<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
    <channel>
        <title>MediaMU.COM &amp; Hadis</title>
        <link>https://islam.mediamu.com/hadisrss/category/hadis</link>
        <description>MediaMU.COM &amp; Title: Hadis</description>
        <dc:language>id</dc:language>
        <dc:rights>Jl. Gedongkuning No.130 B, Rejowinangun, Kec. Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55171</dc:rights>
                                                    <item>
                    <title>Tuntunan Rasulullah ﷺ Ketika Hendak Tidur</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/tuntunan-rasulullah-ﷺ-ketika-hendak-tidur</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/tuntunan-rasulullah-ﷺ-ketika-hendak-tidur</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Penulis: Yayan Suryana*  ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><em><strong>Penulis: Yayan Suryana* </strong></em></p><p>Dari Al-Barra’ bin ‘Azib ra., beliau berkata:</p><p style="text-align: right;">عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ.(متفق عليه)</p><p>Artinya: <em>Dari Al-Barra’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda kepadaku, “Apabila engkau hendak menuju tempat tidurmu, maka berwudulah sebagaimana wudu untuk salat, kemudian berbaringlah pada sisi tubuhmu yang kanan.” (Muttafaq ‘alaih)</em></p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2026/10/116abe18874915b.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="172402" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 01 Oct 2026 15:24:47 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Memahami Hadis Man Sanna fil Islaam Sunnatan Hasanatan: Antara Inovasi Kebaikan dan Larangan Bid&amp;apos;ah</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/memahami-hadis-man-sanna-fil-islaam-sunnatan-hasanatan-antara-inovasi-kebaikan-dan-larangan-bidah</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/memahami-hadis-man-sanna-fil-islaam-sunnatan-hasanatan-antara-inovasi-kebaikan-dan-larangan-bidah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Hadis "Man sanna fil Islaam sunnatan hasanatan..." sering dijadikan dasar untuk membenarkan lahirnya berbagai praktik keagamaan baru. Di sisi lain, umat Islam juga mengenal hadis Rasulullah ﷺ yang menegaskan bahwa setiap perkara baru dalam urusan agama adalah tertolak. Pertanyaannya, sampai di mana batas berlakunya hadis tentang sunnatan hasanatan tersebut?  ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Hadis "<em>Man sanna fil Islaam sunnatan hasanatan...</em>" sering dijadikan dasar untuk membenarkan lahirnya berbagai praktik keagamaan baru. Di sisi lain, umat Islam juga mengenal hadis Rasulullah <span>ﷺ</span> yang menegaskan bahwa setiap perkara baru dalam urusan agama adalah tertolak. Pertanyaannya, sampai di mana batas berlakunya hadis tentang <em>sunnatan hasanatan</em> tersebut? </p><p>Pemahaman yang tepat terhadap hadis ini sangat penting agar semangat berbuat baik tidak berubah menjadi pembenaran terhadap praktik ibadah yang tidak memiliki landasan syariat.</p><p>Hadis yang diriwayatkan antara lain oleh Ahmad dari Jarir bin Abdullah al-Bajali menjelaskan bahwa siapa saja yang merintis suatu kebaikan dalam Islam akan memperoleh pahala dari amalnya sekaligus pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. </p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2026/07/116a4761e4804ba.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="180144" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 03 Jul 2026 14:18:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>7 DOSA BESAR YANG MEMBINASAKAN</title>
                    <link>https://islam.mediamu.com/7-dosa-besar-yang-membinasakan</link>
                    <guid>https://islam.mediamu.com/7-dosa-besar-yang-membinasakan</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Rasulullah SAW menyampaikan kepada umat Islam untuk senantiasa menjaga diri sendiri dari sifat-sifat tercela. Rasulullah sebagai suri tauladan memberikan banyak contoh kaitannya untuk menjaga diri sendiri dari kebinasaan. Rasullullah dalam sebuah hadits menyampaikan setidaknya ada 7 hal yang yang harus dihindari agar kita tehindar dari kebinasaan. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><span>Rasulullah SAW menyampaikan kepada umat Islam untuk senantiasa menjaga diri sendiri dari sifat-sifat tercela. Rasulullah sebagai suri tauladan memberikan banyak contoh kaitannya untuk menjaga diri sendiri dari kebinasaan. Rasullullah dalam sebuah hadits menyampaikan setidaknya ada 7 hal yang yang harus dihindari agar kita tehindar dari kebinasaan.</span></p><p><span>اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ</span></p><p><span>&ldquo;Jauhilah oleh kalian 7 hal yang mebinasakan&rdquo;</span></p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/assets/themes/oduu&amp;interactive/desktop/img/no&amp;image.jpg&amp;fit=1" length="0" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sat, 25 Jan 2025 10:00:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>PCM BS</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                        </channel>
</rss>