iftitah ini termasuk bacaan doa yang wajib diucapkan karena merupakan rangkaian ibadah agar bisa diterima di sisi Allah subhanahu Wa ta'ala</p><p><br />Dalam organisasi Muhammadiyah <a href="https://islam.mediamu.com/doa-iftitah-muhammadiyah-lengkap-dengan-makna-serta-keindahannya"><em>doa iftitah </em></a>ini terbagi menjadi dua jenis sebagaimana yang tercantum di dalam himpunan putusan tarjih yang dikeluarkan oleh Majelis tarjih dan tajdid dari pimpinan pusat Muhammadiyah.&nbsp;</p><h2><br /><span>Doa Iftitah Menurut Muhammadiyah</span> Lembaga Majelis Tarjih dan Tajdid</h2> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/12/1166585028034331.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="58166" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sat, 16 Dec 2023 04:23:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>M. Fajrul Falaq</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        doa ifititah muhammadiiyah,
                                                                                                                                                                hpt                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Lika &amp; Liku Sejarah Muktamar Muhammadiyah</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/lika-liku-sejarah-muktamar-muhammadiyah</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/lika-liku-sejarah-muktamar-muhammadiyah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ MEDIAMU.COM - Lika - Liku Sejarah Muktamar Muhammadiyah&nbsp;Sejarah Istilah Pertemuan Muktamar&nbsp; ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM</strong> - Lika - Liku Sejarah Muktamar Muhammadiyah&nbsp;</p><h2>Sejarah Istilah Pertemuan Muktamar&nbsp;</h2><p>Sejarah Muktamar Muhammadiyah dapat dipandang sebagai tonggak yang menandai derap maju Persyarikatan di dalam sejarah.</p><p>Mengutip Suara Muhammadiyah Edisi XII/2021, istilah muktamar mulai termaktub dalam AD Muhammadiyah sejak kira-kira 76 tahun silam. Penggunaan terminologi itu mengacu pada Putusan Perundingan Silaturahim Muhammadiyah di Yogyakarta tanggal 24-26 November 1946.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/12/1166578a566be306.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="26992" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 14 Dec 2023 01:12:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>M. Fajrul Falaq</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        muktamar muhammadiyah                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Serba serbi logo muhammadiyah: dari sejarah visual sampai filosofinya</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/serba-serbi-logo-muhammadiyah-dari-sejarah-visual-sampai-filosofinya</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/serba-serbi-logo-muhammadiyah-dari-sejarah-visual-sampai-filosofinya</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Serba serbi logo muhammadiyah: dari sejarah, visual, sampai filosofinya Muhammadiyah menuju keberlanjutan usaha demi kesejahteraan umat ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM</strong> Serba serbi logo muhammadiyah: dari sejarah, visual, sampai filosofinya Muhammadiyah, menjadi organisasi rakyat yg sudah menegakan pilar keagamaan dan kesejahteraan pada Indonesia, tentu memiliki sebuah ciri-ciri visual yang mencirikan nilai-nilai serta tujuan organisasinya, yaitu logo Muhammadiyah. Logo ini tidak sekadar gambar, melainkan simbol yang sarat makna, merangkum sejarah panjang gerakan organisasi Islam ini dan memancarkan semangat untuk mencapai kesejahteraan umat.<br />Bagi Muhammadiyah logo ini selain sebagai identitas juga menjadi simbol asa serta tujuan primer organisasi ini berdiri. semua harapan dan itu dirumuskan secara serius menjadi sebuah desain logo yang, selain indah serta sedap dicermati, jua memuat tujuan serta organisasi.<br />Logo Muhammadiyah sendiri ialah penyederhanaan cahaya matahari. tidak hanya memakai mentari menjadi judul lagu resmi organisasi yaitu &lsquo;oleh surya&rsquo;, Muhammadiyah juga menggunakan matahari sebagai dasar logo persyarikatan.<br />Logo tadi meletakkan goresan pena berbahasa Arab &lsquo;Muhammadiyah&rsquo; pada tengah sebuah bundar menggunakan dua kalimah syahadat yg melingkarinya. warna yang mendominasi merupakan hijau. Sedangkan pada luar bundar, ada dua belas cabang berasal sinar yg berwarna putih.</p><h2><span>Warna Dasar Pada Logo Muhammadiyah Adalah</span></h2><p><span>Warna dasar yang dominan dalam logo Muhammadiyah adalah hijau. Penggunaan warna hijau ini memiliki makna khusus dalam Islam dan sering digunakan oleh organisasi Islam, termasuk Muhammadiyah, sebagai simbol kedamaian, kehidupan, dan nilai-nilai agama. Selain warna hijau, logo Muhammadiyah juga biasanya menampilkan elemen-elemen lain seperti bintang dan bulan sabit yang melambangkan identitas dan tujuan organisasi tersebut.</span></p><h2><span>Lambang Muhammadiyah</span></h2><p>Lambang Muhammadiyah adalah simbol yang digunakan untuk mewakili Muhammadiyah sebagai organisasi. Lambang ini berisi berbagai elemen dengan makna simbolis. Biasanya, lambang Muhammadiyah terdiri dari:</p><h3>1. Bintang dan Bulan Sabit</h3> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/12/1166576ce8ac2910.png?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="465242" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 11 Dec 2023 07:41:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            <media:keywords>logo muhammadiyah</media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Kiai Dahlan Berdakwah Naik Mobil</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/kiai-dahlan-berdakwah-naik-mobil</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/kiai-dahlan-berdakwah-naik-mobil</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Hari ini, teknologi sering diperdebatkan dalam ruang-ruang keagamaan. Sebagian orang melihatnya sebagai cermin modernitas yang bisa menjadi ancaman serius bagi spiritualitas. Tidak sedikit pula yang merasa bahwa kemajuan teknologi itu identik dengan lunturnya tradisi dan kesederhanaan hidup manusia. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Hari ini, teknologi sering diperdebatkan dalam ruang-ruang keagamaan. Sebagian orang melihatnya sebagai cermin modernitas yang bisa menjadi ancaman serius bagi spiritualitas. Tidak sedikit pula yang merasa bahwa kemajuan teknologi itu identik dengan lunturnya tradisi dan kesederhanaan hidup manusia.</p><p>Padahal, sejarah Islam di Indonesia justru memperlihatkan sesuatu yang berbeda. Sejak awal abad ke-20, para pembaru Islam sudah mulai bergulat dengan modernitas dan mencoba memanfaatkannya untuk kepentingan dakwah serta pendidikan umat. Mereka tidak sekadar menjadi penonton perubahan zaman. Sebaliknya, mereka berusaha menjadikan teknologi sebagai alat untuk memperluas gerakan sosial dan keagamaan. </p><p>Salah satu tokoh pembaru itu adalah Ahmad Dahlan. Selama ini, tidak banyak aktivis dan bahkan pimpinan Muhammadiyah sendiri, yang mengetahui bahwa Ahmad Dahlan pernah menggunakan mobil sebagai alat transportasi modern dalam aktivitas gerakannya. Jejak kecil itu, meskipun jarang diketahui, telah memperlihatkan cara berpikir Ahmad Dahlan yang sangat terbuka terhadap perkembangan zaman dan progresif untuk ukuran zamannya.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2026/05/116a02e71f1b26f.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="328886" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 12 May 2026 08:39:29 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Dzikril Firmansyah</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Rasa Hormat Kepada Kokam</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/rasa-hormat-kepada-kokam</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/rasa-hormat-kepada-kokam</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
Oleh: HAMKA*
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Oleh: HAMKA*</strong></p>
<p>Sebagai salah seorang yang telah di tuakan dalam kalangan Muhammadiyah, patutlah rasanya saya menyatakan hormat yang setinggi-tingginya kepada KOKAM. Yang akan memperingati kita, terutama ialah kita sendiri, orang lain mungkin tidak tahu, atau sengaja tidak tahu menahu, ataupun tidak mau tahu.</p>
<p>Kalau sekiranya kebangkitan baru menentang kezhaliman dan kebathilan disebut “Angkatan 66” percobaan cup GESTAPU / P.K.I yang mereka gerakkan pada 30 September 1965, telah dapat digagalkan, pukul tiga malam mereka mulai merebut kekuasaan, maka pukul tiga petang 1 Oktober 1965 merelah telah dapat digagalkan. Tetapi oleh karena pengaruh komunis yang telah demikian mendalam pada jiwa masyarakat waktu itu, di tambah oleh “ doktrin NASAKOM-USDEK- MANIPOL-PANCA AZIMAT Revolusi dsb, untuk memperkuat kultus individu Sukarno-Subandrio, bahkan 100 Menteri. Baru bulan Maret 1966 dapat dibongkar dan Maret 1967 barulah Sukarno dapat diturunkan dari atas tahtanya.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651cbec5b9d7a.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="38741" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 09 Apr 2018 21:30:09 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        bahaya,
                                                                                                                                                                hamka,
                                                                                                                                                                hormat,
                                                                                                                                                                jakarta,
                                                                                                                                                                kokam,
                                                                                                                                                                muhammadiyah                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Langgar Kidul: Saksi Sunyi Lahirnya Cahaya Pembaruan</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/langgar-kidul-saksi-sunyi-lahirnya-cahaya-pembaruan</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/langgar-kidul-saksi-sunyi-lahirnya-cahaya-pembaruan</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Di sebuah sudut Kampung Kauman, Kota Yogyakarta, berdiri bangunan sederhana berciri tembok tebal dan arsitektur lawas dua lantai. Namanya Langgar Kidul. Sepintas ia hanya musala kecil di depan rumah seorang ulama. Namun dari ruang yang tak luas itulah, sejarah besar bangsa ini digerakkan. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Di sebuah sudut Kampung Kauman, Kota Yogyakarta, berdiri bangunan sederhana berciri tembok tebal dan arsitektur lawas dua lantai. Namanya Langgar Kidul. Sepintas ia hanya musala kecil di depan rumah seorang ulama. Namun dari ruang yang tak luas itulah, sejarah besar bangsa ini digerakkan.</p><p>Langgar Kidul menjadi saksi lahirnya gerakan Islam modern yang kelak mengubah wajah pendidikan, sosial, dan dakwah di Indonesia: Muhammadiyah.</p><h3>Benih Perjuangan dari Ruang Sederhana</h3><p>Persyarikatan Muhammadiyah resmi berdiri pada 18 November 1912 oleh KH. Ahmad Dahlan, seorang ulama pembaharu yang lahir dengan nama Muhammad Darwis pada 1 Agustus 1868. Selain dikenal sebagai abdi dalem Keraton Yogyakarta, ia juga pemikir progresif yang resah melihat kondisi umat yang terbelakang dalam pendidikan dan sosial.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2026/02/1169a2a854c830b.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="902706" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sat, 28 Feb 2026 08:35:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Dzikril Firmansyah</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Relevansi Seruan &amp;apos;Kembali kepada Al&amp;Qur’an dan As&amp;Sunnah&amp;apos; di Era Kontemporer</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/relevansi-seruan-kembali-kepada-al-quran-dan-as-sunnah-di-era-kontemporer</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/relevansi-seruan-kembali-kepada-al-quran-dan-as-sunnah-di-era-kontemporer</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Ungkapan “kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah” sering terdengar dalam lingkungan Muhammadiyah. Bagi sebagian masyarakat awam, seruan ini bisa menimbulkan kesan bahwa umat Islam, termasuk Muhammadiyah, pernah meninggalkan dua sumber utama ajaran agama tersebut. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Ungkapan “kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah” sering terdengar dalam lingkungan Muhammadiyah. Bagi sebagian masyarakat awam, seruan ini bisa menimbulkan kesan bahwa umat Islam, termasuk Muhammadiyah, pernah meninggalkan dua sumber utama ajaran agama tersebut.</p><p>Padahal yang dimaksud bukanlah demikian. Ungkapan itu adalah ajakan untuk selalu merujuk, memahami, dan mengamalkan Islam berdasarkan pedoman aslinya secara benar, sistematis, dan berkesinambungan.</p><p>Muhammadiyah adalah gerakan dakwah Islam. Karena yang diajarkan adalah nilai-nilai kebaikan, maka standar ukurannya pun harus bersumber pada ajaran Islam itu sendiri. Ajaran Islam berasal dari Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai dua rujukan pokok. Seruan “kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah” bukanlah pernyataan bahwa Muhammadiyah pernah berpaling dari keduanya, tetapi penegasan bahwa tolok ukur kebenaran dalam dakwah harus merujuk pada sumber asli ajaran Islam.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2025/11/1169197e4f052c4.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="349630" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 16 Nov 2025 14:34:03 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Dzikril Firmansyah</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Ramadan dan Koreksi Waktu Subuh Muhammadiyah: Antara Ijtihad dan Edukasi Umat</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/ramadan-dan-koreksi-waktu-subuh-muhammadiyah-antara-ijtihad-dan-edukasi-umat</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/ramadan-dan-koreksi-waktu-subuh-muhammadiyah-antara-ijtihad-dan-edukasi-umat</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Menjelang Ramadan, kembali muncul pertanyaan di tengah sebagian warga Muhammadiyah tentang perbedaan waktu Subuh antara jadwal yang digunakan Muhammadiyah dan jadwal yang diterbitkan Kementerian Agama. Tidak sedikit yang merasa kaget ketika mendapati waktu Subuh versi Muhammadiyah beberapa menit lebih lambat. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Menjelang Ramadan, kembali muncul pertanyaan di tengah sebagian warga Muhammadiyah tentang perbedaan waktu Subuh antara jadwal yang digunakan Muhammadiyah dan jadwal yang diterbitkan Kementerian Agama. Tidak sedikit yang merasa kaget ketika mendapati waktu Subuh versi Muhammadiyah beberapa menit lebih lambat.</p><p>Padahal, keputusan ini bukanlah kebijakan mendadak. Sejak lima tahun lalu, melalui Munas Tarjih ke-31 pada Desember 2020, Muhammadiyah telah melakukan koreksi terhadap penentuan awal waktu Subuh berdasarkan kajian fiqh dan astronomi yang komprehensif.  </p><p>Perbedaan tersebut berakar pada persoalan teknis penentuan munculnya fajar <em>shadiq</em>. Dalam literatur fikih, waktu Subuh dimulai ketika tampak cahaya putih horizontal di ufuk timur yang membentang, berbeda dengan fajar <em>kaadzib</em> yang memancar vertikal dan segera menghilang. Dalam praktik hisab modern, fenomena ini dikaitkan dengan posisi matahari di bawah ufuk. Selama ini, jadwal resmi pemerintah menggunakan kriteria sekitar minus 20 derajat. </p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2026/02/116996c77b2fa02.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="133782" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 19 Feb 2026 08:19:26 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Dzikril Firmansyah</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Muhammadiyah dan Ahli Sunnah wal Jamaah: Klarifikasi atas Sebuah Kesalahpahaman</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/muhammadiyah-dan-ahli-sunnah-wal-jamaah-klarifikasi-atas-sebuah-kesalahpahaman</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/muhammadiyah-dan-ahli-sunnah-wal-jamaah-klarifikasi-atas-sebuah-kesalahpahaman</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Oleh: Yayan Suryana* ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><em><strong>Oleh: Yayan Suryana*</strong></em></p><p>Masih banyak umat Islam yang salah paham terhadap Muhammadiyah hanya karena melihat perbedaan dalam praktik ibadah. Misalnya, salat Tarawih delapan rakaat atau tidak membaca qunut dalam salat Subuh sering dijadikan alasan untuk menyebut warga Muhammadiyah bukan bagian dari Ahlus Sunnah wal Jamaah.</p><p>Padahal tuduhan ini sangat lemah secara ilmiah maupun historis. Kasus seperti ini pernah ditanyakan oleh seorang siswa Muhammadiyah yang mendapat penilaian negatif dari temannya yang diterangkan dalam Buku Tanya Jawab Agama Jilid 1 halaman 7–8,</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2025/07/11686efe342889e.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="128140" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 10 Jul 2025 06:43:31 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Dzikril Firmansyah</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        muhammadiyah,
                                                                                                                                                                ahlus sunnah wal jamaah                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Muhammadiyah dan Prinsip Ittiba’: Bukan Taklid, Tapi Kembali pada Sumber Asli Agama</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/muhammadiyah-dan-prinsip-ittiba-bukan-taklid-tapi-kembali-pada-sumber-asli-agama</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/muhammadiyah-dan-prinsip-ittiba-bukan-taklid-tapi-kembali-pada-sumber-asli-agama</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam, warga Muhammadiyah berpedoman pada Himpunan Putusan Tarjih (HPT). Namun, sebagian orang bertanya-tanya, apakah dengan demikian Muhammadiyah berarti taklid kepada HPT, atau bahkan menjadikannya sebagai satu-satunya mazhab?  ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam, warga Muhammadiyah berpedoman pada Himpunan Putusan Tarjih (HPT). Namun, sebagian orang bertanya-tanya, apakah dengan demikian Muhammadiyah berarti taklid kepada HPT, atau bahkan menjadikannya sebagai satu-satunya mazhab? </p><p>Pertanyaan ini wajar muncul karena bagi sebagian kalangan, mengikuti satu pedoman resmi sering dianggap identik dengan sikap taklid. Padahal, prinsip yang dipegang Muhammadiyah jauh berbeda dari konsep taklid sebagaimana dijelaskan dalam Buku Tanya Jawab Agama Jilid 2 halaman 215–216.</p><p>HPT sesungguhnya bukanlah sumber hukum agama, melainkan hasil ijtihad kolektif yang berfungsi sebagai panduan memahami Islam dari sumber aslinya, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah. Di dalam Masalah Lima yang menjadi bagian dari HPT, dijelaskan bahwa agama Islam adalah apa yang diturunkan Allah dalam Al-Qur’an dan yang terdapat dalam Sunnah Nabi yang sahih. </p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2025/11/11690747dab7aeb.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="128140" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 02 Nov 2025 19:00:44 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Dzikril Firmansyah</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Pengajian Padang Bulan: Ustadz Gita Danu Pranata Bahas Wasathiyah</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/pengajian-padang-bulan-ustadz-gita-danu-pranata-bahas-wasathiyah</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/pengajian-padang-bulan-ustadz-gita-danu-pranata-bahas-wasathiyah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[  ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[  ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/08/1166c681a39abc1.png?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="2707478" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 22 Aug 2024 00:14:18 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>PCM BS</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        pengajian padang bulan,
                                                                                                                                                                pcm banguntapan selatan,
                                                                                                                                                                muhammadiyah                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Mengapa Muhammadiyah Tidak Menyebut &amp;apos;Sayyidina&amp;apos; dalam Shalawat?</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/mengapa-muhammadiyah-tidak-menyebut-sayyidina-dalam-shalawat1</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/mengapa-muhammadiyah-tidak-menyebut-sayyidina-dalam-shalawat1</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Sering muncul anggapan bahwa Muhammadiyah kurang menghormati Nabi Muhammad saw., karena dalam bacaan shalawat tidak menggunakan tambahan kata Sayyidina yang berarti “Tuan kami”. Bagi sebagian orang, hal ini dianggap sebagai bentuk pengurangan penghormatan kepada Rasulullah. Namun, Muhammadiyah justru berpegang pada prinsip bahwa penghormatan kepada Nabi harus dilakukan dengan cara mengikuti ajarannya secara murni, tanpa menambahkan sesuatu yang tidak beliau contohkan. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Sering muncul anggapan bahwa Muhammadiyah kurang menghormati Nabi Muhammad saw., karena dalam bacaan shalawat tidak menggunakan tambahan kata <em>Sayyidina</em> yang berarti “Tuan kami”. Bagi sebagian orang, hal ini dianggap sebagai bentuk pengurangan penghormatan kepada Rasulullah. Namun, Muhammadiyah justru berpegang pada prinsip bahwa penghormatan kepada Nabi harus dilakukan dengan cara mengikuti ajarannya secara murni, tanpa menambahkan sesuatu yang tidak beliau contohkan.</p><p>Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam selalu mengajak umat untuk menjunjung tinggi ajaran Nabi Muhammad saw. Salah satu wujud penghormatan tertinggi adalah dengan meneladani ajarannya dalam ibadah, termasuk dalam shalat. Dalam bacaan tasyahhud misalnya, Muhammadiyah membimbing warganya untuk membaca shalawat sebagaimana diajarkan langsung oleh Rasulullah saw, yaitu “<em>Allahumma shalli ‘alaa Muhammad</em>” tanpa tambahan kata Sayyidina. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi: “<em>Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat</em>.” (HR. al-Bukhari).</p><p>Dalam hadis riwayat Fudlalah bin ‘Ubaid disebutkan bahwa Nabi saw. mengajarkan urutan berdoa, yaitu memulai dengan memuji Allah, kemudian membaca shalawat, baru setelah itu berdoa sesuai keperluan. Tuntunan shalawat yang diajarkan Nabi tidak mencantumkan kata <em>Sayyidina</em>. Begitu pula ketika para sahabat bertanya kepada Nabi bagaimana cara bershalawat, Rasulullah mengajarkan lafadz yang jelas: "<em>Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad</em>…" (HR. Ahmad, Muslim, an-Nasa’i, dan at-Tirmidzi). Semua riwayat ini tidak pernah menambahkan kata <em>Sayyidina</em>.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2025/08/1168ac7739372cd.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="37871" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 25 Aug 2025 21:03:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Dzikril Firmansyah</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Latar Belakang dan Makna Logo Milad ke&amp;111 Muhammadiyah</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/latar-belakang-dan-makna-logo-milad-ke-111-muhammadiyah</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/latar-belakang-dan-makna-logo-milad-ke-111-muhammadiyah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Mediamu.com - Sudah satu abad lebih sejak K.H. Ahmad Dahlan pertama kali mendeklarasikan berdirinya Persyarikatan Muhammadiyah. Sudah selama itu pula persyarikatan telah berperan dalam segala lanskap kehidupan bangsa Indonesia. Dan tepat pada 18 November 2023, Muhammadiyah akan meggapai umur yang ke-111 tahun. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>Mediamu.com </strong>- Sudah satu abad lebih sejak K.H. Ahmad Dahlan pertama kali mendeklarasikan berdirinya Persyarikatan Muhammadiyah. Sudah selama itu pula persyarikatan telah berperan dalam segala lanskap kehidupan bangsa Indonesia. Dan tepat pada 18 November 2023, Muhammadiyah akan meggapai umur yang ke-111 tahun.</p><p>Segala usaha dan upaya yang telah dilakukan Muhammadiyah dalam mendirikan berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di berbagai sektor adalah manifestasi nyata dari tekad Muhammadiyah untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh umat, masyarakat, dan manusia secara keseluruhan tanpa kecuali.</p><p>Dari segala refleksi dan pemikiran tentang seratus tahun lebih kiprah dan keteguhannya, pada Milad ke-111 kali ini Muhammadiyah mengusung tema &ldquo;Ikhtiar Menyelamatkan Semesta&rdquo;.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/11654b6a506368c.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="34983" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Wed, 08 Nov 2023 11:03:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Fatan Asshidqi</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        milad ke-111,
                                                                                                                                                                milad muhammadiyah,
                                                                                                                                                                makna,
                                                                                                                                                                latar belakang                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Manhaj Hukum Muhammadiyah: Jalan Baru dalam Memahami Ajaran Islam</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/manhaj-hukum-muhammadiyah-jalan-baru-dalam-memahami-ajaran-islam</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/manhaj-hukum-muhammadiyah-jalan-baru-dalam-memahami-ajaran-islam</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Mazhab hukum Islam di Indonesia mengalami perkembangan yang khas, khususnya melalui pembaruan-pembaruan yang dilakukan oleh organisasi Islam modernis seperti Muhammadiyah. Di tengah berbagai pendekatan fiqh klasik yang tekstual dan normatif, Muhammadiyah menawarkan pendekatan baru yang dikenal sebagai mazhab hukum profetik. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Mazhab hukum Islam di Indonesia mengalami perkembangan yang khas, khususnya melalui pembaruan-pembaruan yang dilakukan oleh organisasi Islam modernis seperti Muhammadiyah. Di tengah berbagai pendekatan fiqh klasik yang tekstual dan normatif, Muhammadiyah menawarkan pendekatan baru yang dikenal sebagai mazhab hukum profetik.</p><p>Mazhab ini tidak hanya berangkat dari teks dan tradisi, tetapi juga dari ruh kenabian yang menekankan pembebasan, pencerahan, dan pemberdayaan umat. Dalam kerangka ini, hukum Islam tidak berhenti sebagai produk legal-formal, melainkan menjadi instrumen transformatif yang membangun kehidupan umat dan peradaban.</p><p>Muhammadiyah tidak sekadar merumuskan hukum dari Al-Qur’an dan Sunnah secara konvensional, tetapi menyusun perangkat metodologis (manhaj) yang memungkinkan ijtihad hukum bersifat kontekstual, dinamis, dan responsif terhadap persoalan kontemporer. Sebagaimana ditegaskan oleh Dr. Hamim Ilyas, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, “Muhammadiyah mengembangkan mazhab hukum profetik, yakni suatu pendekatan hukum Islam yang bertujuan untuk mewujudkan nilai-nilai kenabian dalam kehidupan sosial: nilai ketuhanan (transendensi), nilai kemanusiaan (humanisasi), dan nilai peradaban (liberasi dan ekologi).”</p><h4>Landasan Mazhab Hukum Profetik Muhammadiyah</h4> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2025/07/1168873445c99f4.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="43874" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 28 Jul 2025 15:27:13 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Dzikril Firmansyah</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Bimbingan Jiwa Keagamaan KH. Ahmad Dahlan: Spirit Dakwah Persyarikatan</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/bimbingan-jiwa-keagamaan-kh-ahmad-dahlan-spirit-dakwah-persyarikatan</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/bimbingan-jiwa-keagamaan-kh-ahmad-dahlan-spirit-dakwah-persyarikatan</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Penulis: Yayan Suryana* ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><em><strong>Penulis: Yayan Suryana*</strong></em></p><p>‎Dalam sejarah panjang perjuangan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah, bimbingan jiwa keagamaan dari KH. Ahmad Dahlan, menempati posisi sentral. Bimbingan ini tidak hanya menjadi sumber kekuatan spiritual pribadi para kader, tetapi juga menjadi etos kolektif yang menopang gerak langkah dakwah dan tajdid Muhammadiyah di berbagai bidang kehidupan. </p><p>‎Catatan tentang bimbingan KH. Ahmad Dahlan ini diperoleh dari tulisan M. Muchlas Abror dalam Suara Muhammadiyah edisi 10 Tahun ke-110, terbit 16–31 Mei 2025. Dalam artikelnya ia menjelaskan bagaimana Aisyiyah berdiri dan terus maju sebagai gerakan perempuan Islam yang visioner.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2025/07/11687209be84b7c.png?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="330652" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sat, 12 Jul 2025 14:08:16 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Dzikril Firmansyah</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Peran Sentral &amp;apos;Aisyiyah Dalam Pemberdayaan Perempuan Pra&amp;Kemerdekaan</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/peran-sentral-aisyiyah-dalam-pemberdayaan-perempuan-pra-kemerdekaan</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/peran-sentral-aisyiyah-dalam-pemberdayaan-perempuan-pra-kemerdekaan</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ MEDIAMU.COM&nbsp;- 'Aisyiyah merupakan organisasi perempuan pertama dalam Muhammadiyah. Pergerakan yang dilakukan perempuan sebagai wujud tumbuhnya&nbsp;kesadaran nasional.Pra Kemerdekaan Adalah ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM&nbsp;</strong>- 'Aisyiyah merupakan organisasi perempuan pertama dalam Muhammadiyah. Pergerakan yang dilakukan perempuan sebagai wujud tumbuhnya&nbsp;kesadaran nasional.</p><h2><span>Pra Kemerdekaan Adalah</span></h2><p>Pra kemerdekaan Indonesia adalah periode penting yang ditandai oleh sejumlah faktor krusial. Salah satunya adalah ketidakpuasan terhadap kolonialisme Belanda yang telah lama berlangsung, yang merangsang semangat perlawanan dalam masyarakat. Selain itu, pengaruh pemikiran pencerahan dari Eropa, bersama dengan pergerakan kebangsaan yang muncul seperti Budi Utomo dan Sarekat Islam, menjadi tonggak awal bagi upaya bersama untuk menyatukan bangsa Indonesia dan menentang penjajahan.</p><p>Di samping itu, perkembangan pendidikan yang semakin meluas, terutama dengan penyebaran pendidikan Barat, memainkan peran penting dalam membuka wawasan masyarakat terhadap konsep demokrasi dan keadilan. Kehadiran pers dan penerbitan yang kritis terhadap pemerintahan kolonial juga turut memberikan sumbangan besar dalam membangkitkan kesadaran nasionalisme di kalangan rakyat. Dengan berbagai faktor ini bersama-sama, Indonesia semakin matang untuk melangkah menuju kemerdekaannya, yang pada akhirnya diwujudkan setelah berbagai perjuangan dan pengorbanan.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/116654aae5faaf5f.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="58857" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 25 Apr 2024 21:38:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>M. Fajrul Falaq</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        aisyiyah,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                peran,
                                                                                                                                                                pemberdayaan perempuan,
                                                                                                                                                                pra-kemerdekaan                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Bangunan Aset Muhammadiyah di Kawasan Cagar Budaya Kotagede</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/bangunan-aset-muhammadiyah-di-kawasan-cagar-budaya-kotagede</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/bangunan-aset-muhammadiyah-di-kawasan-cagar-budaya-kotagede</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ MEDIAMU.COM - Dewasa ini, di kawasan Kotagede mengalami pertumbuhan yang dinamis. Satu hal yang menonjol di Kotagede adalah proses urbanisasi di pinggiran Kotagede yang berdampak langsung pada pembangunan kota. Pembangunan kota merupakan salah satu dari dampak modernisasi dan pembangunan ekonomi, dimana upaya menuju modernitas ini seringkali terjadi melalui proses yang sulit dan penuh konflik. Sudah bukan rahasia lagi, bahwa kegiatan pembangunan yang tidak terkendali pada kawasan ini. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>MEDIAMU.COM - Dewasa ini, di kawasan Kotagede mengalami pertumbuhan yang dinamis. Satu hal yang menonjol di Kotagede adalah proses urbanisasi di pinggiran Kotagede yang berdampak langsung pada pembangunan kota. Pembangunan kota merupakan salah satu dari dampak modernisasi dan pembangunan ekonomi, dimana upaya menuju modernitas ini seringkali terjadi melalui proses yang sulit dan penuh konflik. Sudah bukan rahasia lagi, bahwa kegiatan pembangunan yang tidak terkendali pada kawasan ini.</p><p>Kualitas seni bangunan (arsitektur) dan seni bina kota (kawasan terencana) yang baik dan berciri unik, otentik mengharuskan kawasan tersebut patut mendapat perhatian perlindungan secara proporsional, sehingga dapat pada gilirannya mampu dijadikan aset kawasan dalam arti ketinggian nilai sejarah dan budayanya. Bukanlah sesuatu yang mudah membawa atau melanjutkan produk budaya masa lalu sebagai sebuah living tradition dalam masyarakat modern.</p><p>Tidak mengherankan apabila pembangunan fisik dari pengembangan bangunan baru, seringkali berlangsung secara parsial dan terkotak-kotak, dimana kesatuan struktur kawasan (tipo-morfologi) dan keserasian lingkungan kurang/tidak diperhatikan. Penurunan kondisi fisik, buruknya kualitas visual lingkungan dan ketidakserasian antar struktur bangunan baru dan lama mengakibatkan rusaknya citra dan karakter kawasan lama bersejarah. Kawasan bersejarah, melalui bangunan sebagai monumen historisnya, menjadi bagian dari masa lalu yang perlu diwadahi dalam kebijakan pembangunan masa kini. Bangunan melalui berbagai tipe, skala, kualitas desain akan memberikan beragam pandangan dan informasi tentang nilai dan kehidupan keseharian generasi pendahulu kita, bagaimana dengan generasi penerusnya ?</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/04/11660b99a93cc1e.png?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="2480126" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 02 Apr 2024 05:39:13 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Fatan Asshidqi</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Tawasul dalam Pandangan Muhammadiyah</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/tawasul-dalam-pandangan-muhammadiyah</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/tawasul-dalam-pandangan-muhammadiyah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ MEDIAMU.COM - Tawasul dalam Pandangan MuhammadiyahMemaknai Arti Tawasul ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM</strong> - Tawasul dalam Pandangan Muhammadiyah</p><h2>Memaknai Arti Tawasul</h2><p><span>Dalam Islam, tawasul merupakan metode berdoa di mana seseorang meminta kepada Allah SWT dengan memanfaatkan sebuah perantara atau wasilah, seperti menyebut nama Allah yang mulia, mengandalkan amal baik yang telah dilakukan, atau meminta orang yang saleh untuk berdoa bagi mereka. </span></p><h2><span>Tujuan dari Ber-tawasul</span></h2><p><span>Hal ini bertujuan untuk menguatkan doa serta meningkatkan peluang diterimanya permohonan. Tawasul didasarkan pada gagasan bahwa perantara yang digunakan memiliki posisi istimewa di hadapan Allah, yang diyakini dapat membantu dalam mempercepat penerimaan doa tersebut. Pendekatan dalam praktik tawasul ini beragam di kalangan umat Islam, dengan beberapa kelompok menganggapnya sesuai, sementara yang lain lebih memilih untuk berkomunikasi langsung dengan Allah tanpa perantara.</span></p><h2><span>Pandangan Muhammadiyah Tentang Tawasul</span></h2> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/01/116659db94e81f10.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="55088" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 08 Feb 2024 21:23:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>M. Fajrul Falaq</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        tawasul menurut muhammadiyah,
                                                                                                                                                                perbedaan pendapat tawasul,
                                                                                                                                                                tawasul                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Warna Hijau pada Lambang Muhammadiyah Makna dan Filosofi</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/warna-hijau-pada-lambang-muhammadiyah-makna-dan-filosofi</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/warna-hijau-pada-lambang-muhammadiyah-makna-dan-filosofi</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Warna Hijau pada Lambang Muhammadiyah Makna dan Filosofi sebagai manifestasi dari filosofi dan nilai-nilainya. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><span style="font-size: 16px;"><strong>MEDIAMU.COM</strong> Warna Hijau pada <strong><a href="https://islam.mediamu.com/serba-serbi-logo-muhammadiyah-dari-sejarah-visual-sampai-filosofinya">Lambang Muhammadiyah </a></strong>Makna dan Filosofi Muhammadiyah, sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, memiliki lambang yang kaya akan makna. Warna hijau pada lambang Muhammadiyah melambangkan kesuburan, kedamaian, dan pertumbuhan, yang merupakan inti dari filosofi organisasi ini.</span></p><h2>Sejarah dan Pengantar Lambang Muhammadiyah</h2><p>Lambang Muhammadiyah yang kita kenal hari ini tidak hanya sekadar simbol, melainkan penuh dengan makna mendalam.Berbagai sumber organisasi menjelaskan bahwa warna hijau pada lambang Muhammadiyah melambangkan harapan dan kehidupan yang baru. Ini merupakan refleksi dari visi Muhammadiyah dalam mendorong umat Islam untuk selalu berkembang dan maju.</p><h2>Warna Hijau dan Simbolisasi</h2><p>Dalam banyak tradisi, hijau menghubungkan warna dengan kehidupan dan keberkahan. Dalam konteks Muhammadiyah, warna hijau pada lambang Muhammadiyah melambangkan keharmonisan, kesegaran, dan keseimbangan. Ini merupakan simbol dari upaya organisasi dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat dan seimbang.</p><h2>Hubungan dengan Nilai-nilai Islam</h2> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/01/11665a6223123145.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="80022" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 16 Jan 2024 04:17:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>M. Fajrul Falaq</dc:creator>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            <media:keywords>Warna Hijau pada Lambang Muhammadiyah</media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam Hal Sosial Kemasyarakatan</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/muhammadiyah-dan-aisyiyah-dalam-hal-sosial-kemasyarakatan</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/muhammadiyah-dan-aisyiyah-dalam-hal-sosial-kemasyarakatan</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ MEDIAMU.COM -&nbsp;Muhammadiyah kini telah menjadi organisasi besar di Indonesia yang dijalankan secara modern. Unit kegiatannya tersebar ke seluruh pelosok negeri yang meliputi pendidikan, kesehatan, santunan sosial hingga kegiatan pengajian yang dilakukan. Menurut buku profil Muhammadiyah (2000) saat ini terdapat ribuan taman kanak-kanak, 2.907 SD,&nbsp; 1.731 SMP, 929 SMA, 55 Pesantren, lebih dari 184 Perguruan Tinggi, 312 Lembaga Kesehatan masyarakat, 240 Panti Asuhan, 19 Bank Pengkreditan Rakyat (BPR), lebih dari 800 koperasi dan 190 Baitulmaalwat Tanwil. Hal ini membuat Muhammadiyah sangat berperan dalam mensejahterakan masyarakat.
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM -&nbsp;</strong>Muhammadiyah kini telah menjadi organisasi besar di Indonesia yang dijalankan secara modern. Unit kegiatannya tersebar ke seluruh pelosok negeri yang meliputi pendidikan, kesehatan, santunan sosial hingga kegiatan pengajian yang dilakukan. Menurut buku profil Muhammadiyah (2000) saat ini terdapat ribuan taman kanak-kanak, 2.907 SD,&nbsp; 1.731 SMP, 929 SMA, 55 Pesantren, lebih dari 184 Perguruan Tinggi, 312 Lembaga Kesehatan masyarakat, 240 Panti Asuhan, 19 Bank Pengkreditan Rakyat (BPR), lebih dari 800 koperasi dan 190 Baitulmaalwat Tanwil. Hal ini membuat Muhammadiyah sangat berperan dalam mensejahterakan masyarakat.</p>
<p>Disisi lain Aisyiyah juga berkontribusi dalam bidang mensejahterakan sosial diwujudkan dalam bentuk pendirian panti asuhan, balai latihan kerja, dan bantuan bagi anak anak miskin dan lanjut usia di masyarakat termasuk kaum difabel.</p>
<p>Aisyiyah dalam gerakan kesehatan dan sosial mempraktikkan Surah Al-Maun. Melalui Al-Maun lahir pilantropi dalam bentuk rumah sakit, polikklinik, panti asuhan dan usaha usaha pemberdayaan masyarakat yang membawa pada kemajuan hidup lahir dan batin. Al-Maun merupakan praksis teologi pembebasan bagi kaum dhuafa-mustad'afin yang lemah dan tertindas dan dilemahkan.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/116654aaf168f542.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="31747" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 07 Nov 2023 21:42:03 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Bagaimana Cara Muhammadiyah dalam Menyikapi Perbedaan Mazhab</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/bagaimana-cara-muhammadiyah-dalam-menyikapi-perbedaan-mazhab</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/bagaimana-cara-muhammadiyah-dalam-menyikapi-perbedaan-mazhab</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ MEDIAMU.COM - cara menyikapi perbedaan mazhabMengenal Apa itu Mazhab? ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM</strong> - <span>cara menyikapi perbedaan mazhab</span></p><h2>Mengenal Apa itu Mazhab?</h2><p><span>Mazhab adalah istilah dalam bahasa Arab yang merujuk kepada salah satu dari empat aliran utama dalam hukum Islam, yaitu Mazhab Hanafi, Mazhab Maliki, Mazhab Shafi'i, dan Mazhab Hanbali. Keempat aliran ini mengatur berbagai aspek kehidupan Muslim, seperti ibadah, tata cara ritual, pernikahan, warisan, dan lainnya. Setiap aliran memiliki pandangan dan interpretasi tersendiri tentang hukum Islam berdasarkan pemahaman ulama mereka.</span></p><h2><span>Manfaat dan Kegunaan dari Mazhab</span></h2><p><span>Manfaat MAHZAB adalah untuk memberikan panduan dalam menjalani kehidupan sehari-hari sesuai dengan ajaran agama Islam. Setiap aliran memiliki perbedaan pendekatan dalam memahami hukum Islam, sehingga memungkinkan umat Muslim untuk memilih aliran yang sesuai dengan keyakinan dan pemahaman mereka.</span></p><h2><span>Catatan Penting Terkait Mazhab</span></h2> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/01/11665a14ac694d06.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="97460" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 12 Jan 2024 14:21:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>M. Fajrul Falaq</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        mazhab,
                                                                                                                                                                muhammadiyah dan mazhab,
                                                                                                                                                                muhammadiyah menyikapo mazhab                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Peran Logo Muhammadiyah dalam Perekonomian</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/peran-logo-muhammadiyah-dalam-perekonomian</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/peran-logo-muhammadiyah-dalam-perekonomian</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Peran Logo Muhammadiyah dalam Perekonomian  Logo ini telah menjadi simbol dari inovasi, integritas, dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.  ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Muhammadiyah, sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, telah lama dikenal melalui simbolismenya yang kuat.<a href="https://islam.mediamu.com/serba-serbi-logo-muhammadiyah-dari-sejarah-visual-sampai-filosofinya"> <strong>Logo Muhammadiyah,</strong></a> yang terdiri dari bulan sabit dan bintang, tidak hanya mencerminkan identitas Islam tetapi juga filosofi organisasi yang mendalam. Berdiri sejak tahun 1912, Muhammadiyah telah memainkan peran penting dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk edukasi dan ekonomi. Logo ini menjadi simbol penting yang menggambarkan komitmen organisasi terhadap nilai-nilai keagamaan dan sosial kemasyarakatan.</p><h2>Simbolisme Ekonomi dalam Logo Muhammadiyah</h2><p>Elemen-elemen dalam logo Muhammadiyah memiliki makna ekonomi tersendiri. Bulan sabit melambangkan kemajuan dan inovasi, sementara bintang mencerminkan cahaya pengetahuan dan pencerahan. Dalam konteks ekonomi, ini bisa diartikan sebagai dorongan untuk inovasi dan penerapan pengetahuan dalam praktek ekonomi. Logo tersebut menginspirasi anggota Muhammadiyah untuk terus berinovasi dan berkontribusi secara ekonomi dengan cara yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.</p><h2>Peran Logo Muhammadiyah dalam Meningkatkan Kesadaran Ekonomi Umat</h2><p>Logo Muhammadiyah tidak hanya simbol identitas tetapi juga alat untuk meningkatkan kesadaran ekonomi umat. Dengan pendidikan dan dakwah, Muhammadiyah mendorong umat untuk berpartisipasi aktif dalam perekonomian, baik sebagai produsen maupun konsumen yang bertanggung jawab. Pendidikan ekonomi yang diselaraskan dengan nilai-nilai Islam menjadi kunci dalam membangun ekonomi umat yang kuat dan mandiri.</p><h2>Penerapan Logo Muhammadiyah dalam Bisnis dan Wirausaha</h2> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/01/116659ccf34361a5.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="10576" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 09 Jan 2024 04:45:23 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            <media:keywords>Logo Muhammadiyah</media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Lewat Gagasan Al&amp;Maun dan Al&amp;Ashr, Kiai Dahlan Bangun Amal Usaha Muhammadiyah</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/gagasan-cemerlang-kiai-dahlan-dalam-membanguan-amal-usaha-muhammadiyah</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/gagasan-cemerlang-kiai-dahlan-dalam-membanguan-amal-usaha-muhammadiyah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ SEMARANG - Organisasi Masyarakat yang bergerak di bidang dakwah salah satunya ialah Muhammadiyah. Muhammadiyah di dirikan oleh ulama besar yaitu K.H. Ahmad Dahlan. Salah satu inspirasi dari kyai Dahlan dalam bersosial ialal Al-Qur'an pada surah Al-Maun. Gagasan ini yang dijadikan sebagai landasan muhammadiyah berkembang dan bertahan bertahun-tahun.
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>SEMARANG - </strong>Organisasi Masyarakat yang bergerak di bidang dakwah salah satunya ialah Muhammadiyah. Muhammadiyah di dirikan oleh ulama besar yaitu K.H. Ahmad Dahlan. Salah satu inspirasi dari kyai Dahlan dalam bersosial ialal Al-Qur'an pada surah Al-Maun. Gagasan ini yang dijadikan sebagai landasan muhammadiyah berkembang dan bertahan bertahun-tahun.</p>
<p>Hal Ini disampaikan oleh Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah, <span>dalam acara Khataman Al-Quran Online Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) pada Senin (14/06)</span>. Lebih lanjut, Haedar mengatakan bahwa Al-Maun adalah inspirasi atas lahirnya berbagai amal usaha Muhammadiyah pertama kali, dari rumah miskin hingga rumah sakit.</p>
<p>"Karena Al Maun ini Kiai Dahlan memelopori yang melahirkan rumah miskin dan yatim. Bahkan lahir poliklinik pertama yang waktu itu rumah sakit hanya dimiliki kaum zending atau dari Kristen. Kiai Dahlan mengimplementasikan Al Maun menjadi rumah miskin dan yatim, dan rumah sakit yang waktu itu masih susah" tuturnya.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/116654435270b0da.png?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="615265" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 03 Nov 2023 00:39:12 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        muhammadiyah,
                                                                                                                                                                al-mau,
                                                                                                                                                                al-ashr,
                                                                                                                                                                amal ushaa muhamamdiyah,
                                                                                                                                                                sosial,
                                                                                                                                                                gagasan                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Metode Hisab dan Rukyat Menurut Muhammadiyah</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/metode-hisab-dan-rukyat-menurut-muhammadiyah</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/metode-hisab-dan-rukyat-menurut-muhammadiyah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ MEDIAMU.COM - Metode Hisab dan Rukyat Menurut MuhammadiyahMemaknai Perbedaan 2 Metode ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM</strong> - Metode Hisab dan Rukyat Menurut Muhammadiyah</p><h2>Memaknai Perbedaan 2 Metode</h2><p>Hisab dan rukyat merupakan dua teknik yang digunakan umat Islam untuk menetapkan tanggal-tanggal penting dalam ibadah, seperti permulaan bulan Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha.</p><h2>Hisab</h2><p>Teknik ini melibatkan perhitungan posisi astronomis bulan dan matahari berdasarkan ilmu falak, yaitu kajian tentang langit dalam konteks Islam. Dengan menggunakan rumus matematika, hisab menentukan munculnya bulan baru, yang menandai awal bulan dalam kalender Islam. Tingkat presisi hisab sangat tergantung pada perkembangan dan akurasi ilmu astronomi.</p><h2>Rukyat</h2> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/01/116659dbe3b9d74b.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="83574" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 08 Jan 2024 21:44:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        hisab dan rukyat,
                                                                                                                                                                hisab dan muhammadiyah                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Mengulik Agenda Dakwah Kyai Dahlan Satu Tahun sebelum Wafat</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/mengulik-kegiatan-kyai-dahlan-1-tahun-sebelum-wafat</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/mengulik-kegiatan-kyai-dahlan-1-tahun-sebelum-wafat</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Kiai Haji Ahmad Dahlan adalah seorang tokoh insprasi yang menjadi salah satu pahlawan nasional dan sekaligus pencetus dari organisasi Muhammadiyah yang bergerak di bidang dakwah islam. Beliau lahir pada 1 Agustus 1868 di Kauman, Yogyakarta. Beliau menutup Usia pada 23 Februari 1923 dengan meninggalkan aset penting berupa Muhammadiyah untuk di teruskan.
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Kiai Haji Ahmad Dahlan adalah seorang tokoh insprasi yang menjadi salah satu pahlawan nasional dan sekaligus pencetus dari organisasi Muhammadiyah yang bergerak di bidang dakwah islam. Beliau lahir pada 1 Agustus 1868 di Kauman, Yogyakarta. Beliau menutup Usia pada 23 Februari 1923 dengan meninggalkan aset penting berupa Muhammadiyah untuk di teruskan.</p>
<p>Jelang K.H. Ahmad Dahlan wafat di usia 54 tahun pada 23 Februari 1923, Muhammadiyah yang telah berusia 10 tahun berkembang ke beberapa daerah Karesidenan seperti Yogyakarta, Surakarta, Pekalongan, dan Pekajangan.</p>
<p>Hingga tahun 1922 Muhammadiyah telah memiliki 15 Cabang di seluruh Indonesia. Pimpinan Pusat <em>(hoofdbestuur)</em> Muhammadiyah sendiri mengurusi 1.230 anggota resmi yang di daerahnya belum memiliki cabang.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1166544396998236.png?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="1486836" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 03 Nov 2023 00:06:48 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        muhammadiyah,
                                                                                                                                                                ahmad dahlan,
                                                                                                                                                                ahmad dahlan wafat,
                                                                                                                                                                agenda dakwah                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Muktamar Muhammadiyah Gerakan Pembaruan Islam</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/muktamar-muhammadiyah-gerakan-pembaruan-islam</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/muktamar-muhammadiyah-gerakan-pembaruan-islam</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Muktamar Muhammadiyah yaitu Gerakan Pembaruan Islam untuk menjaga serta membuatkan semangat gerakan pembaruan Islam pada Indonesia. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><span style="font-size: 16px;"><strong>MEDIAMU.COM</strong> <a href="https://islam.mediamu.com/lika-liku-sejarah-muktamar-muhammadiyah">Muktamar Muhammadiyah</a>, pusat keputusan dan pemikiran setiap 5 tahun, menjadi gerakan pembaruan Islam terbesar di Indonesia. Muktamar ini bukan sekadar pertemuan rutin 5 tahunan, tetapi juga ajang penting di mana para warga dan pemimpin Muhammadiyah berkumpul untuk membahas aneka macam informasi keagamaan, sosial, dan pendidikan, serta merumuskan langkah-langkah strategis ke depan. mari kita eksplorasi secara lengkap wacana Muktamar Muhammadiyah.</span></p><h2>Sejarah Singkat Muktamar Muhammadiyah</h2><p>Muktamar dalam Muhammadiyah punya jejak sejarah yang kuat semenjak Muhammadiyah didirikan pada 1912 sang KH Ahmad Dahlan. Sebelumnya digunakan beberapa istilah mirip "Algemene vergadering" (rapat awam) atau "Jaarvergadering" (rendezvous tahunan) digunakan di periode 1912-1921. lalu di rapat umum ke-11, disepakati buat beralih ke bahasa Indonesia, memakai istilah "serikat tahunan". di masa Kiai Ibrahim memimpin semenjak 1924, mulai dipergunakan istilah "kongres" yg diadopsi dari bahasa Inggris, congress.</p><p>Baru lalu di tahun 1950, kata "Muktamar" mulai dipergunakan, yaitu pada pelaksanaan Muktamar ke-31 pada Yogyakarta. Lokasi penyelenggaraan muktamar, awalnya pada Yogyakarta hingga 1925, kemudian berkembang ke banyak sekali wilayah di luar Yogyakarta.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/12/116657ad80076518.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="10784" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 14 Dec 2023 10:27:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            <media:keywords>Muktamar Muhammadiyah</media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Mars Muhammadiyah : Peran Mars, Lirik &amp;amp; Maknanya</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/mars-muhammadiyah-peran-mars-lirik-maknanya</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/mars-muhammadiyah-peran-mars-lirik-maknanya</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ MEDIAMU.COM - Mars Muhammadiyah : Peran Mars, Lirik &amp; Maknanya&nbsp; ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM</strong> - Mars Muhammadiyah : Peran Mars, Lirik &amp; Maknanya&nbsp;</p><p></p><h2>Pahami Peran Mars dalam Sebuah Organisasi&nbsp;</h2><p></p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/12/1166578af419fc03.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="55044" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 12 Dec 2023 19:03:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        mars muhammadiyah                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Pangan Aman dan Halal</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/pangan-aman-dan-halal</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/pangan-aman-dan-halal</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ "Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya." (Q.S. Abasa ayat 24).
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>"Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya." (Q.S. Abasa ayat 24).</p>
<p>Ada beberapa kasus terkait makanan. Ada bakso dengan campuran daging ayam tiren, bakso B2, nasi goreng B2, bakso dengan kuah B2, kuas dengan bahan bulu babi (B2). Maka, keamanan pangan dan halal menjadi penting.</p>
<p>Keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan mendapat cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/116653c400522944.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="44618" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 27 Oct 2023 22:56:22 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Buku Putusan Tarjih Tentang Ruqyah</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/buku-putusan-tarjih-tentang-ruqyah</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/buku-putusan-tarjih-tentang-ruqyah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ MEDIAMU.COM - Dalam Islam, otoritas penyembuh adalah Allah. Manusia harus berikhtiar memelihara kesehatan dengan berobat, namun penentuan apakah lekas sembuh atau tidak semuanya dalam kuasa Allah Swt (QS. Asy-Syu&rsquo;ara: 80). Selain secara medis, ada pula pengobatan alternatif yang di tengah-tengah masyarakat dikenal dengan ruqyah. Lantas, bagaimana hukum berobat dengan ruqyah dalam Islam?
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM</strong> - Dalam Islam, otoritas penyembuh adalah Allah. Manusia harus berikhtiar memelihara kesehatan dengan berobat, namun penentuan apakah lekas sembuh atau tidak semuanya dalam kuasa Allah Swt (QS. Asy-Syu&rsquo;ara: 80). Selain secara medis, ada pula pengobatan alternatif yang di tengah-tengah masyarakat dikenal dengan ruqyah. Lantas, bagaimana hukum berobat dengan ruqyah dalam Islam?</p>
<p><strong>Hadist Yang Menerangkan Tentang Ruqyah</strong></p>
<p>Ada beberapa rujukan hadist yang di gunakan nabi Muhammad Saw didalam pengobatan dengan soa ini. Pada hadist yang diriwayatkan Aisyah. Hadisnya sebagai berikut: &ldquo;Dari Aisyah ra bahwa Rasulullah Saw apabila akan tidur, beliau meniup di kedua tangannya, membaca surah mu&rsquo;awwidzaat (surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan Anl Naas) lalu mengusapkan kedua tangannya pada tubuhnya.&rdquo; (Muttafaq &lsquo;alaih).</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1166565aae980aac.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="86340" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 28 Nov 2023 08:55:36 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Warga Muhammadiyah Harus Bijak dalam Bermedia</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/warga-muhammadiyah-harus-bijak-dalam-bermedia</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/warga-muhammadiyah-harus-bijak-dalam-bermedia</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p><strong>YOGYAKARTA</strong> &#8212; Saat ini, kita masuk di zaman fitnah dan silaturahim pun tidak terjalin. Untuk itu, kita perlu memanfaatkan waktu luang yang menjadi maslahat bagi kita.</p>
<p>Hal itu disampaikan Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PWM DIY, Dr Robby Habiba Abror, SAg, MHum, di depan peserta Pengajian Ramadhan 1439 Hijriyah PDM Kota Yogyakarta, Ahad (20/5/2018), di SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Jl Kapas, Umbulharjo, Yogyakarta.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/assets/themes/oduu&amp;interactive/desktop/img/no&amp;image.jpg&amp;fit=1" length="0" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 21 May 2018 14:12:15 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        bijak,
                                                                                                                                                                media,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                pdm,
                                                                                                                                                                pengajian,
                                                                                                                                                                ramadhan,
                                                                                                                                                                robby abror,
                                                                                                                                                                warga                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Mau Tahu 5 Karakter Islam dalam Muhammadiyah? Simak Penjelasan Ketua PWM DIY</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/mau-tahu-5-karakter-islam-dalam-muhammadiyah-simak-penjelasan-ketua-pwm-diy</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/mau-tahu-5-karakter-islam-dalam-muhammadiyah-simak-penjelasan-ketua-pwm-diy</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ YOGYA – Ketua PWM DIY Dr. H. M. Ikhwan Ahada, M.A menjelaskan makna agama berdasarkan Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah. Agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW adalah yang diturunkan Allah di dalam Al Qur’an dan tersebut dalam sunnah yang shahih. Berupa perintah dan larangan serta petunjuk untuk kebaikan manusia di dunia dan akhirat.
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>YOGYA – </strong>Ketua PWM DIY Dr. H. M. Ikhwan Ahada, M.A menjelaskan makna agama berdasarkan Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah. Agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW adalah yang diturunkan Allah di dalam Al Qur’an dan tersebut dalam sunnah yang shahih. Berupa perintah dan larangan serta petunjuk untuk kebaikan manusia di dunia dan akhirat.</p>
<p>Hal ini disampaikan dalam Pengajian Songsong Musyawarah Cabang (Musycab), Muhammadiyah dan ‘AIsyiyah Ngampilan, Yogyakarta, Jum’at (24 Muharram 1445 H bertepatan 11 Agustus 2023) di Masjid At Taqwa Suronatan, Ngampilan.</p>
<p>Ajaran Islam menekankan umatnya untuk menggali dan mempelajari Al Qur’an supaya paham, dengan menggunakan akal dan penghayatan sehingga bisa menguasai ilmu pengetahuan. Dalam beragama pun harus benar sesuai ajaran dan tepat dalam pelaksanaan atau situasinya.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651a42dfc7453.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="119292" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 15 Aug 2023 02:58:15 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>IDmediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        &#039;aisyiyah,
                                                                                                                                                                ikhwan ahada,
                                                                                                                                                                masjid at taqwa suronatan,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                pwm diy                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Muhammadiyah dan Bangsa Itu Satu Tarikan Nafas</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/muhammadiyah-dan-bangsa-itu-satu-tarikan-nafas</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/muhammadiyah-dan-bangsa-itu-satu-tarikan-nafas</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ YOGYA – Ada salah satu materi menarik dalam Dialog Ideopolitor yang diselenggarakan Pimpinan Muhammadiyah Wilayah (PWM) DIY di Gedung AR. Fakhruddin Lantai V Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) hari Ahad (19 Muharram 1445 bertepatan 6 Agustus 2023).



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>YOGYA – </strong>Ada salah satu materi menarik dalam Dialog Ideopolitor yang diselenggarakan Pimpinan Muhammadiyah Wilayah (PWM) DIY di Gedung AR. Fakhruddin Lantai V Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) hari Ahad (19 Muharram 1445 bertepatan 6 Agustus 2023).</p>



<p>Materi tersebut disampaikan Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, M.Pd, M.Ed, Ph.D. Ia menyampaikan tentang tata kelola organisasi Muhammadiyah yang modern dan berkemajuan. Juga, &nbsp;tantangan internal dan eksternal yang dihadapi persyarikatan ini.</p>



<p>“Di antaranya adalah mempertahankan vitalitas atau daur hidup organisasi dan memenangkan kompetisi dengan gerakan-gerakan baru,” tegas Sayuti.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651a391f5f696.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="147222" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 08 Aug 2023 23:18:06 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        &#039;aisyiyah,
                                                                                                                                                                dialog ideopolitor,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                pwm diy                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Nasihat Kiai Dahlan: Islam Berawal Cemerlang, Kemudian Makin Suram</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/nasihat-kiai-dahlan-islam-berawal-cemerlang-kemudian-makin-suram</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/nasihat-kiai-dahlan-islam-berawal-cemerlang-kemudian-makin-suram</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ BANTUL – Di depan peserta Dialog Ideologi, Politik, dan Organisasi (Ideopolitor) di Gedung AR Fakhruddin B UMY pada Ahad (19 Muharram 1445 H bertepatan 6 Agustus 2023), Ketua PWM DIY, Dr. M. Ikhwan Ahada, S.Ag, M.Ag, menyampaikan arah dan kebijakan PWM DIY 2022-2027.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>BANTUL – </strong>Di depan peserta Dialog Ideologi, Politik, dan Organisasi (Ideopolitor) di Gedung AR Fakhruddin B UMY pada Ahad (19 Muharram 1445 H bertepatan 6 Agustus 2023), Ketua PWM DIY, Dr. M. Ikhwan Ahada, S.Ag, M.Ag, menyampaikan arah dan kebijakan PWM DIY 2022-2027.</p>



<p>Mengawalinya dengan sebuah nasihat KHA Dahlan bahwa mula-mula agama Islam itu cemerlang, kemudian makin suram. Hal yang membuat suram itu manusianya, bukan agamanya.</p>



<p>Ikhwan menyampaikan pula maksud dan tujuan, utamanya pasal 6 Anggaran Dasar Muhammadiyah: menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Yaitu, masyarakat utama, adil, dan makmur yang diridhai Allah SWT.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651a392347c53.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="142315" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 06 Aug 2023 08:01:08 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        &#039;aisyiyah,
                                                                                                                                                                dialog ideopolitor,
                                                                                                                                                                ikhwan ahada,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                pwm diy                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Tuntunan Puasa Tasua dan Asy Syura</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/tuntunan-puasa-tasua-dan-asy-syura</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/tuntunan-puasa-tasua-dan-asy-syura</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Oleh: H. Nur Ahmad Ghojali



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><em>Oleh: H. Nur Ahmad Ghojali</em></p>



<p><em>“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah (Muharram). Sementara sholat yang paling utama setelah shalat wajib adalah sholat malam.&#8221; (HR. Muslim).</em></p>



<p>Puasa yang dikerjakan pada tanggal 10 Muharram. Secara bahasa, asyura berasal dari kata &#8216;asyara yang berarti sepuluh. Sepuluh inilah yang menunjukkan tanggal 10 pada bulan Muharram.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651bdb6fa1d1c.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="27104" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Wed, 26 Jul 2023 07:21:11 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        &#039;aisyiyah,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                muharram,
                                                                                                                                                                puasa asyura,
                                                                                                                                                                puasa tasua                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Relawan Kursi Roda adalah Pahlawan Haji Ramah Lansia</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/relawan-kursi-roda-adalah-pahlawan-haji-ramah-lansia</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/relawan-kursi-roda-adalah-pahlawan-haji-ramah-lansia</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Oleh: Yayan Suryana



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong><em>Oleh: Yayan Suryana</em></strong></p>



<p>Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini mengambil tagline &#8220;haji ramah lansia&#8221;. Sesuai dengan tagline tersebut, maka 30-40 persen jama&#8217;ah haji Indonesia terdiri dari lansia. Bahkan di beberapa kloter lansianya bisa lebih banyak lagi.</p>



<p>Tidak semua lansia membutuhkan pelayanan khusus. Lansia berusia 82 tahun,&nbsp; yang fisiknya bagus, bisa melaksanakan aktivitas dan manasik tanpa membutuhkan&nbsp; bantuan. Namun usia belum lanjut, karena menderita penyakit tertentu,&nbsp; justru membutuhkan bantuan.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651bdb6e28d70.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="124391" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 07 Jul 2023 07:38:31 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        &#039;aisyiyah,
                                                                                                                                                                kbihu,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                pwm diy                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Puasa Madrasah Peneguhan Aqidah</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/puasa-madrasah-peneguhan-aqidah</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/puasa-madrasah-peneguhan-aqidah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Puasa merupakan penghulunya bulan, didalamnya penuh dengan berbagai keberkahan yang tidak akan dijumpai dibulan bulan sebelumnya bahkan dibulan tersebut Allah juga menurunkan Al Quran.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Puasa merupakan penghulunya bulan, didalamnya penuh dengan berbagai keberkahan yang tidak akan dijumpai dibulan bulan sebelumnya bahkan dibulan tersebut Allah juga menurunkan Al Quran.</p>



<p>Telah banyak kajian yang menjelaskan terkait manfaat serta keutamaan bulan puasa bagi seorang mukmin dari bebagai sisi termasuk sisi kesehatan bahkan sosio kultural sekalipun. Bulan ramadan merupaan bulan yang penuh kegembiraan, baik kegembiraan lahir maupun batin, bahkan kegembiraan juga bisa dirasakan oleh mareka yang tidak menjalankan ibadah puasa.</p>



<p>Ada kajian yang menjelaskan terkait dampak puasa yang dilakukan oleh seorang mukmin &nbsp;dengan sunguh sungguh&nbsp; terhadap penguatan Aqidahnya.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651bdb6b1be4b.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="78092" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 17 Apr 2023 05:46:02 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        aqidah,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                diy,
                                                                                                                                                                madrasah,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                peneguhan,
                                                                                                                                                                puasa,
                                                                                                                                                                pwm diy,
                                                                                                                                                                yogyakarta                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Menggapai Lailatul Qadar</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/menggapai-lailatul-qadar</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/menggapai-lailatul-qadar</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Perjalanan bulan Ramadan sudah mencapai ketepian, tidak terasa sebentar lagi akan pergi berlalu meninggalkan kita semua, bulan Ramadan telah membersamai kita selama 20 hari tentu apa yang kita lakukan belumlah sempurna bila tidak menuntaskan dengan amalan amalan terbaik lainnya.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Perjalanan bulan Ramadan sudah mencapai ketepian, tidak terasa sebentar lagi akan pergi berlalu meninggalkan kita semua, bulan Ramadan telah membersamai kita selama 20 hari tentu apa yang kita lakukan belumlah sempurna bila tidak menuntaskan dengan amalan amalan terbaik lainnya.</p>



<p>Kehadiran bulan Ramadan dipenuhi barakah yang tidak kita jumpai dibulan bulan lain, salah satu dari sekian banyak kelebihan yang ada dibulan Ramadan adalah dilipat gandakannya pahala bagi segenap orang orang beriman yang menjalani puasa dengan penuh ketekunan dan keteguhan hati.</p>



<p>Pada bulan Ramadan kita juga diberikan kesempatan oleh Allah untuk meraih malam Lailatul Qadar, Lailatul Qadar adalah malam terbaik diantara malam malam lainnya di sepanjang tahun yang pernah kita lalui,&nbsp; salah satu keistimewaan malam ini adalah dilipat gandakan pahala seorang hamba yang setara dengan 1000 bulan, akselerasi ganjaran pahala ini tidak akan kita dapatkan dibulan bulan lainnya.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651bdb6ca4a45.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="78092" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 17 Apr 2023 05:43:04 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                diy,
                                                                                                                                                                lailatul qadar,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                menggapai,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                pwm diy,
                                                                                                                                                                yogyakarta                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Dari Dunia Tanpa Islam hingga Indonesia Tanpa Muhammadiyah</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/dari-dunia-tanpa-islam-hingga-indonesia-tanpa-muhammadiyah</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/dari-dunia-tanpa-islam-hingga-indonesia-tanpa-muhammadiyah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Oleh: Sudibyo Markus* ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>Oleh: Sudibyo Markus*</strong></p><p><em>Ber-retrospeksi melalui pendekatan &ldquo;jika-maka&rdquo; dalam sejarah.</em></p><p><strong>#Kuliah interdisiplin di Pasca Sarjana UMS</strong></p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/116543568666339.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="39979" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 27 Jul 2021 21:00:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dunia barat dan islam,
                                                                                                                                                                dunia tanpa islam,
                                                                                                                                                                faridj solo wadjdi,
                                                                                                                                                                graham e. fuller,
                                                                                                                                                                sudibyo markus,
                                                                                                                                                                universitas muhammadiyah surakarta,
                                                                                                                                                                wakil ketua lembaga hubungan dan kerjasama internasional pp muhammadiyah                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Indonesia Tanpa Muhammadiyah?</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/indonesia-tanpa-muhammadiyah</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/indonesia-tanpa-muhammadiyah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Oleh Sudibyo Markus ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>Oleh Sudibyo Markus</strong></p><p><em>Pertanyaan nakal di US National Security Council</em></p><p>Kunjungan kami menghadap Dewan Keamanan Nasional atau US National Security Council (NSC) di sayap kiri Gedung Putih pada minggu II April 2006 memang di luar agenda. Sehingga sambil antre panjang di tempat itu, kami bertanya-tanya, apa gerangan agenda kunjungan ke US NSC yang di luar jadwal resmi tersebut. Sampai masuk ruangan US NSC, duduk di ruang rapat, sambil menunggu Ketua US NSC, tak seorangpun staf USAID yang mendampingi menjelaskan apa sebenarnya maksud kunjungan kesana.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165435682ad329.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="31157" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sat, 24 Jul 2021 07:56:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        &#039;aisyiyah,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                sudibyo markus                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Muhammadiyah Perlu Miliki Pabrik Oksigen, Pabrik Farmasi, dan Pabrik Alat Kesehatan</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/muhammadiyah-perlu-miliki-pabrik-oksigen-pabrik-farmasi-dan-pabrik-alat-kesehatan</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/muhammadiyah-perlu-miliki-pabrik-oksigen-pabrik-farmasi-dan-pabrik-alat-kesehatan</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Krisis oksigen di tengah melonjaknya jumlah pasien Covid-19 di Yogyakarta membuat sejumlah rumah sakit rujukan kelimpungan, di antaranya RS PKU Muhammadiyah. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Krisis oksigen di tengah melonjaknya jumlah pasien Covid-19 di Yogyakarta membuat sejumlah rumah sakit rujukan kelimpungan, di antaranya RS PKU Muhammadiyah.</p><p>Belum lama ini diperbincangkan pula soal insiden penarikan 250 tabung di RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta oleh pihak distributor oksigen. Padahal, oksigen telat sedikit saja bisa kacau rumah sakit. Kita berharap distributor oksigen medis untuk fleksibel dan tak bersikap egois di tengah situasi darurat pandemi Covid-19.</p><p>Sekarang ini kondisinya darurat. Tidak boleh ada vendor yang mengaku ini tabungku, tapi mereka tidak datang-datang untuk memasok oksigen. Lalu diisi dengan oksigen lain, ditarik kembali. Itu tidak boleh kalau dilakukan sekarang. Dalam situasi darurat seperti sekarang ini, distributor semestinya bisa bertindak fleksibel.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165435679a957f.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="79620" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sat, 17 Jul 2021 23:05:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        affan safani adham,
                                                                                                                                                                command center (mccc) pp muhammadiyah,
                                                                                                                                                                covid-19,
                                                                                                                                                                krisis oksigen,
                                                                                                                                                                mccc,
                                                                                                                                                                mediamu.com,
                                                                                                                                                                pabrik alat kesehatan,
                                                                                                                                                                pabrik farmasi,
                                                                                                                                                                pabrik oksigen,
                                                                                                                                                                rs pku muhammadiyah,
                                                                                                                                                                tim redaksi mediamu.com                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Kesaksian atas Layanan Tim Muhammadiyah dalam Pemakaman Jenazah: Surga Balasan Terbaik</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/kesaksian-atas-layanan-tim-muhammadiyah-dalam-pemakaman-jenazah-surga-balasan-terbaik</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/kesaksian-atas-layanan-tim-muhammadiyah-dalam-pemakaman-jenazah-surga-balasan-terbaik</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Rabu 14 Juli 2021 ayahanda Dyah Kalsitorini, produser film Nyai Ahmad Dahlan, meninggal dunia karena Covid-19. Berikut catatan ringkasnya tentang proses pemakaman yang dibantu Tim Lazismu Sewon Bantul, MDMC, dan Kokam. Tulisan ini dikirim melalui Mbak Wiwied Widyastuti, MPI PP Muhammadiyah. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><em>Rabu 14 Juli 2021 ayahanda Dyah Kalsitorini, produser film Nyai Ahmad Dahlan, meninggal dunia karena Covid-19. Berikut catatan ringkasnya tentang proses pemakaman yang dibantu Tim Lazismu Sewon Bantul, MDMC, dan Kokam. Tulisan ini dikirim melalui Mbak Wiwied Widyastuti, MPI PP Muhammadiyah.</em></p><p>Rabu 14 Juli 2021 pukul 15.00 ayah saya (Ir. Iswiyono) berpulang ke Rahmatullah akibat positif Covid-19. Dalam keadaan tidak tahu harus bagaimana karena ayah tidak mendapatkan rumah sakit di Yogyakarta, semua RS full dan kami menyaksikan sendiri. Akhirnya qodarullah, ayah kembali pada Allah. Jenazah ayah akhirnya dievakuasi Tim RSUD Wirosaban dengan begitu baik dan cepat.</p><p>Setelah dimandikan di RSUD saya termangu melihat ambulans yang luar biasa penuh keluar masuk untuk mengambil jenazah dan mengantar jenazah. Disinilah betapa kematian itu dekat dan demi Allah covid itu ada. Ayah sesuai amanahnya sebelum wafat minta dimakamkan di Mutihan, Wates, Kulon Progo, dekat makam Ibunda.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/116543567585139.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="66188" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 15 Jul 2021 03:50:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        covid-19,
                                                                                                                                                                dyah kalsitorini,
                                                                                                                                                                kesaksian,
                                                                                                                                                                kokam,
                                                                                                                                                                lazismu,
                                                                                                                                                                mdmc,
                                                                                                                                                                opini,
                                                                                                                                                                relawan covid                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Tiga Lakon Spiritual KH. Ahmad Dahlan</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/tiga-lakon-spiritual-kh-ahmad-dahlan</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/tiga-lakon-spiritual-kh-ahmad-dahlan</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Dalam kajian Dhuha spesial bulan Ramadhan 1442 H yang diadakan Masjid IC UAD beberapa hari lalu (21/4), Ust. Faturahman Kamal menyampaikan tiga lakon spiritual KH. Ahmad Dahlan saat menjawab pertanyaan jamaah terkait tasawuf modern karya Buya Hamka. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Dalam kajian Dhuha spesial bulan Ramadhan 1442 H yang diadakan Masjid IC UAD beberapa hari lalu (21/4), Ust. Faturahman Kamal menyampaikan tiga lakon spiritual KH. Ahmad Dahlan saat menjawab pertanyaan jamaah terkait tasawuf modern karya Buya Hamka.</p><p>Konkrit, tiga lakon spiritual itu adalah berdzikir, mendirikan shalat, dan ingat mati. Ketiga hal tersebut tidak bisa lepas dan menjadi bagian dari kehidupan seorang ulama, kapan dan dimanapun.</p><p>Sebagaimana tersurat dalam QS. Al-A&rsquo;la: 14 &ndash; 17,</p><h4 style="text-align: right;" id="17%d9%82%d9%8e%d8%af%d9%92-%d8%a3%d9%8e%d9%81%d9%92%d9%84%d9%8e%d8%ad%d9%8e-%d9%85%d9%8e%d9%86%d9%92-%d8%aa%d9%8e%d8%b2%d9%8e%d9%83%d9%8e%d9%91%d9%89-14-%d9%88%d9%8e%d8%b0%d9%8e%d9%83%d9%8e%d8%b1">(17)قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى (14) وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى (15) بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا (16) وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَا</h4> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651a37381d915.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="73543" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sat, 24 Apr 2021 06:50:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                diyan faturahman,
                                                                                                                                                                kh ahmad dahlan,
                                                                                                                                                                lakon,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                spiritual                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Pandemi dan Sinergi Dakwah PCM Prambanan Yogyakarta</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/pandemi-dan-sinergi-dakwah-pcm-prambanan-yogyakarta</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/pandemi-dan-sinergi-dakwah-pcm-prambanan-yogyakarta</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Keprihatinan dan kesedihan kita akibat dampak&nbsp; beredarnya virus Covid-19 sudah beberapa bulan ini dirasakan. Para pedagang, petani, buruh harian, rakyat kecil dengan beragam profesi, nampaknya menjadi pihak yang paling terkena dampak secara ekonomi dalam kesehariannya.&nbsp; ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Keprihatinan dan kesedihan kita akibat dampak&nbsp; beredarnya virus Covid-19 sudah beberapa bulan ini dirasakan. Para pedagang, petani, buruh harian, rakyat kecil dengan beragam profesi, nampaknya menjadi pihak yang paling terkena dampak secara ekonomi dalam kesehariannya.&nbsp;</p><p>Seperti halnya pedagang pasar, penjual sayur di pasar Prambanan sudah beberapa minggu ini menikmati kesedihan karena sepinya pembeli. Belum lagi para buruh yang harus dirumahkan karena berhentinya proyek pembangunan. Tidak banyak yang bisa mereka perbuat, selain berdiam di rumah, menikmati ketidakpastian dampak adanya badai virus Korona di negeri ini.&nbsp;</p><p>Pagi itu, suasana cerah di desa kecil perbukitan Prambanan mengiringi&nbsp; senyum bahagia para warga yang mengisyaratkan harapan. Sekelompok pemuda berjalan datang dari pintu ke pintu, menyerahkan paket sembako yang dikemas rapi, berisi beras, gula, minyak dan beberapa keperluan harian lainnya.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/11654348e97bcd6.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="53309" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 20 Apr 2020 01:50:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dakwah,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                pandemi,
                                                                                                                                                                pcm prambanan,
                                                                                                                                                                sinergi,
                                                                                                                                                                yogyakarta                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Muhammadiyah di Mata WS Rendra</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/muhammadiyah-di-mata-ws-rendra</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/muhammadiyah-di-mata-ws-rendra</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Oleh: Mu&rsquo;arif* ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p><p style="text-align: left;"><strong>Oleh: Mu&rsquo;arif*</strong></p><p>WS Rendra, penyair &ldquo;Burung Merak,&rdquo; adalah seorang muallaf di akhir hayatnya. Proses pencarian makna hidup mengantarkannya kepada pilihan akhir untuk memeluk Islam. Bagaimanakah Rendra memahami Islam dan seperti apa komentarnya tentang Muhammadiyah? Majalah&nbsp;<em>Suara Muhammadiyah</em>&nbsp;edisi No. 7/Th. Ke-51/1971 pernah menurunkan hasil wawancara Hermasnyah Nazirun dengan WS Rendra yang baru memeluk Islam.</p><p><strong>Tentang Islam</strong></p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/12/11657fa0f66b45c.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="17171" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 27 Aug 2018 11:54:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        berjuang,
                                                                                                                                                                mata,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                pandangan,
                                                                                                                                                                politik,
                                                                                                                                                                sikap,
                                                                                                                                                                ws rendra                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>UMY Lepas Mahasiswa untuk KKN di Dalam dan Luar Negeri</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/umy-lepas-mahasiswa-untuk-kkn-di-dalam-dan-luar-negeri</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/umy-lepas-mahasiswa-untuk-kkn-di-dalam-dan-luar-negeri</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p><strong>BANTUL</strong> &#8212; Dalam rangka melaksanakan tri dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengembangan serta pengabdian pada masyarakat, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melepas 3.152 mahasiswa untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Sportorium Kampus Terpadu UMY, Rabu (18/7/2018).</p>
<p>Sebagai bentuk pengabdian masyarakat periode 2018/2019, ribuan mahasiswa UMYyang melaksanakan KKN disebar di pulau Jawa hingga luar negeri.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/116518a01f09b17.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="67618" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Wed, 18 Jul 2018 22:48:11 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        internasional,
                                                                                                                                                                kkn,
                                                                                                                                                                lepas,
                                                                                                                                                                mahasiswa,
                                                                                                                                                                nasional,
                                                                                                                                                                umy                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>12 Langkah Muhammadiyah (1938&amp;1940)</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/12-langkah-muhammadiyah-1938-1940</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/12-langkah-muhammadiyah-1938-1940</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p>Menjunjung tinggi firman Tuhan Allah SWT, yang termaktub di dalam Al-Qur’an dan mengambil tauladan akan perjalanan junjungan Nabi Muhammad SAW yang terhimpun didalam kitab Haditsnya, sebagaimana yang tersebut di bawah ini :</p>
<p><em>“Dan ketahuilah bahwa utusan Tuhan Allah ada pada kamu sekalian, yang mana kalau beliau yang menuruti kamu di dalam beberapa perkara, tentulah kamu sekalian keberatan. Akan tetapi Allah mempersukakan kamu sekalian kepada Iman dan telah memperhiaskannya di dalam hatimu sekalian; malah memperbencikan kamu sekalian daripada kekafiran, kecabulan dan kedurhakaan. Mereka itulah yang berjalan lurus, mendapat karunia dan kenikmatan dari Tuhan Allah yang Maha Mengetahui dan Bijaksana”</em> (QS Al Hujurat ayat 7-8).</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/11651cbec857e7d.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="43507" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 17 Apr 2018 08:49:09 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        12 langkah,
                                                                                                                                                                k.h. mas mansur,
                                                                                                                                                                keadilan,
                                                                                                                                                                kebijaksanaan,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                persatuan                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                        </channel>
</rss>